Share

Dia tak berhak bahagia!

Pagi pun menjelang, Reyhan terpaksa harus bangun cepat meskipun matanya masih terasa sangat berat, entah jam berapa ia mulai bisa terlelap tadi malam. Pikirannya masih terus tertuju pada hilangnya Indah.

Reyhan menuju ke meja makan setelah ia selesai mandi. Ia melihat Gebby sudah berada di meja makan menunggunya. Wajahnya masih terlihat kesal pada sang papa.

“Aku mau ketemu Mama hari ini!” ujar Gebby tanpa basa-basi.

“Hari ini? Gimana kalau besok saja sepulang sekolah?” ucap Reyhan.

“Gak! Aku mau ketemu Mama sekarang!” tolak Gebby.

“Tapi hari ini Papa masih mau pergi mencari keberadaan Mama Indah.”

“Selalu saja Mama Indah! Papa gak mikirin aku sama sekali!” gerutu Gebby. Reyhan menarik nafasnya panjang. Ia tak ingin membuat hubungan dengan putrinya itu semakin menjauh.

“Bukan begitu, Geb! Papa mau anterin kamu ketemu Mama, tapi please, jangan sekarang! Papa masih harus mencari Mama Indah, Papa sudah janji pada Nadira dan Rashi.”

“Ooh … jadi sekarang Papa lebih mentingin mereka daripad
Bab Terkunci
Membaca bab selanjutnya di APP
Komen (5)
goodnovel comment avatar
Serly Laa
moga-moga akal bulus Luna mencelakakan indah ketahuan dan hukumannya diperberat
goodnovel comment avatar
Nursabrina Nialova Nialova
Salam......heran nie ma Luna takde sikitpn penyesalan and doanya sll buruk skl.... Satu lg betulke Gebby nie ank Rayhan kok sifatnya tak nurun dr papanya sikitpun.....
goodnovel comment avatar
Ela
ayolah thor..bahagiain keluarga indah lagi + bikin si luna makin memderita
LIHAT SEMUA KOMENTAR

Bab terkait

Bab terbaru

DMCA.com Protection Status