Share

Bab 37

Penulis: Olivia Yoyet
last update Tanggal publikasi: 2026-05-17 12:46:37

37

Bunyi lagu instrumental mengiringi penyatuan cinta dua insan yang sedang dimabuk asmara. Dimas sengaja menyetel musik dengan kencang, supaya aktivitasnya bersama Zhou Yiran tidak terdengar oleh Depika, yang menempati kamar seberang.

Erangan nyaris tidak berhenti keluar dari mulut Zhou Yiran. Dia sangat menikmati berbagai gaya yang dilakukan suaminya, yang mampu memacu hasratnya hingga kian meningkat.

Zhou Yiran memejamkan mata saat bibirnya dilumat Dimas dengan penuh nafsu. Perempuan itu m
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • Dari Terpaksa Perlahan Jadi Cinta    Bab 40

    40Dimas mengeraskan rahang, setelah mendengar cerita Zhou Yiran yang mendapatkan informasi dari Zhou Yongrui. Dimas mengecek jam dinding untuk mengecek perbedaan waktu dengan Foshan, kemudian dia menelepon Yusuf.Seusai menjawab salam pria itu, Dimas meminta Yusuf untuk memasang speaker. Supaya ucapannya bisa turut didengarkan Aditya, Hisyam, Jauhari dan Jeffrey, yang menempati kamar yang sama dengan Yusuf. Kelima pria tersebut mendengarkan penjelasan Dimas dengan serius, kemudian mereka saling melirik, lalu serentak mendengkus kuat. "Kamu sudah ngasih tahu Jun Hui, Dim?" tanya Aditya, setelah direktur utama PB itu usai mengoceh. "Darian yang lagi ngubungin dia, Bang. Fikar sedang nelepon Jason, dan Dzurwa tengah teleponan sama Asmi," terang Dimas. "Good. Mereka sudah bisa diandalkan buat ngasih informasi ke tim kita," ujar Aditya. "Lalu, apa kamu punya rencana? Karena Dingbang dan Longwei yang merencanakan ini. Artinya, itu ada hubungannya dengan Yiran, Yongrui, dan kamu," lanju

  • Dari Terpaksa Perlahan Jadi Cinta    Bab 39

    39Suara ribut dari luar menjadikan Dimas terbangun. Sebab khawatir ada kejadian buruk, Dimas segera bangkit dari kasur dan jalan ke pintu. Dia membuka lawang, lalu mendekati jendela besar guna melihat penyebab keributan tadi.Dimas menghela napas lega, karena ternyata itu hanyalah kesibukan orang seisi rumah yang sedang membersihkan kolam ikan. Dimas mengulum senyuman menyaksikan Zayd dan Shahzain yang bukannya menangkap ikan dengan jaring, melainkan justru berenang. Dimas berbalik dan memasuki toilet di kamar terdekat dengan ruang tamu. Dia menggosok gigi dan mencuci muka, lalu kembali keluar guna bergabung dengan orang-orang di halaman belakang kediaman Wirya. Dimas mengambil jaring yang diberikan Zhou Yiran. Pria berkaus hitam itu turun ke kolam yang airnya sudah berkurang, lalu dia menjaring ikan koi dan memindahkannya ke banyak ember besar di tepi kolam. Luthfiandi yang ikut menginap di mess atas, telah lebih dulu turun bersama rekan-rekannya. Mereka menangkap ikan dari ujung

  • Dari Terpaksa Perlahan Jadi Cinta    Bab 38

    38 Pagi itu, ruang tunggu khusus penumpang pesawat pribadi dan carteran, dipenuhi banyak orang dengan berbagai tampilan.Isakan terdengar di se-antero ruangan, karena para pengantar merasa sedih harus melepas anggota keluarga masing-masing, yang hendak menunaikan tugas. Zhou Yiran mengerjapkan matanya yang mulai memanas, kala menyaksikan Santos, Yusuf, Jauhari, Hisyam, dan banyak pengawal senior, yang tengah memeluk istri atau anak masing-masing. Hati Zhou Yiran mencelos, kala Naysila sesenggukan harus membiarkan suaminya bertugas. Perempuan yang tengah hamil 3 bulan itu, berulang kali mengusap pipi Yusuf sembari mengucapkan sesuatu, yang dibalas suaminya dengan anggukan. Hisyam merangkul pundak Naysila dari samping kanan. Dia merunduk untuk membujuk Adik iparnya itu, agar Naysila menghentikan tangisan."Yusuf tugasnya di belakang, Nay. Aku yang akan memastikan dia tetap di tempat " bujuk Hisyam. "Ya," cicit Naysila sebelum membersihkan isi hidungnya dengan tisu. "Tari pulang, d

  • Dari Terpaksa Perlahan Jadi Cinta    Bab 37

    37Bunyi lagu instrumental mengiringi penyatuan cinta dua insan yang sedang dimabuk asmara. Dimas sengaja menyetel musik dengan kencang, supaya aktivitasnya bersama Zhou Yiran tidak terdengar oleh Depika, yang menempati kamar seberang. Erangan nyaris tidak berhenti keluar dari mulut Zhou Yiran. Dia sangat menikmati berbagai gaya yang dilakukan suaminya, yang mampu memacu hasratnya hingga kian meningkat. Zhou Yiran memejamkan mata saat bibirnya dilumat Dimas dengan penuh nafsu. Perempuan itu mengangkat pinggulnya sedikit, yang menyebabkan Dimas melenguh. "Goyang," bisik Dimas yang segera dikerjakan Zhou Yiran. Napas keduanya makin memburu, seiring dengan aktivitas melebur tubuh yang kian panas. Zhou Yiran menggelinjang sembari memekik. Dimas mempercepat gerakan, lalu melepaskan semua cinta ke dalam badan istrinya yang terasa panas, sembari menggeram dan mengejang. Sekian detik berlalu, Dimas mencium dahi Zhou Yiran, sebelum dia menarik diri dan berbaring ke samping kanan. Dimas me

  • Dari Terpaksa Perlahan Jadi Cinta    Bab 36

    36Dimas memerhatikan Santos dan Mukti, yang sedang mengemasi barang- barang yang akan mereka bawa esok pagi. Semuanya dimasukkan ke keranjang, yang nantinya akan disusun rapi tim packing, supaya tidak ada yang tercecer. Tatapan Dimas beralih pada Banan, Fabian dan Julian. Ketiga manajer itu juga akan berangkat bersama tim pimpinan Dipta. Dimas menunduk dan meremas-remas rambutnya yang mulai memanjang, sambil mengingatkan diri untuk memotong rambut. "Kami boleh izin pulang lebih awal, Bang?" tanya Santos, sembari duduk di sebelah kanan seniornya."Ya, pulanglah. Pamitan sama keluarga," sahut Dimas sambil menengadah. "Peluk istri dan anakmu lebih lama, San. Mereka yang akan paling merindukanmu," lanjutnya."Abang jadi melow. Biasanya nggak gini." "Aku baru nyadar, setelah menikah, akan ada orang yang sangat mencemasksn kondisi kita. Di luar keluarga inti, maksudku." Santos mengangguk paham. "Ya, memang, begitu. Ibuku sudah lebih kuat hati. Beliau tetap tenang tiap aku izin mau ke t

  • Dari Terpaksa Perlahan Jadi Cinta    Bab 35

    35 Seorang perempuan bersetelan blazer biru muda, keluar dari lift sambil menjinjing tas kerja di tangan kanan, dan kantung plastik besar di tangan kiri. Seorang perempuan lainnya dan sekuriti bawah menyusul, dengan membawa kantung plastik besar di masing-masing tangan. Zhou Yiran kaget ketika beberapa ajudan berdiri dari kursi masing-masing, dan bergegas mengambil tas plastik besar dari ketiga orang tersebut. Zhou Yiran masih tercenung, kala para pengawal itu mengeluarkan banyak kotak makanan dari kantung plastik, dan menyusunnya di meja panjang. Luthfiandi keluar dari ruangan khusus staf. Dia menyambangi Zhou Yiran dan Jane, guna menyalami keduanya dengan takzim. Kemudian Luthfiandi mengambil enam kotak nasi yang ditumpuk, lalu dia mengajak kedua perempuan itu ke ruang kerja suami masing-masing. Zhou Yiran memasuki ruangan direktur utama yang ternyata tengah ada beberapa orang di dalamnya. Zhou Yiran menyalami mereka satu per satu, sebelum menyalami suaminya dengan takzim. "Dud

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status