مشاركة

Bab 6

مؤلف: Boni
Keira dirawat di rumah sakit selama lebih dari seminggu, tetapi Robert tidak pernah datang lagi.

Pria itu hanya mengirim pesan bahwa dirinya harus pergi untuk urusan bisnis selama beberapa waktu. Sesekali dia menyuruh asisten mengantarkan hadiah dan suplemen kesehatan.

Melihat perhiasan, aksesori, dan berbagai suplemen yang hampir memenuhi ruang rawatnya, hati Keira sama sekali tidak terusik.

Saat membuka ponselnya, dia melihat foto-foto yang dikirim Irena selama beberapa hari terakhir.

Di dalam foto-foto itu, mereka berdua duduk di atas karang, memandangi matahari merah yang perlahan terbit dari garis cakrawala laut.

Di bawah pemandangan indah cahaya matahari keemasan yang menyinari puncak gunung, mereka berdiri berdampingan.

Di dalam kuil yang dipenuhi kain merah, mereka berdua mengucapkan doa dan harapan terbaik untuk satu sama lain di hadapan para dewa.

Di balik foto-foto itu, Irena juga mengirimkan pesan yang sangat panjang.

[ Semua lokasi di foto ini adalah tempat yang dulu pernah aku dan Robert kunjungi waktu pacaran. Di tempat-tempat ini kami meninggalkan kenangan terindah dan pernah berjanji untuk selalu bersama seumur hidup. ]

[ Dia cuma bilang ingin mengajakku berlibur supaya aku merasa lebih baik, tapi setiap tempat yang kami datangi adalah tempat lama yang pernah kami kunjungi. Menurutmu, apa dia juga sama sepertiku, sangat berharap bisa kembali ke masa lalu? ]

Keira hanya membaca semua pesan itu dalam diam dan tak membalas satu kata pun. Setelah sembuh dari luka-lukanya, dia pulang sendirian ke rumah.

Namun, baru sampai di depan pintu, dia mendengar suara sahabat-sahabat Robert dari dalam.

"Robert, kamu sudah bikin mantan suami Irena bangkrut demi membalas perlakuan dia ke Irena, 'kan? Dia nggak bakal bisa bangkit lagi dan kondisi Irena juga perlahan membaik. Kenapa baru pulang kamu malah minum sampai mabuk begini?"

Melalui pintu yang terbuka sedikit, Keira melihat tumpukan botol minuman kosong berserakan di depan Robert. Sepertinya pria itu minum banyak. Wajah yang biasanya dingin itu kini memerah tipis, matanya tampak linglung.

"Aku cuma benci diriku yang dulu. Kenapa dulu aku nggak bisa membuang harga diri yang konyol itu? Kenapa aku nggak berinisiatif minta balikan? Kenapa ... kenapa aku harus buang lima tahun begitu saja, menyiksa diri sendiri, dan membiarkan Irena mengalami begitu banyak penderitaan di tangan suaminya?"

Melihat keadaannya, beberapa sahabatnya merasa tidak tega.

"Tapi, dulu Irena yang ngotot minta putus. Dia bahkan bilang siapa pun yang lebih dulu minta balikan nggak ada bedanya sama anjing. Dia juga yang nggak menghiraukan bujukan keluarga dan teman-temannya, lalu bersikeras menikah di luar negeri. Karena itulah pria berengsek itu punya kesempatan menyakiti dia. Semua ini nggak ada hubungannya sama kamu. Kamu nggak perlu nyalahin diri sendiri!"

"Betul. Setelah Irena menikah, kamu juga nikah. Kalian sudah berjalan di dua garis kehidupan yang berbeda. Kenapa kamu masih terus terlibat sama Irena? Dia nggak layak mendapatkan perhatianmu yang tulus. Sebaiknya kamu menghargai istri yang ada di depanmu. Kak Keira setia sekali sama kamu. Jangan sampai kamu nyakiti hatinya!"

"Selama bertahun-tahun, kami semua lihat sendiri betapa baiknya dia ke kamu. Kamu selalu terbang ke sana kemari, sementara dia mengurus rumah dan merawat orang tuamu. Karena pekerjaanmu, lambungmu bermasalah. Dia berusaha keras menjaga kesehatanmu."

"Waktu kamu pulang jam 3 atau 4 dini hari, dia bergadang semalaman cuma buat menghangatkan makanan dan nungguin kamu pulang. Dia benar-benar baik. Dia cinta sekali sama kamu. Apa kamu nggak bisa menghargainya sekali saja?"

Ruangan itu mendadak sunyi.

Robert menghabiskan minuman di gelasnya dalam sekali teguk, lalu bergumam pelan, "Sebaik apa pun dia, tetap saja dia bukan orang yang tepat."

Mendengar kalimat itu keluar langsung dari mulutnya, Keira merasa seolah ada pisau yang mengorek hatinya ke luar. Darah mengucur deras, rasa sakitnya tak tertahankan. Tangannya sampai gemetar tanpa kendali.

Dengan wajah pucat, dia memejamkan mata. Dalam benaknya muncul kembali adegan ketika Robert setuju menikahinya. Saat itu, Robert berkata bahwa mereka sangat cocok satu sama lain. Sekarang, pria itu justru mengatakan bahwa dia bukanlah orang yang tepat.

Jika di mata Robert pernikahan ini adalah sebuah kesalahan ... lalu apa arti waktu dan cinta yang telah dia berikan selama tiga tahun?

Keira tidak bisa menemukan jawabannya. Bagi dirinya yang sekarang ... jawaban itu juga sudah tidak penting lagi.

استمر في قراءة هذا الكتاب مجانا
امسح الكود لتنزيل التطبيق

أحدث فصل

  • Cinta yang Merasuk Sampai Ke Tulang   Bab 23

    Setelah urusan Irena selesai, Robert mencurahkan seluruh perhatiannya untuk mendapatkan kembali Keira. Setahunya, saat ini Keira masih belum menjalin hubungan dengan Stuart. Artinya, dia masih memiliki kesempatan.Kali ini, dia sudah memikirkannya dengan matang. Apa pun yang terjadi, dia tidak akan pernah lagi mengkhianati Keira.Keira boleh membuat satu, seratus, bahkan seribu lembar tabel nilai. Dia tidak akan membiarkan dirinya kehilangan satu poin pun lagi.Asalkan Keira bersedia, kalaupun dia harus menyerahkan seluruh perusahaan keluarga, dia pun rela.Robert berhasil menemukan alamat Studio Bulir Padi. Dengan membawa seikat bunga, dia mengetuk pintu."Permisi, apa Keira ada?" tanyanya dengan sopan.Tatapan orang-orang di dalam studio langsung berubah penuh selidik. Di antara mereka, sang senior berjalan mendekat dan menatapnya dengan ekspresi rumit."Kenapa kamu datang?" tanya senior itu.Robert mengenalnya. Dialah orang yang mendirikan studio bersama Keira setelah perceraian mer

  • Cinta yang Merasuk Sampai Ke Tulang   Bab 22

    Robert maju selangkah lagi. Baik saat menerima hukuman keluarga maupun saat muak terhadap Irena, kapan pernah dia menunjukkan ketulusan seperti ini?Kini, setelah akhirnya bertemu kembali dengan orang yang selalu dirindukannya siang dan malam, dia hampir ingin mencungkil hatinya sendiri untuk diperlihatkan kepada Keira.Namun, penampilan seperti itu hanya membuat Keira merasa muak. Rasa jijik dan asing di matanya menusuk hati Robert tanpa ampun."Pak Robert, mohon jaga sikap. Kalau Keira berniat memaafkan Bapak, dia nggak akan menyembunyikan identitasnya selama ini. Meskipun aku nggak tahu apa yang terjadi di antara kalian dulu, Keira adalah orang yang sangat baik. Aku rasa Bapak pasti telah melakukan sesuatu yang nggak bisa dimaafkan, sampai hubungan kalian berakhir seperti ini."Stuart berdiri di depan Keira pada saat yang tepat. Tatapannya juga sedingin es saat melontarkan sindiran itu tanpa basa-basi.Perkataan itu membuat tubuh Robert bergetar. Matanya makin merah. Dia memandang d

  • Cinta yang Merasuk Sampai Ke Tulang   Bab 21

    Sejak wawancara itu ditayangkan, Robert segera menerima kabar tentang keberadaan Keira.Baru saat itulah dia tahu bahwa Keira kini tinggal di wilayah selatan. Seperti impian yang pernah Keira ceritakan dahulu, dia benar-benar telah mendirikan sebuah studio desain.Seperti orang yang kelaparan, Robert mulai mencari semua informasi tentang Studio Bulir Padi. Melalui itu, dia akhirnya mengetahui bagaimana kehidupan Keira selama satu tahun setelah meninggalkannya.Keira tidak terpuruk seperti dirinya. Sebaliknya, dia makin bersinar. Dia membangun studionya dari nol hingga kini menjadi nama yang dikenal luas di dunia desain.Robert menatap sosok wanita di bawah cahaya lampu tanpa berkedip. Dorongan di dalam hatinya makin sulit dikendalikan. Dia ingin memeluknya erat seperti dahulu. Namun, saat dia hampir melangkah mendekat, seseorang di sampingnya menarik lengannya."Robert ...." Irena menatapnya dengan tatapan memelas, memohon agar dia tetap tinggal.Namun, Robert bahkan tidak menoleh. Dia

  • Cinta yang Merasuk Sampai Ke Tulang   Bab 20

    Keira menonton wawancara itu tanpa perubahan ekspresi.Sebagian besar isi wawancara membahas karya-karya Studio Bulir Padi. Hanya sebagian kecil yang menyinggung identitas Keira dan hubungannya dengan Robert.Setelah wawancara itu ditayangkan, topik itu sempat mendatangkan gelombang perhatian di internet. Namun, Keira hanya melihatnya sekilas, lalu kehilangan minat.Mungkin karena melihat reaksinya yang datar, Stuart berjalan mendekat. Di tangannya ada sebuah kartu undangan yang sengaja dia ayunkan di depan Keira.Sesuai dugaannya, mata wanita itu langsung berbinar. "Itu ...."Stuart tersenyum bangga. "Ya, baru diterima pagi ini."Keira segera merebut undangan itu. Dengan gembira, dia berputar satu kali sambil mengangkat undangan itu tinggi-tinggi.Undangan itu adalah tiket masuk ke lingkaran profesional dunia desain. Saat acara berlangsung nanti, bukan hanya tokoh paling berpengaruh di dunia desain yang akan hadir, tetapi juga kolektor dan pengusaha dari berbagai penjuru.Nama Studio

  • Cinta yang Merasuk Sampai Ke Tulang   Bab 19

    Setelah minum bersama, Keira naik ke lantai dua untuk menikmati angin malam. Wajahnya sedikit merah karena alkohol, tetapi suasana hatinya sangat baik.Ini adalah tahun kedua sejak dia meninggalkan Robert. Dari rasa sakit dan kebingungan di awal, hingga sekarang dia tidak lagi terikat pada masa lalu. Dia benar-benar telah melepaskan pria itu.Dia tidak akan lagi merasa tak berdaya karena pria itu, meski hanya sedikit pun. Angin malam yang sejuk berembus pelan, mengibaskan rambut panjangnya. Pemandangan itu tampak seperti sebuah lukisan yang indah.Seseorang perlahan berjalan mendekat, lalu berdiri di sampingnya dan menyandarkan diri pada pagar balkon."Kenapa naik ke sini sendirian? Semua orang cari kamu," kata Stuart."Aku cuma ingin menikmati angin. Rasanya semua ini masih nggak nyata. Kita benar-benar berhasil." Keira menyipitkan mata. Senyuman tipis memenuhi wajahnya."Ya, kita berhasil." Stuart menatapnya dan ikut tersenyum.Dua tahun lalu, saat Keira dan seniornya mendirikan stud

  • Cinta yang Merasuk Sampai Ke Tulang   Bab 18

    Sejak terbebas dari Robert, Keira menetap di wilayah selatan. Saat itu, setelah turun dari pesawat, seniornya sudah datang menjemput bersama anggota tim lainnya.Ketika berbicara tentang impian masing-masing, mata mereka semua berbinar penuh harapan.Pemandangan itu membuat Keira teringat pada dirinya yang dahulu. Kalau bukan karena Robert, seharusnya dia sudah melangkah bersama mereka sejak lama.Mereka makan bersama terlebih dahulu. Setelahnya, tanpa membuang waktu, mereka langsung mulai bekerja.Semua hal dalam studio yang baru dirintis harus dikerjakan sendiri. Mulai dari mencari lokasi, renovasi, pendaftaran perusahaan, hingga merekrut karyawan ....Proses membangun dari nol bukanlah hal yang mudah. Namun, Keira mengerjakan setiap hal dengan sungguh-sungguh. Dia tidak lagi memiliki waktu untuk memikirkan Robert.Mereka sibuk tanpa henti selama beberapa bulan. Akhirnya, kerangka awal studio itu pun terbentuk.Seniornya bertanya nama apa yang ingin digunakan. Setelah berpikir sejena

فصول أخرى
استكشاف وقراءة روايات جيدة مجانية
الوصول المجاني إلى عدد كبير من الروايات الجيدة على تطبيق GoodNovel. تنزيل الكتب التي تحبها وقراءتها كلما وأينما أردت
اقرأ الكتب مجانا في التطبيق
امسح الكود للقراءة على التطبيق
DMCA.com Protection Status