Share

91 - Dalang Utama

Penulis: Paus
last update Terakhir Diperbarui: 2026-01-21 19:45:23

“Baiklah, saya minta tolong kepada Bapak untuk menjaga teman saya. Hubungi saya kalau ada sesuatu.”

Clara akhirnya hanya bisa berpesan kepada Damian. Tidak punya pilihan selain mengandalkan pria itu sepenuhnya.

“Tentu.” Damian menjawabnya dengan anggukan pasti.

“Saya akan panggil dokter sekarang.” Clara menghampiri Ivy sebentar. “Maafkan aku. Aku akan datang lagi besok. Cepatlah sembuh,” pesan Clara hanya dibalas senyum tipis oleh Ivy.

Lalu gadis itu menghilang di balik pintu dengan langkah cepat.

Setelah kepergian Clara, dokter datang untuk memeriksa keadaan Ivy yang baru sadar. Damian bertanya banyak hal kepada dokter itu. Tentang kerusakan organ yang mungkin terjadi, berapa lama pemilihannya, atau apa saja hal yang perlu dikhawatirkan.

Dokter itu menjawabnya dengan penuh hormat. Menjelaskan dengan hati-hati.

“Saya mau perawatan terbaik untuk gadis ini. Pemantauan secara penuh juga,” pesan Damian kepada dokter dan perawat itu.

“Baiklah. Kami akan melakukan yang sesuai perintah And
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • Cintai Aku Sepanjang Malam, Pak Dosen   95 - Keterlibatan Lebih Jauh

    Ivy ingat. Damian berkata untuk tidak ada perasaan apa pun yang terlibat antara dirinya dan Damian. Apa yang terjadi hanyalah sebatas komitmen, kesepakatan. Tidak lebih dari itu.Tapi setelah semua yang Damian lakukan, Ivy ragu bahwa dirinya bisa tetap menggembok perasaan itu.“Kamu butuh apa? Bilang saja.”“Apa kamu mau makanan yang lain? Mungkin saja kamu bosan dengan makanan yang saya masak. Saya bisa membuatkannya untuk kamu.”“Mana obatnya? Biar saya bantu bukakan agar kamu bisa cepat meminumnya.”“Biar saya bantu keringkan rambut kamu.”Dan masih banyak lagi. Pada akhirnya Ivy benar-benar ketergantungan dengan semua perlakuan Damian.Pagi hari saat dirinya memutuskan untuk pergi ke kampus, Ivy refleks begitu saja mendekati Damian yang berada di luar kamar.Ivy berdiri di samping sofa yang sedang diduduki Damian. Pria itu sedang menyiapkan materi. Tapi karena kehadirannya, Damian langsung mengalihkan pandangan. Ivy mengalihkan mata sambil menggigit bibirnya malu-malu. Damian lan

  • Cintai Aku Sepanjang Malam, Pak Dosen   94 - Perhatian Berlebihan

    Berhari-hari berikutnya Ivy sudah boleh pulang. Ivy hanya duduk dengan tenang di sofa sementara Damian yang merapikan semua kebutuhan miliknya dan memasukkannya ke dalam tas.“Clara pasti benar-benar curiga. Ivy berbicara saat Damian memasukkan bajunya ke dalam tas.“Tentang apa?” Pria itu bertanya.“Setiap hari, setiap kali Clara datang ke sini, dia terus memastikannya bagaimana Bapak bisa menjanjikan untuk merawat saya? Dia pasti berpikiran yang tidak-tidak.”“Biarkan saja. Untuk sekarang kamu hanya perlu fokus dengan kondisimu.”Ivy langsung cemberut. “Seharusnya Bapak tidak mengatakannya seperti itu. Saya juga bisa menanganinya sendiri. Lagi pula saya tidak mau membuat Clara kerepotan kalau harus membiarkan saya menginap di rumahnya.”Damian menatap Ivy sekilas kemudian mengangkat bahu. “Sudah telanjur juga,” katanya lempeng.Pria itu menenteng tasnya dengan satu tangan kemudian menghampiri Ivy. “Saya akan ambil kursi roda dulu,” kata Damian.Tapi buru-buru Ivy menggelengkan kepal

  • Cintai Aku Sepanjang Malam, Pak Dosen   93 - Ada Apa Dengan Mereka?

    Sore itu pintu ruang rawat kamar Ivy terbuka. Saat melihat Clara muncul dengan senyum cerianya, Ivy langsung semringah. Seharian hanya berbaring di atas ranjang membuat Ivy merasa bosan.Damian sudah kembali sejak siang tadi, tapi pria itu datang dengan laptop dan barang-barang lain yang berhubungan dengan pekerjaannya. Karena Damian juga bukan tipikal yang suka banyak mengobrol, jadi meskipun ada pria itu di kamarnya, tetap saja Ivy luar biasa bosan karena tidak ada teman bicara.“Bagaimana keadaanmu?” Clara bertanya dan masuk lebih jauh ke dalam ruangan. Dia juga sempat melemparkan senyum sopan kepada Damian yang duduk di sofa. Pria itu hanya menganggukan kepalanya singkat.“Sudah lebih baik,” jawab Ivy mencondongkan tubuhnya lebih dekat ke arah Clara saat temannya itu duduk di kursi yang ada di samping ranjang. “Sebenarnya aku ingin mengatakan kepadamu bahwa aku baik-baik saja dan kamu tidak perlu datang ke sini, karena aku tahu kamu juga sibuk kuliah.” Lalu Ivy lebih berbisik di

  • Cintai Aku Sepanjang Malam, Pak Dosen   92 - Pemutusan Pertunangan

    Setelah mendapatkan informasi tentang pelaku penabrakan Ivy, Damian tidak bisa tidur. Pagi datang dan dirinya masih terjaga. Merasa tidak bisa lagi menunda untuk menyelesaikan masalah antara dirinya dan Catherine.Ketika Ivy bangun, Damian hanya menarik senyum tipis. Perawat masuk tak lama setelah itu. Membawa infus baru untuk Ivy.Damian langsung berdiri dari kursinya. Memang sejak tadi menunggu kedatangan perawat. “Ada sesuatu yang perlu saya urus. Saya akan kembali dalam beberapa jam. Kamu tidak masalah ‘kan kalau saya tinggal?” Damian bertanya terlebih dahulu kepada Ivy.Ivy hanya menganggukkan kepalanya karena berpikir mungkin Damian hanya ingin pergi ke kampus.“Minta pihak rumah sakit untuk menghubungi saya kalau ada sesuatu.”“Saya baik-baik saja, Pak.” Ivy menegaskannya dengan senyum kecil. “Bapak bisa pergi,” katanya menenangkan. Damian pun beralih pada perawat di samping ranjang. “Saya mau ada orang yang rutin mengecek pasien setiap setengah jam sekali. Langsung hubungi s

  • Cintai Aku Sepanjang Malam, Pak Dosen   91 - Dalang Utama

    “Baiklah, saya minta tolong kepada Bapak untuk menjaga teman saya. Hubungi saya kalau ada sesuatu.” Clara akhirnya hanya bisa berpesan kepada Damian. Tidak punya pilihan selain mengandalkan pria itu sepenuhnya. “Tentu.” Damian menjawabnya dengan anggukan pasti.“Saya akan panggil dokter sekarang.” Clara menghampiri Ivy sebentar. “Maafkan aku. Aku akan datang lagi besok. Cepatlah sembuh,” pesan Clara hanya dibalas senyum tipis oleh Ivy.Lalu gadis itu menghilang di balik pintu dengan langkah cepat.Setelah kepergian Clara, dokter datang untuk memeriksa keadaan Ivy yang baru sadar. Damian bertanya banyak hal kepada dokter itu. Tentang kerusakan organ yang mungkin terjadi, berapa lama pemilihannya, atau apa saja hal yang perlu dikhawatirkan.Dokter itu menjawabnya dengan penuh hormat. Menjelaskan dengan hati-hati.“Saya mau perawatan terbaik untuk gadis ini. Pemantauan secara penuh juga,” pesan Damian kepada dokter dan perawat itu.“Baiklah. Kami akan melakukan yang sesuai perintah And

  • Cintai Aku Sepanjang Malam, Pak Dosen   90 - Dia Tanggung Jawab Saya

    Damian biasanya tidak pernah terlalu mengkhawatirkan sesuatu. Entah dirinya sendiri atau orang lain. Bukan karena Damian tidak punya perasaan, tapi karena selama hidupnya Damian tidak pernah membiarkan dirinya terlibat terlalu jauh dengan orang lain.Tapi saat Damian menginjakkan kakinya di rumah sakit, Damian langsung sadar dua kesalahan yang sudah dibuat olehnya.Yang pertama adalah membiarkan Ivy memasuki hidupnya atas izinnya sendiri, dan yang kedua adalah membiarkan dirinya terlibat terlalu jauh dengan gadis itu.“Kamu harus baik-baik saja.” Damian tidak tahu berapa kali dirinya mengulang perkataan itu. Pertama kali dalam hidupnya memilih melantunkan doa yang dimaksudkan untuk seseorang yang seharusnya asing, tapi entah sejak kapan menjadi begitu dekat.Damian bertanya kepada perawat di mana ruangan tempat Ivy dirawat. Perawat itu dengan sopannya memberitahukan kepada dirinya. Mendorong Damian untuk melesat cepat menembus sibuknya rumah sakit. Damian bahkan tidak mengetuk pintu

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status