共有

bab 296

作者: Azzura Rei
last update 公開日: 2026-06-21 23:32:44

William menurunkan Arlan kembali ke atas rumput, membiarkan bocah itu kembali bermain dengan mainannya. Ia kemudian melangkah mendekati Sasha, meraih kedua pundak istrinya, dan menatap langsung ke dalam mata cokelat yang selalu menjadi rumah baginya.

"Semuanya selesai, Sha. Benar-benar selesai dengan cara yang kita inginkan," bisik William, sebuah senyuman tulus merekah di bibirnya. "Dia menerima semua syaratku tentang posisi konsultan itu. Dan... aku sudah memberi tahunya tentang rencana dream
この本を無料で読み続ける
コードをスキャンしてアプリをダウンロード
ロックされたチャプター

最新チャプター

  • Dalam Dekap Hangat Pak Profesor   bab 296

    William menurunkan Arlan kembali ke atas rumput, membiarkan bocah itu kembali bermain dengan mainannya. Ia kemudian melangkah mendekati Sasha, meraih kedua pundak istrinya, dan menatap langsung ke dalam mata cokelat yang selalu menjadi rumah baginya."Semuanya selesai, Sha. Benar-benar selesai dengan cara yang kita inginkan," bisik William, sebuah senyuman tulus merekah di bibirnya. "Dia menerima semua syaratku tentang posisi konsultan itu. Dan... aku sudah memberi tahunya tentang rencana dream wedding kita."Sasha menahan napas sejenak, kedua tangannya naik menyentuh dada William. "Lalu? Apa katanya? Apa dia marah karena kita tidak memakai konsep mewah yang dia sukai?""Dia sempat menawarkan ballroom hotel bintang lima dan relasi bisnisnya," William menjawabnya pelan, mengingat kembali ekspresi kaget ayahnya tadi. "Tapi aku menolaknya secara langsung. Aku katakan padanya bahwa kita hanya ingin pelataran hijau yang asri, anyaman bambu, kebaya sederhana, dan Arlan sebagai pembawa cinci

  • Dalam Dekap Hangat Pak Profesor   bab 295

    "Di pesta itu nanti, Papa diundang sebagai seorang kakek dan seorang ayah, bukan sebagai pimpinan Aditama Group. Jika Papa bisa menghormati konsep kesederhanaan dan batasan yang kami buat, pintu kami akan selalu terbuka. Tapi jika Papa membawa satu saja bidak catur politikmu ke dalam taman kami... aku tidak akan ragu untuk membatalkan semua kerja sama profesional kita, termasuk posisi konsultan di Distrik Barat itu."Aditama menatap putranya lama sekali, mencoba mencari sisa-sisa anak remaja yang dulu bisa ia kendalikan dengan satu bentakan. Namun, yang ia temukan di hadapannya hari ini adalah seorang pria utuh, seorang suami yang protektif, dan seorang ayah yang bijaksana.Perlahan, sebuah senyuman tipis yang sangat jarang terlihat muncul di bibir Aditama. Ia mengangguk pelan, sebuah gestur menyerah yang teramat langka dari sang patriark. "Kedai Teh Akasia, Kota Lama... dan pernikahan di pelataran hijau. Kamu benar-benar tahu cara mendefinisikan ulang arti sebuah kemenangan, William.

  • Dalam Dekap Hangat Pak Profesor   bab 294

    Hari Kamis yang ditentukan akhirnya tiba. Suasana di dalam Kedai Teh Akasia yang terletak di sudut Kota Lama terasa kontras dengan riuhnya jalanan di luar. Aroma daun teh melati yang diseduh dengan air mendidih menguar di udara, berbaur dengan aroma kayu jati kuno dari furnitur kedai. William duduk dengan tenang di dekat jendela besar yang menghadap ke jalan berbatu. Ia mengenakan kemeja linen berkerah tegak yang rapi namun kasual, memancarkan aura seorang akademisi yang matang dan mandiri.Tepat jam sepuluh pagi, pintu kedai berdenting. Seorang pria paruh baya dengan rambut yang memutih sempurna namun memiliki potongan tubuh yang tegap melangkah masuk. Aditama. Tanpa setelan jas formal yang biasa menjadi zirah kekuasaannya, ia hanya mengenakan kemeja batik tulis sutra bermotif gelap yang elegan. Sesuai syarat yang diajukan William, tidak ada ajudan atau pengawal yang mengikutinya masuk. Pria tua itu melayangkan pandangannya ke penjuru kedai sebelum akhirnya mengunci tatapan pada Wil

  • Dalam Dekap Hangat Pak Profesor   bab 293

    Kedua orang tua itu menoleh serentak. Di ambang pintu, Arlan berdiri sambil mengucek matanya yang masih mengantuk. Bocah berusia lima tahun itu memeluk sebuah mainan robot kecil di tangan kirinya, melangkah dengan gontai menuju tempat tidur orang tuanya. Rupanya, suara tawa dan bisikan hangat kedua orang tuanya telah membangunkan tidurnya yang lelap."Hei, jagoan," William langsung menegakkan tubuhnya, mengulurkan tangan ke arah sang anak. "Kenapa bangun? Mimpi buruk?"Arlan menggeleng, ia naik ke atas ranjang dengan bantuan tangan kekar William, lalu menyusup ke tengah-tengah di antara ayah dan ibunya. Kehadiran bocah kecil itu seketika melengkapi lingkaran kebahagiaan malam itu. Sasha menarik selimut untuk menutupi tubuh mungil Arlan, lalu mengecup pipinya yang gembil."Papa sama Mama lagi cerita apa? Arlan mau ikutan," bisik Arlan, suaranya cadel dan manja, namun matanya yang bulat kini mulai terbuka lebar, penuh rasa ingin tahu yang besar.Sasha memandang William, bertukar senyum

  • Dalam Dekap Hangat Pak Profesor   bab 292

    Setelah malam yang penuh kehangatan meluruhkan sisa-sisa jarak emosional di antara mereka, William dan Sasha tidak lantas membiarkan kantuk mengambil alih. Mereka berbaring berdampingan di bawah selimut yang sama, saling berpelukan di tengah keheningan kamar yang tenang. Kamar itu hanya diterangi oleh lampu tidur kekuningan yang temaram, menciptakan atmosfer yang begitu intim dan sakral.Hubungan mereka dahulu terjadi di tengah badai. Ketika William memutuskan untuk keluar dari lingkaran pengaruh trauma, Sasha pergi hanya dengan membawa idealisme dan kebencian. Tidak ada pesta megah, tidak ada gaun mewah, dan tidak ada restu dari keluarga besar yang berkuasa. Bahkan sebelum akhirnya William mengajak menikah setelah lima tahun lamanya, pun sikap William yang masih dinhin. Mereka hanya mengikat janji di hadapan penghulu dalam sebuah prosesi sederhana yang sunyi, sebelum akhirnya badai konflik kembali memaksa William membatasi diri demi melindungi Sasha dan Arlan yang saat ini. Lima t

  • Dalam Dekap Hangat Pak Profesor   bab 291

    Aku ingin tahu kenapa kamu bisa semudah ini berubah,” bisik Sasha. “Aku ingin tahu kenapa kamu bisa semudah ini berubah,” bisik Sasha. Suaranya begitu rendah, nyaris berupa helaian napas yang menyapu permukaan kulit leher William, mengirimkan sensasi menggelitik yang seketika mengacaukan fokus pria itu.William tidak bergerak, namun seluruh indranya mendadak menegang. Di bawah temaram cahaya bulan yang menembus kaca balkon, Sasha menggeser posisinya. Ia tidak lagi sekadar bersandar pada punggung William. Dengan gerakan yang sengaja diperlambat, wanita itu memutari tubuh suaminya hingga kini mereka berdiri berhadapan, mengunci William di antara pagar pembatas balkon dan kehangatan tubuhnya sendiri.Kedua tangan Sasha yang lentik naik perlahan, merayap dari dada bidang William, melewati kerah kemejanya yang setengah terbuka, hingga akhirnya bertengger di belakang leher pria itu. Jemarinya bermain-main dengan anak rambut di tengkuk William, sebuah sentuhan ritmis yang familier namun mal

  • Dalam Dekap Hangat Pak Profesor   bab 118

    Bu Lastri menatap Sasha lamat-lamat. Ada ketegasan di mata wanita muda itu yang mengingatkannya pada Nenek Wati keras kepala namun penuh kasih. Perlahan, keraguan di wajah Bu Lastri memudar, berganti dengan anggukan mantap."Baiklah, Nduk. Ibu ikut. Harta Ibu cuma kebun kecil ini, tapi ketenangan j

  • Dalam Dekap Hangat Pak Profesor   115

    “Namanya juga manusia, Bu. Lupa ya wajar.”“Duh, sehat-sehat ya. Tapi kok..." Mak Ipah mengecilkan suaranya, matanya melirik ke arah jalan raya yang sepi. “Ayah anak ini ke mana? Apa yang kemarin nganter Neng Sasha.”“Bukan, ayahnya udh meninggal, Bu.”“Innalilahi, kasihan amat jadi yatim sejak di

  • Dalam Dekap Hangat Pak Profesor   bab 114

    "Sudah… hampir dua minggu, Nak.”Dunia Sasha seperti berhenti berputar. Dua minggu bukan keterlambatan biasa. Ia jadi berpikir yang tidak tidak tentang ayahnya. “Itu nggak mungkin…” bisik Sasha, napasnya mulai tidak teratur. “Ayah nggak mungkin lupa selama itu…”Pikirannya langsung melompat ke kem

  • Dalam Dekap Hangat Pak Profesor   bab 111

    "Bagaimana bisa kau sebodoh ini, huh?!" bentak William, suaranya menggelegar. "Aku menyuruhmu melacak, bukan membiarkannya menghilang! Mobil itu? Sebuah kecelakaan di jurang? Omong kosong apa lagi ini?!""Maaf, Tuan William! Kami sudah mencoba yang terbaik. Laporan dari kepolisian setempat mengkonf

続きを読む
無料で面白い小説を探して読んでみましょう
GoodNovel アプリで人気小説に無料で!お好きな本をダウンロードして、いつでもどこでも読みましょう!
アプリで無料で本を読む
コードをスキャンしてアプリで読む
DMCA.com Protection Status