ログインSetelah empat jam berlalu, meeting pembahasan film akhirnya berakhir diselesaikan dengan baik sebagaimana yang diharapkan semua orang..Lilian menghela napasnya dengan penuh kelegaan, dia bersyukur karena sepanjang meeting berlangsung semuanya berjalan dengan normal. Celestine sama sekali tidak menyindir ataupun menekannya untuk mempermalukan karena urusan pribadi..Lilian beranjak dari tempat duduknya, meninggalkan botol mineral yang telah dia habiskan sampai kosong..“Lilian,” panggil Felix menahan langkah Lilian.“Ya?” “Setelah break lima belas menit, kau ikutlah beberapa senior ke lapangan. Kau bisa kan naik van dan berangkat bersama mereka?” Bibir Lilian terkatup rapat, matanya bergerak ragu segan untuk menolak namun malu mengaku bahwa tidak pernah duduk berdesakan di kendaraan, apalagi masuk ke dalam van biasa.Dibelakang punggung, jari-jari Lilian bertautan, bibirnya terbuka hendak mengiyakan meski ragu, namun belum sempat-kata itu tersampaikan, Shopie sudah lebih dulu bersua
Pantulan bayangan di dinding kaca memperlihatkan Lilian yang kini tengah berdiri, gadis itu mengenakan stelan casual putih dengan heels tinggi.Beberapa hari setelah bekerja dengan berbagai pertimbangan dari banyaknya kejadian yang telah terjadi, Lilian akhirnya memutuskan mengundurkan diri demi kedamaiannya sendiri, memberi ruangnya kepada orang yang lebih membutuhkan.Lilian akan pergi mencari pekerjaan lain setelah nanti suasana hatinya membaik.Proses pengunduran diri Lilian tinggal dua hari lagi, kemungkinan bertepatan dengan pesta keluarga Mante.. Mante..Lilian dengar jika hari dia pulang..Ada banyak hal yang tidak Lilian ceritakan kepadanya, mengenai kedatangan ayah Celestine yang memberinya ancaman, hingga pengunduran dirinya dari perusahaan Dies.Lilian melakukannya bukan untuk merahasiakannya, tetapi Lilian yakin.. Mante pasti sudah mengetahuinya.Satu-satunya yang Lilian yakini bahwa Mante tidak tahu adalah.. keinginan kecilnya untuk pulang, kembali ke kota Andreas, ting
Kesombongan tidak terduga yang tercetus dari mulut Lilian berhasil membuat Zicola terbelalak sampai tidak berkedip, dalam seperkian detik pria paruh baya itu hanya membatu memandangi Lilian dengan tatapan tidak percaya. Darimana kepercayaan diri perempuan di hadapannya itu berasal? Bagaimana bisa dia membeli kesombongan Zicola hanya dengan sebaris kalimat? Zicola langsung merebut kertas cek yang disodorkannya dan merobeknya langsung di hadapan Lilian untuk menutupi rasa malunya karena tidak mampu memberikan apa yang dia tawarkan. Dua puluh juta dollar? Orang gila mana yang bisa menggelontorkan uang sebanyak itu hanya untuk mendorong seorang perempuan menjauh dari kehidupan Mante Hemilton.. Jumlah tersebut bukan sekadar mahal. Jika Zicola benar-benar membayarnya, lebih dari separuh kekayaannya bisa lenyap hanya untuk membeli keputusan Lilian. Bagi Zicola, angka yang tertera di atas cek itu sudah cukup untuk menguatkan prasangkanya. Barangkali Celestine memang benar sejak awal. Li
Saat pintu terlewati, dinginnya ruangan buat Lilian berhenti sejenak, pandangannya lurus ke depan menatap sosok asing yang kini tengah duduk menantikan kedatangannya sejak beberapa menit lalu.Saat pandangan mereka saling bertubrukan, Lilian rasakan matanya yang dingin menusuk sampai keulu hati.Lilian terkesiap, menerima kebencian yang begitu jelas dari pandangannya yang mudah diartikan.Siapa dia? Lilian sama sekali tidak mengenalinya.Ragu-ragu Lilian akhirnya menghampiri dan menarik kursi, lalu duduk tanpa menunggu untuk dipersilahkan.Ditengah situasi yang sunyi dingin, Zicola menyandarkan bahunya ke kursi, memandangi perempuan yang disebut-sebut bahwa dia adalah kekasih Mante Hemilton, perempuan yang telah membuat putri kesayangannya jatuh sakit.Zicola memperhatikannya dengan penuh penilaian..Tidak ada kesan menarik yang Zicola temukan saat melihatnya, perempuan bernama Lilian itu tampak seperti perempuan pada umumnya, hanya saja dia cantik dan masih muda dibandingkan dengan C
Lilian membeku bingung, dia semakin tidak mengerti dengan keramahan Shopie terhadapnya. Keramahan itu buatnya bertanya-tanya, apa yang sebenarnya kini Shopie rencanakan? Lilian sama sekali tidak percaya bahwa seseorang yang membenci selama bertahun-tahun bisa langsung berubah dan begitu saja.“Lilian, kau mau kan?” tanya Shopie semakin mendekat sampai berani berinisiatif untuk merangkul lengan Lilian, melakukan tindakan yang sama seperti dulu Katty setiap kali membujuknya sebagai menantu kesayangan.Mengikuti hatinya yang tidak nyaman, Lilian menepis tangan Shopie dan bergeser mundur. “Aku tidak bisa,” jawabnya menolak.Beberapa orang di sekitar yang sudah siap untuk pergi, begitu mendengar penolakan Lilian langsung menoleh dan menatap ke arahnya, namun tidak ada satu dari mereka yang berani berkomentar karena semuanya sudah tahu alasannya.Shopie tersenyum canggung karena penolakan Lilian diluar rencananya. “Aku sebenarnya ingin mengajakmu makan bersama untuk meminta maaf atas perbu
Pupil mata Shopie gemetar ketakutan hebat, kulitnya meremang begitu dia dengar rencana yang diutarakan Celestine, jauh diluar cerminannya sebagai wanita terhormat. Dengan ringan tanpa bebannya Celestine sampaikan keinginan yang jauh lebih mengerikan dari rencana Shopie yang punya urusan dengan Lilian.Jauh sebelum perseteruan Shopie dan Lilian mencapai titik seperti sekarang, Shopie memang telah memiliki ketidaksukaan terhadap Lilian. Perasaan itu semakin mengeras ketika kabar mengenai kemenangan Lilian dalam gugatan cerainya dari Sean, sepupu Shopie.Kini puncak kebencian itu kian besar begitu Shopie terima kesulitan akibat berurusan dengannya. Cukup Sean yang berhasil dibuat hidup susah oleh Lilian, Shopie tidak akan membiarkan dirinya berakhir sama!Karena itulah Shopie memiliki rencana untuk menyingkirkan Lilian dengan kecelakaan. Mengingat dia sangat manja dan tidak pandai mengurus diri sendiri, dengan keadaan sakit.. Lilian pasti akan kembali ke kota Andreas atau setidaknya m
Lilian meringkuk tertidur lelap di bathub, mengistirahatkan tubuh dan pikirannya yang lelah, mengumpulkan energinya kembali agar bisa kuat menghadapi banyak kenyataan pahit dari kehidupannya yang tidak lagi sama seperti dulu. Bukan hanya kehilangan orang tua, Lilian juga harus siap kehilangan seg
“Hutang orang tua Anda pada pihak bank lebih dari 20 juta dollar belum termasuk bunga, dan Lilian’s hotel ini adalah jaminannya. Saya turut berduka cita atas kecelakaan yang telah menimpa kedua orang tua Anda, Nona Lilian. Tetapi hutang tetap harus dibayar, pihak pasar obligasi tidak bisa menunggu
Sakit menusuk ke dalam ulu hati, menyaksikan pria yang Lilian harapkan akan menjadi penjaganya, justru dengan tenang membiarkan teman-temannya bicara buruk. Mengapa Sean terkesan tidak peduli padanya? Meski semua orang tahunya mereka kekasih yang dijodohkan. Sean punya hati nurani yang bisa dia
Saat matahari mulai tenggelam membawa cahayanya di langit, Mante kembali ke tempat dimana dia tinggalkan kudanya. Penampilan Mante telah berubah kotor penuh debu, ada darah segar yang menghiasi wajahnya dari cipratan hewan buruan yang telah dia habisi. Dengan langkah gontai dan suara napas kasar,







