Share

Bab 17

Author: Uti
last update Petsa ng paglalathala: 2026-02-23 15:27:27

Malam telah larut....Mansion yang megah itu kini sunyi, hanya ditemani oleh suara jangkrik dari taman belakang dan desiran angin yang menerbangkan dedaunan. Di kamar utama, Evelyn merebahkan tubuhnya di atas kasur baru, tempat tidur king-size dengan ranjang berukir elegan dan seprai sutra hitam yang lembut. Kasur yang selama lima tahun ia tiduri bersama Adrian telah dibuang pagi tadi. Para maid bekerja cepat menggantinya sesuai perintah Evelyn, tanpa banyak bertanya. Mereka hanya bisa patuh, me
Patuloy na basahin ang aklat na ito nang libre
I-scan ang code upang i-download ang App
Locked Chapter

Pinakabagong kabanata

  • DENDAM ISTRI YANG TERKHIANATI    Bab 31

    Tiga hari telah berlalu sejak pertemuan di cafe itu. Tiga hari yang terasa seperti tiga tahun bagi Clara, dan tiga hari yang terasa seperti tiga detik bagi Evelyn. Waktu berjalan dengan kecepatan yang berbeda bagi mereka yang menang dan bagi mereka yang kalah.Di ruang pribadinya di markas Crimson Fang, Evelyn duduk di balik meja kaca besar yang dulu menjadi tempat sang daddy memimpin markas. Dokumen-dokumen hukum bertebaran di atas meja surat gugatan cerai, daftar aset yang akan dikembalikan, laporan investigasi tentang penggelapan dana perusahaan oleh Adrian. Semuanya telah disiapkan dengan rapi oleh tim hukum terbaik yang bisa dibayar oleh uang Devereux.Evelyn menatap dokumen-dokumen itu dengan tatapan kosong. Ia telah membaca semuanya berkali-kali, menghafal setiap detail, setiap angka, setiap pelanggaran yang dilakukan Adrian selama lima tahun terakhir. Tapi tetap saja, ada bagian dari dirinya yang masih tidak percaya bahwa semua ini benar-benar terjadi.Gio masuk dengan langkah

  • DENDAM ISTRI YANG TERKHIANATI    Bab 30

    Tangan Evelyn melayang dengan kecepatan yang tidak terduga. Tamparan itu keras, jelas, dan menggema di seluruh cafe. Kepala Clara tersentak ke samping, rambutnya yang tertata rapi kini berantakan. Beberapa pengunjung menarik napas tajam, sedangkan para pelayan membeku di tempat.Clara menatap Evelyn dengan mata membelalak, tangannya meraba pipi yang memerah dan perih."Kau... kau menamparku?" bisiknya, suara bergetar antara terkejut dan marah.Evelyn menatapnya dengan tatapan yang membuat Clara ingin menghilang. "Kau pikir kau bisa berbicara seenaknya padaku?"Suara Evelyn rendah, tapi setiap kata terasa seperti pukulan. "Kau pikir karena kau berhasil merebut suamiku, kau lebih baik dariku?"Ia melangkah maju, dan Clara mundur selangkah. "Kau hanya wanita murahan yang tidak tahu diri. Kau pikir Adrian mencintaimu? Dia hanya membutuhkanmu untuk memuaskan nafsunya, kau hanya pelampiasan, Clara. Hanya itu."Clara mengepalkan tangannya, berusaha menahan amarah. "Kau tidak tahu apa-apa! Ad

  • DENDAM ISTRI YANG TERKHIANATI    Bab 29

    Pagi hari di markas Crimson Fang terasa berbeda. Udara yang biasanya dingin dan tegang, kini terasa lebih ringan. Matahari menyelinap melalui celah-celah jendela, menciptakan pola-pola cahaya di lantai marmer ruang Evelyn. Evelyn duduk di kursinya, dikelilingi oleh laporan kemenangan yang menumpuk di atas meja. Di depannya, segelas kopi hitam masih mengepul, menemani kesunyian yang nyaman setelah malam yang panjang.Gio masuk dengan langkah cepat, membawa tablet yang penuh dengan notifikasi. Wajahnya cerah, berbeda dengan ekspresi tegang semalam."Nona, kabar baik dari semua front," ucapnya, suara penuh semangat. "Gambino sudah mengirim utusan untuk bernegosiasi. Volkov juga, mereka mengakui kekalahan mereka dan siap untuk membayar kompensasi. Dan Die Schatten... mereka setuju untuk menjadi sekutu tetap, sesuai dengan permintaan Nona."Evelyn mengangkat alis, sedikit terkejut tapi tetap tenang. "Cepat sekali mereka menyerah."Gio tersenyum. "Setelah melihat apa yang terjadi pada pasuk

  • DENDAM ISTRI YANG TERKHIANATI    Bab 28

    Moskow....Satu Jam KemudianDua gudang logistik Crimson Fang di Moskow kini tampak seperti benteng mati. Tidak ada aktivitas, tidak ada penjaga, hanya bangunan kosong yang berdiri sunyi.Klan Volkov bergerak masuk dengan keyakinan penuh. Mereka berjumlah lebih dari lima puluh orang, bersenjata lengkap, dan dipimpin oleh seorang pria bertubuh raksasa bernama Igor operasional kedua klan Volkov."Masuk!" perintah Igor, suaranya menggema di gudang kosong. "Ambil semua amunisi dan perlengkapan! Dalam satu jam, kita sudah kaya!"Pasukan Volkov menyebar dengan cepat. Tapi beberapa detik kemudian...KLIK!Semua pintu gudang tertutup otomatis, baut-baut raksasa mengunci setiap keluar masuk."Apa ini?" teriak Igor, matanya melotot.Dari atas, terdengar suara yang membuat bulu kuduknya berdiri."Selamat datang, Tuan Igor."Semua mata mendongak di atas gudang, sejumlah pasukan Crimson Fang berdiri dengan senjata di tangan, menunjuk ke bawah. Di samping mereka, beberapa tabung gas air mata sudah s

  • DENDAM ISTRI YANG TERKHIANATI    Bab 27

    Malam itu, langit di atas markas Crimson Fang terlihat berbeda. Awan hitam bergulung-gulung, menyembunyikan bulan dan bintang-bintang. Angin bertiup kencang, membawa aroma tanah basah dan ketegangan yang tak terlihat. Di dalam ruang komando, Evelyn duduk di kursi kepemimpinannya dengan tenang, dikelilingi oleh puluhan layar yang memantulkan data intelijen dari seluruh penjuru dunia.Gio berdiri di sampingnya, membawa tablet yang terus berdering dengan notifikasi. Aletta berada di sisi lain, tangannya bergerak cepat di atas keyboard, mencoba menstabilkan jaringan komunikasi yang mulai terganggu."Nona," ucap Gio, suaranya tegang, "kami menerima laporan dari jaringan Eropa. Ketiga klan Gambino, Volkov, dan Die Schatten bergerak bersamaan. Mereka sudah mengirim pasukan ke berbagai posisi kita di Italia, Rusia, dan Jerman."Evelyn tidak bergerak, matanya tetap terpaku pada layar utama yang menampilkan peta Eropa dengan titik-titik merah yang bergerak cepat."Apa yang mereka lakukan?" tany

  • DENDAM ISTRI YANG TERKHIANATI    Bab 26

    Pesawat mendarat mulus di bandara internasional Paris. Adrian dan Clara berjalan bergandengan tangan melewati terminal, meninggalkan kekacauan di bandara beberapa jam lalu. Wajah Adrian masih pucat, tapi ia berusaha tersenyum, berusaha melupakan amplop hitam dan foto-foto itu. Clara menggenggam erat tangannya, menyandarkan kepala di bahunya."Kita sudah sampai, Sayang," ucap Clara lembut. "Kevin pasti sudah menunggu."Adrian mengangguk, tapi pikirannya masih melayang pada pesan misterius itu. Siapa pengirimnya? Apa tujuannya? Dan yang paling mengganggu apakah Evelyn tahu?Mobil sport mewah sudah menunggu di luar. Mereka naik, dan dalam waktu sekitar empat puluh menit, mereka tiba di sebuah apartemen mewah di kawasan pinggiran Paris. Apartemen yang disewa Adrian untuk keluarga keduanya, tempat Kevin dan orang tua Clara tinggal.Begitu pintu terbuka, seorang anak laki-laki berusia sekitar tiga tahun berlari menyambut. "Papa! Mama!"Adrian tersenyum lebar, melepas semua kekhawatirannya u

  • DENDAM ISTRI YANG TERKHIANATI    Bab 13

    Mobil melaju meninggalkan kediaman Montgomery, namun Evelyn masih duduk tegap di kursi belakang. Jari-jarinya mencengkeram ponselnya erat-erat, buku-buku jarinya memutih. Di ruang keluarga tadi, ia berhasil mempertahankan topeng ketenangan, tersenyum manis, dan bersikap seolah tidak terjadi apa-apa

  • DENDAM ISTRI YANG TERKHIANATI    Bab 12

    Evelyn duduk di tepi kasur king zisenya, berusaha menormalkan detak jantungnya yang berlomba tak karuan. Napasnya ditarik dalam, dihembuskan perlahan. Ia mencoba berpikir positif, meyakinkan diri bahwa mungkin ada penjelasan logis untuk semua ini. Tapi suara naluri seorang istri, naluri yang selama

  • DENDAM ISTRI YANG TERKHIANATI    Bab 9

    Sementara itu, di Hospital Fortune Medika, suite VIP lantai paling atas…Suasana di dalam ruangan sama sekali tidak mencerminkan kesakitan atau keprihatinan. Justru, ada aroma sarapan kontinental mewah dan kopi spesialitas yang harum.Tuan Deren dan Nyonya Sinta duduk santai di sofa kulit suite mer

  • DENDAM ISTRI YANG TERKHIANATI    Bab 6

    Adrian kali ini datang ke kantor lebih lambat dari biasanya. Senyuman puas terlukis jelas di wajahnya yang tak bisa disembunyikan. Di depan lift, Evan, tangan kanannya, sudah menunggu dengan sikap hormat. "Nyonya Evelyn menunggu Anda semalaman," lapor Evan dengan suara rendah."Biarkan dia menungg

Higit pang Kabanata
Galugarin at basahin ang magagandang nobela
Libreng basahin ang magagandang nobela sa GoodNovel app. I-download ang mga librong gusto mo at basahin kahit saan at anumang oras.
Libreng basahin ang mga aklat sa app
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status