Share

Angin yang Membawa Nama

Author: Jimmy Chuu
last update Last Updated: 2026-01-24 15:52:26

Pagi tiba di Pusaran Gelap dengan cara yang tidak biasa.

Angin musim semi bertiup kencang dari arah utara, membawa sisa hawa dingin yang belum sepenuhnya pergi. Udara terasa menusuk seperti bilah pisau tipis, lebih tajam dari biasanya, seolah membawa sesuatu yang tidak terlihat namun nyata.

Lampion bambu di sepanjang gang bergoyang lebih keras dari hari-hari sebelumnya. Cahaya kuning redup di dalamnya bergerak tidak stabil seperti nyala lilin yang hampir padam, menciptakan bayangan yang bergerak gelisah di dinding basah yang ditumbuhi lumut hijau.

Lonceng angin berbunyi tidak beraturan dengan nada yang berubah-ubah. Bunyinya keras, lalu pelan, lalu keras lagi tanpa pola, seperti peringatan yang tidak bisa ditangkap dengan jelas.

Hari ini tidak normal bagi siapa pun yang merasakannya. Setiap orang yang lewat merasakan hal itu di tulang sumsum mereka, meski tidak ada yang berani mengucapkannya dengan keras.

Di halaman depan Balai Pengobatan Bulan Patah yang sudah diperbaiki, Wang Fu mul
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter
Comments (1)
goodnovel comment avatar
Sabam Silalahi
sangat seru
VIEW ALL COMMENTS

Latest chapter

  • Dari Penguasa Kegelapan Menjadi Raja Pedang    Kesombongan yang Buta

    Xiao Yu mengangkat alis tipis dengan ekspresi bingung yang jelas. Ia hanyalah orang biasa tanpa kultivasi sama sekali, bukan kultivator yang mengerti seluk beluk dunia jianghu yang rumit, hanya pelayan yang dilatih untuk melayani tamu kaya dengan sopan dan profesional.Ia tidak memahami makna "Tuan Berjubah Putih" sama sekali dalam dunia kultivasi. Tidak tahu posisi nama itu di Jianghu yang luas, tidak tahu reputasi mengerikan yang terkait dengannya, tidak tahu kehebatan yang tersembunyi di balik nama sederhana itu.Baginya, ini hanya nama kosong yang aneh yang dipakai oleh orang miskin yang ingin terlihat penting. "Aku akan membawanya ke lantai atas," katanya dengan nada setengah malas yang tidak antusias sama sekali.Ia berbalik dengan gerakan yang tidak terlalu cepat atau tergesa, seperti melakukan tugas yang sangat tidak penting. Langkahnya santai tanpa urgensi apapun, seperti mengantarkan surat dari pengemis jalanan yang mencari sedekah.Xiao Yu berjalan melewati lorong panjang y

  • Dari Penguasa Kegelapan Menjadi Raja Pedang    Tuan Berjubah Putih dan Informasi Terlarang

    Rong Tian melangkah masuk melewati ambang pintu kayu phoebe merah dengan tenang tanpa tergesa. Jubah putih kasarnya yang sederhana dari kain katun kasar kontras tajam dengan kemegahan bangunan yang dihiasi ukiran naga berlapis emas, membuat beberapa kepala berjubah sutra menoleh dengan tatapan penasaran dan meremehkan.Seorang pelayan wanita muda mendekat dengan senyum ramah yang terlatih sempurna. "Selamat datang di Paviliun Harta Karun Langit," katanya sambil membungkuk sopan dengan gerakan yang anggun seperti bunga teratai yang melambai tertiup angin.Namanya Xiao Yu, tertulis dengan tinta emas di lencana jade putih kecil berbentuk lotus di dadanya. Wajahnya manis dengan bubuk serbuk mutiara tipis, sikapnya terlatih sempurna, seperti pelayan profesional yang sudah melayani ratusan tamu kaya dari seluruh penjuru negeri."Apa yang bisa kami bantu hari ini, Tuan?"Tanyanya dengan nada lembut seperti air sungai mengalir, matanya menatap Rong Tian dengan penuh perhatian yang dibuat-buat

  • Dari Penguasa Kegelapan Menjadi Raja Pedang    Angin yang Membawa Nama

    Pagi tiba di Pusaran Gelap dengan cara yang tidak biasa.Angin musim semi bertiup kencang dari arah utara, membawa sisa hawa dingin yang belum sepenuhnya pergi. Udara terasa menusuk seperti bilah pisau tipis, lebih tajam dari biasanya, seolah membawa sesuatu yang tidak terlihat namun nyata.Lampion bambu di sepanjang gang bergoyang lebih keras dari hari-hari sebelumnya. Cahaya kuning redup di dalamnya bergerak tidak stabil seperti nyala lilin yang hampir padam, menciptakan bayangan yang bergerak gelisah di dinding basah yang ditumbuhi lumut hijau.Lonceng angin berbunyi tidak beraturan dengan nada yang berubah-ubah. Bunyinya keras, lalu pelan, lalu keras lagi tanpa pola, seperti peringatan yang tidak bisa ditangkap dengan jelas.Hari ini tidak normal bagi siapa pun yang merasakannya. Setiap orang yang lewat merasakan hal itu di tulang sumsum mereka, meski tidak ada yang berani mengucapkannya dengan keras.Di halaman depan Balai Pengobatan Bulan Patah yang sudah diperbaiki, Wang Fu mul

  • Dari Penguasa Kegelapan Menjadi Raja Pedang    Lonceng yang Mengakhiri Niat Membunuh

    Rong Tian tertawa kecil dengan nada yang mengejek. Suara itu pendek, hanya dua detik, tetapi terdengar sangat menghina dan meremehkan, membuat udara di ruangan terasa lebih dingin seperti salju turun.Wang Fu tidak berhenti menggerus obat di lesung batu. Tangannya terus bergerak dengan irama yang sama persis, bunyi alu kayu menghantam batu berbunyi teratur seperti detak jantung raksasa.Xiao Li menyusun botol terakhir di rak dengan gerakan hati-hati. Ia melirik ke arah Wang Fu sebentar dengan tatapan tenang, lalu kembali ke pekerjaannya tanpa rasa takut.Tungku berdenting pelan dengan bunyi logam yang bergesekan. Pil yang sedang dibuat hampir terbentuk sempurna, asapnya mengepul tipis dengan bau herbal yang pahit.Yin Shou tersinggung dengan wajah yang memerah. "Kau berani menertawakan kami?" bentaknya dengan suara keras yang memecah keheningan, nada suaranya naik dua oktaf.Luo Jian mengangkat pedangnya tinggi dengan kedua tangan. "Bunuh mereka semua," katanya dengan nada dingin yang

  • Dari Penguasa Kegelapan Menjadi Raja Pedang    Pengepungan di Balai Bulan Patah

    Gu Han mengangkat tangannya yang dipenuhi bekas luka bakar, mengusap udara dengan gerakan melingkar perlahan. Matanya menyipit tajam, seperti membaca sesuatu yang tidak terlihat oleh mata biasa."Bau darah masih segar."Bisikannya pelan seperti gemerisik daun mati. Suaranya hampir tertelan angin malam, tetapi keenam murid inti itu mendengar dengan sangat jelas."Sisa aura jiwa yang tercabik."Yan Qiu menambahkan dengan nada datar tanpa emosi. Matanya yang berwarna abu-abu menatap arah tertentu dengan fokus membunuh, mengikuti jejak energi yang hanya bisa dirasakan oleh kultivator tingkat tinggi.Jejak itu mengarah ke satu tempat dengan garis lurus. Balai Pengobatan Bulan Patah, bangunan sederhana di ujung gang yang lampion bambunya masih menyala redup seperti mata lelah.Luo Jian menatap bangunan itu dengan tatapan dingin tanpa berkedip. "Pemuda pelarian pernah dirawat di sana," katanya tanpa emosi, suaranya seperti logam yang bergesekan.Yin Shou mengangguk pelan sambil menyeringai t

  • Dari Penguasa Kegelapan Menjadi Raja Pedang    Ketika Bunyi Gong - Geng Tiga

    Malam semakin dalam.Rong Tian meneguk tehnya perlahan. Cairan hijau pucat itu mengalir di tenggorokan, meninggalkan rasa pahit yang menenangkan seperti daun wormwood yang direbus tiga hari.Di luar, hujan mulai mereda menjadi gerimis tipis. Rintik air masih jatuh membasahi genteng tanah liat yang sudah retak, tetapi tidak lagi deras seperti sebelumnya.Lonceng angin di beranda berdering pelan dengan nada minor. Iramanya tidak teratur, seperti menunggu sesuatu yang belum tiba tetapi pasti datang.Kemudian, dari kejauhan timur, bunyi gong kecil terdengar. Pukulan perlahan, terukur, satu ketukan diikuti jeda panjang yang menciptakan gema menyesakkan.Suara itu bergema di lorong-lorong batu yang sempit seperti terowongan. Setiap ketukan memantul di dinding basah yang ditumbuhi lumut, menciptakan gema yang menyebar ke seluruh sudut kota.Seorang petugas geng fu (peronda malam) berjalan dengan langkah tegas di jalanan yang sepi. Tongkat kayu ek di tangannya mengetuk tanah setiap tujuh lang

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status