Accueil / Young Adult / Dear My Lover / Bab 2- Ekstra Musik

Share

Bab 2- Ekstra Musik

Auteur: hnbyuuki
last update Date de publication: 2024-02-25 15:28:20

"Yuu~ki~~!!"

"Uwah!!! -eh maaf aku kaget.”

“Hahaha imutnya!!"

"Hah?"

"Pffttt.. Kamu lagi ngapain sibuk sendirian kaya gitu?"

"Milah sampah, kan aku piket hari ini."

"Sini aku bantuin deh.."

"Nggak usah, kamu juga besok piket kan?"

"Heee, kok Yuuki tau sih?"

"Gimana gak tau, kamu nulis nama di jadwal segede harapan orang."

"Hmm? Kamu ngomong apa? Jangan bisik-bisik gitu dong kan aku jadi gak denger kamu ngomong apa.."

"Ahahah iya juga ya. Gapapa kalo gak kedengeran, bukan hal penting juga kok. Jangan dipikirin."

"Gitu kah? Mm ya udah deh.. Yamazaki kemana kok kamu sendiri?"

"Ah, Yamazaki? Dia tadi masih di kelas, tapi aku emang ngajuin diri buat buang sampah kok, sekalian aja sebelum pergi ke ruang musik."

"Kamu mau masuk ekstra musik?"

"Engg- eh belum tau maksudnya."

"Kalo gitu aku ikutan deh!, hehehe."

"Emang yang selama ini anak-anak tanya 'Shima kok kamu belum nentuin mau ikut ekstra apa?', itu bener?"

"Iya dong. Tidak pernah ada kebohongan dalam hidupku huahaha~"

Terheran, aku hanya menghela nafas.

"Permisi.."

"Ya. Masuk aj- loh??!?"

"Ehh, kenapa?" Tanyaku sebelum akhirnya Shima ikut menimbrung, "kenapa-kenapa?"

"Ngapain dia ikut?" Tanya Souta menyipitkan matanya. Shima yang tetap santai, ia tertawa dan masuk dengan percaya diri sambil berkata kalau ia juga ingin melihat bagaimana kegiatan ekstra musik sekolahnya ini.

"Maaf ya, kami tadi ketemu di tempat pembuang-“

"Gapapa, aku paham kok, pasti bukan salahmu."

"Heee kalian berdua jangan bisik-bisik sendirian dong, ada aku juga nih ajak ajak."

"Males." Jawab Souta dengan muka datarnya.

"Anak musik yang lain?"

"Pada belum dateng, biasanya sih sebentar lagi."

Jreeengggggg.....

Alunan gitar itu berbunyi.

Seakan ingin mengetes nada dari senar gitar, Shima membunyikan gitar itu dan duduk memangkunya. Bernyanyi, ia alunkan lagu sampai reff selesai.

Souta dan aku hanya terdiam mendengarnya. Keheningan berakhir saat suara tepuk tangan dari seseorang hadir.

"Jago banget loh, gila!" Ucap orang itu.

Dari gaya bicaranya yang santai, apa mungkin senior?? Agak canggung juga ya, ternyata mereka semua laki-laki..

Orang tadi menunjuk ke arahku sambil bertanya siapa aku. Dengan cepat aku menunduk menyapanya. Saat Shima menyusul memperkenalkan dirinya, kakak kelas itu berkata, "yah kalo sekelas dia mah tahu, siapa sih anak sini yang gak tahu ni anak. Ya, kan?”

"Ahahaha.. Segitunya kah?"

Setelah sesi perkenalan selesai, dua kakak kelas tadi bersiap di posisi masing-masing. Dilengkapi kertas lirik dan chord seadanya, Shima turut diajak. Ketukan dari sang drummer sebagai tanda untuk para kawannya memasuki lagu, memimpin dengan cakap.

Semuanya menyuarakan perasaan mereka melalui musik masing-masing, aku merinding saking terpesonanya. Apa ini, perasaan bergejolak yang hadir begitu saja dalam diriku..

Suara nyanyian dari sang vokalis begitu menyayat hati, terlebih rasa sakit yang baru kurasakan hari ini. Setitik air mata dari rasa haru akhirnya lolos. Mendekati ending, buru-buru kuseka wajahku.

"Gimana, dengan ini kamu mau gabung kan sama kami?"

"Tapi saya gak bisa main musik kak."

"Hah apaan itu?!" Mendengar pertanyaan ini, terlintas seketika dalam pikiranku, 'Ya kan, pasti mustahil..', tapi ternyata aku hanya berpikiran negatif.

"Semua orang disini juga awalnya gak ada yang bisa. Kami belajar dan terus belajar, bukan jago dari lahir. Jadi gimana? Mau gak?"

"M-mau kak!"

"Oke, nanti kita cari apa keahlianmu. Sampe jumpa di hari besok ya, untuk sekarang kalian para anak baru bisa pulang duluan aja. Kalo kami mau lanjut latihan dulu."

"Para anak baru, maksudnya anak itu juga ikut kak?" Tanya Souta menunjuk Shima.

"Ikutlah dia jago begitu kok mainnya. Kamu juga mau kan masuk musik?"

"Jelas mau dong!"

Souta berdecak dan sengaja memperlihatkan ekspresi kecewanya itu. Entah hal apa yang membuatnya kurang suka pada Shima, padahal semua anak sangat menyukainya.

Ya itu bukan urusanku juga sih..

Akhirnya aku dan Shima pulang duluan. Kami berpisah di persimpangan gang kecil. Dia mengambil arah kiri, sedangkan aku sebaliknya.

"Aku pulang~"

Wussshhhhhhh...

Hanya ada keheningan yang menyapaku.

'Ternyata belum ada orang di rumah, ya tak heran sih, mereka semua bekerja. Tak sepertiku yang masih sekolah ini, semua kakak kos sudah memasuki kehidupan yang sesungguhnya.'

Menaruh tas kuraih handuk berniat mandi. Setelah turun, handuk yang tadinya kupegang erat dengan kedua tangan terlepas begitu saja saat melihat sesuatu yang seharusnya tak kulihat..

Bersambung..

Continuez à lire ce livre gratuitement
Scanner le code pour télécharger l'application

Latest chapter

  • Dear My Lover   Bab 77- Ada apa?

    “Kyohei!” satu teman terdengar memanggil dengan lantangnya. Orang itu adalah Takumi. Ia berlari ke arah Kyohei yang berbalik setelah namanya dipanggil.“Aduh-““Makanya gak usah lari. Situ ke sini doang juga.”“Hehe,” ujar Takumi terkekeh memegangi ujung kakinya yang tersandung, “gosip panas itu bener adanya?”Kyohei menghela panjang nafasnya. Dia hanya diam tak beri jawaban.“Kok bisa sih? Kenapa? Soal Yuuki? Trus Minami gimana, bukannya kalian masih pacaran? Atau udah putus? Kok gak cerita-cerita sii?!” Langkah Kyohei berhenti. Keningnya berkerut dan tangannya mengacak kasar rambut yang tadi rapi itu.“Udah selesai pertanyaanmu?”Seakan tahu dirinya menyebalkan saat ini, Takumi cengengesan mendengar Kyohei bertanya padanya. Mau marah Kyohei pun tak bisa, biar bagaimana, Takumi ini cukup sering bersamanya. Dia juga butuh teman curhat saat ini. Diajaklah Takumi untuk ke atap, agar dia bisa bercerita dengan leluasa di sana.

  • Dear My Lover   Bab 76- Debat Panas

    Angin bertiup cukup kencang di waktu ini. Dua atau tiga daun bahkan terlempar di lantai koridor sekolah berkali-kali. Memanas situasi, jadi semakin mencekam di antara Shima dan Kyohei yang sedang berhadapan sampai detik ini.“Gak usah banyak tingkah dan memaksakan diri demi deket lagi sama Yuuki. Kamu itu udah gak pantes buat jadi temennya!” ucap ketus Shima. Dengan wajah yang datar, amarah tetap tersorot dari dua matanya.“Apa urusanmu? Aku temen dia dari kecil, kamu yang pendatang kan? Sedihnya dia, bahagianya dia, ada aku di sampingnya.”“Gila. Gak waras emang pikiranmu ya!”“Gila? Kamu gak sih yang gila? Apa hakmu menentukan siapa yang boleh temenan sama Yuuki!”Shima sampai menganga mulutnya. Dia pasti berpikir bagaimana bisa ada orang yang gak tahu malu kaya manusia satu ini. “Kamu, sama Minami. Udah berapa kali kalian nyakitin Yuuki hah?!”Emosi Shima semakin meluap, dia bahkan tak peduli ada orang lain atau tidak di sekit

  • Dear My Lover   Bab 75- Pengganggu

    “Aku bener-bener ga paham. Apa yang terjadi dengan persahabatan kami, itu semua gara-gara Minami?”“Dimana letak kesalahanku atau Kyohei, sampai dia berbuat sesuka hati gini?”Yuuki terus mengoceh walaupun televisi di depannya berbunyi cukup keras. Dia bisa bergumam dengan santai karena saat ini hanya ada dirinya sendiri di kos.Saat pintu tiba-tiba terbuka, tatapan matanya langsung beralih ke arah itu. Hikaru muncul dan sempat terdiam, melihat Yuuki yang menatapnya. “Sendirian Kak?” tanya Yuuki basa-basi sebagai pemanis obrolan. Hikaru sedikit gagap menjawabnya. Lalu, orang itu bertanya dimana Ryo, dia memastikan bahwa dirinya tak berduaan saja di rumah ini.Setelah Yuuki menjawabnya, si Hikaru langsung gerak cepat memakai sepatunya lagi sambil berkata, “Ah iya, aku lupa beli sesuatu. Aku pergi dulu ya,” katanya tanpa melihat lawan bicaranya dengan jelas.Yuuki mengiyakan pamitan Hikaru tetapi pintu itu sudah tertutup saking cepatnya

  • Dear My Lover   Bab 74- Duo Galau

    “Selamat ya udah menang lagi!!”Shima tertawa, tangannya membentuk tanda peace mendengar ucapan itu dari Hiromi. Dia menatap Yuuki kemudian. Senyum yang tadi ditujukan untuk Shima telah memudar kini, tinggal lamunan terukir di wajah itu.Shima berbisik kala ia mendekati Hiromi, “Dia kenapa?” tanyanya. “Nanti aku ceritain,” jawab Hiromi. Mereka bertiga pergi dari arena lomba untuk membeli minum. Setelahnya, Shima memisahkan diri karena harus kembali ke kelasnya. Biar begitu dia sudah janjian untuk bertemu dengan Hiromi sepulang sekolah.Yuuki banyak diam setelah dia pergi dengan Kyohei. Hiromi sebenarnya sangat penasaran, tapi dia tidak setega itu untuk bertanya. Jadi, hari itu dia membiarkan Yuuki untuk larut dalam perasaannya dan pulang sendirian begitu saja.Sementara Yuuki pulang, saat ini Shima tengah duduk mendengarkan Hiromi bercerita. Titik-titik embun es di gelas berisi americano itu terus menetes di jari Shima. Dinginnya diacuhkan. Dia

  • Dear My Lover   Bab 73- Terungkap

    “Gimana perasaanmu?”“Lega. Capek.”“Syukurlah sebelum waktunya habis, kamu udah dapet satu poin dari aku.” Souta melebarkan senyumnya. Dia suka meledek Yuuki akhir-akhir ini.Tak ada tenaga untuk marah, Yuuki mengajak Souta untuk duduk. Dua orang itu menonton anak-anak klub voli latihan. Souta pun diajak ke cafe dulu sebelum pulang.“Gantian aku yang traktir kali ini.” Yuuki tertawa senang, “Makasih,” ucapnya. Satu es latte terteguk habis oleh gadis itu. Dia paling benci olahraga ya karena ini, kehabisan tenaga. Padahal, dia yang memilih untuk tak membiasakan diri dengan olahraga.“Makasih ya, hari ini..” kata Yuuki saat ia keluar dari cafe. Akhirnya Yuuki memutuskan untuk pulang dan berpisah dengan Souta di cafe itu. Hanya sebatas ini, sudah membuat Souta terus tersenyum di sepanjang jalan pulangnya.Dia menikmati perasaannya, sendirian.***Kyohei yang sedang bersiap untuk lomba, melihat Yuuki yang duduk di ban

  • Dear My Lover   Bab 72- Aku Gendong

    “Eh, itu kakakmu?” “Iya.” jawab cepat Ryo. Ketiga anak itu menghabiskan minuman mereka lalu berjalan untuk kembali ke kelas. “Emang kamu baru tahu Sho?” “Iya Sei, baru tahu aku. Gila. Dari dulu kemana aja aku ya..” Kemudian Yusei meletakkan tangan kanannya di pundak Shogo. “Cantik kan?” Ryo yang ada di depan Shogo dan Yusei tengah berjalan santai, sembari menguping dikit-dikit. Raut mukanya itu seakan senang. Senyum tipis penuh percaya diri, dagunya sedikit terangkat. Dia seperti sombong sekaligus bangga dengan sang kakak. Shogo menghampiri Ryo dan keduanya berjalan bersamaan sekarang. Yusei merengut bete karena pertanyaannya tak dijawab oleh temannya sendiri. “Hei, bantu kenalin aku ke kakakmu dong!” pinta Shogo. Ryo berhenti lalu menjawabnya, “No! Aku gak mau punya kakak ipar kaya kamu,” ia sambung dengan tawanya yang terbahak-bahak. Jauh sekali pemikiran anak itu. Di sisi lain, Yuuki yang mau masuk ke k

  • Dear My Lover   Bab 56- Perubahan

    Sudah hitungan hari sejak Ryo ikut tinggal di kos. Walau begitu, dia tetap punya kesehariannya tersendiri. Tak pernah Ryo mengikutiku kemana aku pergi meskipun terkadang dia seperti anak kecil. Di weekend ini, aku sudah janjian bareng Kak Masao, Shima dan Souta. Kak Masao yang meng

  • Dear My Lover   Bab 55- Merona dan Salah Tingkah

    "Terima kasih Pak, kalau begitu proses penandatanganan sudah terlaksana. Percayakan proyek ini pada kami. Bapak tinggal pantau saja perkembangannya melalui berita." "Baik, jangan sia-siakan kepercayaan yang saya beri ya." Lelaki itu pergi setelah menghabiskan satu gelas americano

  • Dear My Lover   Bab 54- Dunia Yang Sempit

    Bagaimana Yuuki bisa mengenal dan akrab dengan siswa seperti itu? Pertanyaan itu pasti sedang terngiang-ngiang di pikiran Kyohei. Dirinya tak tenang, ia sangat penasaran. Namun, gerak-geriknya terbatasi. Dia belum bisa menemukan celah saat Minami lengah. "Kamu tahu, ada s

  • Dear My Lover   Bab 53- Adik Yuuki

    Kring kriing .. “Hei, pesanan kita udah jadi tuh ambil gih!” pinta Minami sembari ia ketuk lembut meja. Si pacar, Kyohei malah asik melirik ke depan cafe mengikuti langkah seseorang yang Minami sendiri tak sempat melihatnya siapa dia. ‘Bukan Yuuki kan?’ batin si cant

Plus de chapitres
Découvrez et lisez de bons romans gratuitement
Accédez gratuitement à un grand nombre de bons romans sur GoodNovel. Téléchargez les livres que vous aimez et lisez où et quand vous voulez.
Lisez des livres gratuitement sur l'APP
Scanner le code pour lire sur l'application
DMCA.com Protection Status