Short
Cinta yang Merasuk Sampai Ke Tulang

Cinta yang Merasuk Sampai Ke Tulang

By:  BoniCompleted
Language: Bahasa_indonesia
goodnovel4goodnovel
23Chapters
3views
Read
Add to library

Share:  

Report
Overview
Catalog
SCAN CODE TO READ ON APP

Tahun ketiga pernikahan mereka, Robert menemukan tabel nilai yang dibuat Keira untuknya. Saat Robert tanpa sengaja menarik selembar kertas dari laci ruang kerjanya, jantung Keira seakan-akan berhenti berdetak. Di atasnya tertulis .... [ Di hari ulang tahunku, dia terbang ke Australia untuk menemui cinta pertamanya, kurang 5 poin. ] [ Demi menjemput cinta pertamanya di bandara, dia meninggalkanku di jalan tol, kurang 10 poin. ] [ Demi memasakkan sup untuk cinta pertamanya, dia sampai kehilangan cincin nikah kami, kurang 10 poin. ] Satu per satu tercatat dengan rapi. Di bagian paling bawah bahkan masih ada satu baris tulisan kecil. [ Kalau sudah terpotong 100 poin, harus cerai. ]

View More

Chapter 1

Bab 1

Pandangan Robert sama sekali tidak tertuju pada kertas itu. Bahkan dilihat sekilas pun tidak. Dengan santai, dia menyerahkan kertas itu kepada Keira.

"Di ruang kerja ini aku nyimpan banyak barang penting. Mulai sekarang jangan taruh barangmu di sini lagi."

Di rak buku tersusun rapi buku-buku yang diberikan Irena saat masih menjadi mahasiswa. Di lemari kaca tersimpan surat-surat yang pernah ditulisnya untuk Robert. Bahkan foto di atas meja kerjanya pun adalah foto kelulusan SMA mereka berdua.

Itulah yang disebutnya sebagai "barang penting". Robert menyimpannya dengan penuh perhatian, memandanginya berkali-kali tiap hari. Sedangkan barang milik Keira, bahkan tidak layak mendapatkan satu lirikan darinya.

Karena itu, Robert pun tidak tahu bahwa sebentar lagi Keira akan meninggalkannya.

Keira menggenggam erat lembar tabel nilai itu dan mengangguk. Tepat saat hendak pergi, ponsel Robert tiba-tiba berdering. Telepon itu dari salah satu sahabatnya.

"Robert, gawat! Vila di Kompleks Aquarine kebakaran! Irena tinggal di sana, 'kan?"

Mendengar kabar itu, ekspresi Robert langsung berubah. Dia meraih kunci mobil dan berlari ke luar tanpa ragu.

Keira menatap punggungnya beberapa detik, lalu menghentikan sebuah taksi dan mengikutinya.

Sepanjang perjalanan, Robert menerobos lebih dari sepuluh lampu merah sambil melaju kencang. Sopir taksi bahkan hampir kehilangan jejaknya.

Saat tiba di lokasi kebakaran dan melihat kobaran api serta asap hitam yang menjulang ke langit, Keira pun tertegun.

Setelah mengetahui bahwa Irena masih belum berhasil dievakuasi, Robert nekat ingin masuk untuk menyelamatkannya. Petugas pemadam kebakaran dan beberapa sahabatnya pun buru-buru mencegah.

"Pak, api di kawasan vila ini terlalu besar. Kalau Anda main masuk saja, nyawa Anda bisa terancam."

"Robert, tenanglah! Menjadi pilot adalah impian seumur hidupmu. Kalau kamu sampai kenapa-kenapa, kariermu bakal tamat!"

Namun, Robert tidak mendengarkan sepatah kata pun. Setelah meninggalkan satu kalimat, dia mendorong mereka dengan keras dan bergegas menerjang lautan api.

"Aku nggak peduli! Asalkan Irena selamat, nggak jadi kapten pesawat pun nggak masalah!"

Melihat sosoknya yang ditelan asap tebal, beberapa sahabatnya terpaku di tempat, lalu mulai saling menyalahkan.

"Aku sudah bilang jangan kasih tahu Robert, tapi kalian nggak mau dengar! Setiap kali terjadi sesuatu pada Irena, emosinya pasti lepas kendali!"

"Iya, tapi kalau nggak manggil dia dan terjadi sesuatu pada Irena, dia bisa mengacak-acak seluruh kota! Kalian lupa waktu sekolah dulu Irena pernah diganggu guru, dia langsung menerobos ke kantor dan menghajar guru itu? Belum lagi waktu Irena hilang kontak selama sepuluh jam, dia sampai nyuruh semua pengawal mencari ke seluruh kota ...."

Mendengar cerita mereka, Keira baru menyadari bahwa pria yang selalu dingin dan tenang di hadapannya itu ternyata juga bisa kehilangan akal sehat saat mencintai seseorang.

Untuk sesaat, hatinya dipenuhi berbagai perasaan yang bercampur aduk, disertai nyeri yang menusuk.

Ketika beberapa sahabat itu melihat dirinya, mereka langsung tampak canggung.

"Kak, ka ... kamu datang bareng Robert? Dia pergi untuk ... menolong teman sekelasnya. Jangan salah paham ya."

"Ya, ya. Dia dan Irena sudah saling kenal sejak kecil. Persahabatan mereka lebih dari sepuluh tahun. Mereka akrab seperti saudara kandung. Makanya dia khawatir sekali."

Keira tahu mereka hanya berusaha menutupi keadaan. Dia menarik sudut bibirnya. Baru setelah merasakan rasa amis darah, dia menyadari bahwa entah sejak kapan bibirnya sudah tergigit hingga terluka.

Setengah jam kemudian, Robert keluar sambil menggendong Irena yang tak sadarkan diri. Sekelompok orang langsung berkerumun menyambut mereka.

Wajahnya dipenuhi asap hitam. Kemeja putihnya hangus terbakar di beberapa bagian. Sementara itu, Irena yang berada dalam pelukannya terlindungi tanpa cedera sedikit pun.

Saat petugas medis datang menangani Irena, Robert akhirnya tidak mampu bertahan lagi dan pingsan.

Ambulans melaju kencang menuju rumah sakit. Keira duduk di bangku panjang, menatap kedua tangannya yang gemetar, lalu teringat pada pertemuan pertamanya dengan Robert.

Saat itu, Keira masih mahasiswi tahun kedua. Ayahnya adalah profesor di Akademi Penerbangan, sedangkan Robert adalah murid kebanggaannya.

Dengan seragam rapi dan tegap, penuh semangat anak muda, Robert berdiri di podium sambil menjelaskan prinsip-prinsip penerbangan. Bahkan sinar matahari seolah kalah terang saat itu.

Keira jatuh cinta pada pandangan pertama. Sejak itu, dia selalu mengikuti Robert ke mana-mana.

Banyak perempuan yang mengejarnya, tetapi Robert selalu menjaga jarak dan menolak semuanya.

Hingga menjelang kelulusan, ayah Keira sakit parah. Sebelum meninggal, beliau meminta Robert menjaga putri satu-satunya dengan baik.

Robert menyetujuinya. Setelah pemakaman selesai, dia langsung melamar Keira. Keira pernah bertanya kepadanya, "Kamu mau menikah denganku karena permintaan Ayah ya? Sebenarnya kamu nggak perlu melakukan ini ...."

Robert menatapnya dan menjawab, "Bukan. Aku memang ingin menikahimu."

Keira mengira akhirnya dia berhasil menyentuh hati pria itu. Hingga suatu hari, Robert mabuk.

Saat Keira pergi menjemput, tanpa sengaja dia mendengar percakapan beberapa sahabat Robert yang juga sedang mabuk.

"Istri Robert benar-benar bodoh. Selama ini dia cuma dibohongi dan mengira kalau Robert punya perasaan buat dia. Dia mencurahkan seluruh hatinya untuk Robert, padahal Robert nikahin dia cuma karena cinta pertamanya nikah sama orang lain. Dia nikahin Keira cuma buat pelarian."

Pada saat itu, Keira merasa seolah dilemparkan ke jurang paling dalam. Ternyata, alasan Robert menolak semua perempuan yang mendekatinya selama ini bukan karena sifatnya yang dingin. Jauh di lubuk hatinya, ada sosok cinta pertama yang tidak bisa dia lupakan.

Keira merasa dirinya seperti penjaga makam yang keras kepala, menjaga hubungan yang sebenarnya telah lama mati.

Kesombongan membuat Robert tak sanggup menurunkan harga diri untuk merebut cintanya kembali. Harga diri membuatnya tak mampu mengucapkan kata rindu. Karena itu, dia hanya bisa berdiri di tempat yang sama, menunggu cinta pertamanya menoleh kembali.

Namun, yang datang justru kabar pernikahan Irena.

Irena .... Nama yang terukir di hati Robert itu, beserta seluruh penantian dan pengorbanannya selama bertahun-tahun, seketika menjadi duri yang menancap di hati Keira.

Namun, Keira terlalu mencintai Robert. Dia tidak sanggup melepaskannya. Karena itu, dia diam-diam membuat sebuah tabel nilai. Jika batas 100 poin di tabel itu mencapai nol, dia akan meninggalkan Robert.

Selama bertahun-tahun, poin-poin itu terus berkurang sedikit demi sedikit. Kadang pada hari ulang tahunnya, Robert justru terbang menemui Irena hanya karena satu unggahan di media sosial.

Kadang pada hari ulang tahun pernikahan mereka, Robert malah menemani Irena mengobrol semalaman.

Setelah Irena bercerai dan kembali ke tanah air ... poin-poin itu pun merosot tajam. Hati Keira pun hampir benar-benar membeku.

Setelah operasi selesai, dokter keluar dan menjelaskan kondisi Robert. "Pasien mengalami banyak luka bakar di lengan, bahu, leher, dan punggung. Bekas luka kemungkinan besar akan tertinggal. Tapi wanita yang dirawat bersamanya baik-baik saja, cuma pingsan karena terlalu syok. Jadi kalian nggak perlu khawatir."

Mendengar itu, beberapa sahabat Robert pun berpandangan dan menggaruk kepala sebelum buru-buru mencairkan suasana.

"Yang penting orangnya selamat. Kak, jangan khawatir. Nggak bisa jadi kapten pesawat juga bukan masalah besar. Keluarganya Robert adalah keluarga kaya raya di wilayah utara. Mereka sudah lama nungguin Robert pulang buat mewarisi bisnis keluarga. Ayo, kita masuk jenguk Robert."

Keira menunduk, menyembunyikan kepahitan yang meluap di matanya. "Aku masih ada urusan yang harus diurus. Kalian masuk saja temani dia."

Setelah mengatakan itu, dia berbalik dan pulang dengan tenang. Dia mengambil tabel nilai itu.

Setelah mengurangi lima poin lagi, dia menatap jumlah poin yang tersisa dan tersenyum tipis. Tinggal mengurangi 20 poin terakhir, maka hubungan antara dirinya dan Robert akan benar-benar berakhir.

Expand
Next Chapter
Download

Latest chapter

More Chapters

To Readers

Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.

No Comments
23 Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status