로그인Growing up in a complete and happy family, and inspired by her parents’ love for each other, Trish Salvador promised herself that she would also find a man whom she would build a family and share the rest of her life with. Ngunit dumating si Ivan Salvador sa buhay ni Trish nang hindi inaasahan. Mortal niyang kaaway si Ivan noong highschool hanggang sa mahulog ang loob nila sa isa’t isa. For fear that her parents would separate them, their relationship remains secret until college. Natukso at nadala ng mga kahinaan hanggang sa mangyari ang isang bagay na magpapapago sa buhay nilang dalawa na susubok sa kanilang katatagan. Gaya ng pag-ibig, hindi lahat ay puro maganda. At tulad nga ng sabi nila, normal lamang sa buhay may-asawa ang dumaan sa mga pagsubok at sakit. Ngunit hanggang kailan nga ba ito dapat ipaglaban? At kailan dapat sukuan?
더 보기Anthony duduk di sofa, saling berhadapan dengan Alicia Huang dan mulai berkata, “Berikan sum-sum tulang belakangmu untuk Anna!”
Hati Alicia terasa sedikit tergelitik oleh duri ketika mendengar Anthony berkata seperti itu. Alicia memandang kepada langit yang saat ini tengah menjadi saksi perseteruan dingin mereka hari ini . Alicia tertawa sarkas ketika mendengar permintaan Anthony.
Alicia menyilangkan kakinya seraya berkata dengan elegan,"Nikahi aku, maka aku akan memberikan sumsum tulang belakang ini ke wanita kesayanganmu!”
Dulu kala Alica dan Anna adalah teman baik, Alicia pernah mengikuti serangkaian tes kesehatan, dia dan Anna iseng mengecek apakah mereka memiliki tulang sumsum yang cocok. Melihat riwayat kesehatan Anna yang memiliki kemungkinan besar mengidap kanker karena kebanyakan keluarga besarnya mati karena kanker darah. Pada waktu itu hasilnya menyatakan jika Alicia memiliki sum-sum yang cocok untuk menjadi pendonor.
Perkataan Alicia Huang tadi jelas saja membuat satu alis Anthony terlihat mengernyit ,dia pun berkata, “Apa kau sudah gila?”
“Aku serius!” jawab Alicia tidak kalah sarkas.
Wajah Anthony memerah karena merasa marah, baginya Alicia ini benar-benar wanita tidak tahu malu. Sudah tahu jika Anna adalah teman baiknya. Tapi sedari dulu malah terus mengejar, ingin merebut dirinya dari Anna.
Alicia tersenyum "Tuan Smith jika hanya karena masalah ini kau memanggilku datang untuk bertemu, maka aku sudah memberikan jawabanku.”
“Jangan sampai terlambat dan menyesal," ujar Alicia seraya berdiri dan berkata, “Jika tidak ada hal yang ingin dikatakan lagi, maka kau kembali bersibuk saja, aku pergi!”
“Permainan apalagi yang ingin kau mainkan!” tanya sarkas Anthony.
Alica sedikit mengangkat wajahnya dan berkata, “Jika begitu sampai berjumpa di pemakaman!” ujarnya lalu benar-benar pergi meninggalkan ruangan kerja Anthony.
Baru saja beberapa langkah pergi meninggalkan, suara berat Anthony terdengar memanggil, “Berhenti!”
Alicia pun menghentikan langkahnya, lalu berpaling menatap Anthony Smith yang sedang menatap benci kepadanya dan berkata, “Katakan berapa nominal yang kau inginkan?”
“Tidak ada nominal, Menikah, aku hanya ingin menikah denganmu!” jawab Alica sembari mengeratkan kepalan tangannya kuat-kuat dari balik pinggul rampingnya.
“Kau benar-benar wanita tidak tahu malu!” ujar sarkas Anthony.
“Jika tidak bersedia, maka aku tidak akan pernah mau berbagi tulang sum-sum ini kepadanya!” ujar Alicia lebih sarkas lagi.
Tidak ingin berinteraksi lebih lama lagi dengan Anthony, maka Alicia pun segera melangkah cepat meninggalkan Grup Smith. Jika bukan karena Albert Huang, Ayah Alicia yang berselingkuh sampai benar-benar memukul telak kesehatan ibunya. Dan membuat meninggal pada akhirnya. Maka dia tidak akan pernah mau memakai cara ini untuk mendekati Anthony.
Alicia berjalan di koridor sambil menahan air matanya. Dalam hati benci dan rindu merasuk di kalbu. “Apa yang aku lakukan, aku baru saja membodohi diriku sendiri!”
“Hmm … ini akan terasa lebih sulit. Tapi hanya ini cara yang saat ini terpikir,” ujarnya menghibur diri seraya melajukan mobilnya untuk pulang.
Setelah kepergian ibunya, keberuntungan pun seakan menghilang dari keluarga Huang. Bahkan sekarang Hutang-hutang perusahan keluarga menjadi semakin bertambah, dan Perusahaan keluarganya semakin terpuruk, sebelum perusahaan Huang dinyatakan bangkrut, maka Alicia harus bisa mendapatkan dana untuk menyelamatkan semuanya.
Saat ini Alicia membutuhkan nama besar keluarga Smith untuk bisa bangkit membangun warisan bisnis yang ibunya dirikan dan kembangkan bertahun silam yang. Jadi ketika Anthony memohon agar dirinya memberikan sum-sum tulang belakangnya untuk Anna Hwang, maka dia berpikir jika ini adalah kesempatan bagus untuk memulai memperbaiki semua masalah keluarganya dan juga salah paham di masa lalu.
Alicia tiba di kediamannya, Mansion River side. Terdengar suara vas terbanting dengan keras dari ruang keluarga. Saat ini Ayahnya terlihat sedang dipukuli, "Ada apa ini," teriak Alicia terkejut karena melihat rumahnya berantakan.
"Ah, Nona Huang, Papamu ini selalu saja mangkir untuk membayar hutang,” ujar salah satu penagih.
"Rentenir … kalian ini Rentenir kan?" tanya Alicia memastikan dengan menatap curiga.
"Tuan Huang telat membayar hutang berikut bunganya, kepada kami!" jelas si penagih lagi
"Berapa hutangnya?" tanya Alicia, yang awalnya berpikir jika hanya perusahaannya saja yang berhutang kepada Bank, tetapi Papa-nya juga ternyata terjerat hutang Rentenir.
"Setengah juta dollar, belum berikut bunga berjalan," jawab si penagih lagi sambil memutar-mutar sebilah pisau kecil di jemari tangannya.
"Apa!" ujar Alicia terkejut seraya bergumam pelan,”Setengah juta dollar!”
Alicia memandang benci kepada Tuan Huang. karena Papanya itu malah berfoya-foya dan berjudi, Alicia mengepalkan tangannya seraya berkata, “Apa Papa sudah hilang akal, mengapa terus saja berjudi!” ujarnya dengan napas tercekat menahan emosi
Alicia benar-benar merasa lelah, otaknya serasa tengah mendidih karena perilaku Ayahnya itu, “Aku tidak ada kaitannya sama sekali dengan hutang Yang Tuan Huang buat, jadi tagi saja dia jangan meminta kepadaku!” ujarnya seraya berlalu pergi.
"Hei tunggu …” ujar salah satu si penagih sembari menarik lengan Alicia dan mencengkramnya dengan keras.
"Tuan Huang bilang, kami bisa mengambilmu sebagai penebusan hutangnya!” jelas si penagih itu.
Kesabaran Alicia sudah benar-benar habis, "Kalian ini sudah benar-beanr gila ya!" hardik marah Alicia kepada semuanya. Seraya ingin melepaskan diri dari kekangan si penagih hutang.
“Plak” sebuah tamparan keras malah mendarat di wajah Alicia. Dengan cepat itu menjadi sedikit memar merah di pipi putih mulus Alicia.
Alicia manatap marah kepada si penagih yang baru saja menamparnya, tanpa rasa belas kasihan para penagih itu langsung saja menyeret tubuh ramping Alicia, seraya berkata “Mulai saat ini kau adalah milik kami.”
Alicia meronta-ronta, tidak bersedia dibawa. Tapi apa daya tenaganya tidak sekuat para penagih itu. Sementara itu, Tuan Huang hanya memandangi putrinya itu dibawa pergi, dia tidak menahan malah dia berkata, “Hutangku semua sudah lunas ya?”
Alicia pun berteriak, “Brengsek … kau benar-benar manusia brengsek!” hardik marah Alicia kepada Papa-nya itu.
Sesampainya di Klub W, Alicia langsung didorong masuk ke sebuah kamar dan dikunci. Dia terjatuh di lantai, melihat pintu tertutup dia pun segera bangun dan mencoba membuka pintu itu seraya berteriak-teriak, “Lepaskan aku! Lepaskan aku, brengsek kalian semua brengsek!”
Berteriak lama, Alicia pun pada akhirnya merasa kelelahan. Dia pun bersandar di pintu kamar tersebut sembari duduk di lantai. Pada saat ini dia hanya bisa menangis, memikirkan betapa tega Papanya itu, sudah membuat keluarga mereka bangkrut, dan sekarang malah menjual putrinya.
Di dalam kamar lamunan Alicia terbuyarkan, ketika beberapa pelayan memasuki kamar Alicia dan langsung menarik Alicia ke kamar mandi untuk bersiap pergi.
"Hei, ini mau apa!?" tanya Alicia.
"Kita akan bersiap untuk pergi ke hotel," jawab salah satu pelataan di klub itu.
"Dad, hindi ko na kaya. Total ay narito na din tayo nasimulan mo na, maybe it's time."Habang pinagmamasdan ko siya sa mga mata niya ay napabuga si Ate ng hangin siguro para pakalmahin ang sarili niya dahil sino ba naman ang matutuwa sa ganitong sitwasyon. "Hindi gano'n iyon, Trish. I'm sorry alam kong napakalaki ng kasalanan ko sa'yo."Her eyes were filled with tears as she looked at me. "When I was younger, your dad and I kept our relationship secret to your grandparents like you did." Ate Jade was sniffing as she cried, trying to touch me, but I avoided her hands. "Until one day, we found out that I was pregnant"I stared at her angrily. "And your decision was to abandon me, just to chase your fucking dreams. Am I right?!" Umiling siya. "N-No, it's not what I mean..." She blew some air to relieved nervousness."E, ano ang ibig sabihin noon, Ate Jade? Hindi ko maintindihan..."Napatayo ako sa kinauupuan ko at mariin siyang tiningnan sa mga mata, "Dahil ba makakasira lang ako sa mga p
When I received the call from Manila, I decided without a second thought to visit Papa in the hospital. When I got there, Mama and my sister Jade were sitting on a bench, looking as though they were having an important conversation. Nahihiya man ako magpakita ay lumapit ako sa kanila. Bago pa ako makalapit ay sinalubong agad ako ni ate Lota na may dalang pagkain.Niyakap niya ako bago lumingon kina Mama."Kumusta ka? Sinong kasama mo?" "Don't worry na po, ate Lota. Maayos na po ang pakiramdam ko ngayon." Hinila ko siya palayo para pasimpleng itanong kung ano ba talaga ang nangyari kaya inatake si Papa.Suddenly her face became serious, "Ah... Trish, sa tingin ko hindi yata maganda kung sa akin pa manggagaling ang bagay na iyan. Usaping pang-pamilya ito at ang masasabi ko lang sa'yo ay huwag kang magtatanim ng galit kung ano man ang malaman mo."When I heard what she said, I became even more curious and confused about what was going on in our family, and I felt a little betrayed that I
Ivan's POVHindi ko maipaliwanag ang nararamdaman ko napakasaya ko na nangyari ito sa amin ni Trish. Malaya na kaming dalawa ni Trish sa mga mapanghusgang mata ng mga tao sa paligid at higit sa lahat ay naayos ko na rin ang naging problema ko sa Manila, bago pa man kami nakauwi sa probinsya. Nakakasama ko na siya hindi katulad ng sitwasyon namin noon na palagi kaming nagtatago. Mahirap man na maging batang ama pero hindi ko ito pinagsisisihan. Nakatitig ako sa maamong mukha ni Trish na ngayon ay mahimbing nang natutulog sa tabi ko. "Babe, hindi mo lang alam kung paano mo ako pinasaya nang ako ang pinili mo." Hinawi ko ang ilang hibla ng kaniyang buhok na humaharang sa mukha nito bago ko hinalikan sa noo. "Alam kong mahirap mamili sa pagitan namin ng mga magulang mo, pero pianpangako ko sa'yo na hindi mo pagsisisihan na ako ang pinili mo." Umayos ako ng pwesto at niyakap si Trish papikit na sana ang mga mata ko nang biglang tumunog ang phone ko na nasa bandang likuran ko kaya inalis k
"M-Mauna ka na lang maligo. Mamaya na ako pagkatapos mo." Pumihit na ako patalikod sa kaniya when suddenly, he grabbed my hand kaya napaharap ako ulit sa kaniya."Oppss... Dito ka lang asawa ko, magliliguan pa tayo." One of his arms was blocking the doorknob, while the other one was supported on my waist. He pinned me against the wall until our bodies touched.Napansin ko ang pag-usbong ng ngisi sa kaniyang mga labi kaya pinalo ko siya sa malapad at matigas niyang dibdib na ngayon ay hubad na. "Paliguan mo ang mukha mo. Mga paandar mo luma na 'yan, Ivan!" "Ang damot naman...para isa lang e. Bago man lang tayo umalis dito sa Manila," muling pakiusap ni Ivan na naka-puppy face pa. Para kaming totoong mag-asawa or should I say, honeymooners. "Kawawa si baby baka masundot ng ano mo." I lowered my gaze to his bulging buddy in the middle of his thigh. Iniiwas ko ang aking tingin dahil natatawa ako sa sinabi ko."Basta magliguan na tayo, hihiludan kita," dagdag pa ni Ivan."Kung iniisip
Naalimpungatan ako sa paglangitngit ng pintuan sa kwarto. Kinusot ko ang aking mata at napatingin sa wall clock, pasado alas dos na pala ng madaling araw at ngayon lamang siya dumating. “Sorry I fell asleep, Babe.” Bahagya akong bumangon sa kama upang maharap siya nang maayos. “May pagkain sa baba,
"Mano po, Inay." Nakimano na rin ako tulad ni Ivan.Nakangiti ang babae na sa tingin ko ay nasa edad na 40. "Ikaw ba si Trish?""Opo, Tita." "Mabuti at pinayagan ka ng magulang mo pumunta dito." Ngumiti na lang ako. Hindi naman alam ng parents ko na narito ako sa place ng boyfriend ko. At mas lalo
Nang makaalis ang mga teachers namin ay nagpasya na kaming umalis ni Clyde. "Pa, aalis na po kami," sabi ko bago ako umalis. Hindi na kami gaanong pinagtuunan ng pansin dahil may mga kaharap itong bisita. "Girl, dala mo ba ang pangmalakasan mong two piece?" Natawa ako sa tanong ni Clyde. Matagal
Habang kumakain kami ni Ate Lota ay panay ang tingin ko sa aking cellphone. Napatingin siya sa akin kaya napagsabihan ako.“Hoy, Trish! Kumain ka na muna bago ka mag-cellphone. Hindi ka mabubusog n’yan, sige ka.” Nagpatuloy si Ate Lota sa pagkain samantalang ako ay nakapangalumbaba sa mesa.“Ate Lo






Maligayang pagdating sa aming mundo ng katha - Goodnovel. Kung gusto mo ang nobelang ito o ikaw ay isang idealista,nais tuklasin ang isang perpektong mundo, at gusto mo ring maging isang manunulat ng nobela online upang kumita, maaari kang sumali sa aming pamilya upang magbasa o lumikha ng iba't ibang uri ng mga libro, tulad ng romance novel, epic reading, werewolf novel, fantasy novel, history novel at iba pa. Kung ikaw ay isang mambabasa, ang mga magandang nobela ay maaaring mapili dito. Kung ikaw ay isang may-akda, maaari kang makakuha ng higit na inspirasyon mula sa iba para makalikha ng mas makikinang na mga gawa, at higit pa, ang iyong mga gawa sa aming platform ay mas maraming pansin at makakakuha ng higit na paghanga mula sa mga mambabasa.