Home / Zaman Kuno / Cinta yang Kupilih Setelah Kematian / BAB 9. Diri yang Sebenarnya

Share

BAB 9. Diri yang Sebenarnya

Author: queenaars
last update Petsa ng paglalathala: 2026-04-24 15:57:26
Anne terbangun pagi-pagi sekali, atau lebih tepatnya ia belum tidur sama sekali sejak semalam.

Pikirannya dipenuhi oleh banyak hal. Ia sama sekali tak menyangka bahwa hidupnya akan berubah dalam semalam.

Tentang dirinya yang kembali ke masa lalu, usahanya membatalkan pernikahan, dan.... Luke. Pria itu paling banyak memenuhi pikirannya.

The Duke of Ashford. Rasanya tidak mungkin ia bisa memiliki hubungan dengan seseorang yang memiliki gelar setinggi itu.

Benarkah saat itu ia menyelamatkan p
Patuloy na basahin ang aklat na ito nang libre
I-scan ang code upang i-download ang App
Locked Chapter

Pinakabagong kabanata

  • Cinta yang Kupilih Setelah Kematian   BAB 92. Keinginan Panas

    Tak ada yang dapat menyalahkan hasrat dua insan yang saling jatuh cinta di tengah keadaan yang memaksa mereka untuk menghabiskan waktu tanpa tahu kapan mereka dapat bertemu lagi. Inilah yang dilakukan oleh Anne. Entah mendapatkan keberanian dari mana, wanita itu terus menghujami Luke dengan ciuman-ciuman yang memabukkan yang dengan senang hati pria itu terima. Seolah tak ada hari esok, seolah tak ada pernikahan yang menantinya, Anne tak peduli lagi. Ia ingin menghabiskan seluruh waktunya malam ini hanya bersama Luke. Persetan dengan kesucian yang disebut-sebut oleh masyarakat, Anne tak akan memberikan dirinya pada Victor. Bagi Anne yang sedang berperang dengan takdirnya sendiri, 'lakukan atau tidak sama sekali' adalah pemikiran yang Anne yakini saat ini. Ia tak akan ragu dan menahan dirinya lagi. Ia tahu apa yang ia inginkan. Keyakinan liar Anne berhasil membawanya pada tindakan paling berani yang pernah ia lakukan. Luke membeku di tempatnya dengan napas yang terdengar

  • Cinta yang Kupilih Setelah Kematian   BAB 91. Sebuah Janji

    "Jadi, semua rumor itu... benar?" bisik Anne, jemari lentiknya bermain menyusuri dada bidang Luke yang berdegub kencang di balik kemejanya. Wanita itu merebahkan kepalanya dengan nyaman di atas lengan kokoh Luke yang tengah bersandar di kepala tempat tidurnya. Tirai jendela dibiarkan terbuka, membiarkan sinar bulan menjadi satu-satunya penerangan di ruang yang gelap itu. Menjadi saksi terhadap dua insan yang tengah memadu kasihnya di atas ranjang. Anne bersikeras bahwa Luke harus beristirahat, dan tak keberatan jika mereka harus mengobrol dalam posisi berbaring. Lagipula Anne menyukai posisi ini, di mana ia bisa merasakan hangat tubuh yang amat ia rindukan itu. Luke menarik napas pelan dan stabil, wajahnya tampak rumit. "Beberapa ya, sisanya.... aku tidak tahu." "Tidak tahu? Bagian mana tepatnya?" tanya Anne pelan, tak ingin terkesan menuntut. "Victor... sepertinya mengambil banyak informasi dari kerabat Ayahku yang jelas membenci ibu kandungku." Luke tersenyum getir, ma

  • Cinta yang Kupilih Setelah Kematian   BAB 90. Kunjungan Tak Terduga

    "Luke?" bisik Anne, nyaris tanpa suara. Pria dengan senyuman yang menghantui malam-malam Anne selama ini.... sedang berdiri di hadapannya. Sorot matanya yang tampak begitu lelah, seketika bersinar di bawah lampu remang. Meski penerangan tak cukup untuk melihatnya dengan jelas, Anne tahu bahwa ada serpihan air mata di sudut mata pria itu. Anne kehilangan kata-kata, matanya memanas. Namun sebelum ia sempat menumpahkan segala emosinya, Anne tersadar satu hal. Ia segera menarik tangan pria itu-yang membuatnya terasa lebih nyata-memasuki kamarnya. Anne mengunci pintu dengan tangan gemetar sebelum berbalik. Sosok itu masih ada, membuat Anne terpana di tempatnya. "Kau.... itu tidak mungkin kau..." Lirih Anne, ia jelas tak percaya namun penglihatannya berkata lain. Luke, pria itu perlahan mendekat, dan dari pencahayaan di kamar Anne yang lebih terang dari luar sana, Anne akhirnya melihat bahwa wajah pria itu dipenuhi oleh lebam dan luka goresan yang baru saja mengering. Tetap

  • Cinta yang Kupilih Setelah Kematian   BAB 89. Malam Sebelum Pernikahan

    Anne Hawthorne yang sebentar lagi akan menyandang gelar The Marchioniss dan menjadi Nyonya Langley tak dapat mengelak segala ritual kecantikan yang telah disiapkan oleh kepala pelayan. Segala macam bedak telah dibalurkan di seluruh tubuhnya. Wewangian yang sempat Anne hindari bahkan ia berikan pada Leah pun tak luput ia dapatkan. Pada akhirnya, sang pelayan menyuruhnya berendam di dalam bak berisi wewangian yang menusuk hidung. "Karena Anda mengaku telah menumpahkan seluruh isi botol wewangian, maka kepala pelayan mempertaruhkan nama baiknya menemui sang peracik sekali lagi demi mendapatkan wewangian yang bahkan tak dijual di manapun." omel Rose kala itu, ketika ia mendapati wangi tubuh Anne keesokan harinya tak seperti yang mereka harapkan. Anne hanya bisa meringis, tanpa memberitahu apa yang sebenarnya terjadi pada botol wewangian itu. "Kepala pelayan pasti sangat kesulitan. Tenang saja, aku akan bersikap baik mulai sekarang.""Sebaiknya begitu, Nona." timpal Rose, menyiratkan

  • Cinta yang Kupilih Setelah Kematian   BAB 88. Pertemuan Rahasia

    Keesokan harinya, Anne harus berangkat pagi-pagi sekali sebelum fajar bersama para pelayan yang berbondong-bondong menaiki kereta yang akan membawa mereka ke Ibu Kota. Karena perayaan pernikahan membutuhkan lebih banyak bahan makanan yang segar, beberapa pelayan dikirim ke pasar Ibu Kota. Anne mengeratkan jaket abu-abu serta syal khas pelayan yang melekat di tubuhnya. Syal tersebut baru ia turunkan dari wajahnya saat ia telah duduk dengan aman di dalam kereta bersama pelayan lainnya. Anne menghela napas lega ketika ia melihat kereta mulai menjauh dari kediaman Hawthorne tanpa hambatan. Anne terpaksa melakukan hal ini agar 'mata-mata' yang ditugaskan Victor untuk mengawasinya tak menyadari bahwa ia tengah menyelinap keluar demi bertemu dengan seseorang. Menyamar menjadi seorang pelayan atas ide Rose ternyata sangat bekerja. Sementara itu, Rose tetap tinggal. Rose akan berdiam diri di kamar Anne selama wanita itu belum kembali. Maka, tak akan ada yang curiga bahwa kamar ters

  • Cinta yang Kupilih Setelah Kematian   BAB 87. Pergerakan Senyap Anne

    Malam-malam sebelum pernikahan sejatinya adalah malam yang sangat penting. Berbagai ritual kecantikan dilakukan oleh calon pengantin demi memberikan penampilan yang terbaik untuk pasangan. Meski terbilang sangat terlambat untuk Anne yang pernikahannya tinggal menghitung hari, wanita itu sebenarnya tak terlalu membutuhkannya. Selain karena Anne pun telah melakukan beberapa perawatan setiap harinya, Anne merasa tidak perlu mempersiapkan banyak hal hanya untuk menikahi Victor. Meski demikian, Rose sang pelayan tetap menemui Anne malam ini, jemari wanita itu bergerak telaten menyisir Nonanya di hadapan cermin sembari membawakan sejumlah wewangian yang akan dipakai Anne untuk berendam seharian di esok hari sebelum hari pernikahan tiba. "Kau tahu aku tidak perlu memakai semua wewangian itu." sahut Anne, menatap pantulan dirinya di depan cermin. Rambut cokelat gelapnya yang tergerai, sedang dibubuhi oleh bedak beraroma mawar oleh sang pelayan. "Ini... sudah seperti tradisi, Nona. Saya h

  • Cinta yang Kupilih Setelah Kematian   BAB 54. Kisah Masa Lalu Luke

    "Luke, kalau aku bilang bahwa aku sedang menjalani kehidupan keduaku, apa kau percaya?" Setelah mengatakan hal tersebut secara gamblang, Anne mendadak menyesalinya. Ia telah menjaga rahasia ini dengan rapat-rapat, bagaimana bisa ia mengatakan hal ini pada penyelamatnya? Anne meremas kuat tali k

  • Cinta yang Kupilih Setelah Kematian   BAB 53. Cinta Kehidupan Pertama

    "Jadi, sekarang kau ingin Victor menikahi Leah secara resmi?" Luke mengerutkan keningnya, tidak mengerti. Setelah mendengarkan seluruh cerita Anne hari ini, ia cukup tertarik dan penasaran atas maksud wanita itu. "Hm," Anne mengangguk. "Bukankah lebih baik jika mereka menikah?" "Aku tidak meger

  • Cinta yang Kupilih Setelah Kematian   BAB 47. Awal yang Baru

    "Kabar tentang Ametis belum keluar dari kediaman Hawthorne, lalu bagaimana.... kau bisa tahu?" Luke masih terdiam, keheningan mendadak merayap di antara mereka. Namun, alih-alih panik karena merasakan intimidasi dari Anne, Luke justru mengulas senyum tipis yang misterius. Ia berdehem kecil, berus

  • Cinta yang Kupilih Setelah Kematian   BAB 46. Kekhawatiran

    "Aku telah bertingkah seperti seseorang yang paling mengetahui masa depan, tetapi aku lupa bahwa aku .... bukanlah pemilik semesta." Anne menundukkan kepalanya, terisak sedih. Ia telah menduga bahwa kali ini, takdir ada di telapak tangannya dan ia dapat dengan mudah membolak-balikkannya. Namun

Higit pang Kabanata
Galugarin at basahin ang magagandang nobela
Libreng basahin ang magagandang nobela sa GoodNovel app. I-download ang mga librong gusto mo at basahin kahit saan at anumang oras.
Libreng basahin ang mga aklat sa app
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status