Share

BAB 9. Diri yang Sebenarnya

Penulis: queenaars
last update Tanggal publikasi: 2026-04-24 15:57:26

Anne terbangun pagi-pagi sekali, atau lebih tepatnya ia belum tidur sama sekali sejak semalam.

Pikirannya dipenuhi oleh banyak hal. Ia sama sekali tak menyangka bahwa hidupnya akan berubah dalam semalam.

Tentang dirinya yang kembali ke masa lalu, usahanya membatalkan pernikahan, dan.... Luke. Pria itu paling banyak memenuhi pikirannya.

The Duke of Ashford. Rasanya tidak mungkin ia bisa memiliki hubungan dengan seseorang yang memiliki gelar setinggi itu.

Benarkah saat itu ia menyelamatkan pr
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • Cinta yang Kupilih Setelah Kematian   BAB 20. Pesta Dansa Ratu (2)

    Luke membimbing Anne dengan langkah yang tenang namun penuh wibawa. Ia menempat tangan Anne di lengannya, melangkah dengan pasti membelah kerumunan bangsawan yang membawa mereka ke hadapan sang Ratu. Luke meremas tangan Anne sekilas, memberi kekuatan pada wanita itu agar tetap tegar dan percaya diri. Begitu sampai di hadapan sang Ratu, Luke segera membungkukkan tubuhnya dengan hormat, diikuti Anne setelahnya. Salah seorang dayang Ratu maju selangkah, memperkenalkan pasangan itu dengan formal. "Your Majesty, The Duke of Ashford dan Lady Hawthorne." "Your Majesty," Luke bersuara pelan, penuh hormat. "Your Majesty." sahut Anne kemudian. Sang Ratu tak langsung menjawab. Wanita itu mengambil cangkir, menyesap tehnya sedikit sebelum menatap Luke dan Anne dengan mata elang yang mengintimidasi. Sang Ratu pelan-pelan tersenyum. "Bangunlah." Luke dan Anne mengembalikan posisinya, berdiri tegak menghadap sang Ratu. "Lady Hawthorne." sapa Ratu. "Aku sempat mengira kau tid

  • Cinta yang Kupilih Setelah Kematian   BAB 19. Pesta Dansa Ratu

    Aula besar istana berubah menjadi lautan manusia dengan ribuan cahaya lilin yang menyala. Lampu kristal menggantung di langit-langit aula, memantulkan kilauan pada pada perhiasan para bangsawan yang memenuhi ruangan. Seperti tahun-tahun sebelumnya, pesta ini kembali digelar meriah dan mewah. Dekorasi hingga makanan, hiburan hingga musik, semuanya disajikan dengan kualitas terbaik. Tak heran banyak bangsawan yang ingin menghadiri pesta ini. Di ujung tengah aula, sang Ratu duduk di singgasananya. Para dayang berdiri di belakang, memegangi kucing dan anjing peliharaan Ratu yang tak boleh ketinggalan. Dengan tiara yang melekat indah, sang Ratu menatap setiap tamunya dengan tatapan seksama, seolah tengah mencari seseorang. "Di mana pasangan yang tengah dibicarakan orang akhir-akhir ini?" bisik sang Ratu pada salah satu dayangnya. "Kami telah memastikan Lady Hawthorne telah diundang, Yang Mulia." jawab dayang tersebut, setengah mencondongkan tubuhnya ke dekat Ratu. sang Ra

  • Cinta yang Kupilih Setelah Kematian   BAB 18. Tamu Tak Diundang

    Anne tidak pernah ingin menjalani hidup seperti ini. Berada di bawah bayang-bayang kematian, rasanya seperti berjalan di atas jembatan yang lapuk. Sedikit saja ia salah melangkah, maka hidupnya akan tamat. Hidup dengan pengetahuan nasib buruk yang akan menimpa, bagaimana mungkin Anne bisa hidup tenang? Jika saja Anne tidak ingin membalaskan dendamnya, memperbaiki jalan hidupnya, dan menyelamatkan keluarganya dari tipu daya Victor, maka ia tak akan ada di sini. Ia akan menyerah pada takdir. Namun, Anne telah kembali, dan ia tidak akan menyia-nyiakan kesempatan ini. Ia akan melakukan apapun, termasuk.... menikahi sang Duke. Pria itu datang layaknya malaikat penolong. Meski Anne merasa kehadiran Luke terlalu tepat, ia merasa rencananya untuk mengubah takdir terlalu .... mudah? Hal itu membuat Anne takut. Ia takut akan menghadapi hal tak terduga yang... lebih buruk. Anne menepis pikirannya. Ia akhirnya tersadar dari lamunan ketika keretanya telah sampai kembali di kediaman Hawthorne

  • Cinta yang Kupilih Setelah Kematian   BAB 17. Gaun Pesta

    Kehadiran Leah membuat suasana hati Anne benar-benar buruk. Wanita itu duduk di sudut ruangan, sembari menatap ke luar jendela dengan ekspresi masam. Tetesan-tetesan hujan tampak deras di luar sana, sebuah cuaca yang tak terduga. Beruntung, Rose berhasil membawa gaun yang indah hingga membuat mood Anne sedikit membaik. Rose berdiri di hadapan Anne, gaun sutra berwarna biru langit itu jatuh dengan anggun di tangannya. Potongan gaun itu sederhana namun berkelas dengan aksen renda perak tipis yang membingkai leher dan sepanjang lengannya. Tanpa payet yang berlebihan, gaun tersebut dapat menunjukkan kecantikan dan kesederhanaan putri Baron. "Bagaimana menurut Anda, Nona? Ini adalah koleksi terbaru yang telah dipesan khusus hanya untuk Anda." Rose menjelaskannya dengan binar semangat. Tak henti-hentinya berdecak kagum dengan keindahan gaun tersebut. Anne pun juga mengaguminya. Wanita itu berdiri, menyentuh ujung lengan gaun, sebelum menatap Rose. "Dipesan khusus? Apa Ayahku s

  • Cinta yang Kupilih Setelah Kematian   BAB 16. Toko Penjahit

    "Tuan, Ratu mengundang keluarga Hawthorne ke pesta dansanya besok malam." Anne menutup mulutnya tak percaya. Ia begitu senang dan gugup hingga ia nyaris menggigit garpu. Ia tidak menyangka undangan pesta dansa pertamanya setelah sekian lama adalah sang Ratu. Pesta dansa sang Ratu bukanlah pesta biasa. Para bangsawan, mulai dari bangsawan tertinggi hingga kelas menengah sepertinya akan hadir dari seluruh negeri Valerian. Ini adalah kesempatannya untuk menunjukkan diri. Tuan Hawthorne menerima surat undangan tersebut dengan perasaan terkejut. "Siapa yang membawanya?" "Pengawal istana baru saja tiba, dan pergi setelah memberikan undangan." jawab sang pelayan. "Aku tidak menyangka Ratu mengundang kita." Hawthorne tersenyum tipis, tak bisa menampik bahwa ia merasa terhormat setelah menerima undangan sang Ratu. "Ratu biasanya melewatkan bangsawan kelas menengah yang jauh dari istana." "Sudah jelas, Ayah. Sang Ratu mengundang keluarga kita karena Annelise." Anthony berkomentar

  • Cinta yang Kupilih Setelah Kematian   BAB 15. Undangan Pesta Dansa

    "Nona, ceritakan apa yang terjadi di teater!" Rose berlari kecil mengikuti Anne yang menaiki tangga. Wanita itu mengangkat gaunnya yang menjuntai untuk memudahkannya berjalan. Anne baru saja pulang, sementara Rose telah tiba lebih dulu karena keretanya berangkat lebih awal. Anne mengulum senyum kecil, menoleh sekilas sebelum menunduk malu. "Kami hanya makan siang dan menonton teater. Tak ada yang istimewa. Bukankah kau juga menonton?" "Ya, hanya saja, bukankah tempat kita menonton berbeda, Nona?" Rose menaikkan alisnya naik turun dengan senyuman lebar. "Anda yakin tak terjadi apa-apa?" Anne menggigit bibirnya, tidak tahu bagaimana ia harus menjelaskan perasaanya. Luke, dia pria yang baik, hanya saja ia masih merasa harus berhati-hati. Pria itu terlalu berbahaya. Jika Anne lengah sedikit saja, maka perasaannya akan mengambil alih. Tujuan utamanya terlupakan, dan ia menjadi terlena dengan perlakuan manis Luke padanya. Anne tentu tidak ingin gegabah dan salah langkah lagi

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status