Share

S2. 140

Penulis: silent-arl
last update Tanggal publikasi: 2026-06-29 09:03:23

Malam pun tiba membawa hawa dingin khas hutan pinus yang mulai menusuk kulit. Setelah menyantap makan malam hangat buatan Kaliel yang habis tanpa sisa, mereka berdua kini duduk bersama di teras pondokan kayu. Kaliel duduk di sebuah kursi kayu panjang dengan Tatiana yang bersandar nyaman di dadanya, terbungkus selimut wol tebal yang sama. Di depan mereka, kegelapan hutan tampak pekat dan sunyi, hanya diterangi oleh pendar lampu teras yang temaram.

Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • Dalam Rengkuhan Sang Antagonis   S2. 140

    Malam pun tiba membawa hawa dingin khas hutan pinus yang mulai menusuk kulit. Setelah menyantap makan malam hangat buatan Kaliel yang habis tanpa sisa, mereka berdua kini duduk bersama di teras pondokan kayu. Kaliel duduk di sebuah kursi kayu panjang dengan Tatiana yang bersandar nyaman di dadanya, terbungkus selimut wol tebal yang sama. Di depan mereka, kegelapan hutan tampak pekat dan sunyi, hanya diterangi oleh pendar lampu teras yang temaram.Tatiana menatap lurus ke dalam barisan pepohonan yang gelap gulita. Pikiran random khas ibu hamil mendadak melintas di kepalanya."Bagaimana kalau ada beruang yang datang?" tanya Tatiana tiba-tiba, memecah keheningan malam.Kaliel yang sedang mengusap lengan Tatiana dengan ritme teratur langsung menghentikan gerakannya sesaat. Ia terkekeh, suara beratnya bergetar di punggun

  • Dalam Rengkuhan Sang Antagonis   S2. 139

    Bulan madu sama sekali tidak masuk ke dalam daftar rencana Tatiana dan Kaliel. Setidaknya, itulah yang Tatiana ketahui sejak awal. Dengan situasi kehamilan yang mendadak dan segala urusan birokrasi yang harus Kaliel selesaikan pasca-pernikahan tercepat mereka, Tatiana sudah cukup bersyukur bisa menikmati sarapan tenang tanpa gangguan seperti kemarin.Namun, Kaliel tetaplah Kaliel, pria penuh kejutan yang tidak pernah bisa ditebak jalannya.Alih-alih membawa Tatiana kembali ke rutinitas Sektor Onyx yang kaku, pagi itu Kaliel langsung mendudukkan Tatiana di kursi penumpang mobil SUV hitam miliknya. Tanpa penjelasan apa pun, Kaliel melajukan kendaraan membelah jalanan sepi, membawa mereka pergi jauh meninggalkan area hotel.Perjalanan itu memakan waktu berjam-jam. Tatiana hanya bisa menatap keluar jendela saat pemandan

  • Dalam Rengkuhan Sang Antagonis   S2. 138

    Sensasi pertama yang menyadarkan Tatiana dari tidurnya bukanlah alarm atau silau fajar, melainkan embusan napas hangat yang teratur di tengkuknya. Saat mencoba merenggangkan otot-ototnya, ia langsung terkunci oleh beban berat dari lengan kekar yang melingkar erat di pinggangnya. Di balik selimut tebal yang membungkus mereka, kulit telanjangnya menempel tanpa sekat pada dada bidang Kaliel yang terasa panas.Kaliel rupanya sudah terbangun lebih dulu. Merasakan geliat kecil dari wanita dalam dekapannya, ia mempererat pelukannya lalu mengecup pundak polos Tatiana yang terekspos. "Hari pertama menjadi istriku, apa kesanmu?" Tanya Kaliel.Tatiana meringis, mencoba membalikkan badannya untuk menghadap Kaliel. Namun, gerakan berputar itu langsung memicu rasa pegal yang luar biasa di pinggang dan bagian bawah tubuhnya.

  • Dalam Rengkuhan Sang Antagonis   S2. 137

    Cincin emas putih berdesain elegan yang kini melingkar di jari masing-masing menjadi tanda yang mengikat mereka. Kilau logam mulia itu seolah mempertegas status baru mereka di hadapan dunia kecil yang menghadiri pernikahan ini. Tatiana kini sepenuhnya menjadi milik Kaliel, begitu juga sebaliknya.Ada rasa hangat sekaligus aneh yang menjalar di dada Tatiana saat merasakan dinginnya cincin itu menyentuh kulit jarinya.Kaliel tidak melepaskan tangan Tatiana bahkan setelah prosesi pertukaran cincin selesai. Pria itu menatap jemari mereka yang saling bertautan, lalu membawa punggung tangan Tatiana ke depan bibirnya, mendaratkan sebuah kecupan yang lama dan penuh penekanan di sana."Kau tidak bisa lari ke mana pun lagi sekarang, Istriku," bisik Kaliel nyaris tak terdengar oleh orang lain, namun berhasil

  • Dalam Rengkuhan Sang Antagonis   S2. 136

    Kaliel mematung. Kata yang baru saja diucapkan Tatiana seolah menolak untuk dicerna oleh otaknya yang biasa berpikir cepat. Untuk pertama kalinya, Kaliel terlihat linglung di tempat umum."Hamil? Kau? Kita?" tanya Kaliel beruntun, suaranya terdengar putus-putus dengan tatapan mata yang bergerak gelisah, mencoba mencari kepastian di wajah Tatiana.Melihat respons lambat pria di depannya, sumbu pendek emosi Tatiana yang dipicu hormon kehamilan kembali menyala. Rasa haru dan rapuh yang tadi menggelayutinya menguap begitu saja, digantikan oleh rasa jengkel yang luar biasa.Tatiana langsung mendengus tajam, melepaskan cengkeramannya pada kemeja pria itu. "Aku tidak bisa hamil sendiri, dasar pria aneh!" ketusnya dengan mata melotot, membuat beberapa pengunjung mall yang lewat sempat menoleh sekilas. 

  • Dalam Rengkuhan Sang Antagonis   135.

    Tatiana hanya bisa menggigit bibir bawahnya, menahan lenguhan yang hampir lolos saat kecupan-kecupan kecil Kaliel berpindah ke bahunya. Sentuhan pria itu selalu berhasil membuatnya lemas."Sudah, Kaliel... lepaskan dulu. Aku mau mandi," bisik Tatiana sambil menepuk pelan lengan yang masih mengunci pinggangnya.Kaliel mendengus pelan, namun akhirnya melonggarkan kunkungannya dengan enggan. "Mandilah. Aku akan menyuruh pelayan menyiapkan makan siang yang enak untukmu. Jangan coba-coba kabur dari meja makan seperti kemarin."Begitu pintu kamar mandi tertutup dan suara gemercik air shower terdengar, Tatiana menyandarkan punggungnya pada pintu. Ia memejamkan mata erat-erat. Hasrat seksualnya yang melonjak drastis bela

  • Dalam Rengkuhan Sang Antagonis   30.

    Ketegangan di teras itu terpecah ketika seorang pria tua muncul dari balik pintu sambil membawa baki berisi teko teh dan beberapa gelas. Ia memandang Kaliel dan Edward bergantian, lalu tersenyum lebar seolah tidak merasakan hawa dingin yang memancar dari kedua pria

  • Dalam Rengkuhan Sang Antagonis   29.

    Edward duduk di dalam mobil hitamnya yang terparkir di ujung jalan. Di tangannya bukan lagi laporan keuangan atau semua perintah yang Bram minta, melainkan sebuah tablet yang menampilkan data pelacakan GPS dari armada taksi kota.

  • Dalam Rengkuhan Sang Antagonis   28.

    Dua hari kemudian…Elise membuka matanya perlahan. Hal pertama yang ia rasakan adalah rasa nyeri yang menusuk di area perutnya. Cahaya lampu di atasnya terasa begitu menyilaukan, membuatnya harus mengerjap bebera

  • Dalam Rengkuhan Sang Antagonis   27.

    Deburan ombak menyambut Tatiana saat ia turun dari taksi di pinggir jalan aspal yang berbatasan langsung dengan hamparan pasir putih. Bau garam dan angin laut yang kencang langsung menerpa wajahnya, mengacak-acak rambutnya yang sudah kusut sejak dari kasino.

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status