Short
Yang Disebut Cinta Justru Menyakiti Paling Dalam

Yang Disebut Cinta Justru Menyakiti Paling Dalam

By:  ChayaCompleted
Language: Bahasa_indonesia
goodnovel4goodnovel
10Chapters
1views
Read
Add to library

Share:  

Report
Overview
Catalog
SCAN CODE TO READ ON APP

Elric sekali lagi membawa Viera menghadiri pesta ulang tahunku. Dia merangkul pinggang wanita itu sambil memperkenalkannya kepada para tamu, "Ini sahabat terbaik Solana, sekaligus rekan kerja terbaru Grup Zubir, perusahaan keluarga Solana." Jari-jariku yang menggenggam gelas sampanye memutih. Minggu lalu, Viera baru saja merebut proyek yang sudah kutangani selama tiga tahun. Elric mendekat ke telingaku dan berbisik, "Sayang, kamu harusnya berterima kasih padaku. Aku sudah membantumu menjaga persahabatan berharga ini." Belakangan, Viera memakai perhiasanku untuk menghadiri jamuan amal, menggunakan penata rias pribadiku, bahkan mewakili Grup Khadam, perusahaan keluarga Elric, dalam rapat pemegang saham. Di hari berburu keluarga, Elric membiarkan Viera menunggangi kudaku. Dia sendiri yang menyesuaikan sanggurdi untuknya, lalu berkata kepadaku tanpa mengangkat kepala, "Kemampuan berkudamu buruk, jangan menghambat semua orang." Aku berdiri di pinggir lapangan, menyaksikan mereka berdua melompati rintangan berdampingan. Para tetua Keluarga Khadam tersenyum sambil memuji, "Viera dan Elric benar-benar serasi." Saat perjalanan pulang, hujan deras mengguyur tanpa ampun. Tak seorang pun ingat kalau aku tidak punya kendaraan. Elric hanya mengirim pesan. [ Cari jalan sendiri, jangan merusak suasana. ] Aku melepas cincin tunanganku, lalu membalas. [ Oke. ] Saat layar ponselku menyala, air hujan sedang menetes turun melewati bulu mataku. Tiba-tiba, muncul pesan dari Diego. [ Dulu ... kamu terima surat cinta itu nggak? ]

View More

Chapter 1

Bab 1

Elric sekali lagi membawa Viera menghadiri pesta ulang tahunku. Dia merangkul pinggang wanita itu sambil memperkenalkannya kepada para tamu, "Ini sahabat terbaik Solana, sekaligus rekan kerja terbaru Grup Zubir, perusahaan keluarga Solana."

Jari-jariku yang menggenggam gelas sampanye memutih. Minggu lalu, Viera baru saja merebut proyek yang sudah kutangani selama tiga tahun.

Elric mendekat ke telingaku dan berbisik, "Sayang, kamu harusnya berterima kasih padaku. Aku sudah membantumu menjaga persahabatan berharga ini."

Belakangan, Viera memakai perhiasanku untuk menghadiri jamuan amal, menggunakan penata rias pribadiku, bahkan mewakili Grup Khadam, perusahaan keluarga Elric, dalam rapat pemegang saham.

Di hari berburu keluarga, Elric membiarkan Viera menunggangi kudaku. Dia sendiri yang menyesuaikan sanggurdi untuknya, lalu berkata kepadaku tanpa mengangkat kepala, "Kemampuan berkudamu buruk, jangan menghambat semua orang."

Aku berdiri di pinggir lapangan, menyaksikan mereka berdua melompati rintangan berdampingan. Para tetua Keluarga Khadam tersenyum sambil memuji, "Viera dan Elric benar-benar serasi."

Saat perjalanan pulang, hujan deras mengguyur tanpa ampun. Tak seorang pun ingat kalau aku tidak punya kendaraan. Elric hanya mengirim pesan.

[ Cari jalan sendiri, jangan merusak suasana. ]

Aku melepas cincin tunanganku, lalu membalas.

[ Oke. ]

Saat layar ponselku menyala, air hujan sedang menetes turun melewati bulu mataku. Tiba-tiba, muncul pesan dari Diego.

[ Dulu ... kamu terima surat cinta itu nggak? ]

....

Aku mengusap air di wajahku, lalu beberapa kali menggeser layar ponsel yang sudah basah kuyup sebelum akhirnya berhasil membuka kunci.

Dari kejauhan terdengar raungan mobil sport. Lampu belakang Lamborghini hitam milik Elric tampak menyilaukan di balik tirai hujan.

Jendela mobil mendadak terbuka, lalu sebuah payung hitam dilempar keluar hingga terguling dua kali di genangan lumpur.

"Jangan sampai sakit." Suara Elric terdengar bercampur dengan suara hujan. "Nanti menghambat acara minggu depan."

Viera menjulurkan kepala dari kursi penumpang depan. Rambut keritingnya sama sekali tidak basah.

"Solana, mau kami tunggu nggak?" tanyanya begitu, tetapi jarinya sudah lebih dulu menekan tombol penutup jendela.

Saat suara mesin kembali meraung, aku membungkuk mengambil payung itu. Rangka payung yang rapuh langsung patah, lalu angin kencang membalikkan permukaannya dan hujan deras langsung mengguyur wajahku.

Ponselku kembali bergetar.

[ Kalau sudah lihat pesan ini, telepon aku. ]

Aku menatap nama Diego selama tiga detik, lalu tiba-tiba tertawa kecil. Ironis sekali. Orang yang dulu paling tidak akur denganku, sekarang justru menjadi satu-satunya orang yang mengirim pesan.

Sementara tunanganku sendiri pergi bersama sahabat terbaikku.

"Bu Solana!" Petugas keamanan arena berkuda berlari kecil menghampiriku. "Pak Elric bilang Ibu harus pesan kendaraan sendiri."

Aku mengibaskan air di payung. "Masih ada mobil di area kandang?"

"Eee ...." Petugas keamanan itu menggosok tangannya dengan gugup. "Bu Viera baru saja bawa pergi mobil wisata terakhir. Katanya sudah diizinkan Pak Elric."

Air hujan mengalir menuruni punggungku, gaun pesta yang kupakai menempel di kaki. Aku mengeluarkan dompet dan baru sadar uang tunai di dalamnya sudah basah semua. Kartu kreditku entah sejak kapan sudah patah jadi dua.

"Boleh pinjam telepon?"

Protofon yang diberikan satpam itu tiba-tiba berbunyi. "Pak Elric menyuruh gerbang timur dikunci, katanya untuk mencegah pencuri."

Tanganku yang menggenggam gagang payung langsung mengencang. Minggu lalu aku baru saja membantu melunasi utang judi Viera, tetapi hari ini aku malah menjadi pencuri di mata mereka?

Suara di protofon masih terus berbunyi. "Pak Elric bilang Bu Solana hafal jalan, suruh dia lewat gerbang barat."

Gerbang barat berarti harus melewati seluruh area perburuan, setidaknya lima kilometer. Melihat ekspresi serbasalah satpam itu, aku tidak berkata apa-apa lagi.

Hujan turun semakin deras. Aku berjalan menuju gerbang barat dengan sepatu hak tinggi, ujung gaunku penuh lumpur. Setiap langkah terasa berat.

Setengah jam kemudian, ponselku mendadak bergetar tanpa henti. Kepala pelayan Keluarga Khadam mengirim tiga pesan berturut-turut.

[ Tuan Elric tanya Anda sudah sampai di mana. ]

[ Nona Viera bilang Anda sengaja berjalan lambat, harap cepat sedikit. ]

[ Tuan Besar minta Anda segera kembali untuk mencoba gaun. ]

Di pesan terakhir terlampir sebuah foto. Viera sedang berputar mengenakan gaun khusus pesananku, sementara Elric membantu menyesuaikan bagian pinggang gaun itu.

Expand
Next Chapter
Download

Latest chapter

More Chapters

To Readers

Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.

No Comments
10 Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status