分享

BAB 324

作者: Langit Parama
last update publish date: 2026-08-17 00:10:55

Mahendra baru saja menginjakkan kaki di ruang tamu ketika suara tangisan Sherly terdengar dari lantai dua.

Langkahnya seketika terhenti. “Sherly?”

Tanpa membuang waktu, Mahendra segera menaiki tangga dengan langkah tergesa. Semakin mendekati lantai atas, suara tangisan cucunya semakin jelas terdengar.

Namun bukan hanya tangisan Sherly yang memenuhi rumah. Dari kamar Soraya terdengar suara benda bergeser, isak tangis, disusul suara wanita yang berteriak penuh emosi.

“Nggak! Aku nggak mau!”

在 APP 繼續免費閱讀本書
掃碼下載 APP
已鎖定章節

最新章節

  • Dekapan Hangat Tiga Pria   BAB 325

    “Halo, Pa.” Suara Sasqia terdengar lembut dari seberang sambungan telepon. Mahendra yang saat itu duduk seorang diri di ruang tengah mengangkat wajahnya. Sejak tadi pikirannya dipenuhi banyak hal, terutama keputusan yang sudah ia ambil beberapa hari terakhir. Namun mendengar suara putrinya, raut wajahnya sedikit melunak. “Iya, Sas. Ada apa kamu menghubungi Papa, Nak?” Mahendra bersandar pada sofa, berusaha menyembunyikan berat yang menggantung di dadanya. “Oh iya, bagaimana keadaan kamu sekarang? Sudah jauh lebih baik?” Sasqia menelan ludah. Ia sedang duduk di tepi ranjang, satu tangan mengusap perutnya yang masih belum terlihat membesar. Sejak kejadian di rumah sakit, pikirannya memang lebih mudah dipenuhi rasa khawatir. Terlebih setelah mengetahui keputusan sang ayah untuk mengakhiri pernikahannya dengan Soraya. “Aku baik-baik aja, Pa.” Sasqia menarik napas pelan. “Justru aku yang sekarang khawatir sama Papa.” Mahendra tersenyum tipis, meski putrinya tentu tidak bisa meliha

  • Dekapan Hangat Tiga Pria   BAB 324

    Mahendra baru saja menginjakkan kaki di ruang tamu ketika suara tangisan Sherly terdengar dari lantai dua. Langkahnya seketika terhenti. “Sherly?” Tanpa membuang waktu, Mahendra segera menaiki tangga dengan langkah tergesa. Semakin mendekati lantai atas, suara tangisan cucunya semakin jelas terdengar. Namun bukan hanya tangisan Sherly yang memenuhi rumah. Dari kamar Soraya terdengar suara benda bergeser, isak tangis, disusul suara wanita yang berteriak penuh emosi. “Nggak! Aku nggak mau!” Mahendra mempercepat langkahnya. Begitu sampai di depan kamar, ia menemukan Sherly berdiri di lorong dengan wajah basah oleh air mata. Bocah itu memeluk boneka kecilnya erat-erat sambil terisak. “Kakek ....” Mahendra langsung berjongkok di hadapan cucunya. “Kenapa kamu menangis, sayang?” Sherly menunjuk ke arah kamar. “Nenek marah-marah ....” Mahendra mengusap pipi cucunya. “Sudah, jangan takut.” Ia kemudian berdiri dan melangkah ke ambang pintu kamar. Di dalam, Soraya berdiri dengan rambu

  • Dekapan Hangat Tiga Pria   BAB 323

    Mahendra datang ke kantor pengadilan sejak pagi. Pria itu berjalan memasuki gedung dengan langkah tenang, meski keputusan yang dibawanya bukanlah perkara kecil. Selama puluhan tahun, tempat ini hanya ada dalam bayangannya sebagai sesuatu yang tidak pernah benar-benar akan ia datangi. Namun hari ini berbeda. Ia datang untuk mengakhiri pernikahannya dengan Soraya. Setelah menyelesaikan proses administrasi dan menyerahkan dokumen yang diperlukan, Mahendra duduk di ruang tunggu dengan wajah serius. Tangannya terlipat di atas paha. Tak ada keraguan lagi dalam sorot matanya. Ia sudah terlalu lama bertahan, terlalu banyak memaafkan. Dan terlalu sering berharap semuanya akan berubah. Seorang petugas kemudian menghampirinya. “Pak Mahendra?” Mahendra segera berdiri. “Iya, saya.” “Dokumennya sudah kami terima. Untuk proses selanjutnya, Bapak tinggal mengikuti tahapan persidangan sesuai jadwal yang ditentukan.” Mahendra mengangguk. “Baik.” Ia menerima kembali beberapa dokumen yang diberik

  • Dekapan Hangat Tiga Pria   BAB 322

    “Untung Papa ada di sekolah kamu tadi. Kalau tidak, mungkin sampai sekarang kamu masih menunggu di sana.” Raka mengusap pelan kepala putrinya. “Mama, Kakek, sama Nenek mungkin terlalu sibuk sampai lupa kalau ada Sherly yang harus dijemput.” Sherly langsung mencebik. Raka tersenyum tipis, berusaha menghibur. “Papa sebenarnya selalu ada di dekat kamu, Sher. Papa sering datang ke sekolah dan melihat kamu dari jauh.” “Tapi kenapa Papa gak pernah nyamperin?” Raka terdiam sesaat. “Karena Papa takut.” “Takut Mama marah?” Raka mengangguk. “Papa takut Mama kamu gak mengizinkan Papa dekat sama kamu.” Sherly menunduk, jemarinya memainkan ujung bajunya. “Tapi Papa lebih jahat.” Raka tertegun. “Papa ninggalin Sherly sama Mama.” Suara bocah itu bergetar. Raka menghela napas panjang, lalu menarik putrinya mendekat. “Papa gak pernah bermaksud meninggalkan kamu, Nak. Tapi Mama yang meminta Papa pergi.” “Nggak!” Sherly menggeleng kuat. “Mama bilang Papa melakukan kesalahan. Makanya Papa per

  • Dekapan Hangat Tiga Pria   BAB 321

    “Jadi seperti itu kejadiannya, Pa?” tanya Kaelix. Nada suaranya terdengar datar, tetapi sorot matanya menyimpan kekhawatiran yang sulit disembunyikan. Mahendra mengangguk perlahan. “Maafkan Papa, Kaelix. Ini kesalahan Papa karena tidak bisa menjaga putri Papa sendiri dari ibunya.” Ia menundukkan kepala sesaat. “Papa ada di rumah yang sama. Seharusnya Papa bisa mencegah semuanya sebelum terjadi. Tapi Papa terlambat menyadari keadaan, sampai akhirnya Sasqia harus berhadapan dengan ibunya saat kondisi tubuhnya sedang lemah.” Kaelix menarik napas panjang. Ia tidak langsung menjawab. Tatapannya beralih kepada brankar di sampingnya, tempat Sasqia masih terbaring dengan wajah pucat dan mata terpejam. Jemari Kaelix kembali menggenggam tangan istrinya. “Yang penting sekarang Sasqia baik-baik saja, Pa.” Mahendra mengangguk pelan. “Saya hanya takut sesuatu terjadi pada dia dan bayinya. Terima kasih sudah membawanya ke rumah sakit dengan cepat.” Kaelix hendak melanjutkan, tetapi tiba-tib

  • Dekapan Hangat Tiga Pria   BAB 320

    “Apa yang terjadi pada istri saya, Pa?” desak Kaelix dengan nada dingin. Mahendra menarik napas berat. “Kaelix ... Sasqia—” Sambungan mendadak terputus. “Pa?” Kaelix menatap layar ponselnya. “Papa?” Tak ada jawaban. Wajahnya berubah pucat. “Zidan.” Ia berbalik cepat. “Ke rumah sakit. Sekarang.” Zidan yang sejak tadi berdiri di balik pagar segera bergerak setelah melihat perubahan wajah majikannya. Ia bergegas kembali ke mobil dan mengambil posisi di balik kemudi. “Cepat.” Satu kata itu keluar dari bibir Kaelix dengan suara rendah, tetapi penuh tekanan. Zidan langsung menyalakan mesin. Mobil melesat meninggalkan halaman rumah Sasqia, membelah jalanan menuju rumah sakit yang disebutkan Mahendra dalam panggilan terakhir. Di kursi belakang, Kaelix terus menatap layar ponselnya. Nomor Mahendra masih tercatat di riwayat panggilan. Ia mencoba menelepon kembali. Tidak tersambung. Sekali lagi. Tetap tidak ada jawaban. “Sayang ...,” gumamnya lirih. Tangannya mengepal di atas paha.

  • Dekapan Hangat Tiga Pria   BAB 14

    Sasqia spontan berbalik. Tanpa berpikir panjang, ia melangkah cepat kembali ke arah mobil. “Sas? Mau ke mana?” Jevier menoleh kaget, lalu segera menyusulnya. “Sas, tunggu!” Namun Sasqia tak menghiraukan panggilan itu. Ia terus berjalan, hampir setengah berlari, seola

    last update最後更新 : 2026-03-18
  • Dekapan Hangat Tiga Pria   BAB 48

    “Kaelix memberikan sponsor itu pada pramugari lain?” Mata Miriam membulat tajam. “Padahal aku sudah lebih dulu mencantumkan nama Jessie.” “Ada alasannya,” jawab Remmer tenang, mencoba meredam gejolak di suara istrinya. “Apa alasannya?” dagu Miriam terangkat tinggi, s

    last update最後更新 : 2026-03-25
  • Dekapan Hangat Tiga Pria   BAB 45

    “Semalam Sasqia tidak datang, Pak?” tanya Jevier pagi itu saat memasuki kamar rawat inap Mahendra. Mahendra yang sedang bersandar di ranjang tersenyum tipis. “Tidak, Dok. Tapi dia sudah mengirim pesan. Katanya langsung pulang ke kost.” Jevier mengangguk pelan. Tanpa banyak bicara, ia menyiapk

    last update最後更新 : 2026-03-24
  • Dekapan Hangat Tiga Pria   BAB 28

    “Sssh ….” Sasqia meringis pelan ketika Tristan mengoleskan salep pada lututnya yang mulai membiru. “Tahan sedikit. Sebentar lagi selesai,” ujar Tristan lembut. Ia berjongkok di hadapan Sasqia yang duduk di tepi ranjang. Gerakannya hati-hati, nyaris terlalu hati-hati untuk sekadar mengobati luka

    last update最後更新 : 2026-03-21
更多章節
探索並免費閱讀 優質小說
GoodNovel APP 免費暢讀海量優秀小說,下載喜歡的書籍,隨時隨地閱讀。
在 APP 免費閱讀書籍
掃碼在 APP 閱讀
DMCA.com Protection Status