공유

Rencana Andika

작가: Jannah Zein
last update 게시일: 2026-08-20 18:04:01

​BAB 98: Rencana Andika

​Keheningan kamar tamu yang temaram perlahan meluruh bersamaan dengan bergantinya malam menuju fajar. Di atas lantai peraduan, Andika menyapu sisa air matanya. Isak tangis yang sempat membendung semalam kini telah berganti menjadi ketenangan dingin yang amat tajam. Rasa sakit karena ditinggalkan Bilqis tidak membuatnya panik atau bertindak gegabah, sebaliknya, itu menjadi bahan bakar untuk menyusun strategi balasan yang teratur dan tak terhentikan.

​Andika bangkit berdi
이 작품을 무료로 읽으실 수 있습니다
QR 코드를 스캔하여 앱을 다운로드하세요
잠긴 챕터

최신 챕터

  • Dalam Pelukan Dokter Andika, Sah!   Kebenaran Yang Meruntuhkan Keangkuhan

    BAB 106: Kebenaran yang Meruntuhkan Keangkuhan​Napas Albert memburu, dadanya naik turun menahan amarah yang membakar hingga ke ubun-ubun. Bekas tamparan di pipi kiri Andika menyisakan kemerahan, namun sedikit pun tak ada pendar ketakutan di wajah tampan itu. Andika berdiri tetap tegap, menegakkan dagunya dengan tatapan mata yang begitu dingin dan menembus langsung ke relung jiwa Albert.​"Bagaimana mungkin kamu berani menikahi Bilqis tanpa restu dari saya sebagai ayah kandungnya?!" bentak Albert dengan nada suara yang bergetar hebat. "Pernikahan itu tidak sah! Kamu menculik dan memanfaatkan putri saya!"​Andika mengusap sudut bibirnya yang terasa sedikit perih dengan punggung tangan. Sebuah senyuman tipis, sangat tipis, namun penuh dengan nada sindiran, terukir di paras tampannya.​"Restu Anda, Om Albert?" tanya Andika tenang, suaranya mengalun rendah namun bergema di setiap sudut ruang tengah yang mendadak terasa mencekam. "Sejak kapan seorang pria butuh restu dari Anda untuk menik

  • Dalam Pelukan Dokter Andika, Sah!   Kebenaran Yang Menampar

    BAB 105: Kebenaran yang Menampar​Kata-kata Albert mengalun begitu lembut, membalas tatapan bergetar Bilqis dengan raut wajah seorang ayah yang tampak dipenuhi penyesalan mendalam. Bagi Bilqis, yang sepanjang hidupnya merindukan pengakuan dan rasa kasih sayang tulus dari sang papa, kalimat-kalimat itu bagaikan penawar dahaga yang sangat dirindukannya. Dada Bilqis bergemuruh hebat, bercampur antara rasa haru yang membuncah dan keraguan yang masih menyisa di sudut hatinya.​"Papa tidak akan melarang kamu bahagia, Bilqis," lanjut Albert seraya mengusap lembut kepala putri sulungnya. Suaranya terdengar begitu meyakinkan, tanpa ada sedikit pun pendar kejam yang biasa ditunjukkannya di kantor. "Kalau Andika memang ingin mendedikasikan jalannya di sini, mengabdi untuk masyarakat daerah, Papa sangat menghormatinya. Papa mengagumi idealismenya. Tapi kamu, Nak... Kamu punya rumah disana. Evan butuh kamu, Papa juga butuh kamu untuk bantu mengurus bisnis papa yang lain. Kamu bahkan bisa lanjut p

  • Dalam Pelukan Dokter Andika, Sah!   Pelukan Evan

    BAB 104: Pelukan Evan​Deru mesin jet pribadi semakin pelan saat roda pesawat menyentuh landasan pacu bandara ibukota provinsi di daerah terpencil ini. Sinar matahari pagi yang hangat menyambut kedatangan Albert dan Evan. Begitu keluar dari pintu pesawat, udara daerah yang sejuk dan bersih langsung terasa, sangat berbeda dari polusi Jakarta yang biasa menyapa paru-paru mereka.​Di area parkir privat bandara, Hendra bersama beberapa pria berjas hitam sudah bersiap dengan barisan mobil sedan mewah. Namun, saat Hendra melangkah mendekat untuk membukakan pintu mobil, Albert mengangkat tangannya, memberi isyarat berhenti.​"Tukarkan mobil ini," perintah Albert dingin.​Hendra mengerutkan keningnya ragu. "Maksud Tuan Albert?"​"Minta tim lokal menyiapkan satu mobil keluarga yang sederhana. Tanpa pengawalan, tanpa iring-iringan," tegas Albert. "Dan tidak ada satu pun dari kalian yang ikut. Saya sendiri yang akan menyetir."​"Tapi, Tuan... demi keamanan Anda dan Mas Evan...."​"Lakukan saja,

  • Dalam Pelukan Dokter Andika, Sah!   Rindu Seorang Adik

    BAB 103: Rindu Seorang Adik​Kertas-kertas laporan keuangan kuartalan berserakan di atas meja kerja mahoni yang megah. Albert menatap nanar angka-angka merah yang tercetak di lembar paling atas dengan raut wajah bergetar menahan amarah. Dia benar-benar gusar setengah mati.​Baru satu bulan berlalu sejak pengunduran diri dr. Andika Rahardian Hardi Kusuma, Sp.OG secara permanen, dampak finansial yang dialami RSIA Kiera Medika Utama sudah begitu dahsyat. Laporan bulanan yang diserahkan oleh tim audit menunjukkan penurunan omzet secara drastis hingga mencapai angka lebih dari empat puluh persen.​Kehilangan dokter spesialis bintang dengan reputasi cemerlang, basis pasien yang loyal, serta jaringan klinis yang kuat, terbukti melumpuhkan daya tarik rumah sakit swasta tersebut. Pasien-pasien eksklusif yang selama ini menjadi penyumbang pendapatan terbesar lebih memilih memindahkan jadwal kontrol dan penanganan medis mereka ke rumah sakit lain. Belum lagi beberapa dokter spesialis junior yan

  • Dalam Pelukan Dokter Andika, Sah!   Lembaran Baru di Kota Kecil

    BAB 102: Lembaran Baru di Kota Kecil​Suasana pagi di kota provinsi itu terasa sangat berbeda dari hiruk-pikuk Jakarta, Banjarmasin, maupun ketenangan dingin Sydney. Udara sejuk beraroma tanah basah menyapa saat Bilqis membuka jendela kayu berukir di ruang tengah rumah dinas mereka. Dedaunan hijau di pekarangan rumah berdesir pelan tertiup angin pagi, membiaskan sinar matahari hangat yang menerobos masuk, menerangi lantai semen poles yang bersih dan rapi.​Sudah tiga hari berlalu sejak kepindahan mereka. Rumah dinas berarsitektur tropis itu kini terasa makin hidup. Di dapur sederhana, suara denting spatula dan aroma harum tumisan rempah mulai memenuhi ruangan.​Bilqis tersenyum kecil seraya membalikkan adonan dadar gulung isi sayuran di atas wajan. Dia mengenakan gaun santai rumahan berwarna abu-abu muda dengan rambut terikat rapi ke belakang. Tidak ada lagi rasa cemas yang menghimpit dada, tidak ada lagi ketakutan akan langkah kaki orang asing yang diperintah Albert untuk mengawasin

  • Dalam Pelukan Dokter Andika, Sah!   Pamit

    BAB 101: Pamit​Sinar matahari pagi di kawasan ini membiaskan cahaya hangat di atas meja makan apartemen Queen, meski aura musim dingin tetap terasa. Di sana, empat cangkir teh hangat dan hidangan sarapan sederhana menjadi saksi momen perpisahan yang tenang. Tidak ada ketegangan atau keraguan lagi di mata Bilqis maupun Andika, yang tersisa hanyalah tekad bulat untuk memulai kehidupan mereka dengan lebih tenang tanpa hingar-bingar kekuasaan dan trik bisnis.Terkadang Bilqis iri pada Queen yang sepertinya lebih beruntung darinya.Queen bisa menikah dengan Liam, pria yang ia cintai tanpa hambatan restu. Queen punya otonomi terhadap dirinya sendiri apalagi ibu kandungnya juga tidak begitu peduli pada kehidupannya. Sementara Albert?Tidak mungkin Albert tidak tahu soal pernikahan Queen dengan Liam. Jika hubungan mereka selama ini berlangsung mulus, berarti memang ada pembiaran dari pihak Albert. Lagi pula pria itu merasa sudah menunaikan perannya sebagai orang tua, dengan memberikan Quee

더보기
좋은 소설을 무료로 찾아 읽어보세요
GoodNovel 앱에서 수많은 인기 소설을 무료로 즐기세요! 마음에 드는 작품을 다운로드하고, 언제 어디서나 편하게 읽을 수 있습니다
앱에서 작품을 무료로 읽어보세요
앱에서 읽으려면 QR 코드를 스캔하세요.
DMCA.com Protection Status