Home / Romansa / DIINGINKAN TIGA PRIA POSESIF / Digendong Ala Pengantin

Share

Digendong Ala Pengantin

Author: DAUN MUDA
last update publish date: 2026-04-13 17:27:22
Tanpa peringatan, tangan kiri Adnan menyusup di bawah lekuk lututku. Dalam satu gerakan dominan, ia mengangkat tubuhku.

"Pak Adnan!" pekikku kaget.

Refleks, tanganku mencengkeram bahunya untuk mencari pegangan.

"Diem!"

Matanya yang tajam membuat nyaliku menciut.

Dengan langkah tegap ia membawaku masuk menuju lobi. Detak jantungnya terdengar stabil dibalik kemeja putihnya yang mahal, berbeda dengan jantungku yang berdegup liar karena marah dan terkejut dengan gendongannya yang tiba-tiba ini.

"Peg
DAUN MUDA

:-)

| 2
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter
Comments (1)
goodnovel comment avatar
Zakiah Hijab
biasanya cowo model Adnan klo udah cinta jadi bucin
VIEW ALL COMMENTS

Latest chapter

  • DIINGINKAN TIGA PRIA POSESIF   Cium Pipinya

    Lampu neon temaram berwarna ungu dan biru menyambut kami begitu pintu lounge terbuka. Dentuman musik EDM menggetarkan dada, tawa riuh, dan kepulan asap rokok elektrik yang menyesakkan.Di sudut-sudut ruangan, para penari dengan pakaian minim bergerak mengikuti irama, sementara botol-botol minuman keras berjejer di atas meja-meja.Ini kali pertama aku memasuki bar. Dan sejujurnya aku membenci tempat ini dan tidak memiliki pilihan selain mengikuti keinginan Adnan kemari dengan alasan keakraban.Semua ini terasa memuakkan bagiku. Kehidupan malam yang penuh kepalsuan, di mana kesepakatan bisnis seringkali ditandatangani di atas tumpahan alkohol."Nan! Akhirnya sampai juga!" seru seorang pria berjas abu-abu yang sudah duduk di sofa VVIP.Ternyata di sana sudah ada beberapa teman Raditya, sesama eksekutif muda yang terlihat sudah setengah mabuk. Beberapa di antaranya mengenali Adnan dan langsung berdiri untuk melakukan bro-fist atau sekadar tos akrab."Kenalin, ini Dilara. Pimpinan proyek So

  • DIINGINKAN TIGA PRIA POSESIF   Alkohol Mulai Bicara

    Aku tidak langsung menjawab. Justru menarik nafas dalam-dalam dengan santainya. Sambil membiarkan aroma lili yang lembut namun mematikan ini memenuhi kabin mobil yang sempit.Aku menyandarkan punggung, lalu dengan gerakan lambat yang sengaja kuciptakan untuk menarik perhatian, aku menyilangkan kaki kiriku di atas kaki kanan. Rok emerald itu sedikit tersingkap, memamerkan garis kakiku yang kuning langsat dan mulus.Gerakan bola mata Adnan melirik sekilas ke arah kakiku sebelum ia membuang muka dengan cepat. Aku tersenyum sangat tipis. Ditambah aroma parfum ini jelas sedang bekerja, menarik kembali memori tentang Vivian sekaligus menciptakan dorongan ketertarikan pada perempuan lain yang ia benci.Kita lihat, sejauh mana Adnan bisa terus menerus menciptakan jarak denganku.Adnan menghela nafas. Aku tahu fokusnya sudah tidak lagi pada tablet di tangannya.Setibanya di lokasi, aku berjalan satu langkah di belakang Adnan, memberikan ruang baginya untuk terlihat seperti raja, namun senyum op

  • DIINGINKAN TIGA PRIA POSESIF   Kupaksa Berlutut

    Dari : Adnan[Besok jam sembilan. Michael Lim bukan orang yang suka nunggu. Jangan telat.]Aku menatap pesan yang terasa dingin, kaku, dan penuh perintah. Persis seperti Adnan yang tadi pagi menceramahiku karena kejadian di dalam pantry.Ia sedang menunjukkan kewibawaannya sebagai pemimpin dan menegaskan bahwa tidak membutuhkan perempuan manapun selain Vivian. Lalu aku tersenyum remeh."Atasan dan bawahan," gumamku.Aku melempar ponsel ke kasur.Besok bukan sekadar pertemuan bisnis untuk menyelamatkan Monexia. Tapi langkah pertamaku untuk menunjukkan pada Adnan, bahwa tanpa diriku, dia akan menjadi keledai yang dilibas Rifat untuk kedua kalinya.****Pukul enam pagi, aku sudah berdiri di depan cermin, memastikan penampilanku cukup memukau. Profesional namun tetap cantik dan menawan.Aku memilih blazer berwarna emerald dipadukan dengan rok selutut. Rambut kusanggul rapi, make up minimalis tapi tetap berkelas, dan lipstick berwarna pink rose yang makin mencerahkan penampilanku.Begitu me

  • DIINGINKAN TIGA PRIA POSESIF   Romantisasi Diantara Kita

    Adnan menghela nafas panjang lalu menatapku dengan sorot datar dan tak tersentuh. Seolah-olah kilatan gairah di matanya beberapa menit lalu hanyalah halusinasi akibat sisa dehidrasi."Dila, dengar. Kejadian di lift dan apa yang baru aja terjadi di pantry, aku mau itu jadi yang terakhir.”“Kamu harus tahu kalau ada batasan yang jelas antara aku dan kamu. Atasan dan bawahan. Titik."Aku diam memperhatikan dia menyelesaikan kalimat yang ada di dalam otaknya. Tidak lupa dengan tatapan setengah terluka."Aku nggak mau ada romantisasi di antara kita.”“Tolong, jangan libatin aku sama urusan pribadimu atau drama tetanggamu itu. Aku di sini sebagai rekan kerja demi proyek Solvio bisa sukses. Bukan untuk jadi tameng urusan asmaramu."Aku mengangguk perlahan, dengan senyum tipis, sarat luka, dan kepatuhan yang manis."Saya mengerti, Pak. Maaf kalau tindakan reflek saya tadi membuat Bapak merasa tidak nyaman. Mari kita abaikan saja apa yang sudah terjadi. Saya setuju, profesionalisme adalah yang

  • DIINGINKAN TIGA PRIA POSESIF   Dahi Kami Bersentuhan

    Dibalik pintu kayu yang tipis ini, aku bisa mendengar suara langkah kaki pria itu di atas lantai koridor.Kenan.Tangan kanan Rifat.Pionku yang kusiapkan untuk menghancurkan Rifat dari dalam.'Sial! Kenapa dia keluar waktu aku baru datang!' Batinku geram.Jika dia melihatku di sini, bersama Adnan Aydan, seluruh penyamaranku sebagai HRD di peruahaan start up akan sirna. Rencanaku bisa berantakan sebelum perang yang sesungguhnya dimulai.Di dalam ruangan pantry yang sempit, minim cahaya, dadaku dan Adnan bersentuhan. Begitu rapat tanpa celah satu centi pun.Aku masih menempelkan jari telunjukku di bibirnya. Yang membuat momen ini terasa begitu intim. Tapi, tidak lagi terdengar langkah kaki di luar.Apakah Kenan berhenti tepat di depan pintu pantry?Mati aku!Refleks aku semakin merapatkan tubuh ke dada Adnan, lalu menyembunyikan wajahku di ceruk lehernya. Ini adalah jurus terakhir, jika pintu pantry dibukan Kenan.Setidaknya ia tidak melihat wajahku karena posisiku membelakanginya dan

  • DIINGINKAN TIGA PRIA POSESIF   Menariknya Masuk

    Adnan.Menanggalkan aura kaku CEO yang biasa membalutnya. Pagi ini, ia hanya pria dengan hoodie gelap dan celana denim. Namun tetap memancarkan kharisma.Sorot matanya yang biasanya sedingin es kini tampak merasa bersalah.Aku sempat terdiam beberapa detik. Ia sudah siap lebih dulu untuk keluar dari rumah sakit daripada aku.“Pagi,” ucapnya singkat.“Pagi, Pak,” jawabku pelan.Adnan menutup pintu, lalu berjalan masuk. Tatapannya lurus padaku. “Ada yang mau aku bicarakan. Empat mata.”Aku mengangguk. Beberapa detik hening. Lalu ia mulai.“Keluargamu udah tahu kejadian kemarin?”Aku menunduk, agar terlihat rapuh, namun tetap bermartabat.“Belum, Pak … dan saya tidak berniat memberi tahu mereka.”“Kenapa?”Aku mendongak, menatapnya dengan sorot yang sengaja kubuat sedih dan malu.“Saya tidak ingin membuat mereka khawatir. Apalagi … ini bukan sesuatu yang perlu dibesar-besarkan.”Aku menelan ludah, lalu menunduk lagi.“Saya juga ingin minta maaf, Pak.”Aku menggigit bibir bawah.“Kejadian

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status