Share

Chapter 9 - Kabur

Author: Aerina No 7
last update Last Updated: 2025-08-24 13:06:13

“Apa ada yang Anda perlukan?”

Sarapan pagi di dalam kamar berlangsung dengan lancar.

Ayunira makan dengan lahap tanpa menyisakan sedikit pun makanan yang disodorkan, dan berhasil membuat sang kepala pelayan menyunggingkan senyuman merasa puas sekaligus terlihat bangga.

“Tidak ada, terima kasih,” tukas Ayunira sembari menyodorkan nampan berisikan perkakas yang ia gunakan tuk makan, secara malu-malu.

Sang kepala pelayan, Imelda, lekas memanggil sodoran tersebut.

Sebelum ia benar-benar membalikkan badannya dan pergi meninggalkan Ayunira kembali, Imelda menatap wanita bermata hijau yang tengah duduk melamun di atas tepi ranjang itu, seterusnya bersuara.

“Apakah ada suatu hal lain yang sekiranya bisa Saya bantu?” Tanya Imelda sekali lagi, yang justru menyundul hati sang narasumber tuk merasakan sedikit kekesalan.

“Tidak ada, tapi ….”

Namun, berkat kesadaran diri bahwa ia harus bersabar demi mencapai “rencana itu” dengan tanpa menimbulkan kecurigaan apa pun, dia, si wanita tersebut, Ayunir
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Cinta yang dihutangkan    Chapter 10 - Perintah

    “…!”Ayunira diam membisu.Wanita itu mematung, kaku seperti patung, dan mulai memalingkan wajahnya tuk menoleh ke samping supaya menatap permukaan tanah berlapis papin blok saja, sebab tak berani menghadap serta memandang langsung akan pria yang kini tengah mengungkungnya.Keringat dingin mulai muncul, datang berjatuhan membasahi dahi.Ditatap intens oleh Kenan dalam posisi yang memojokkan seperti itu, ini sama saja dengan adegan saat sang raja hutan mengagumi mangsa yang memberikannya seonggok daging segar.“Ke mana Imelda?”Cukup lama hanya mendiamkan diri dan lebih memilih tuk memandang Ayunira secara lamat-lamat saja, kini, hal pertama yang ditanyakan oleh Kenan adalah keberadaan kepala pelayan pribadinya, yang membuat wanita dalam kungkungannya tersebut terlonjak kaget.“Kenapa dia tak bersama denganmu?” Tanya Kenan sekali lagi, yang masih diberikan jawaban tak pasti berupa wajah bermulut tersegel rapat nan dipalingkan ke arah lain.Bertepatan dengan rampungnya pertanyaan barusa

  • Cinta yang dihutangkan    Chapter 9 - Kabur

    “Apa ada yang Anda perlukan?”Sarapan pagi di dalam kamar berlangsung dengan lancar.Ayunira makan dengan lahap tanpa menyisakan sedikit pun makanan yang disodorkan, dan berhasil membuat sang kepala pelayan menyunggingkan senyuman merasa puas sekaligus terlihat bangga. “Tidak ada, terima kasih,” tukas Ayunira sembari menyodorkan nampan berisikan perkakas yang ia gunakan tuk makan, secara malu-malu.Sang kepala pelayan, Imelda, lekas memanggil sodoran tersebut.Sebelum ia benar-benar membalikkan badannya dan pergi meninggalkan Ayunira kembali, Imelda menatap wanita bermata hijau yang tengah duduk melamun di atas tepi ranjang itu, seterusnya bersuara.“Apakah ada suatu hal lain yang sekiranya bisa Saya bantu?” Tanya Imelda sekali lagi, yang justru menyundul hati sang narasumber tuk merasakan sedikit kekesalan.“Tidak ada, tapi ….”Namun, berkat kesadaran diri bahwa ia harus bersabar demi mencapai “rencana itu” dengan tanpa menimbulkan kecurigaan apa pun, dia, si wanita tersebut, Ayunir

  • Cinta yang dihutangkan    Chapter 8 - Rencana

    “Bagaimana kondisinya?”Malam telah jatuh semakin larut.Namun, Kenan Adijaya masih belum memiliki niatan untuk beristirahat dan memejamkan matanya sejenak, lalu pergi dibuai ke alam mimpi.Saat ini, pria yang memasang kacamata baca di batang hidungnya itu tengah berada di depan meja kerja dalam kamarnya, berkutat dengan pekerjaan kantor perusahaan yang sekiranya dapat ia kerjakan sementara dari rumah. “Apa dia menolaknya, atau …?”“Setelah siuman, beliau tidak melakukan hal macam-macam.”Tak jauh dari sana, di hadapannya terdapatlah sosok kepala pelayan, Imelda, berdiri tegak dan menumpukkan kedua telapak tangan di depan perutnya, memberikan sebuah laporan kepada sang majikan.“Makan malam yang Saya berikan pun, dihabiskannya dengan baik. Beliau makan dengan lahap.”Sedikit meragukan pernyataan itu, mengingat betapa kerasnya sikap Ayunira tadi, Kenan mengangkat sebelah alisnya kemudian bertanya.“Apa kau sudah benar-benar memastikannya?”Di mana pertanyaan itu segera dijawab Imelda

  • Cinta yang dihutangkan    Chapter 7 - Adaptasi

    SIING~!Sinar mentari senja yang hangat nan terasa mencolok, datang menembus kaca jendela ruangan berukuran luas untuk sebuah kamar, dan menyinari kelopak mata seorang wanita yang masih berbaring diranjang.Berkat konsistensi dari cahaya sang fajar yang sebentar lagi mengaburkan dirinya di ufuk barat itu, wanita tersebut pun mengernyit.Dia merasa silau.Oleh karenanya, secara perlahan tapi pasti, ia pun mulai membuka mata … serta memamerkan betapa indahnya iris hijau klorofil miliknya yang tampak lebih asri lagi, selama diperhias oleh sinar emas matahari senja tersebut.“….”Wanita itu, Ayunira Larasati, dia terdiam.Hal pertama yang dilihatnya setelah membuka mata adalah langit-langit kamar yang tampak asing.Kemudian, hal pertama yang ia dengar setelah terbangun dari kebingungannya ini pun, adalah suara yang asing pula.“Anda sudah sadar, Nona?"Yakni, suara seorang wanita paruh baya yang berpakaian gaun hitam berkerah tinggi dan menyanggul rambutnya dengan rapi, memperkenalkan dir

  • Cinta yang dihutangkan    Chapter 6 - Calon Ibu

    “Tubuh—ku …?” Ayunira bergumam pelan, nyaris seperti berbicara dengan tanpa suara.Dia terdiam sejenak, membeku seperti sebuah patung yang bisu, dan hanya mampu menatap lamat-lamat akan pria yang berujar secara blak-blakan barusan.Hening datang menyergap, membuat suasana mendadak menjadi dingin dan canggung, mempertajam sensitivitas pada diri wanita penetes air mata itu.Pikirannya kalut, dan emosinya berkecamuk.“….”Tunggu sebentar, apa katanya tadi? Ayunira ingin mencerna apa yang didengarnya barusan itu dengan lebih baik.Namun, … ego dan rasa ingin melindungi dirinya sendiri lebih cepat bereaksi.“KYARGGHHH!!!” Ayunira menjerit kencang.Lantang sekali, sampai membuat Kenan sendiri

  • Cinta yang dihutangkan    Chapter 5 - Lain Kali

    Menikah?Menikah … dengannya?PLAKK!Rentangan jejak cap lima jari yang berwarna merah menyala, mendarat dengan kuat dan sepenuh tenaga di pipi pria yang wajah pemilik rahang tegas tersebut, dengan tanpa peringatan dan juga aba-aba sebelumnya.Saking kerasnya dampratan yang mengeluarkan bentuk kekesalan memuncak itu, tangan ramping wanita bermanik mata hijau menyala tajam tersebut mampu membalikkan wajah sang tuan rumah kediaman besar ini, supaya menyamping.“Lancang sekali!” hardik wanita itu, yang tak lain adalah Ayunira Larasati, dengan bersuara tegas.Raut muka yang dipancarkan oleh wajah cantiknya tampak dipenuhi oleh kerutan emosi.Alisnya menekuk, netranya menajam, rona merah menghias, disertai dengan urat leher yang menegang, semakin memperjelas situasi Ayunira saat ini.Ya. Wanita itu merasa murka.“Apa kamu tengah mengejekku sekarang?!”Belum juga genap satu hari semenjak orang yang selama ini ia cinta, tiba-tiba menceraikannya.Dan kini, apa …? Ada seseorang yang memanfaatk

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status