LOGINElric sekali lagi membawa Viera menghadiri pesta ulang tahunku. Dia merangkul pinggang wanita itu sambil memperkenalkannya kepada para tamu, "Ini sahabat terbaik Solana, sekaligus rekan kerja terbaru Grup Zubir, perusahaan keluarga Solana." Jari-jariku yang menggenggam gelas sampanye memutih. Minggu lalu, Viera baru saja merebut proyek yang sudah kutangani selama tiga tahun. Elric mendekat ke telingaku dan berbisik, "Sayang, kamu harusnya berterima kasih padaku. Aku sudah membantumu menjaga persahabatan berharga ini." Belakangan, Viera memakai perhiasanku untuk menghadiri jamuan amal, menggunakan penata rias pribadiku, bahkan mewakili Grup Khadam, perusahaan keluarga Elric, dalam rapat pemegang saham. Di hari berburu keluarga, Elric membiarkan Viera menunggangi kudaku. Dia sendiri yang menyesuaikan sanggurdi untuknya, lalu berkata kepadaku tanpa mengangkat kepala, "Kemampuan berkudamu buruk, jangan menghambat semua orang." Aku berdiri di pinggir lapangan, menyaksikan mereka berdua melompati rintangan berdampingan. Para tetua Keluarga Khadam tersenyum sambil memuji, "Viera dan Elric benar-benar serasi." Saat perjalanan pulang, hujan deras mengguyur tanpa ampun. Tak seorang pun ingat kalau aku tidak punya kendaraan. Elric hanya mengirim pesan. [ Cari jalan sendiri, jangan merusak suasana. ] Aku melepas cincin tunanganku, lalu membalas. [ Oke. ] Saat layar ponselku menyala, air hujan sedang menetes turun melewati bulu mataku. Tiba-tiba, muncul pesan dari Diego. [ Dulu ... kamu terima surat cinta itu nggak? ]
View MoreDiego memelukku dari belakang. "Mau pulang?"Aku bersandar di dadanya, lalu mengangguk.Saat lift bergerak turun, dia tiba-tiba berkata, "Sebenarnya surat cinta waktu itu ....""Hmm?""Aku nulis tiga surat." Ujung telinganya memerah. "Satunya direbut Elric, yang satu lagi disita wali kelas.""Lalu yang ketiga?" Dia mengeluarkan secarik kertas kusam dari bagian terdalam dompetnya.[ Solana, nanti kalau sudah dewasa mau nikah denganku nggak? ]Tulisan tangannya masih kekanak-kanakan sampai terasa lucu.Mataku langsung memanas. "Kenapa baru dikasih sekarang?""Karena sekarang waktunya pas." Dia menciumku pelan. "Sisa hidupku semuanya milikmu."....Televisi di rumah sakit jiwa sedang menyiarkan pesta pernikahan kami secara langsung. Elric meringkuk di sudut ruangan, matanya menatap layar tanpa berkedip.Di layar, aku mengenakan gaun pengantin sambil menggandeng tangan Diego. Kami berciuman di tengah hujan kelopak bunga.Kolom komentar terus bergerak liar.[ Pasangan sempurna. ][ Selamat
Di tengah alunan piano, Diego memelukku dari belakang. Dia mengecup puncak kepalaku, lalu ikut bersenandung mengikuti melodi.Setelah lagu selesai, aku berkata, "Besok kita pergi lihat gaun pengantin ya."Napas Diego langsung tertahan sesaat. "Kamu sudah yakin?"Aku berbalik, lalu melingkarkan tangan di lehernya. "Kecuali kalau sekarang kamu nyesal."Dia langsung menggendongku dan berjalan menuju kamar."Penyesalan terbesar dalam hidupku ... adalah nggak merebutmu lebih cepat," katanya dengan lirih.Di luar jendela, hujan sudah berhenti. Cahaya bulan masuk ke kamar, membuat dua bayangan di lantai saling bertumpuk menjadi satu.....Tulisan emas "Gedung Solana" berkilau terang di bawah matahari. Aku berdiri di depan gedung sambil melihat para pekerja melepas papan nama terakhir bertuliskan "Grup Khadam".Para wartawan mengangkat kamera dan mikrofon ke arahku. Kilatan lampu membuat mataku nyaris tak bisa terbuka."Bu Solana, apakah akuisisi kantor pusat Grup Khadam ini adalah bentuk bala
Aku meringkuk di sofa milik Diego sambil membaca dokumen, dengan kaki tertutup selimut wol.Di televisi sedang tayang berita ekonomi. "Grup Khadam hari ini resmi dinyatakan bangkrut."Bel pintu tiba-tiba berbunyi. Diego pergi membuka pintu, lalu masuk kembali dengan membawa hawa dingin dan aroma hujan. Di tangannya ada amplop kertas cokelat. "Baru saja dikirim."Aku membuka dokumen di dalamnya. Itu laporan terakhir likuidasi aset Grup Khadam.Saat kubalik ke halaman terakhir, tanda tangan Elric terlihat berantakan, seperti ditulis dengan tangan gemetar."Dia sore tadi pergi ke rumah lama keluarganya," kata Diego sambil duduk di sampingku. "Terus dicegat para penagih utang di depan gerbang."Aku menatap tanda tangan itu tanpa sadar. Dulu, pria itu pernah menjadi seluruh masa depanku.Ponselku tiba-tiba bergetar. Nomor tak dikenal mengirim MMS. Di foto itu, Elric berdiri di bawah apartemenku dalam keadaan basah kuyup sambil memegang kotak beludru."Mau menemuinya?" tanya Diego.Aku mengg
Aku menyandarkan kepala di bahunya. "Aku mau makan kue stroberi.""Oke." Dia mengecup puncak kepalaku. "Beli yang paling besar."Suara sirene polisi perlahan menjauh. Cahaya matahari senja mengulur bayangan kami di tanah, saling bertumpuk dan tak terpisahkan.....Lampu kristal di aula pelelangan berkilauan sampai membuat mata silau. Saat aku menggandeng lengan Diego memasuki ruangan, semua tatapan langsung tertuju pada kami.Para sosialita yang dulu selalu bergunjing tentangku sekarang menjulurkan leher mereka untuk melihat ke arah sini."Gugup?" Diego meremas lembut telapak tanganku.Aku menggeleng. Kalung berlian di tulang selangkaku ikut bergoyang pelan. Diego mengirimkannya pagi tadi, katanya cocok dengan gaun yang kupakai."Pak Diego!" Penyelenggara acara langsung menyambut dengan senyuman lebar. "Siapa ini?""Tunanganku." Suara Diego tidak keras, tetapi cukup jelas untuk didengar orang-orang sekitar. "Solana."Terdengar suara tarikan napas terkejut dari berbagai arah. Dari sudut






Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.