Share

Bab 37

Author: Olivia Yoyet
last update publish date: 2026-05-17 12:46:37

37

Bunyi lagu instrumental mengiringi penyatuan cinta dua insan yang sedang dimabuk asmara. Dimas sengaja menyetel musik dengan kencang, supaya aktivitasnya bersama Zhou Yiran tidak terdengar oleh Depika, yang menempati kamar seberang.

Erangan nyaris tidak berhenti keluar dari mulut Zhou Yiran. Dia sangat menikmati berbagai gaya yang dilakukan suaminya, yang mampu memacu hasratnya hingga kian meningkat.

Zhou Yiran memejamkan mata saat bibirnya dilumat Dimas dengan penuh nafsu. Perempuan itu m
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Dari Terpaksa Perlahan Jadi Cinta    Bab 149

    149Zhou Serena memandangi isi etalase kaca di hadapan. Dia menyukai semua perhiasan hasil rancangan adiknya, dan Malya. Zhou Serena meminta Fatiah untuk mengambilkan sebentuk cincin bermata hijau dari kotak hitam di etalase, lalu dia mencoba cincin itu.Zhou Serena menunjukkan cincin pada kokonya yang turut memerhatikan benda itu. Seperti halnya sang adik, Zhou Dingbang juga menyukai desain cincin tersebut. "Yiran, ini berapa harganya?" tanya Zhou Serena sembari menghampiri si bungsu.Zhou Yiran meraih kertas kecil di cincin. "2,7 juta rupiah," jelasnya."Dalam Yuan, jadi berapa?" "1.018,57 Yuan." "Ternyata tidak mahal." "Ya, kurs rupiah sedang anjlok. Jadi konversi ke mata uang asingnya turun drastis." Zhou Serena mengangguk paham. "Aku mau ini." "Fatiah, tolong bantu Serena," pinta Zhou Yiran dalam bahasa Indonesia. "Maaf, aku tidak bisa memberimu gratis, karena ini buatan Malya," lanjutnya dalam bahasa Kanton."Tidak apa-apa. Aku paham. Ini bisnis, tidak bisa dicampur dengan

  • Dari Terpaksa Perlahan Jadi Cinta    Bab 148

    148Sheng Eleanor memerhatikan rumah megah di hadapannya dengan penuh minat. Dia mulai menaksir harga bangunan itu, karena dia tahu jika kawasan Pondok Indah merupakan area elite di Jakarta Selatan. Memasuki ruang tamu, Sheng Eleanor tidak bisa menutupi keterkejutannya, seusai menyaksikan desain interior dan juga perabotannya, yang jelas berharga mahal.Sheng Eleanor mengusap meja konsul yang diyakininya terbuat dari kayu berkualitas tinggi. Dia memandangi deretan hiasan kristal dan sontak tertegun melihat satu benda, yang modelnya sama dengan di rumahnya.Perempuan bergaun marun itu menyentuh pelan kristal berbentuk angsa. Dia meraba bagian ekor guna mengecek kode khusus. Alisnya berkerut, karena yang terasa hanya dua kode, sedangkan miliknya tiga kode."Ini buatan pertama dari pabrik J&R," tutur Tarissa, dalam bahasa Kanton."Ternyata begitu," jawab Sheng Eleanor. Dia sedikit malu, karena ketahuan tengah mengecek kode produksi dari pabrik kristal terkenal. "Saya dengar dari Yiran,

  • Dari Terpaksa Perlahan Jadi Cinta    Bab 147

    147Hari pertama masuk kerja setelah cuti, Dimas mengomel panjang lebar, akibat diharuskan membaca semua berkas laporan yang menumpuk di meja kerjanya. Omelan Dimas ditanggapi santai semua direktur, manajer dan staf kantor PB. Mereka kompak memasang headset guna mendengarkan musik, untuk meredam gerutuan sang direktur utama, yang pintu ruang kerjanya masih terbuka.Setelah lelah menggerutu, Dimas akhirnya duduk di kursi putar. Dia meneguk kopi susu dari cangkir, sambil menatap nanar pada tumpukan berkas di hadapannya. Seusai minum dan meletakkan mug putih ke meja, Dimas meraih berkas teratas dan mulai bekerja. Dia tahu, percuma saja mengomel, karena tidak akan ada yang mau membantunya menyelesaikan semua pekerjaan. Jam berputar cepat menuju siang. Dimas menghentikan aktivitas, lalu memijat matanya yang panas. Dimas mengingat-ingat, lalu menggapai ponsel cashing hitam dari meja, guna menelepon seseorang. "Waalaikumsalam," ujar Dimas membalas sapaan orang di seberang telepon. "Daram

  • Dari Terpaksa Perlahan Jadi Cinta    Bab 146

    146Rapat malam itu di kediaman Dante, berlangsung dengan khidmat. Semua tokoh utama dalam novel Emak OY, mendengarkan penuturan perempuan paruh baya itu dengan serius.Zulfi yang menjadi notulen, mencatat semua hal penting yang disampaikan perempuan bersetelan tunik biru tua, yang sewarna dengan jilbabnya.Selanjutnya sesi tanya jawab dimulai. Andre Darmawan, Zainal, Kayana Aldari, Trevor, dan Zafran, bergantian mengajukan pertanyaan, yang dijawab Emak OY dengan lugas.Suasana serius itu berubah ricuh, ketika Lazuardi beradu siku dengan Deswin, karena mereka sama-sama hendak mengajukan pertanyaan. Emak OY mendekati kedua anaknya itu dengan cepat, kemudian dia menjewer telinga Lazuardi serta Deswin, yang seketika memekik. "Emak pake jurus 5 halus, ya?" tanya Zein."Iya. Kelihatankah, Bang?" Emak OY balik bertanya. Zein menggeleng. "Aku nebak aja, karena tadi nggak terdeteksi." "Aku kaget. Emak tau-tau sudah di sini," cakap Hendri."Aku cuma lihat kelebatan biru," tukas Yanuar."Ema

  • Dari Terpaksa Perlahan Jadi Cinta    Bab 145

    145Acara akikahan dimulai tepat jam 9 pagi waktu setempat. Fikri menyapa hadirin dengan salam dalam berbagai bahasa, yang dilanjutkan Hana dengan salawat, yang diikuti hampir semua tamu undangan. Selanjutnya, Zikria melantunkan ayat suci dengan suara merdu. Lalu terjemahannya dibacakan Ren Liangyi, dengan menggunakan bahasa Indonesia dan Mandarin. Dimas berdiri dan berpindah ke dekat ketiga Ustaz, yang sengaja diundang untuk memberikan tausiah. Dimas memberikan pidato singkat untuk mengapresiasi semua tamu, yang menyempatkan untuk hadir dalam acara tersebut. Ustaz Sulaiman, Ustaz Mawardi, dan Ustaz Amir, memberikan tausiah secara bergantian. Kemudian ketiganya berkolaborasi dan menyelipkan candaan, yang menjadikan penonton terbahak. Ustaz Sulaiman yang usianya paling senior, menutup acara itu dengan untaian doa. Khalayak kompak menadahkan tangan, begitu pula dengan tamu non muslim, yang spontan mengikuti gerakan tangan tamu lainnya. Ketiga Ustaz berdiri, disusul seluruh orang di

  • Dari Terpaksa Perlahan Jadi Cinta    Bab 144

    144Jumat siang hingga sore, halaman depan rumah Bayazid dan Marwa, dipenuhi banyak orang bawaan Emak Sabriah, dari Tambun. Perempuan tua berjilbab hitam itu, ditugaskan menjadi kepala koki untuk mempersiapkan semua hidangan, yang akan disuguhkan saat acara akikahan Yhara, yang hendak dilangsungkan esok hari.Selain para karyawan kedainya, Emak Sabriah juga mengangkut sanak saudara dan beberapa tetangganya, guna menjadi asisten koki. Sebab sudah jadi rahasia umum, jika tim PBK yang mengadakan hajatan, maka makanannya harus sangat banyak, karena tamu yang datang bisa lebih dari 500 orang.Selain kelompok Tambun, tim Satya juga ikut membantu. Mereka kembali bertugas memotong daging dua ekor kambing dan seekor sapi, yang dibeli Dimas serta Darmawan. Keluarga Bajradaka juga turut membantu. Darian dan semua saudara sepupunya yang laki-laki, duduk bersila di karpet plastik, yang dihamparkan di halaman depan rumah Zayd. Mereka bertugas mengupas kentang, wortel, bawang, aneka bumbu, dan ban

  • Dari Terpaksa Perlahan Jadi Cinta    Bab 04

    04Zhou Yiran memerhatikan pasangan suami istri di kursi seberang, yang tengah berbincang dengan Dimas. Meskipun tidak memahami bahasa Indonesia, tetapi Zhou Yiran yakin jika mereka tengah membicarakan dirinya. Zhou Yiran menggigit bibir bawah kala Haikal Jabbar mengamatinya. Aura berkuasa yang ke

  • Dari Terpaksa Perlahan Jadi Cinta    Bab 03

    03Zhou Yiran memerhatikan sekeliling ruang tamu luas bernuansa abu-abu muda, di kediaman atasan Dimas. Dia menyukai tempat itu yang terasa nyaman, sekaligus hangat. Celotehan Zayd Yaqzan Adhitama, putra ketiga Wirya, yang tengah berbincang dengan mamanya, menyebabkan Zhou Yiran tersenyum. Gadis b

  • Dari Terpaksa Perlahan Jadi Cinta    Bab 02 - Kabur

    02Dimas memaksa otaknya berpikir cepat, sebelum mengambil tindakan nekat. Dia memundurkan mobil, lalu melaju dan menabrak belakang mobil van. Zhou Yiran menjerit saat benturan keras itu terjadi. Dia kaget saat Dimas menekan kepalanya agar merunduk. Belum sempat Zhou Yiran bertanya, terdengar buny

  • Dari Terpaksa Perlahan Jadi Cinta    Bab 01 - Jalan!

    01Seorang perempuan bergaun hijau muda, keluar dari lift di satu bangunan puluhan lantai. Dia lari secepat mungkin keluar lobi, dan menuruni tangga teras dengan tergesa-gesa. Zhou Yiran memerhatikan sekeliling. Dia berputar ke kanan dan merentangkan tangan, untuk menghadang seunit mobil SUV biru

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status