登入150Waktu terus bertukar. Bulan demi bulan terlewati, hingga penghujung tahun pun tiba, dengan diiringi rinai hujan dan angin yang cukup kencang, yang turun hampir setiap hari.Zhou Yiran dan Dimas telah pindah ke rumah mereka. Namun, jika hendak bekerja, maka Yhara akan dititipkan ke rumah Wirya, supaya bisa diawasi ketat banyak orang di sana. Kecuali pada saat-saat tertentu, bayi montok itu akan dibawa orang tuanya bekerja.Pagi menjelang siang itu, Yhara ikut A-ma-nya ke gedung 9 lantai di kawasan Kemang. Gedung milik Vong Company itu baru selesai direnovasi, dengan 4 lantai tambahan terbaru di atas lantai 5.Zhou Yiran meringis ketika anaknya diambil alih Wirya, yang kemudian mengajak Yhara mendatangi kumpulan para bos. Zhou Yiran berpindah ke dekat meja prasmanan dan berbincang dengan Jane, yang menjadi penanggung jawab stand makanan. Acara peresmian beberapa kantor baru buatan ketiga robot, akan dimulai sebentar lagi. Mereka tengah menunggu kehadiran keluarga Pramudya dan Balti
149Zhou Serena memandangi isi etalase kaca di hadapan. Dia menyukai semua perhiasan hasil rancangan adiknya, dan Malya. Zhou Serena meminta Fatiah untuk mengambilkan sebentuk cincin bermata hijau dari kotak hitam di etalase, lalu dia mencoba cincin itu.Zhou Serena menunjukkan cincin pada kokonya yang turut memerhatikan benda itu. Seperti halnya sang adik, Zhou Dingbang juga menyukai desain cincin tersebut. "Yiran, ini berapa harganya?" tanya Zhou Serena sembari menghampiri si bungsu.Zhou Yiran meraih kertas kecil di cincin. "2,7 juta rupiah," jelasnya."Dalam Yuan, jadi berapa?" "1.018,57 Yuan." "Ternyata tidak mahal." "Ya, kurs rupiah sedang anjlok. Jadi konversi ke mata uang asingnya turun drastis." Zhou Serena mengangguk paham. "Aku mau ini." "Fatiah, tolong bantu Serena," pinta Zhou Yiran dalam bahasa Indonesia. "Maaf, aku tidak bisa memberimu gratis, karena ini buatan Malya," lanjutnya dalam bahasa Kanton."Tidak apa-apa. Aku paham. Ini bisnis, tidak bisa dicampur dengan
148Sheng Eleanor memerhatikan rumah megah di hadapannya dengan penuh minat. Dia mulai menaksir harga bangunan itu, karena dia tahu jika kawasan Pondok Indah merupakan area elite di Jakarta Selatan. Memasuki ruang tamu, Sheng Eleanor tidak bisa menutupi keterkejutannya, seusai menyaksikan desain interior dan juga perabotannya, yang jelas berharga mahal.Sheng Eleanor mengusap meja konsul yang diyakininya terbuat dari kayu berkualitas tinggi. Dia memandangi deretan hiasan kristal dan sontak tertegun melihat satu benda, yang modelnya sama dengan di rumahnya.Perempuan bergaun marun itu menyentuh pelan kristal berbentuk angsa. Dia meraba bagian ekor guna mengecek kode khusus. Alisnya berkerut, karena yang terasa hanya dua kode, sedangkan miliknya tiga kode."Ini buatan pertama dari pabrik J&R," tutur Tarissa, dalam bahasa Kanton."Ternyata begitu," jawab Sheng Eleanor. Dia sedikit malu, karena ketahuan tengah mengecek kode produksi dari pabrik kristal terkenal. "Saya dengar dari Yiran,
147Hari pertama masuk kerja setelah cuti, Dimas mengomel panjang lebar, akibat diharuskan membaca semua berkas laporan yang menumpuk di meja kerjanya. Omelan Dimas ditanggapi santai semua direktur, manajer dan staf kantor PB. Mereka kompak memasang headset guna mendengarkan musik, untuk meredam gerutuan sang direktur utama, yang pintu ruang kerjanya masih terbuka.Setelah lelah menggerutu, Dimas akhirnya duduk di kursi putar. Dia meneguk kopi susu dari cangkir, sambil menatap nanar pada tumpukan berkas di hadapannya. Seusai minum dan meletakkan mug putih ke meja, Dimas meraih berkas teratas dan mulai bekerja. Dia tahu, percuma saja mengomel, karena tidak akan ada yang mau membantunya menyelesaikan semua pekerjaan. Jam berputar cepat menuju siang. Dimas menghentikan aktivitas, lalu memijat matanya yang panas. Dimas mengingat-ingat, lalu menggapai ponsel cashing hitam dari meja, guna menelepon seseorang. "Waalaikumsalam," ujar Dimas membalas sapaan orang di seberang telepon. "Daram
146Rapat malam itu di kediaman Dante, berlangsung dengan khidmat. Semua tokoh utama dalam novel Emak OY, mendengarkan penuturan perempuan paruh baya itu dengan serius.Zulfi yang menjadi notulen, mencatat semua hal penting yang disampaikan perempuan bersetelan tunik biru tua, yang sewarna dengan jilbabnya.Selanjutnya sesi tanya jawab dimulai. Andre Darmawan, Zainal, Kayana Aldari, Trevor, dan Zafran, bergantian mengajukan pertanyaan, yang dijawab Emak OY dengan lugas.Suasana serius itu berubah ricuh, ketika Lazuardi beradu siku dengan Deswin, karena mereka sama-sama hendak mengajukan pertanyaan. Emak OY mendekati kedua anaknya itu dengan cepat, kemudian dia menjewer telinga Lazuardi serta Deswin, yang seketika memekik. "Emak pake jurus 5 halus, ya?" tanya Zein."Iya. Kelihatankah, Bang?" Emak OY balik bertanya. Zein menggeleng. "Aku nebak aja, karena tadi nggak terdeteksi." "Aku kaget. Emak tau-tau sudah di sini," cakap Hendri."Aku cuma lihat kelebatan biru," tukas Yanuar."Ema
145Acara akikahan dimulai tepat jam 9 pagi waktu setempat. Fikri menyapa hadirin dengan salam dalam berbagai bahasa, yang dilanjutkan Hana dengan salawat, yang diikuti hampir semua tamu undangan. Selanjutnya, Zikria melantunkan ayat suci dengan suara merdu. Lalu terjemahannya dibacakan Ren Liangyi, dengan menggunakan bahasa Indonesia dan Mandarin. Dimas berdiri dan berpindah ke dekat ketiga Ustaz, yang sengaja diundang untuk memberikan tausiah. Dimas memberikan pidato singkat untuk mengapresiasi semua tamu, yang menyempatkan untuk hadir dalam acara tersebut. Ustaz Sulaiman, Ustaz Mawardi, dan Ustaz Amir, memberikan tausiah secara bergantian. Kemudian ketiganya berkolaborasi dan menyelipkan candaan, yang menjadikan penonton terbahak. Ustaz Sulaiman yang usianya paling senior, menutup acara itu dengan untaian doa. Khalayak kompak menadahkan tangan, begitu pula dengan tamu non muslim, yang spontan mengikuti gerakan tangan tamu lainnya. Ketiga Ustaz berdiri, disusul seluruh orang di
54"Jabatan selanjutnya. General manajer, adalah Zhou Yongrui. Ini perusahaan turun- temurun keluarganya. Jelas Yongrui harus berkontribusi guna menyelamatkan perusahaan ini yang nyaris bangkrut," cakap Dante. "Setelah 5 tahun dan perusahaan ini kembali stabil di semua lini, aku akan mundur dari ja
07Matahari baru naik sepenggalah, tetapi kediaman Wirya telah dipenuhi banyak orang. Para pegawai WO M&E milik Mutiara (istri Arkhan Maheswara) dan juga Edelweiss,bekerja cepat memasang tenda biru, yang menutupi jalan dan halaman depan.Pekarangan depan rumah Bayazid, Marwa dan Zayd, juga tertutu
06Raut wajah Zhou Yiran yang semula semringah, seketika berubah pias, sesaat setelah mendengar ucapan kakaknya, yang telah meminta Dimas untuk menikahinya. Tatapan Zhou Yiran beralih pada pria berkulit kecokelatan yang balas menatapnya dengan santai. Zhou Yiran mengarahkan dagu ke kanan, yang dib
05Seorang pria berkemeja putih, merunduk sedikit untuk memberi hormat pada Zhou Yongrui dan Xue Quan. Marko menyalami kedua orang tersebut, lalu mengajak mereka ke ujung kiri, di mana seunit mobil sedan hitam telah menunggu. Setelah ketiganya memasuki kendaraan, sang sopir segera memacu kendaraan







