Home / Romansa / DENDAM CINTA MASA LALU / BAB 6 DENDAM BERKOBAR 

Share

BAB 6 DENDAM BERKOBAR 

Author: Jemyadam
last update Last Updated: 2025-10-22 19:57:26

BAB 6 DENDAM BERKOBAR 

Gerimis terus turun perlahan saat Range Rover melaju menyusuri jalanan sempit Yorkshire yang sepi. Di kursi kemudi, Aron terdiam. Sorot matanya kosong menatap jalan, namun pikirannya tak berada di sana.

Kilatan wajah itu... mata kelabu dan rambut gelap yang begitu ia kenal kembali membakar lapisan ingatan yang telah berusaha Aron kubur bertahun-tahun.

Eva.

Nama itu menghantam dadanya lebih keras daripada suara hujan di atap mobil.

*****

Dua puluh tiga tahun lalu – Yorkshire, Inggris

Aron Loghan masih remaja, tapi bahkan pada usia 15 tahun, dia sudah dibesarkan dengan disiplin keras dan ekspektasi tinggi.

Sebagai calon pewaris keluarga Loghan, Aron harus mendapat segalanya yang terbaik termasuk pendidikan. Namun pada usia itu, dia justru memberontak. Aron meminta untuk bersekolah di sekolah lokal. Sebuah institusi yang sebenarnya dimiliki oleh yayasan keluarganya sendiri.

Aron tidak ingin fasilitas khusus. Tidak ingin kendaraan mewah. Tidak ingin pengasuh, pengawal pribadi, atau supir yang menemaninya ke kelas. Aron hanya ingin menjadi anak biasa.

Aron berpakaian sederhana seperti siswa lain. Datang dengan sepeda tua pemberian kepala pelayan, dan mengenalkan dirinya hanya sebagai Aron. Tidak boleh ada yang tahu jika dia adalah putra keluarga Loghan.

Di sekolah itu, untuk pertama kalinya Aron melihat Eva.

Gadis dengan rambut gelap dan mata kelabu yang sangat cantik. Eva tidak hanya cantik. Dia menawan, cerdas, dan populer. Aron terus memperhatikan diam-diam. Mengagumi diam-diam.

Diam-diam, Aron Loghan telah jatuh cinta. Cinta pada pandangan pertama pada gadis yang sangat cantik. Sebenarnya mereka bakal sempurna, Eva yang cantik dan Aron yang tampan.

Namun, ketampanan Aron sebagai anak baru justru membuatnya dijauhi. Anak laki-laki lain membencinya. Mereka melihat Aron sebagai saingan yang sombong. Dingin. Misterius. Tak tersentuh. Salah satunya adalah Jason, pemimpin geng siswa laki-laki yang terkenal keras dan rumornya kekasih Eva.

Diam-diam hubungan Aron dan Eva berkembang pelan. Mereka sering duduk di taman belakang sekolah, bicara soal buku, musik klasik, bahkan sejarah kuno. Eva menunjukkan sisi hangat yang membuat Aron merasa tenang untuk meletakkan kepercayaan.

Lalu hari itu datang.

Langit Yorkshire muram, dan hujan turun sebelum bel terakhir berbunyi. Eva tidak membawa payung. Aron pun memutuskan untuk mengantarnya pulang. Mereka berjalan kaki di tengah hujan, berbicara tanpa topik, tertawa tanpa alasan.

Setibanya di rumah Eva, pintunya masih tertutup. Sebuah rumah tua yang agak terpencil dan tampak sepi.

"Ibuku bekerja di toko roti sampai malam, tidak ada siapa-siapa di rumah."

Eva membuka pintu dan mengajak Aron masuk untuk menghangatkan diri di perapian.  Aron, basah kuyup, dia mengikuti Eva.

Di depan perapian, dengan pakaian sama basah, Eva mendekat. Aron berdebar. Tatapan Eva berubah, lebih dalam, lebih menggoda.

"Tidak ada siapa-siapa, kita bisa membuka pakaian." Eva bicara pelan. "Kau juga boleh memelukku agar tidak dingin."

Di usia 15 tahun, tawaran mendebarkan dari seorang gadis cantik menjadi mustahil untuk ditolak.

“Ayo... "

Eva terlihat mulai melepas kancing bajunya. Bra berwarna pink pucat terlihat menangkup gumpalan dada bulat yang sudah cukup besar. 

Tanpa menunggu lama Aron segera ikut melepas pakaian basahnya dengan cepat. Di luar hujan semakin deras. Di depan perapian yang hangat, Aron Loghan yang masih remaja, polos dan penuh rasa penasaran sedang berdebar-debar.

Aron belum pernah berhubungan sex dan ini bakal menjadi kali pertama dan tidak akan terlupakan.  Eva sangat cantik, menggoda dengan tubuh belia yang sudah sangat feminim. Eva baru ingin membuka pengait bra tapi Aron sudah telanjang seluruhnya, naif, sama sekali tidak curiga.

Dan tiba-tiba pintu belakang rumah Eva terbuka.

Jason masuk bersama empat anak laki-laki lain. Salah satunya membawa kamera.

Klik.

Kilatan lampu kamera menyala seperti hukuman neraka.

Aron berdiri mematung. Wajahnya pucat. Nafasnya memburu dengan jantung berdebar.

Tawa bergema. Kamera terus memotret tubuh Aron yang sedang berdiri telanjang dengan mencuat. Aron sedang menjadi bahan tertawaan karena ereksinya.

“Jangan pernah berani-berani melirik wanitaku, anak sok tampan!” Jason mengejek dengan ancaman. "Akan ku panjang fotomu di dinding sekolah jika kau masih berani menggoda Eva!"

Dan yang paling menghancurkan bagi Aron adalah melihat Eva ikut tertawa. Eva ikut tertawa ringan. Bukan terkejut, bukan merasa bersalah. Tapi puas.

“Mudah sekali membuatnya telanjang.” Mata Eva memandang Aron dengan jijik. "Ayo bayar taruhan kalian!"

Hari itu, seluruh dinding kepercayaan dalam diri Aron runtuh. Dalam satu hujan sore, dia kehilangan rasa percaya. Pada cinta. Pada perempuan. Pada tubuhnya sendiri.

Sejak hari itu, Aron tak pernah lagi membuka pakaian di depan siapa pun. Tak pernah mau disentuh. Tak pernah tertarik pada wanita, karena trauma di usia muda yang tidak pernah sembuh.

Kini, dua puluh tahun lebih berlalu. Eva telah lupa. Lupa pada pemuda naif yang pernah dia telanjangi bukan dengan cinta, tapi dengan pengkhianatan keji.

Continue to read this book for free
Scan code to download App
Comments (5)
goodnovel comment avatar
Nadya Karima
ouwhhh itu sebabnya aron jd begitu..
goodnovel comment avatar
farida nurdiana
oooouuww kasihan sekali aron kecil
goodnovel comment avatar
Princess Syeila
JD ini yg bikin Aron trauma SM wanita.. bdw ini Evankan kan ya,yg kerj di resto mngkn Evana
VIEW ALL COMMENTS

Latest chapter

  • DENDAM CINTA MASA LALU    BAB 134 AKHIRNYA KETAHUAN

    BAB 134 AKHIRNYA KETAHUANSetelah menyingkirkan batang pohon besar yang melintang di tengah jalan, Liam menawarkan tumpangan untuk Chatrine."Kalau mau, ikut denganku. Aku bisa memberimu tumpangan.”Sungguh, Chatrine tidak mau ikut. ingin sekali menolak. Ia ingin berkata bahwa ia akan menunggu di sini, atau berjalan sendiri, atau bahkan menunggu keajaiban lain. Tapi realitasnya kejam. Di tengah badai, dengan ban depan mobilnya yang rusak, tidak ada opsi lain selain menerima tawaran pria berbahaya yang seharusnya ia hindari.“Aku… harus ke bandara. Penerbanganku… dua jam lagi,” ucapnya pelan, berharap Liam menganggap itu alasan untuk tidak ikut.“Akan kuantar,” jawab Liam tanpa sedikit pun keraguan, suaranya dalam, seolah badai di luar hanyalah gangguan kecil.Chatrine membeku sejenak. Ia tak menyangka pria itu akan setuju semudah itu. Pilihan pun sudah tertutup rapat. Dengan anggukan ragu, ia setuju untuk pindah ke pickup Liam.Tanpa banyak bicara, Liam membuka pintu mobilnya, lalu me

  • DENDAM CINTA MASA LALU    BAB 133 BERSAMA PRIA DI TENGAH BADAI

    BAB 133 BERSAMA PRIA DI TENGAH BADAISuara badai memukul-mukul jendela, gemuruh hujan dan ledakan petir terasa seperti lecutan gila. Liam masih tertancap dalam, sementara wanitanya mulai menggeliat panik."Liam, kita tidak pakai pengaman...!"Liam tetap menumbuk keras, mencengkeram pinggul wanita yang sedang dia tunggangi di atas lantai licin."Oh...kau sangat keras!"Liam terlalu mabuk untuk mendengarkan rintihan. Bibir Liam sibuk berdesis sendiri, meledakan rasa terbakar di sekujur tubuhnya dengan geraman hebat. Pinggul mengejang kaku, bergetar seperti guncangan badai. Pemuda itu bukan hanya sangat keras, tapi juga sangat kuat mengungkit pinggul wanita."Oh, tidak...!"Rasa panas mengalir deras, sudah tidak bisa dihentikan. Terus mengisi, melemaskan otot hingga ke tulang sungsum."Kau bisa membuatku hamil!"Liam baru mencabut dirinya setelah pinggul wanitanya merosot, berguling, menggeliat, menahan perih berdenyut-denyut sementara dia sendiri jatuh telentang di lantai. Pangkal paha

  • DENDAM CINTA MASA LALU    BAB 132 WANITA YANG PERGI TERBURU-BURU

    BAB 132 WANITA YANG PERGI TERBURU-BURUPagi datang dengan mengejutkan, menekan seperti udara penat tanpa oksigen.Terlalu banyak meneguk anggur membuat otak Liam sinting, hilang kendali, sulit mengingat dengan benar. Tapi dia yakin sex panas di tengah badai itu bukan sekedar mimpi.Liam bangkit berdiri dengan sekujur tubuhnya yang masih telanjang dan lengket oleh jejak sex. Dia kembali memperhatikan ke sekeliling ruang kerjanya yang berantakan. Botol anggur pecah di lantai, bantal sofa berantakan dan pakaian dalam wanita robek terkoyak di bawah kaki sofa."Oh Tuhan...."Kepala Liam benar-benar gelap, dia tidak ingat samasekali telah bercinta dengan siapa, tapi jelas masih ingat gairah dan rasanya.Setelah sama-sama meledak dalam gairah gila yang sangat liar, Liam ditinggalkan seorang diri dalam kondisi kacau berantakan.Wanita yang pergi terburu-buru?******Evana terbangun lebih dulu. Terbangun dalam tubuh lemas tanpa sisa pakaian. Pinggang terbelit kaki kokoh pria yang juga masih te

  • DENDAM CINTA MASA LALU    BAB 131 DITINGGALKAN SENDIRIAN

    BAB 131 DITINGGALKAN SENDIRIANHujan masih mengguyur ringan saat Aron dan Eva pulang dari restoran. Udara lembap membawa aroma tanah dan dedaunan basah khas pedesaan tanpa asap polusi. Mereka baru saja menapaki teras ketika ponsel Aron bergetar di dalam saku celana.Nama Chatrine muncul di layar.Aron lekas menjawab dengan suara tenang, “Ya?”"Anda Harus segera kembali Mr. Loghan." Chaterine bicara dari ujung telepon.Tidak sampai tiga detik ekspresi Aron tiba-tiba berubah. Rahang mengeras tegang, seperti seseorang yang tiba-tiba ditarik kembali ke medan perang.Eva memperhatikan, hatinya mulai merasa tidak enak. “Ada apa?” tanyanya pelan, mencoba mencari jawaban dari sorot mata Aron.Telepon itu berlangsung singkat, tapi setiap kata dari Chatrine seolah memberi beban yang berat. Aron menutup panggilan, menarik napas dalam, lalu menatap Eva dengan keseriusan yang jarang ia tunjukkan.“Ada pekerjaan yang tidak bisa aku wakilkan,” katanya singkat.“Sekarang?”Aron mengangguk lembut namu

  • DENDAM CINTA MASA LALU    BAB 130 CEMBURU

    BAB 130 CEMBURUAron Loghan benar-benar melepas kemeja serta cena panjang milik Liam. Kemudian dia duduk di sofa. Benar-benar duduk telanjang dengan ereksi mencuat tanpa pakaian dalam."Aron kita tidak sedang tingal di mansion atau pulau privat. Siapapun bisa tiba-tiba berdiri di ambang pintu!"Eva panik, buru-buru memungut bantal dari punggung sofa utuk menutup organ besar di pangkal paha lelakinya."Aku tidak mau memakai pakaian tukang kayu!"Aron tetap santai, membiarkan Eva sibuk menumpuk dua buah bantal. Menekan ereksi Aron yang membuat Eva malu meskipun dia sudah sering bermain mengunakan itu. "Tolong jangan sembarangan membuka celana di rumahku!""Pintunya sudah ditutup." Aron malah memberi tatapan intim. "Buka saja."Aron minta Eva membuka tumpukan bantalnya.Sialnya jantung Eva langsung berdegup kencang. Aron Loghan membuka kakinya lebih lebar, pangkal pahanya meregang, menampilkan otot-otot keras dengan taburan bulu maskulin merata."Aku akan belikan pakaian untukmu."

  • DENDAM CINTA MASA LALU    BAB 129 HANYA BISA DIAM-DIAM MENCINTAI.

    BAB 129 HANYA BISA DIAM-DIAM MENCINTAI.Antara percaya dan tidak percaya...Ketika seseorang bertekad untuk memperbaiki diri, seringkali ujinya malah datang bertubi-tubi. Nampaknya hal seperti itu yang sedang dialami oleh Aron Loghan. Bahkan akal liciknya pada Liam juga langsung harus dia bayar kontan.Ingat bagaimana kemarin Aron menyabotase listrik di galeri, mengunci Liam di gudang, dan membuat mesin mobilnya mati.Hari ini, akhirnya Aron terpaksa pasrah duduk di sofa, mengenakan kemeja flanel milik Liam yang sedikit kusam. Motif kotak-kotaknya juga terasa asing menempel di tubuh seorang Aron Loghan. Aron merasa seperti badut yang sangat mencolok dengan kemeja bermotif seperti itu, tapi dia terpaksa tetap harus memakainya karena tidak ada pilihan.Akhirnya Liam juga yang menyelesaikan pekerjaan membenahi jendela. Aron hanya bisa mengamati sebagai penonton.Liam bekerja dengan sangat cekatan dan efisien. Aron sempat merasa payah tidak berguna dan kalah.Eva datang membawa nampan ber

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status