分享

BAB 102

作者: Langit Parama
last update publish date: 2026-03-15 00:45:45

Makan malam berlangsung di meja makan besar dengan seluruh anggota keluarga berkumpul. Mahendra duduk di ujung meja, diikuti Soraya di sampingnya.

Di sisi lain ada Raka dan Shiren, sementara Sasqia duduk berhadapan dengan mereka. Sherly kecil juga ikut duduk, sibuk memainkan sendoknya sendiri.

Suasana sebenarnya tampak biasa saja. Namun bagi Sasqia, udara di meja itu terasa berat.

Ia melirik Raka dan Shiren secara bergantian. Tatapannya datar. Dingin. Tajam.

Dalam hatinya ada sesuatu yang t
在 APP 繼續免費閱讀本書
掃碼下載 APP
已鎖定章節

最新章節

  • Dekapan Hangat Tiga Pria   BAB 152

    “Adik saya sendiri.” Kening Mahendra langsung berkerut. “Nak Tristan ...?” Namun sebelum ia sempat bertanya lebih jauh, Kaelix lebih dulu membuka suara. “Sekarang giliran saya.” Mahendra menegakkan tubuhnya. “Apa yang ingin Anda sampaikan?” Sudut bibir Kaelix terangkat membentuk senyum tipis yang sulit diartikan. “Sasqia menerima lamaran Tristan.” “Ya.” “Dan Anda sudah menerimanya?” satu alis Kaelix terangkat tipis. “Apa Anda benar-benar yakin dengan calon suaminya?” Mahendra mengangguk pelan. “Saya sudah menanyakan hal yang paling penting bagi seorang ayah.” “Apa itu?” “Masa depan anak saya.” Ruangan kembali hening. Mahendra melanjutkan dengan nada tenang. “Saya bertanya apakah dia serius dengan Sasqia. Saya juga menjelaskan kondisi keluarga kami apa adanya. Tentang penyakit saya, keadaan ekonomi kami, dan berbagai beban yang selama ini dipikul Sasqia.” Tatapan Kaelix tak bergeser sedikit pun. “Lalu?” “Jawabannya cukup meyakinkan.” Mahendra tersenyum tipis saat menging

  • Dekapan Hangat Tiga Pria   BAB 151

    “Kamu gak kerja, Ka?” tanya Soraya saat menemukan Raka sedang makan santai di ruang tengah. Tatapannya menyipit tajam, penuh selidik. Raka menghela napas panjang, meletakkan sendoknya perlahan. “Sepertinya saya mau resign, Ma.” “Apa? Resign?” Soraya membuang napas kasar, dagunya terangkat tinggi. “Kamu baru kerja berapa hari sudah mau resign? Kamu kira gampang cari kerjaan, hm?” Raka tersenyum tipis, bangkit dari kursi, dan melangkah mendekati Soraya dengan gerakan yang santai tapi penuh maksud. Tubuhnya yang tinggi menjulang di depan ibu mertuanya itu. “Memang tidak gampang, Ma,” jawabnya lembut, suaranya turun satu oktaf. “Tapi saya akan cari yang lebih layak, gaji lebih besar, dan tentunya … lingkungan yang lebih menyenangkan.” Soraya mendengus, tapi ada sedikit kegugupan yang terselip di balik sikap angkuhnya. “Gaji office boy di perusahaan Tuan Kaelix itu jauh lebih besar daripada pekerjaanmu di tempat lain. Itu masih lumayan.” Raka tidak langsung menjawab. Ia mengulurkan t

  • Dekapan Hangat Tiga Pria   BAB 150

    Sasqia menundukkan kepalanya dalam-dalam. Ia bahkan tak berani menatap wajah Tristan terlalu lama. Perubahan ekspresi pria itu cukup membuat jantungnya berdebar tidak karuan. “Maaf, Mas ....” Suaranya terdengar lirih. Nyaris tenggelam oleh suara pendingin ruangan dan dentingan sendok dari meja lain. “Maaf karena saya baru bilang sekarang.” Tak ada jawaban. Tristan hanya menatapnya diam. Dan itu justru membuat Sasqia semakin gugup. Rahang pria itu terlihat mengeras. Tatapannya sulit dibaca. “Kalau Mas mau membatalkan pernikahan ini ... saya tidak masalah.” Kalimat itu terasa berat keluar dari mulutnya. Namun tetap ia paksa. “Sekali lagi, saya minta maaf.” Jemarinya saling meremas di bawah meja. “Lagipula ... Ibu Mas Tristan memang tidak setuju dengan saya, kan?” Sasqia tersenyum tipis. Senyum yang terasa pahit. “Jadi daripada Mas harus melawan restu orang tua karena saya, mungkin lebih baik—” “Tunggu.” Tristan memotong ucapannya. Sasqia langsung terdiam. Tatapan pria itu

  • Dekapan Hangat Tiga Pria   BAB 149

    Dua orang pembantu tengah sibuk membereskan barang-barang peninggalan Mina yang selama bertahun-tahun memenuhi kamar Tristan. Bingkai foto. Buku. Kotak kenangan. Hingga beberapa pakaian yang masih tersimpan rapi di dalam lemari. Semua itu atas perintah Tristan sendiri. Namun pekerjaan mereka belum sepenuhnya selesai ketika pintu kamar mendadak terbuka. Tristan masuk dengan langkah panjang. Tatapannya langsung tertuju pada beberapa kardus yang sudah terisi penuh. Rahangnya perlahan mengeras. “Berhenti.” Suaranya rendah, namun cukup membuat kedua pembantu itu langsung menghentikan pekerjaan mereka. “Tuan?” tanya salah satunya ragu. “Jangan diteruskan.” Keduanya saling berpandangan sejenak. “Baik, Tuan.” Mereka segera meletakkan barang yang sedang dipegang. “Kami permisi.” Tristan hanya mengangguk singkat. Tak lama kemudian, kamar itu kembali sunyi. Pria itu berdiri seorang diri di tengah ruangan. Tatapannya perlahan menyapu setiap sudut kamar. Berhenti pada sebuah foto besa

  • Dekapan Hangat Tiga Pria   BAB 148

    Setetes darah segar mengalir dari sudut bibir Kaelix. Namun alih-alih marah atau membalas, pria itu hanya memiringkan wajahnya sedikit. Tatapannya perlahan kembali terangkat pada Tristan, tenang. Terlalu tenang untuk seseorang yang baru saja dipukul. “Kamu memukul saya, Tris?” tanyanya pelan. Nada suaranya rendah, nyaris tak menunjukkan emosi apa pun. Tristan berdiri tegak dengan dada naik turun. “Itu belum seberapa untuk mulutmu yang kurang ajar, Kael.” Kaelix menyipitkan mata. “Kurang ajar?” “Iya.” Tristan melangkah maju satu langkah. “Kamu terus membawa-bawa wanita yang sudah meninggal. Menghina wanita yang sudah hamil dan melahirkan anakmu. Dan sekarang kamu tidak mau mengakui darah dagingmu sendiri.” Rahangnya mengeras. “Jadi, ya. Itu pantas kamu dapatkan.” Kaelix perlahan mengangkat tangannya, menyeka darah di sudut bibir dengan punggung tangan. Saat melihat noda merah di kulitnya, sudut bibirnya justru terangkat membentuk senyum tipis. Senyum yang membuat suasana semaki

  • Dekapan Hangat Tiga Pria   BAB 147

    “Akhir-akhir ini kamu lebih sering berada di rumah ini,” ucap Tristan sembari menyandarkan tubuhnya ke kursi. Tatapannya menyorot ke arah Kaelix. Sudut bibirnya terangkat tipis. “Apa ada sesuatu yang sedang kamu pastikan, Kael?” Suasana meja makan mendadak terasa lebih dingin. Miriam menghela napas pelan. “Rumah ini juga rumah Kael, Tris,” tegurnya. “Dia anak Ayah dan Ibu. Tidak ada yang salah jika dia pulang.” Tatapannya beralih pada suami dan ketiga putranya secara bergantian. “Justru Ibu senang melihat kalian berkumpul seperti ini. Orang tua, anak-anaknya, kakak dan adik dalam satu meja makan.” “Tapi bukan itu alasan Kaelix pulang, kan?” balas Tristan tenang. Kaelix yang sejak tadi menikmati kopinya akhirnya mengangkat pandangan. “Saya datang karena Ibu yang meminta.” Tristan terkekeh pelan. “Dari dulu Ibu juga sering meminta kamu pulang. Tapi apa pernah dituruti?” Ia menggeleng. “Tidak, kan?” Rahang Kaelix mengeras sesaat. “Itu karena saya baru menyadari satu hal.” Tatapa

  • Dekapan Hangat Tiga Pria   BAB 43

    “Jangan bilang kamu belum punya jawabannya,” ujar Tristan pelan, matanya menyipit tipis. “Sudah hampir satu minggu, kan? Besok tepat hari ketujuh sejak saya menyatakan perasaan.” Jantung Sasqia berdegup keras. Tujuh hari. Ternyata Tristan menghitungnya

    last update最後更新 : 2026-03-24
  • Dekapan Hangat Tiga Pria   BAB 44

    Mobil Tristan akhirnya berhenti di depan kost putri milik Sasqia, wanita yang malam ini resmi menjadi kekasihnya. “Terima kasih, Kapten. Sudah mengantar saya, dan mentraktir makan malam juga,” ucap Sasqia tulus. “Kapten?” gumam Tristan rendah. “Saya kekasih kamu mulai malam ini, tidak ada pangg

    last update最後更新 : 2026-03-24
  • Dekapan Hangat Tiga Pria   BAB 45

    “Semalam Sasqia tidak datang, Pak?” tanya Jevier pagi itu saat memasuki kamar rawat inap Mahendra. Mahendra yang sedang bersandar di ranjang tersenyum tipis. “Tidak, Dok. Tapi dia sudah mengirim pesan. Katanya langsung pulang ke kost.” Jevier mengangguk pelan. Tanpa banyak bicara, ia menyiapk

    last update最後更新 : 2026-03-24
  • Dekapan Hangat Tiga Pria   BAB 39

    Sejenak, Jevier hanya mampu menatap Mahendra tanpa suara. Dadanya bergetar halus, detak jantungnya terasa lebih cepat dari biasanya. Ia tidak menyangka pertanyaan itu akan datang secepat ini. Dan yang lebih mengejutkan, ia tak benar-benar ingin mengelak.

    last update最後更新 : 2026-03-23
更多章節
探索並免費閱讀 優質小說
GoodNovel APP 免費暢讀海量優秀小說,下載喜歡的書籍,隨時隨地閱讀。
在 APP 免費閱讀書籍
掃碼在 APP 閱讀
DMCA.com Protection Status