Home / Young Adult / Dear My Lover / Bab 1- Patah Hati

Share

Dear My Lover
Dear My Lover
Author: hnbyuuki

Bab 1- Patah Hati

Author: hnbyuuki
last update Last Updated: 2024-02-25 10:49:16

"Hei cantik!"

"Kaget eh! Santai aja dong.. Kamu itu mencolok kok, gak usah sambil ditegaskan gitu kehadiranmu.."

Kyohei terkekeh mendengar ucapanku, "kenapa ngelamun? Jangan-jangan, karena gak ada wali yang dateng di upacara tadi ya? Gak masalah lah gak penting begituan. Ada aku juga di sekolah ini,” lanjutnya dengan penuh percaya diri.

Siswa berwajah tengil tapi tampan itu adalah sahabatku. Kami sudah berteman sejak kecil dan payahnya, aku menyimpan rasa untuknya. Aku memendam perasaanku karena takut pertemanan kami akan hancur.

“Aku, bakal ada di sisi kamu sampai waktu yang tak terhingga. Dimanapun, kapanpun kamu butuh, aku akan melesat seketika hoho~"

"Kamu mau aku pura-pura percaya, atau pura-pura gak denger aja nih?"

"Jangan diragukan gitu dong."

"Aku gak bisa percaya omongan orang. Omongan diri sendiri aja gak bisa kupercaya kok."

"Gapapa, kalo aku bisa deh dipercaya. Aku jamin ga akan tinggalin kamu."

Kyohei berhenti di depanku. Kali ini, ia menyodorkan jari kelingkingnya tepat di depan wajahku. Kepalaku mendongak memandang matanya sebelum menautkan jari kelingkingku disana.

Indah bukan?

Tapi segala keindahan itu tak berlangsung lama, karna saat ini aku tengah menahan air mata dengan sesak dari balik tembok.

"Jadi gimana, kamu mau gak jadi pacarku?"

"Heeee??? Serius??"

"Serius lah, ngapain bercandaan segala."

Aku memutar otak mendengar percakapan Kyohei dan Minami. Dari sudut pandangku, aku dan Kyohei sempat bertatapan, tapi kenapa aku merasa seperti ia sengaja menungguku. Apa yang sebenarnya terjadi??

Kedua mataku mulai terbendung air. Aku hanya terpikir satu tempat, toilet. Berlari sambil mendongakkan kepala, kujaga air mataku agar tak jatuh membasahi kertas tugas yang kugenggam. Tapi…

BRAAAKKKKKK!!!!!!!!

Aku bertabrakan dengan seseorang,

"Yuuki?"

"A- maaf, aku minta maaf banget tolong jaga kertas berserakan ini sebentar!" Ucapku buru-buru lari ke toilet yang sudah berada di depan.

Sesampainya, aku langsung mencuci mukaku. Harusnya tak selama itu bukan? Sayangnya, air mata ini terus keluar dengan derasnya.

"Maaf ya, lama.. Makasih banget udah ditungguin."

"Gapapa, nih..” Ia berikan kertas tugas yang sudah ia rapikan, “ini mau buat tugas kelas kan?" tanyanya kemudian.

"Iya, anu.. kamu..."

Bodohnya, aku tak tahu siapa namanya walau kami satu kelas. Ia memperkenalkan dirinya sambil tertawa tipis. Entah apa yang lucu, tapi ya intinya aku jadi tahu nama dia, Souta itulah namanya.

Kami mengobrol sampai akhirnya Souta mengajakku untuk masuk ekstra musik. Tapi obrolan kami terputus setelah sampai kelas. Aku mengambil kapur untuk menulis pesan yang pak Yoshida titipkan dan berkata, "Ini tugasnya, bisa diambil sendiri ya di depan. Terima kasih."

Kuambil tugas untukku dan kembali ke meja. Karena aku duduk di belakang Kyohei, otomatis aku melewatinya. Mata kami sempat saling bertatapan tapi ia menghindar dengan ketusnya.

Setelah semua orang mengambil tugas, Kyohei meminta perhatian semua orang di depan kelas. Nyatanya aku dan Kyohei yang selalu berdua, anak lain melihat ke arahku saat Kyohei menyatakan dia berpacaran.

Kreekkk..

Suara kursi terdorong dari tempat duduk Minami. Ia melangkah ke depan dan berdiri di samping Kyohei.

"Haii, Minami baru aja loh di tembak Kyohei!!" Serunya, ya seru sendiri sih. Yang lain kaget dengan situasi yang ada.

Karna tak mendapat satupun respon dari anak kelas, Minami kembali berbicara.

"Heeeee, kok sepi banget. Salah ya kalo Minami jadian sama Kyohei??"

"Haaa?? Enggak lah, enggak kan temen-temen??”

Canggungnya satu kelas menjawabi Kyohei diiringi tawa pahit. Aku mengetuk kursi Kyohei saat ia kembali duduk. Dengan maksud memberinya selamat walau hati tersayat.

Ah gila, ini tiba-tiba banget loh, Hei.. Padahal dulu katamu bakal langsung ngasih tahu aku kalo ada orang yang kamu suka. Tapi dipikir-pikir, aku juga yang pertama tahu sih, dari telingaku.

...

Mendekati jam pulang, pak Yoshida masuk kelas.

"Yooo!!! Udah selesai kan tugasnya?? Ayo sini kumpulin kumpulin.."

"Heeeeee!?!!"

"Baru juga berapa jam pak!!"

"Hmm. Ya udah, yang selesai maju kumpulin, yang belum selesai nanti bisa nyusul. Yuuki, kamu udah selesai?"

"Belum pak."

"Oke, selesaikan.. Karna kamu tadi sudah bawa tugas, nanti gantian yang lain ya yang bawa ke ruang guru."

Souta mengulurkan tangan kanannya mengetuk tepian mejaku. Ternyata dia melanjutkan ajakannya tadi tentang ekstra. Aku berterus terang kalau masih ragu, tapi dia bilang, “Gapapa, anggep kunjungan aja dulu. Nanti gampang mau mutusin gimana.”

Tertawan akan ucapannya, aku setuju dan memasukkan semua barangku bersiap piket kelas sebelum pergi.

"Ehh- emang ga masalah kamu bawa sendirian, bisa aja berat loh." Tanya Yamazaki saat aku menawarkan diri untuk membuang sampah.

"Santai aja. Percayain ke aku, tah aku mau ke ruang musik."

"Ahaha ya oke deh. Makasih ya.. Kalo gitu aku bersihin papan tulis."

"Oke. Aku duluan ya."

"Ya.."

Aku membawa dengan santai kantong sampah yang cukup besar ini. Beratnya tak seberapa dibanding sampah yang dulu ada dirumahku.

Dulu aku selalu bersama nenek di rumah. Aku yang hanya sekolah dan main saja membuat sampah kami tertumpuk. Sungguh, waktu yang sangat kurindukan..

"Keburu gak ya. Jangan-jangan Souta udah pulang duluan.." Kataku sambil memilah sampah, tiba-tiba..

"Yuu~ki~~!!"

Bersambung..

Continue to read this book for free
Scan code to download App
Comments (1)
goodnovel comment avatar
Blue Rose
menarik, semangat Kakヾ(^-^)ノ
VIEW ALL COMMENTS

Latest chapter

  • Dear My Lover   Bab 68- Kepikiran…

    “Ngapain?” “Eh? Hai, Ru.. Aku lagi ajak Aimi kencan ini,” jawab Yamada-teman kencan Aimi- dan sayang sekali, jawaban itu diabaikan oleh Hikaru. Aimi tahu, teman kecilnya ini sedang marah sekarang. Dia buru-buru menjelaskan tentang Yuuki yang diajaknya. Hikaru menarik lembut Yuuki untuk pergi dari sana. Aimi kelabakan, dia juga pergi dan meminta maaf pada Yamada dan temannya yang sejak tadi makan bersamanya. Dia berusaha mengikuti Hikaru dan Yuuki dengan jarak kurang lebih satu meter dibelakangnya. Langkah Aimi dan Yuuki terhenti bersamaan, saat Hikaru menghentikan langkahnya. “Bener-bener ya, gak habis pikir sama kamu Mi,” “Maaf Ru, aku cuma minta Yuuki temenin. Gak tahunya dia juga bawa temen.” “Lagian kan itu kencanmu, kenapa bawa-bawa orang lain?” “Ya sorry..” “Lain kali, gak ada hal kaya gini lagi. Kamu kalo gak suka sama cinta-cintaan ya udah putusin dari awal, bilang dan terus terang ke ora

  • Dear My Lover   Bab 67- Kencan Tiba-Tiba

    “Tahu bakal gitu aku gak nyaranin kita dateng ke sini, Ma.. Sorry ya..” ujar Masao turut merasa bersalah. Shima tertawa mendengar ucapan kakak kelasnya. Bagaimana mungkin ia menyalahkan orang lain atas perasaannya sendiri? Dengan segera, Shima keluar dari sana untuk mencari udara segar, katanya. Tapi dia bertitip pesan kalau Yuuki mencarinya beri saja jawaban yang masuk akal. Tepat sasaran, Yuuki mencari. Satu sosok temannya tak terlihat di sekitar. Dia menghampiri Masao dan bertanya apakah Masao tahu dimana Shima saat ini. “Dia lagi cari makanan, laper katanya.” jawab Masao cepat seakan ia sudah menyiapkan jawaban itu sejak tadi. Tapi Yuuki tak mencurigainya.Karena sekarang Souta sedang bersama Kenta, Yuuki keluar dari area game dan menunggu Shima. Dia seperti sedang merasakan sesuatu yang aneh, terlihat dari gaya mondar-mandirnya. Tak! Bunyi dahi Yuuki yang disentil oleh Shima ketika ia baru saja membalikkan badan. Gadis itu me

  • Dear My Lover   Bab 66- Radar Kecemburuan

    “Mau aku ajarin?” tanya Souta dengan senyum tipisnya. Yuuki hanya memberinya satu jawaban, “Boleh..” Bel tanda pulang sekolah berbunyi. Semua anak mulai merapikan barang bawaannya ke tas masing-masing. Yuuki pun sudah dijemput di depan kelas oleh.. siapa lagi kalau bukan Shima. “Hey! Jadi battle melodi gak?” Shima menaruh tangan kanannya pada bahu Souta yang kini berjalan di sampingnya. Souta menyingkirkan dengan cepat tangan itu dari dirinya. “Ditanyain juga diem aja, ngomong ama orang apa tembok ya.” cibir mulut Shima yang pasti ingin Souta ikat saja mulut itu. Dia bahkan membawa-bawa Yuuki ikut campur. Lengannya menggandeng tangan Yuuki tanpa aba-aba. “Emang enak punya temen kelas kaya tembok Yuu?” ejek si paling usil tanpa henti. Souta melihat menolehkan wajahnya, melihat tangan Shima yang menetap di sana. Segera Souta berpindah ke tengah melepaskan ikatan dua tangan itu. “Apa sih, ganggu aja.” keluh Shima yang sempat b

  • Dear My Lover   Bab 65- Nguping? Tidak.

    Seisi kelas sedang sibuk rapat soal festival olahraga. Ada satu siswa yang sibuk bolak-balik di depan kelas Yuuki. Kali ini bukan Minami yang seperti sebelumnya. Dia Kyohei, pacar Minami. Yuuki dengan cepat mendapati sosok yang dia kenal. Lalu dirinya bergegas keluar dari kelas. “Kamu gila ya!?” bentak Yuuki, “Pacarmu loh bukan siswi yang beda sekolahnya!” Walaupun marah-marah, Yuuki tetap pelankan suaranya. Dia tak ingin jadi pusat perhatian dan tak ingin ketahuan tentunya. “A-aku..” “Apa? Mau bahas soal omongan lagi? Mau ngomong apa sih to the point aja.” “Gak bisa segampang itu,” “Ya udah kalo gak gampang, mending gak usah ngomong.” “T-tapi..” “Balik atau aku panggil pacarmu?” ancam Yuuki pada Kyohei. Dia benar-benar geram sepertinya. Kyohei terlalu bimbang sampai kehilangan momen berkali-kali. Lagi-lagi Kyohei ditinggal Yuuki. Gadis itu kembali masuk ke

  • Dear My Lover   Bab 64- Istri Orang Terkenal

    Bunga Lily berwarna kuning. Bunga kesukaan nenek sejak ia masih remaja. Padahal, aku kesulitan mencarinya di toko bunga sekitar sini. Bagaimana Kyohei menemukannya? Lalu, ternyata dia masih mengingat hal itu rupanya. Kupikir dia tak tahu karena nenek bercerita kisahnya dengan bunga itu saat kami masih kecil. Kudengar samar suara kak Aimi. Kemudian semua orang pergi lebih dulu menyisakanku dan Kyohei di dekat makam nenek. Seakan mereka memberiku ruang untuk mengobrol dengan sahabat kecilku. “Kamu ternyata ingat bunga itu..” ucapku blak-blakan karena akhirnya keceplosan. Laki-laki itu tersenyum, tak begitu terangkat, hanya sedikit naik saja sudut bibirnya. Kyohei berjalan menghampiri makam nenek. “Kyohei datang, Nek.. Maaf baru dateng. Tapi tak disangka, aku malah bertemu cucu nenek yang menyebalkan ini.” Aku berdecak lalu berkata, “Kalo kakak kosku gak minta datang ke sini juga, gak

  • Dear My Lover   Bab 63- Bertemu

    “Orang yang dimaksud semua anak, siapa katamu?” “Semua anak? Emang udah nyebar ke seluruh sekolah?” “Enggak gitu, maksudnya banyak yang udah tahu gosipnya. Mereka yang gak kenal kamu jadi tahu kamu.” “Oh,” aku bernapas lega mendengarnya, setidaknya tidak semua orang tahu, “Kak Hikaru.” “Kak Hikaru?” tanya Shima menegaskan. “Iya. Kak Hikaru orang yang mereka maksud.” Shima duduk di sebelahku. Lalu, ia bertanya bagaimana kronologi awalnya kenapa bisa jadi ada gosip soal pacaran. “Wajar sih, wajah Kak Hikaru membekas pasti bagi beberapa siswi. Jadi bahan gosip deh,” kataku mengakhiri percakapan soal gosip ini. Setelahnya, Shima kembali menjadi Shima yang dulu suka menempel padaku. Dia juga membantuku setiap kali ada anak yang mengejek atau sekedar kepo soal gosip itu. Beruntungnya, dia salah satu anak yang omongannya pasti dipercaya siswa lain, jadi tak lama setelah aku bercerita dengan Shima gosip lenyap. Seperti dua masalahku langsung terselesaikan rasanya. *** Ha

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status