Share

Bab 9

Author: Uti
last update Petsa ng paglalathala: 2026-01-23 11:08:05

Sementara itu, di Hospital Fortune Medika, suite VIP lantai paling atas…

Suasana di dalam ruangan sama sekali tidak mencerminkan kesakitan atau keprihatinan. Justru, ada aroma sarapan kontinental mewah dan kopi spesialitas yang harum.

Tuan Deren dan Nyonya Sinta duduk santai di sofa kulit suite mereka yang lebih mirip apartemen mewah. Sisa-sisa telur benedict dan croissant masih tergeletak di atas nampan perak. Wajah mereka segar bugar, tanpa sedikit pun tanda-tanda penyakit yang mereka keluhka
Patuloy na basahin ang aklat na ito nang libre
I-scan ang code upang i-download ang App
Locked Chapter

Pinakabagong kabanata

  • DENDAM ISTRI YANG TERKHIANATI    Bab 28

    Moskow....Satu Jam KemudianDua gudang logistik Crimson Fang di Moskow kini tampak seperti benteng mati. Tidak ada aktivitas, tidak ada penjaga, hanya bangunan kosong yang berdiri sunyi.Klan Volkov bergerak masuk dengan keyakinan penuh. Mereka berjumlah lebih dari lima puluh orang, bersenjata lengkap, dan dipimpin oleh seorang pria bertubuh raksasa bernama Igor operasional kedua klan Volkov."Masuk!" perintah Igor, suaranya menggema di gudang kosong. "Ambil semua amunisi dan perlengkapan! Dalam satu jam, kita sudah kaya!"Pasukan Volkov menyebar dengan cepat. Tapi beberapa detik kemudian...KLIK!Semua pintu gudang tertutup otomatis, baut-baut raksasa mengunci setiap keluar masuk."Apa ini?" teriak Igor, matanya melotot.Dari atas, terdengar suara yang membuat bulu kuduknya berdiri."Selamat datang, Tuan Igor."Semua mata mendongak di atas gudang, sejumlah pasukan Crimson Fang berdiri dengan senjata di tangan, menunjuk ke bawah. Di samping mereka, beberapa tabung gas air mata sudah s

  • DENDAM ISTRI YANG TERKHIANATI    Bab 27

    Malam itu, langit di atas markas Crimson Fang terlihat berbeda. Awan hitam bergulung-gulung, menyembunyikan bulan dan bintang-bintang. Angin bertiup kencang, membawa aroma tanah basah dan ketegangan yang tak terlihat. Di dalam ruang komando, Evelyn duduk di kursi kepemimpinannya dengan tenang, dikelilingi oleh puluhan layar yang memantulkan data intelijen dari seluruh penjuru dunia.Gio berdiri di sampingnya, membawa tablet yang terus berdering dengan notifikasi. Aletta berada di sisi lain, tangannya bergerak cepat di atas keyboard, mencoba menstabilkan jaringan komunikasi yang mulai terganggu."Nona," ucap Gio, suaranya tegang, "kami menerima laporan dari jaringan Eropa. Ketiga klan Gambino, Volkov, dan Die Schatten bergerak bersamaan. Mereka sudah mengirim pasukan ke berbagai posisi kita di Italia, Rusia, dan Jerman."Evelyn tidak bergerak, matanya tetap terpaku pada layar utama yang menampilkan peta Eropa dengan titik-titik merah yang bergerak cepat."Apa yang mereka lakukan?" tany

  • DENDAM ISTRI YANG TERKHIANATI    Bab 26

    Pesawat mendarat mulus di bandara internasional Paris. Adrian dan Clara berjalan bergandengan tangan melewati terminal, meninggalkan kekacauan di bandara beberapa jam lalu. Wajah Adrian masih pucat, tapi ia berusaha tersenyum, berusaha melupakan amplop hitam dan foto-foto itu. Clara menggenggam erat tangannya, menyandarkan kepala di bahunya."Kita sudah sampai, Sayang," ucap Clara lembut. "Kevin pasti sudah menunggu."Adrian mengangguk, tapi pikirannya masih melayang pada pesan misterius itu. Siapa pengirimnya? Apa tujuannya? Dan yang paling mengganggu apakah Evelyn tahu?Mobil sport mewah sudah menunggu di luar. Mereka naik, dan dalam waktu sekitar empat puluh menit, mereka tiba di sebuah apartemen mewah di kawasan pinggiran Paris. Apartemen yang disewa Adrian untuk keluarga keduanya, tempat Kevin dan orang tua Clara tinggal.Begitu pintu terbuka, seorang anak laki-laki berusia sekitar tiga tahun berlari menyambut. "Papa! Mama!"Adrian tersenyum lebar, melepas semua kekhawatirannya u

  • DENDAM ISTRI YANG TERKHIANATI    Bab 25

    Aula yang penuh keangkuhan dan bisik-bisik meremehkan, kini hening bagai liang kubur. Hanya suara napas tertahan dan detak jantung yang berpacu yang terdengar di antara para pemimpin klan yang masih berdiri membeku di tempat masing-masing. Beberapa dari mereka masih menatap genangan darah di lantai marmer yang perlahan menyebar seperti peta kekuasaan baru yang digambar dengan merah.Evelyn duduk dengan anggun di kursi yang telah disediakan. Dress hitamnya yang mengilap kini memiliki semburat merah di ujungnya percikan darah dari pria malang yang masih tergeletak tak jauh darinya. Ia mengangkat gelas wine yang masih penuh, menyesapnya pelan, seolah baru saja menyaksikan pertunjukan teater yang menghibur."Apakah tidak ada yang ingin menyampaikan sesuatu?" tanyanya dengan suara lembut, tapi justru kelembutan itulah yang membuat semua orang merinding. "Atau mungkin... ada yang ingin mempertanyakan kehadiran saya?"Keheningan....Hanya keheningan yang menjawab.Pria di panggung, sang pem

  • DENDAM ISTRI YANG TERKHIANATI    Bab 24

    Malam ini, aula megah di kawasan tersembunyi kota berubah menjadi medan pertemuan para penguasa dunia bawah. Puluhan pemimpin klan mafia dari berbagai penjuru negeri bahkan dari luar negeri telah berkumpul. Mereka datang dengan pakaian terbaik, ditemani para pengawal setia, siap untuk malam tahunan yang selalu penuh intrik dan bahaya.Lampu kristal berkilauan di langit-langit tinggi, meja-meja panjang dipenuhi hidangan mewah dan minuman termahal. Tapi di balik kemewahan itu, udara dipenuhi ketegangan. Semua orang saling mengawasi, semua orang saling curiga.Di sudut aula, beberapa pemimpin klan peringkat bawah berkumpul sambil menyesap wiski."Selama bertahun-tahun aku belum pernah bertemu atau melihat langsung pemimpin Crimson Fang," ujar salah satu dari mereka, pria paruh baya dengan bekas luka di pelipis."Seperti tahun-tahun sebelumnya, dia tidak akan hadir," sahut yang lain, pria bertubuh tambun dengan cincin emas di setiap jari. "Malam ini kita akan memanfaatkan peluang ini. Per

  • DENDAM ISTRI YANG TERKHIANATI    Bab 23

    Pagi itu, kediaman Montgomery yang megah tampak tenang. Matahari bersinar cerah, menerangi taman luas yang dirawat dengan sempurna. Namun ketenangan itu hanya bertahan sampai sebuah paket kecil di titip kepada salah satu satpam. Seorang kurir berpakaian biasa mengantarkannya, lalu pergi begitu saja tanpa meminta tanda tangan atau konfirmasi penerima, tidak ada nama pengirim, tidak ada alamat kembali. Hanya sebuah kotak berukuran sedang, dibungkus kertas hitam polos, dan di atasnya dihiasi setangkai bunga mawar hitam yang kering mawar hitam asli, bukan buatan.Nyonya Sinta menerima paket itu dari tangan seorang satpam. Ia hanya memandangi benda itu dengan perasaan aneh. Jantungnya berdebar tak karuan, meskipun ia belum tahu apa isinya."Bawa masuk," perintahnya pada satpam itu.Setelah satpam itu pergi, Nyonya Sinta duduk di sofa ruang keluarga, menatap paket itu dengan intens. Bunga mawar hitam bukan simbol yang baik. Tuan Deren yang sedang bermain ponsel di sebelahnya, menyadari p

  • DENDAM ISTRI YANG TERKHIANATI    Bab 21

    Matahari mulai merangkak naik di ufuk timur, menerangi Mansion yang megah dengan cahaya keemasan. Namun pagi itu, mansion yang biasanya hangat dan ramai terasa berbeda, sunyi, dingin. Seperti rumah kosong yang kehilangan jiwanya.Adrian melangkah masuk melalui pintu utama setelah semalaman beristir

  • DENDAM ISTRI YANG TERKHIANATI    Bab 19

    "Apakah sudah lama menunggu?"Suara itu datang dari belakang. Dingin, tapi penuh kelembutan yang tak terbantahkan. Suara yang familiar, suara yang sudah enam tahun lamanya tak pernah lagi terdengar di telinga Evelyn. Suara yang selama ini hanya ada dalam mimpi dan kenangan masa kecil.Evelyn menole

  • DENDAM ISTRI YANG TERKHIANATI    Bab 18

    Waktu berlari tanpa ampun, meninggalkan jejak-jejak perubahan yang tak terlihat oleh mata biasa. Namun di markas Crimson Fang, perubahan itu terasa nyata, membekas di setiap sudut, di setiap tarikan napas para anggotanya.Pagi-pagi buta, saat kota masih bergelung dalam selimut kabut, Evelyn telah t

  • DENDAM ISTRI YANG TERKHIANATI    Bab 17

    Malam telah larut....Mansion yang megah itu kini sunyi, hanya ditemani oleh suara jangkrik dari taman belakang dan desiran angin yang menerbangkan dedaunan. Di kamar utama, Evelyn merebahkan tubuhnya di atas kasur baru, tempat tidur king-size dengan ranjang berukir elegan dan seprai sutra hitam yan

Higit pang Kabanata
Galugarin at basahin ang magagandang nobela
Libreng basahin ang magagandang nobela sa GoodNovel app. I-download ang mga librong gusto mo at basahin kahit saan at anumang oras.
Libreng basahin ang mga aklat sa app
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status