Share

14. Memilih Kuda

“Jenar! Kau tahu apa yang terjadi hari ini di arena latih panah?” seru Ki Bayanaka sesaat setelah tiba di muka pintu rumahnya.

“Ada apa, Ayahanda? Apa sesuatu terjadi pada Arya?” Jenar segera menghambur dari dalam rumah. Ia dapati ayahandanya tengah menaiki lima anak tangga untuk sampai di pendopo rumah.

“Cundhamani, Jenar! Arya mengeluarkan Cundhamani!” Wajah Ki Bayanaka begitu bahagia. Tak tampak sedikitpun senggurat kesedihan karena kehilangan toya andalannya.

“Benarkah?”

“Ya, seluruh arena latih sekarang sudah menjadi abu. Bahkan toyaku sudah tak ada wujudnya lagi. Kalau saja Ayah tak menangkisnya, mungkin anak panah api itu sudah membakar separuh prajurit panah!” pria tua itu masih begitu antusias menceritakan kehebatan Arya pada putrinya.

“Lalu dimana Arya sekarang, Ayahanda?” tanya Jenar. Ia mengalihkan pandangannya ke bawah rumah panggung yang tak terlalu tinggi itu. Juga sebuah jalan setapak yang menghubungkan rumah-rumah serupa para abdi istana.

“Oh, Ayah lupa mengataka
Bab Terkunci
Membaca bab selanjutnya di APP
Komen (1)
goodnovel comment avatar
Syamsu Alam
ceritanta benar2 menarik
LIHAT SEMUA KOMENTAR

Bab terkait

Bab terbaru

DMCA.com Protection Status