Share

Ancaman Penguasa Kegelapan

Author: Jimmy Chuu
last update publish date: 2025-12-23 18:11:24

Malam di Kota Heiyang terasa lebih dingin dari biasanya. Suara tiupan sangkakala dari keong membelah kegelapan, bergema ke setiap sudut kota dengan nada yang tidak bisa diabaikan.

Dari gang-gang sempit, rumah bordil, gudang gelap, hingga kedai arak, penduduk Kota Heiyang bergegas menuju alun-alun utama. Langkah kaki mereka bergema di jalanan batu basah, menciptakan ritme ketakutan yang teratur. Wajah-wajah pucat terlihat di bawah cahaya lampion redup, mata dipenuhi kegelisahan yang dalam.

Seora
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter
Comments (1)
goodnovel comment avatar
Sabam Silalahi
cerita yg sangat ditunggu
VIEW ALL COMMENTS

Latest chapter

  • Dari Penguasa Kegelapan Menjadi Raja Pedang    Menunggu di Sisi Barat.

    Yoon Jaeseok tidak menjawab selama waktu yang terasa sangat panjang. "Tidak ada yang bergerak," katanya akhirnya dengan suara yang sangat pelan. "Tidak ada yang bersuara keras. Kita tunggu.""Tunggu sampai kapan?" tanya perwira muda itu."Sampai ia memutuskan sendiri apa yang akan ia lakukan," jawab Yoon Jaeseok sambil matanya tidak beralih dari punggung raksasa yang mengapung di bawah armadanya.Di kapal Yamatsukuni, Ishida Toru berdiri dengan kedua tangannya di sisi tubuhnya tanpa bergerak. Seorang anak buah tua mendekatinya dengan langkah yang sangat hati-hati."Komandan," bisik anak buah tua itu, "kalau makhluk itu membuka matanya sekarang, kapal kita tidak akan ada yang selamat.""Aku tahu," jawab Ishida Toru dengan nada yang sama pelannya."Lalu apa yang kita lakukan?" tanya anak buah tua itu."Kita tidak melakukan apa-apa," jawab I

  • Dari Penguasa Kegelapan Menjadi Raja Pedang    Punggung Xinghai Tianlong.

    Seorang prajurit Haneulguk muda di sisi kanan berdiri dengan wajah merah. "Komandan, dua orang kita sudah terluka! Kita diam saja?""Tangan di samping tubuh!" jawab Yoon Jaeseok dengan nada yang tidak memberi ruang. "Semua orang!""Kita bukan pengecut!" balas prajurit muda itu. "Mereka menembak lebih dulu!""Dan kalau kau menembak balik," kata Yoon Jaeseok dengan suara yang turun satu oktaf namun terdengar lebih keras dari sebelumnya, "kau yang memulai perang. Bukan mereka. Pahami itu."Namun seorang penembak Haneulguk di sisi kanan sudah melepaskan tiga serangan Qi balasan sebelum perintah itu sempat menahannya. Ia bertindak berdasarkan insting seseorang yang menyaksikan kawannya terluka.Krek. Krek. Krek.Lambung dua kapal Yamatsukuni retak di bawah garis air.Di kapal pengintai Yamatsukuni, Ishida Toru berdiri dengan rahang yang mengen

  • Dari Penguasa Kegelapan Menjadi Raja Pedang    Menunggu Orang yang Tepat.

    Zhao Wuchen duduk di batu karang yang sama dengan Guo Haishan tanpa meminta izin.Guo Haishan meletakkan cangkir tehnya ke permukaan batu dengan suara yang lebih keras dari yang diperlukan. Matanya tetap ke laut di depannya."Kau mau bicara tentang seseorang," kata Guo Haishan. "Bukan tentang cara masuk zona. Tentang orangnya.""Tepat," jawab Zhao Wuchen sambil tangannya bertumpu di lututnya."Tiga level 9 sudah mencoba," kata Guo Haishan sambil ia akhirnya menoleh, matanya tidak menyembunyikan skeptismenya."Takeda Raigen. Kang Baekryong. Master Seo Hwan. Tiga nama yang disebut jianghu dengan hormat selama puluhan tahun. Semuanya gagal. Kau dan aku berdua jauh di bawah level mereka. Dasar apa yang kau pakai untuk bicara tentang seseorang yang bisa berhasil?""Justru karena mereka level 9," jawab Zhao Wuchen dengan nada yang sangat datar. "Zona itu menyerap Q

  • Dari Penguasa Kegelapan Menjadi Raja Pedang    Mereka yang Masih Bertahan

    Di kapalnya di sisi utara zona, Takeda Raigen duduk di ruang navigasi.Peta Laut Xinghai terbuka di depan meja.Bekas sensasi panas di meridian tangannya masih belum sepenuhnya hilang.Seorang perwira dari armada utama baru saja tiba."General Kang Baekryong kembali ke armada Haneulguk," lapor perwira itu."Ia mencoba dari jalur selatan."Takeda Raigen mengangguk sedikit."Hasilnya sama?""Dari yang bisa kami lihat, ya."Perwira itu menelan ludah sebelum melanjutkan."Kapalnya terdorong mundur hampir sejauh kapal Tuan Jenderal."Ia berhenti sebentar."Dan Master Seo Hwan terlihat kapalnya terangkat dari dalam zona."Takeda Raigen menatap peta."Zona itu tidak bereaksi terhadap kekuatan."

  • Dari Penguasa Kegelapan Menjadi Raja Pedang    Cahaya yang Tidak Bergerak

    Kapal Master Seo Hwan tiba-tiba terangkat.Bukan perlahan.Seluruh badan kapal terlontar beberapa chi ke atas seolah ada tangan raksasa yang mendorongnya dari bawah laut. Air di sekelilingnya terbelah dan jatuh kembali seperti hujan.Sesaat kemudian kapal itu jatuh kembali ke permukaan.Benturannya keras.Papan-papan kayu berderak dari setiap sambungan. Suaranya terdengar sampai puluhan langkah di permukaan laut. Tiang layar retak di bagian tengah dengan bunyi kering yang panjang.Beberapa tali layar terlepas.Master Seo Hwan menggenggam sisi kapal.Seluruh tulangnya bergetar dari tekanan yang menjalar melalui badan kapal. Getaran itu naik dari papan kayu ke telapak kakinya, lalu ke meridian tubuhnya.Napasnya terpotong selama beberapa detik.Darah di dadanya terasa berputar.

  • Dari Penguasa Kegelapan Menjadi Raja Pedang    Napas Makhluk Laut Dalam

    Takeda Raigen menggenggam tiang kapal dengan satu tangan.Tubuhnya menyerap guncangan itu tanpa bergeser.Meridian di tangan kanannya terasa panas.Bukan panas dari teknik yang berhasil.Panas dari Qi yang dipaksa keluar terlalu cepat oleh zona.Dari posisi mundurnya, di kejauhan arah selatan, ia melihat siluet kapal kecil lain.Kapal itu juga terdorong mundur.Gerakannya hampir identik.Jaraknya terlalu jauh untuk melihat lambang.Namun pria yang berdiri di haluan kapal itu tidak perlu lambang untuk dikenali."General Kang Baekryong," kata Takeda Raigen pelan.Lebih kepada dirinya sendiri."Ia mengalami hal yang sama."Fujita mengikuti arah pandangannya.Ia melihat kapal kecil di selatan.

  • Dari Penguasa Kegelapan Menjadi Raja Pedang    Pedang Kayu Persik.

    Sore hari, ia tiba di Kota Yinfeng.Kota Yinfeng terkenal sebagai kota pedang dan besi. Dulunya, kota ini disebut Kota Angin Baja karena tradisi pandai besinya yang sangat kuat. Tapi sekarang, setelah lima ratus tahun, kota ini tertekan oleh Sekte Bayangan Yin seperti desa-desa lain.Rong Tian mema

    last updateLast Updated : 2026-03-18
  • Dari Penguasa Kegelapan Menjadi Raja Pedang    Arus Pengungsi dari Heiyang

    Pagi itu cerah. Matahari baru saja naik di ufuk timur, menyinari jalan tanah yang membentang dari Kota Yinfeng menuju selatan dengan cahaya keemasan yang hangat. Kabut tipis pagi hari masih menggantung di antara pepohonan pinus di kedua sisi jalan, menciptakan pemandangan yang samar dan damai.Rong

    last updateLast Updated : 2026-03-18
  • Dari Penguasa Kegelapan Menjadi Raja Pedang    Tiga Teknik Pedang Yang Di perbarui.

    Suara gong terakhir bergema di Balai utama Desa Heishan, menandakan berakhirnya pertunjukan seni pedang malam itu. Para murid dari berbagai sekte mulai beranjak dari tempat duduk mereka dengan wajah lelah tapi puas.Lampion-lampion merah yang tergantung di tiang kayu berayun pelan, cahayanya menyin

    last updateLast Updated : 2026-03-18
  • Dari Penguasa Kegelapan Menjadi Raja Pedang    Algojo Es Sekte Bayangan Yin

    Senja mulai turun saat Rong Tian tiba di Desa Shuiluo. Langit berubah menjadi oranye kemerahan, dihiasi awan tipis yang bergerak lambat. Angin sore berhembus sejuk, membawa aroma tanah basah dan asap dapur dari rumah-rumah penduduk.Desa Shuiluo adalah desa kecil yang terletak di tepi sungai kecil.

    last updateLast Updated : 2026-03-18
More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status