Beranda / Romansa / DOSEN KILLER: Skripsi Berbuah Cinta / BAB 217 PRAHARA SEBELUM JANJI SUCI

Share

BAB 217 PRAHARA SEBELUM JANJI SUCI

Penulis: Libra Syafarika
last update Terakhir Diperbarui: 2026-01-28 11:20:53

"Meski kamu menolak, aku akan tetap datang," ucap Steafen dingin. Ia terus menggoreskan tanda tangan di atas buku tanpa sekalipun menoleh padaku.

Raut wajahnya tampak kaku, namun dengan cepat ia mengubah topengnya menjadi hangat saat berhadapan dengan penggemar. Seolah-olah, ia sengaja mengunci rapat luka di hatinya agar tidak terlihat oleh publik.

"Steafen... kamu hanya akan menyakiti diri sendiri," bisikku lirih, menatapnya dengan rasa iba yang tak bisa kusembunyikan.

Steafen mendadak menoleh
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • DOSEN KILLER: Skripsi Berbuah Cinta   BAB 225 PELANGI DI KOTA LONDON

    Tentu saja benar," sahut Papa yakin. "Apa kamu lupa? Dulu Papa sering mengajakmu ke acara rekan bisnis, dan saat itu adalah pertama kalinya Papa mengenal ayah Erika. Ternyata, kalian sudah pernah bertemu jauh sebelum kalian saling membenci di kampus."Mas Jefri menatap foto itu lama, jemarinya mengusap permukaan kertas yang sudah menguning. "Saya ingat momen foto ini... tapi saya sama sekali tidak menyangka kalau bocah kecil ini adalah istri saya."Papa bangkit berdiri, menepuk pundak Mas Jefri dengan penuh haru. "Tuhan memang punya cara yang ajaib. Coba kamu buka halaman selanjutnya," ucap Papa sembari membalik lembar album.Mataku seketika membulat saat lembar album itu menampakkan sosok Papa dan Mama yang masih sangat muda. Mereka tampak sedang menggendongku sembari berbincang akrab dengan pengantin di sebuah pesta pernikahan."Iya, benar. Ini Papa dan Mama," ucapku bergetar sembari menunjuk foto itu."Waktu itu, Papa kamu baru saja merintis usahanya," ucap Papa mertuaku sembari me

  • DOSEN KILLER: Skripsi Berbuah Cinta   BAB 224 SURATAN TAKDIR MASA KECIL

    Mas Jefri menatap kedua buah hati kami dengan mata yang berkaca-kaca. Ia mendekatkan mereka padaku, lalu mencium keningku lama sekali. "Terima kasih, Erika... terima kasih telah melengkapi hidup saya."Aku tersenyum lemah namun penuh kebahagiaan. Badai itu benar-benar telah berlalu, dan kini pelangi hadir dalam bentuk dua nyawa kecil yang menjadi pusat dunia kami selamanya.Sejak kehadiran anak-anak, Mas Jefri berubah menjadi sosok ayah yang sangat protektif—bahkan cenderung posesif. Selama lima tahun, ia seolah menarik garis batas yang tegas bagi ruang lingkupku. Salah satunya, aku dilarang keras menginjakkan kaki di London, hanya karena Steafen menetap di sana.Namun, waktu akhirnya melunakkan segalanya. Lima tahun kemudian..."Keny... Bella... Papi pulang!" seru Mas Jefri sembari melangkah masuk ke ruang tengah.Kedua bocah yang sedang asyik bermain lego itu langsung meninggalkan mainan mereka. Mereka berlari kencang, berebut memeluk kaki Papi mereka yang masih mengenakan jas kant

  • DOSEN KILLER: Skripsi Berbuah Cinta   BAB 223 SUARA TANGIS BAYI

    Mas Jefri memutar tubuhku pelan agar kembali menghadapnya. Ia menatapku dengan senyum tipis yang menggoda. "Kamu masih cemburu, hm?""Tidak!" jawabku ketus sembari membuang muka ke arah jendela.Heran. Kenapa hal sejelas itu masih harus ditanyakan? Harusnya dia peka bahwa berdekatan dengan mantan kekasih itu hanya mengundang fitnah. Bukannya dihindari, dia malah terkesan ingin mendekat dengan alasan kerja sama bisnis."Ya sudah. Kalau begitu, kamu ikut saja bertemu Pak Nathan," ucapnya tiba-tiba.Aku spontan menoleh dengan mata berbinar. "Bolehkah?"Mas Jefri mengangguk sembari memindahkan tuas persneling ke posisi Drive. "Tentu saja. Saya tidak mau kamu terus gelisah karena hal ini. "Aku segera membenahi posisi duduk, senyum kemenangan terukir jelas di bibirku. Dalam hati aku bergumam, 'Aku tidak akan membiarkan wanita itu mencuri celah untuk menggoda suamiku.'Sesampainya di restoran, Pak Nathan sudah menunggu bersama rekannya, Pak Ben. Mereka langsung menyambut kami dengan hangat.

  • DOSEN KILLER: Skripsi Berbuah Cinta   BAB 222 LULUS DENGAN NILAI A

    Aku tersenyum lebar, jemariku mengelus perut yang masih rata seolah sedang berbisik pada janin di dalamnya. "Lihatlah, Sayang... Papi kalian ini adalah dosen galak. Nanti kalau kalian sudah lahir, harus bantu Mami melawan dia, ya?"Mas Jefri tertawa geli sesaat. Ia mencondongkan kepalanya ke purutku, ikut berbicara pada dua nyawa kecil di dalam sana. "Sayang... jangan dengarkan Mamimu. Nanti kalau kalian sudah keluar, harus nurut sama Papi. Jangan jadi pembangkang seperti Mami, ya?""Iihh... sembarangan!" desisku sembari menepuk bahunya yang lebar. "Saya membangkang hanya sama Pak Dosen killer seperti Bapak!""Seperti Bapak?" godanya dengan alis melengkung naik, menantangku.Aku mengangkat dagu, tak mau kalah. "Iya. Pak dosen killer!"Mas Jefri tertawa singkat, sebelum tiba-tiba menarik tengkukku. Ia melahap bibirku dengan ciuman penuh gairah yang membuat duniaku terasa berputar."Saya mencintai kamu, Erika," bisiknya setelah melepas tautan kami. Tatapannya yang dalam terkunci sambil

  • DOSEN KILLER: Skripsi Berbuah Cinta   BAB 221 CALON KELUARGA BARU

    Mas Jefri segera menyusulku ke wastafel. Ia memijat tengkukku dengan lembut sembari menatapku cemas melalui cermin. "Sayang... sejak kapan kamu merasa mual begini?"Aku membasuh mulut dan merapikan diri sebelum menjawab. "Sejak kemarin, Mas. Rasanya perut tidak enak sekali," ucapku sembari meringis pelan.Mas Jefri tidak menjawab, ia langsung membopongku menuju sofa dan mendudukkanku dengan hati-hati. Ia berlutut di depanku, menatapku dengan binar mata yang mendadak penuh harap. "Bulan ini... kamu sudah datang bulan?"Pertanyaan itu membuatku tersentak. Datang bulan? Bagaimana aku bisa melupakan jadwal rutinku sendiri? Sejak resepsi pernikahan, waktuku habis tersita untuk revisi skripsi dan mengurus transisi di perusahaan. Aku benar-benar kehilangan hitungan waktu."Sepertinya... belum," jawabku ragu.Mas Jefri membenahi duduknya, binar di matanya semakin terang. "Mungkinkah... kamu hamil?"Jantungku berdegup kencang mendengar dugaan itu. Tanpa menunggu lama, aku langsung berdiri. "Ak

  • DOSEN KILLER: Skripsi Berbuah Cinta   BAB 220 AKHIR DAN AWAL YANG BARU

    Tangan Mas Jefri mengepal erat di sisi tubuhnya, urat-urat di lehernya menegang. "Jangan pernah berpikir kamu bisa memprovokasiku, Steafen!" desisnya dengan rahang mengeras.Ia menabrakkan dadanya yang bidang ke tubuh Steafen, sebuah gerakan intimidasi yang membuat pria itu terdorong mundur satu langkah. "Kamu mengejar Erika hanya sebagai alat balas dendam Raka. Bagiku, kamu tidak lebih dari sampah yang mencoba mengotori pernikahan kami!"Steafen tersenyum miring, sama sekali tidak gentar. "Aku memang sempat diperalat oleh Raka," ucapnya tenang sembari mengebas bagian dada jasnya, seolah-olah sedang membersihkan debu sisa sentuhan Mas Jefri.Ia kembali melangkah maju, berdiri tegak menantang Mas Jefri. "Tapi perasaanku pada Erika bukan hal yang bisa kamu sebut main-main."Keduanya saling mengunci tatapan dengan mata yang menyala-nyala, menciptakan aura panas yang mencekam di tengah panggung pelaminan. Suasana pesta yang semula riuh mendadak sunyi, para tamu mulai berbisik melihat ket

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status