Share

8

Penulis: Fatmah Azzahra
last update Tanggal publikasi: 2025-06-23 19:11:25
POV 3

Richard terdiam karena dia sendiri pun tidak tahu bagaimana harus bersikap.

Sementara itu, sosok wanita di sampingnya justru berdecih sinis kembali. Hanya terdengar suara desau angin yang mempermainkan anak rambut keduanya.

Richard mematikan puntung rokok yang tersisa separuh. "Aku harus kembali," ujarnya bersiap berbalik arah.

"Apa kamu memaafkannya?" Pertanyaan itu membuat langkah Richard terhenti.

Wajahnya terlihat gamang, seolah-olah enggan menjawab pertanyaan tersebut. "
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci
Komen (12)
goodnovel comment avatar
putristana
apa artinya, Marissa itu anak mereka berdua? jika iya, biarkan saja ALISHA nikah lagi sama Richard. dia layak bahagia,
goodnovel comment avatar
Sri Indah
Richard mantannya Alisha kahb? dan Marissa adalah anak pertama Alisha ?
goodnovel comment avatar
Tyas Ratih
dan yang dikandung Alisha anak keduanya sama Richard
LIHAT SEMUA KOMENTAR

Bab terbaru

  • DIBUANG SUAMI, DIRATUKAN AKTOR TERNAMA   21

    'Brengsek!' batinku memaki dengan keras. Aku bahkan menggertakkan gigiku bersama tubuh menegang. Namun, aku sadar ini bukan saatnya untuk meladeni ucapannya. Terlebih Marissa lebih penting daripada mereka semua. Lalu, dengan seluruh keberanian dan kekuatan penuh, ku dorong kuat pundak Sandra hingga terjengkang mundur. "Minggir!" bentak ku dengan keras sambil berjalan melewatinya tanpa melepaskan genggaman tangan, membuat Marissa mengikutiku. Meskipun aku tidak bisa menampik, jika jantungku sudah seperti genderang yang sedang ditabuh. Bersamaan dengan suara pekikan yang terlontar dari bibir merahnya, melengking sangat keras, "Arghhh!" Aku dan Marissa terus berjalan. Namun, dari belakang terdengar lengkingan suaranya, "Heh! Wanita sundal! Berani sekali kamu mendorong ku sampai hampir jatuh?!"

  • DIBUANG SUAMI, DIRATUKAN AKTOR TERNAMA   20

    Lebih terkejut lagi, saat kurasakan sebuah tangan memegang pundak kananku. Aku tanpa sadar menegang. "Mommy, Ibu itu siapa?" Pertanyaan Marissa membuatku menunduk, menatap ke arahnya yang balas menatapku polos. "Mommy gak kenal," sahut ku berbisik yang dibalas Marissa dengan mulut membulat. "Ayo pergi!" ajakku sambil mengulas senyum tipis. Marissa mengangguk pelan. Kami pun kembali melanjutkan langkah. Namun, suara Sandra justru kembali terdengar, "Kamu Alisha, bukan? Mantan istri Dokter Kennan!" "Maaf, kamu salah orang," sahut ku cepat sembari mengubah gaya bicara, berharap dirinya tidak mengenali. "Masa sih?" Aku enggan berbalik, malah mempercepat laju kaki. Namun, lagi-lagi kami harus menghentikan langkah saat Ibu Avan justru menghadang dengan kedua tangan terentang lebar. "Mau apalagi sih?!" tanyaku menggeram marah sambil menahan suara agar tetap terdengar rendah. "Kamu dan anak kamu belum minta maaf sama saya dan anak saya. Jadi, kalian tidak boleh pe

  • DIBUANG SUAMI, DIRATUKAN AKTOR TERNAMA   19

    "Wah! Wah! Wah! Ada apa ini? Kok rame?!" kami berempat serentak berbalik ke belakang dan mendapati seorang wanita dewasa berpenampilan glamor, dengan dandanan cetar membahana layaknya seorang artis papan atas, tengah berjalan dengan gayanya yang angkuh bersama beberapa bodyguard mengelilingi. "Eh, Mommy Ellie ternyata!" Ibu Avan terkekeh, terlihat jelas layaknya seseorang yang tengah menjilat. Yang dipanggil hanya mendelik sekilas lalu kembali menatap lurus ke depan dengan angkuh, tampak memindai sekitar. "Ada apa ini? Kok rame?!" tanya Mommy Ellie angkuh. Ibu Avan terlihat kesal diperlakukan seperti itu, yang terlihat jelas dari raut mukanya, tidak enak dilihat, walaupun hanya sekejap. Namun, bergegas tersenyum lebar, penuh maksud tersembunyi. "Biasa, Mommy Ellie. Ada sampah yang harus dibersihkan," sahut Ibu Avan menyindir.

  • DIBUANG SUAMI, DIRATUKAN AKTOR TERNAMA   18

    'Apa Dia bilang? Anak haram?! Siapa yang Dia panggil anak haram?!'Aku menggeram marah. Suara gemeletuk gigiku terdengar beradu.Kesal! Aku teramat kesal. Terlebih saat menyadari tubuh Marissa bergetar dengan raut pucat pasi. Gegas kutarik lembut tangannya, membuatnya mendongak dengan sorot berkaca-kaca. Aku lantas memberikan senyum teduh yang kurasa bisa menguatkan dirinya."Jangan khawatir! Mommy akan melindungi kamu," bisikku. Gadis kecil itu, yang semula kulihat terpana, akhirnya mengangguk kuat sambil tersenyum lebar, tampak merasa senang karena mendapatkan perlindungan dariku. Ia bahkan mengulas senyum bahagia, yang tentu saja ikut menular padaku. "Mommy," panggilnya pelan sambil menggoyangkan ujung jaket ku. "Ya, Sayang," sahut ku lembut. "Icha takut," rengeknya sambil merapatkan tubuh padaku, membuatku merasa sedih sekaligus bertekad untuk melindunginya, apapun y

  • DIBUANG SUAMI, DIRATUKAN AKTOR TERNAMA   17

    Richard terdiam. Bingung dan enggan memberikan penjelasan. Ia justru bergegas pergi tanpa sepatah katapun terucap. Aku yang melihat kepergiannya, hanya bisa menghela napas berat. Jujur saja aku merasa sedih. Namun, apa yang bisa kulakukan sekarang, jika dia tidak mau memberikan penjelasan. Aku lantas menarik napas dalam-dalam, lalu menoleh pada Bik Ratmi yang balas menatapku teduh. "Kenapa Dia tidak mau menjawab pertanyaanku, Bik?" Bik Ratmi menepuk pelan pundak kiriku. "Tuan sedang sibuk mempersiapkan tour ke Jepang bulan depan, Neng. Jadi, mungkin karena itu Beliau belum bisa menjawab pertanyaan Neng Lisha." Mendengar hal itu, aku terpaksa mengangguk kecil, berusaha mengerti meskipun beribu pertanyaan kini mengganjal di lubuk hati. Terlebih kala teringat pertemuan dengan wanita yang mengaku sebagai ibunya itu di ruang makan. "Sudah larut malam. Sebaiknya Neng Lisha beristirahat. Besok Neng akan mulai bertugas mengantar jemput Nona Marissa sekolah, bukan?" Suara Bik

  • DIBUANG SUAMI, DIRATUKAN AKTOR TERNAMA   16

    Ruangan itu terasa lebih hening dan menyesakkan, hanya detak jarum jam yang membuat suasana sedikit lebih hidup. Richard bahkan terlihat menunduk enggan menoleh ataupun bersuara sepatah katapun. Membuat sosok yang kini tengah duduk di seberangnya mendengkus keras pertanda kesal diabaikan. "Jelasin sama mama, Ri! Kenapa wanita sialan itu ada di luar?" Suara Nadhira berdesis dengan urat-urat wajah sedikit menonjol di balik wajah keriput nya. Bagaimanapun juga ia sekarang berusia 67 tahun, sementara Richard adalah putra bungsu kesayangannya. "Mama apain Dia?" Bukannya menjawab, Richard justru balik bertanya sambil mengangkat pandangan, balas menatap lurus sang bunda. Sorot matanya terlihat tajam, seolah-olah tengah membangun perisai guna melindungi sesuatu atau seseorang. "See?! Kamu gak berubah, Ri." Nadhira terlihat kecewa karena lagi-lagi sang putra tercinta berani melawannya karena orang yang sama. Ia sama sekali tidak berusaha menutupi wajah sedihnya itu, justru memperlih

  • DIBUANG SUAMI, DIRATUKAN AKTOR TERNAMA   2

    "Please, jangan lakukan ini, Mas!" Aku memohon, berharap dirinya memiliki sedikit saja hati nurani. Tangisku bahkan pecah saat diseret paksa olehnya menuju area terdalam bangunan. Lenganku juga terasa kebas akibat kuatnya cengkraman dan aku yakin akan menimbulkan bekas. Sayangnya raut dingin itu

  • DIBUANG SUAMI, DIRATUKAN AKTOR TERNAMA   1

    Aku baru saja keluar dari dalam kamar mandi saat tiba-tiba saja sebuah gaun dilemparkan ke arahku. Aku kaget dan terpaksa menyambutnya. "Pakai baju ini!" ucap seorang pria yang mengenakan jas pas badan. "Apa ini, Mas?" Kukerutkan kening sambil mendekap gaun di dada juga menatap pria di depanku

  • DIBUANG SUAMI, DIRATUKAN AKTOR TERNAMA   7

    Menyadari keterdiamanku, pria tampan bersorot mata tajam bak elang itu menghela napas pendek, lalu berjalan ke arah jendela, membukanya sedikit hingga udara malam terlihat mempermainkan anak rambutnya sekaligus membuat matanya terpejam. Hela napas berat bahkan kembali lolos dari celah bibir sensu

  • DIBUANG SUAMI, DIRATUKAN AKTOR TERNAMA   6

    Hari ini hari keempat aku berada di rumah sakit ini. Beruntung seorang perawat bersedia membawaku pergi ke taman belakang rumah sakit saat kukatakan jika aku merasa bosan terus menerus berada di dalam kamar. Perutku bahkan sudah terasa lebih baik daripada sebelumnya dan nanti siang dokter akan me

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status