Keira menarik kopernya menuju gerbang keberangkatan. Saat pesawat menembus lapisan awan, dia merasa seolah terlahir kembali.Setelah mendarat di wilayah selatan, Keira tidak lagi menjadi istri yang tak dikenal di belakang Robert. Kini dia adalah salah satu pendiri sebuah perusahaan desain yang baru dirintis.Tiga jam sebelumnya, di rumah sakit wilayah utara, Robert yang sedang menjaga Irena di samping ranjang tiba-tiba menekan dadanya.Rasa sakit yang hebat membuat alisnya berkerut erat, seolah ada sesuatu yang dicabut paksa dari tubuhnya."Keira." Tanpa sadar, Robert memanggil nama itu. Kepanikan di dalam hatinya tak bisa dibendung.Suaranya memang tidak keras, tetapi Irena tetap menangkapnya. Matanya langsung memerah. Dia berkata dengan suara tercekat, "Robert, kalau Keira lebih penting, pergilah. Lagian kalau aku mati, nggak akan ada yang sedih."Mendengar perkataannya, Robert buru-buru memeluknya dan menenangkannya. "Jangan bicara sembarangan. Selama ada aku di sini, kamu nggak bak
Baca selengkapnya