Share

DENDAM PUTRI CEO
DENDAM PUTRI CEO
Penulis: Alya Snitzky

JANGAN JUAL AKU

“Tidak! Sampai kapan pun aku tidak akan menjual kesucianku, Ayah!”

“Ah, itu kembali kepadamu, Kayla. Kau memilih untuk menjadi anak yang berbakti atau anak durhaka. Apa kau tidak kasian melihat kondisi ibumu saat ini? Ibumu perlu menjalani operasi, jika tidak dia akan meninggal dunia. Apa kau mau jika itu terjadi?” cecar Raditama pada putrinya.

     Kayla terdiam, saat ini ia benar-benar bingung. Di satu sisi ibunya sedang berjuang melawan maut dan butuh biaya yang sangat banyak. Di sisi lain, apa yang diminta oleh ayahnya sangat bertentangan dengan hati nurani. Menjual kehormatannya demi uang? Bagaimana kelak dengan masa depannya?

“Aku tidak mau menjadi pelacur, Ayah,” kata Kayla dengan lirih. Gadis itu tampak sangat sedih dan ketakutan.

“Kau tidak akan menjadi pelacur jalanan yang menjajakan tubuh dengan murah, Kayla. Ayah tau siapa orang yang berani membayar banyak untuk membeli kesucianmu. Namanya Rans Wijaya dan kau tau jika dia adalah salah satu orang terkaya di Indonesia ini.   Seratus lima puluh juta, Kayla ... uang itu lebih dari cukup untuk membiayai operasi ibumu,” kata Raditama.

      Air mata kayla menetes seketika, kedua tangannya meremas ujung blouse yang ia kenakan. Demi Tuhan, ia tidak ingin melakukan hal yang hina ini. ‘Aku bukan perempuan murahan,’ jeritnya dalam hati.

“Kau masih mau menjadi seorang dokter, Kayla?” tanya Raditama sambil menatap tajam pada sang putri. Perlahan Kayla mengangkat kepalanya yang sejak tadi menunduk. Ia menatap ayahnya selama beberapa saat kemudian mengangguk perlahan.

“Iya, aku ingin menjadi dokter, Ayah,” jawabnya perlahan.

“Kau pikir penghasilan ayah sebagai supir taksi online bisa membiayai sekolahmu? Biaya masuk universitas kedokteran itu sangat mahal. Perusahaan ayah sudah bangkrut Kayla. Dengan apa ayah membiayaimu? Tapi, jika kau menerima tawaran mami Sania untuk melayani para pengusaha kaya, kita akan kembali kaya. Ibumu bisa dioperasi dan ayah bisa mendapatkan modal usaha kembali.”

     Kali ini Raditama memelankan suaranya. Saat ini tidak ada jalan lain untuk mendapatkan uang yang banyak. Kayla putrinya memang sangat cantik, dengan sepasang mata yang bulat dan tajam, alis yang hitam tebal  melengkung, hidung mancung dan bibir yang mungil kemerahan tanpa polesan lipstik.

      Tanpa make up tebal pun Kayla sudah terlihat sangat cantik. Terlebih ditunjang dengan tubuh yang tinggi dan proporsional. Membuat gadis itu terlihat sangat memesona.

“Atau, kau memang senang jika ibumu meninggal dunia? Ya ... ayah akan menikah lagi dengan wanita lain dan kau akan dihantui rasa bersalah seumur hidup karena tidak mau mengikuti kemauan ayah dan menyelamatkan nyawa ibumu,” kata Raditama lagi.

      Kayla terisak, rasanya sangat sakit.  Ayah yang seharusnya menjadi pelindung malah ingin menjerumuskannya ke dunia hitam.

“Tapi ....”

“Tapi apa lagi, Kayla? Semakin  lama kau menunda akan terlambat untuk ibumu nanti.”

“Kita masih memiliki mobil, Ayah. Kenapa tidak kita jual saja mobil itu untuk biaya pengobatan ibu? Atau, kita gadaikan saja rumah kita,” sahut Kayla.

Plak!Plak!

      Tamparan Raditama pun mendarat keras di kedua pipi gadis itu.

“Kau pikir proses menggadaikan rumah itu mudah? Harus ada jaminan, surat usaha dan lainnya. Bersyukur sisa harta ayah masih bisa membeli rumah subsidi itu. Jika mobil kita jual, ayah akan mencari nafkah menggunakan apa? Hanya rumah dan mobil ini sisa harta kita, Kayla. Kau ini punya otak tidak?!” hardik Raditama kesal.

Bab terkait

Bab terbaru

DMCA.com Protection Status