LOGINDuo pelawak beraksi ^^
114*Grup GUNZ Indonesia, China, dan Australia* Cheung Chyou Jaden : Selamat, @Dimas. Bryan : Alhamdulilah. Ponakanku bertambah. Varten : Congratulations, @Dimas dan Yiran. Zheung To Mu : Aku kalah lagi dari Dimas. Baskara : Salah sendiri, @To Mu. Sudah bulukan baru nikah. Orlando : Selamat, @Dimas. Semoga Yiran dan calon bayi selalu sehat. Chou Hao-ran : @Dimas. Kalau anakmu perempuan, kita besanan.Heru : Hao-ran, motong jalur! Russel : Aku mau besanan, tapi istri aja belum punya. Han Lionell : Anakku semuanya cowok. Nunggu bayi perempuan lahir, kok, lama, ya?Hadrian : Anakmu sudah 3, @Lionell. Cukup segitu. Nicholas : Anak Lionell sudah 3? Aku baru 1.Xie Benton : Koko Lionell rajin nyetor sperma. 5 tahun nikah, anaknya sudah 3.Tio : Aku salah planning. Kalau nggak, anakku mungkin ada 4.Tarendra : Aku sudah punya 2. Mau nambah lagi, tapi istriku nggak mau. Cheung Jianzhen Rui : Aku masih berjuang. Ethan Janitra : Aku masih belum laku. Keven : Ethan kelibas para ajud
113Pagi itu, Dimas dan Zhou Yiran telah berada di ruang praktik Dokter Syafri. Meskipun tidak ada pendarahan lanjutan, tetapi pasangan itu menuruti saran Benigno, guna mengecek kondisi rahim Zhou Yiran, dengan USG. Dinas memandangi layar besar di dinding ruangan. Dia penasaran dengan isi percakapan Dokter Syafri bersama Benigno, yang menggunakan bahasa medis. Kala kedua dokter itu sama-sama tersenyum, Dimas makin penasaran. Dia menunggu keduanya usai berbincang, sambil mengamati Zhou Yiran yang perutnya tengah dibersihkan perawat, dari gel dingin. "Selamat, Dimas dan Yiran. Kalian akan jadi orang tua," cakap Dokter Syafri, sesaat setelah pasangan muda itu duduk di kursi seberang meja.Sudut bibir Dinas menciptakan senyuman. "Alhamdulillah. Lega aku," tukasnya. Dimas menggenggam jemari kiri istrinya yang tengah mengerjapkan mata. "Kamu beneran jadi A-ma," bisiknya, sebelum mendaratkan kecupan di pipi sang istri.Zhou Yiran tersenyum malu-malu. "Ehm, Dok, sudah berapa minggu hamilny
112Zhou Yiran mengepang rambut panjang Marwa, dan mengikatnya dengan pita putih. Selanjutnya Zhou Yiran mengepang rambut Valeraine yang warnanya cokelat, serupa dengan rambut padrenya.Malya dan para Adik lainnya turut membantu mengepang rambut Sandrina, Irish, Elok, Yunara, Fazluna, dan banyak gadis muda lainnya. Setelahnya, semua kiddos berkumpul di sisi kanan dan berbaris rapi sesuai tinggi badan. Mereka mendengarkan ocehan Deswin, yang jadi penanggung jawab tim penari. Sementara di sisi kiri, Trisda dan Krisda tengah melatih tim Zayd, yang juga akan tampil di pertunjukan itu. Para bocah tersebut tampak antusias mengikuti gerakan kedua Om, yang menunjukkan koreografi sederhana. Zhou Yiran memerhatikan sekeliling aula gedung PBK. Dia takjub dengan mekompskan seluruh anak dari banyak bos, semua ajudan lapis 1, 2, 3, dan 4, yang cepat menyerap semua arahan koreografer. Zhou Yiran berdecak kagum kala Bariq dan teman-temannya memulai berlatih akrobat, dengan pantauan ketat Wirya da
111Dimas tersenyum lebar sembari bertepuk tangan, ketika Diar menandatangani surat kontrak sebagai asisten kedua Gustavo. Dimas bangga dengan keberhasilan Adik sepupunya itu, yang kemungkinan besar masa depannya akan cemerlang.Sudah menjadi rahasia umum, siapa pun yang mendapatkan posisi asisten kesepuluh komisaris PB dan PBK, kariernya akan bagus. Jika tidak menjadi petinggi kedua perusahaan itu, mereka akan dibuatkan perusahaan sendiri oleh ketiga robot. Dimas turut bahagia dengan dilantiknya Dzakwan, Bisyari dan Baryal. Ketiga ajudan tim lapis 17 itu, serta Diar, digadang-gadang akan menduduki posisi penting di petinggi generation selanjutnya. Dimas tahu, kinerja keempat junior itu memang bagus dan berhak mendapatkan posisi bagus pula. Perhatian Dimas beralih pada adik-adiknya yang lain. Pria berkulit kecokelatan itu juga berharap, Dzafri dan yang lainnya juga akan mendapatkan jabatan penting di PB serta PBK, ataupun di perusahaan buatan 3 robot lainnya. Langit senja telah men
110Jumat siang menjelang sore, aula PBK dipenuhi banyak orang. Termasuk para komisaris yang kantornya berada di gedung itu. Kesepuluh komisaris PB dan PBK memasuki ruangan dari pintu utama. Mereka jalan santai sambil menghormat, guna membalas penghormatan seluruh pengawal yang berada di sana. Setibanya di area terdepan, Zulfi, Yoga, dan Andri, meneruskan langkah ke panggung. Sementara ketujuh orang lainnya menempati kursi masing-masing. Yoga memulai acara rapat tahunan itu dengan salam, yang dilanjutkan dengan salawat. Pria berkulit kecokelatan itu membacakan laporan kemajuan PB, selama setahun terakhir. Setelah Yoga mundur selangkah, Andri maju dan membacakan laporan PBK dan CJC. Disusul Zulfi yang membacakan laporan keuangan dari ketiga perusahaan tersebut, yang disambut tepuk tangan hadirin. Ketiganya berpamitan pada khalayak, lalu berpose sesaat untuk dipotret tim dokumentasi. Kemudian mereka menuruni tangga guna menempati kursi deretan terdepan. Yanuar menaiki tangga bersa
109Dimas memerhatikan dokter yang tengah membaca laporan tes kesuburan, yang dijalaninya pekan lalu. Dimas gelisah, karena dia khawatir tidak ada kemajuan dari hasil pengobatannya selama 2 bulan terakhir. Dimas menunggu sang dokter usai membaca laporan itu, sambil menekan kecemasan di hatinya yang kian menguat. Dimas terus memandangi dokter yang telah selesai membaca, dan sedang melipat kertas itu, lalu memasukkannya ke amplop putih. "Gimana, Dok?" tanya Dimas, tanpa bisa menahan diri lagi. "Sudah jauh lebih bagus dari hasil pemeriksaan pertama," jawab Dokter Syafri. "Kita bisa mulai programnya," lanjutnya. "Alhamdulillah." Dimas mengusap dadanya. "Kapan mau dilaksanakannya, Dok?" desaknya. "Saat istrimu datang bulan, hari kedua atau ketiganya, kalian datang ke sini. Saya akan memberikan obat perangsang indung telur. Tujuannya untuk memicu pertumbuhan beberapa sel telur yang matang sempurna. Perkembangan sel telur akan dipantau secara berkala menggunakan USG." "Seusai haid dan
58Hari berganti. Dimas dan rekan-rekannya berjibaku membenahi Zhou Company, yang ternyata semua lininya kacau. Asmiratih sampai menunda kepulangannya ke Shanghai, demi membantu Fikri yang mengulang pembuatan laporan keuangan, dari 20 tahun silam. Baik Fikri dan Asmiratih sama-sama menolak bantuan
57Jamuan makan malam yang disebutkan Zhou Yongrui tempo hari, ternyata berupa pesta eksklusif. Banyak pejabat penting dan pengusaha senior yang hadir, karena diundang 4 klan secara khusus. Zheung Edward sengaja datang dari Taiwan bersama anak, menantu dan kedua cucunya. Begitu juga dengan keluarg
55"Aku sudah membaca laporan hasil penyelidikan anak buah Longwei," ucap Xiao He Huan. "Lawanmu bukan orang biasa, Ming Hao. Mereka triliuner Taiwan dan Indonesia. Cheung Grup dan Adhitama, merupakan bagian dari perusahaan keluarga raksasa, yang dikenal dengan sebutan 4 klan," lanjutnya. "Mereka a
54"Jabatan selanjutnya. General manajer, adalah Zhou Yongrui. Ini perusahaan turun- temurun keluarganya. Jelas Yongrui harus berkontribusi guna menyelamatkan perusahaan ini yang nyaris bangkrut," cakap Dante. "Setelah 5 tahun dan perusahaan ini kembali stabil di semua lini, aku akan mundur dari ja







