共有

BAB 90

作者: Langit Parama
last update 公開日: 2026-03-14 01:32:51

“Mas semalam ke rumah sakit, ya?” tanya Sasqia pelan, membuka percakapan lebih dulu saat mereka makan siang bersama.

Sendok di tangan Tristan terhenti di udara. Ia lalu meletakkannya kembali di atas piring, sebelum menatap Sasqia.

“Kamu tahu dari mana?”

Sasqia tersenyum kecil. “Semalam Tuan Kaelix sempat menawarkan untuk mengantar saya pulang.”

Kalimat itu membuat tangan Tristan refleks mengepal di atas meja.

“Tapi saya menolak,” lanjut Sasqia cepat. “Saya memilih menunggu Mas yang mengant
この本を無料で読み続ける
コードをスキャンしてアプリをダウンロード
ロックされたチャプター

最新チャプター

  • Dekapan Hangat Tiga Pria   BAB 268

    Sasqia baru saja menuangkan jamu ke dalam gelas. Aroma rempah memenuhi dapur. Ia mengernyit pelan sebelum akhirnya meneguk sedikit demi sedikit meski rasa pahit langsung memenuhi lidahnya. “Uh ...,” raut wajahnya berubah menjadi menahan pahit dari jamu tersebut. “Demi Mas Kael,” gumamnya sambil tersenyum kecil. Baru saja ia meletakkan gelas kosong itu di atas meja, suara langkah kaki terdengar dari arah ruang tengah. “Sasqia.” Wanita itu spontan menoleh. “Ibu ....” Miriam berjalan mendekat. Tatapannya jatuh pada botol jamu yang masih berada di atas meja. Keningnya langsung berkerut. “Itu apa?” Sasqia mengikuti arah pandang sang ibu mertua. “J-jamu, Bu.” “Jamu?” Miriam mengambil botol itu tanpa meminta izin. Dibacanya sekilas tulisan kecil yang menempel pada botol kaca tersebut. “Untuk apa?” Sasqia terdiam. Tatapannya perlahan menunduk, jantungnya mulai berdetak lebih cepat. Miriam mengangkat wajahnya. “Jangan bilang ...,” sorot matanya berubah tajam. “kamu sedang berniat un

  • Dekapan Hangat Tiga Pria   BAB 267

    Taksi yang membawa Shiren kembali ke perusahaan usai jam makan siang akhirnya berhenti tepat di depan gedung EBA. Shiren membayar ongkos, lalu turun sambil merapikan blazer dan name tag barunya. Belum sempat melangkah menuju pintu lobi, langkahnya terhenti. Seorang pria berdiri beberapa meter di depannya. “Kamu?” desis Shiren, wajahnya seketika mengeras. Raka tersenyum tipis. Sudah hampir setahun mereka bercerai, tetapi wanita itu masih terlihat sama cantiknya. Bahkan kini tampak jauh lebih percaya diri. “Apa kabar, Ren?” sapanya pelan. “Cantik banget sekarang.” Shiren terkekeh sinis. “Gak usah sok akrab.” Raka mengembuskan napas panjang, lalu melangkah mendekat. “Aku cuma mau ketemu.” “Ngapain?” “Aku ... kangen.” “Kangen?” Shiren mengangkat sebelah alisnya. “Dulu waktu masih jadi suami, ke mana rasa kangen itu?” Raka terdiam. “Aku minta maaf, Ren.” “Gak perlu.” Shiren menyilangkan kedua tangannya di depan dada. “Langsung aja. Ada perlu apa?” Pandangan Raka turun pada ser

  • Dekapan Hangat Tiga Pria   BAB 266

    “Sshh ...,” desis Sasqia pelan begitu mendudukkan dirinya di depan meja rias. Jemarinya tanpa sadar menyentuh pangkal pahanya yang masih terasa pegal. Ia menghembuskan napas panjang sambil menatap bayangannya di cermin. “Mas Kael akhir-akhir ini makin agresif,” gumamnya pelan, pipinya memerah. “Kalau begini terus, aku bisa-bisa susah kerja.” Usai mengeringkan rambut, Sasqia mulai merapikan skincare yang berserakan di atas meja. Sejak pemeriksaan di rumah sakit beberapa hari lalu, kehidupan rumah tangga mereka memang berubah. Kaelix benar-benar serius menjalani program hamil. Setiap saran dokter dijalankan tanpa pernah terlewat. Vitamin, pola makan, waktu istirahat, hingga waktu yang dianggap paling baik untuk meningkatkan peluang kehamilan, semuanya diperhatikan oleh pria itu. Meski begitu, Sasqia justru diam-diam merasa bahagia. Setidaknya, Kaelix masih menginginkan dirinya. “Hari ini Kak Shiren juga mau dateng,” gumamnya pelan sambil tersenyum. “Katanya mau bawain jamu yang b

  • Dekapan Hangat Tiga Pria   BAB 265

    Malam itu Sasqia berdiri di depan cermin besar di dalam kamar. Jemarinya merapikan helaian rambut yang jatuh di sisi wajah, lalu mengulas tipis lipstik pada bibirnya. Untuk pertama kalinya, ia merias diri sedikit lebih berani. Bukan karena hendak menghadiri pesta atau bertemu teman, melainkan karena ingin menyambut kepulangan suaminya. Gaun rumah yang dikenakannya pun berbeda dari biasanya. Bahannya lembut, potongannya sederhana, tetapi cukup menonjolkan keanggunan tubuhnya. Tatapannya bertemu dengan bayangan dirinya sendiri di cermin. “Mas Kael ... suka aku karena fisik, kan?” gumamnya lirih. Kalimat itu kembali mengingatkannya pada ucapan Soraya. Bahwasanya laki-laki yang mendekatinya tidak jauh karena fisik semata. Dan sang ibu begitu membanggakan hal tersebut karena Sasqia mewarisinya darinya, serta Soraya meminta Sasqia untuk berterima kasih padanya atas hal itu. Sasqia perlahan menggeleng. “Tapi ... aku juga pengen dicintai karena hatiku. Karena ketulusanku.” Senyumnya me

  • Dekapan Hangat Tiga Pria   BAB 264

    “Ada apa, Martha?” tanya Miriam ketika melihat asisten pribadinya datang tergesa-gesa siang itu. Martha menutup pintu ruang kerja lebih dulu sebelum melangkah mendekat. Raut wajahnya tampak serius. “Saya baru mendapat informasi, Nyonya.” Miriam meletakkan cangkir tehnya di atas meja. “Informasi apa?” “Tuan Kaelix membawa Nyonya Sasqia ke rumah sakit pagi tadi.” Alis Miriam langsung bertaut. “Rumah sakit?” “Iya, Nyonya.” “Untuk apa?” “Pemeriksaan kandungan.” Martha menarik napas sejenak sebelum melanjutkan. “Tuan Kaelix ingin memastikan kondisi rahim istrinya setelah mengonsumsi pil kontrasepsi.” Jari-jari Miriam yang semula tenang di atas meja perlahan menegang. “Apa ... apa Kael juga tahu kalau saya—” “Tidak.” Martha buru-buru menggeleng. “Setidaknya sampai informasi yang saya dapat, Tuan Kaelix belum mengetahui siapa yang berada di balik semua itu.” “Dan ... Nyonya Sasqia juga tidak pernah menyebut nama Anda sampai detik ini.” Helaan napas panjang akhirnya k

  • Dekapan Hangat Tiga Pria   BAB 263

    “Apa yang kamu lakukan tadi?” tanya Tristan dingin. Jevier yang sedang menuangkan segelas air minum menghentikan gerakannya. Ia menoleh sekilas ke arah sang kakak. “Maksudnya?” “Memeluk Sana.” Nada bicara Tristan terdengar datar, tetapi sorot matanya menyiratkan sesuatu yang jauh lebih tajam. Sudut bibirnya terangkat tipis. “Atau ... kamu mulai ingin mengakui kalau dia anak kandungmu?” Jevier terkekeh pelan, seolah menganggap ucapan itu tak lebih dari lelucon. “Saya hanya memeriksa pasien.” “Pasien?” Tristan menyandarkan bahunya pada kusen pintu. “Sana tidak sakit separah itu.” “Dia demam sejak kemarin.” Jevier menjawab tanpa nada emosi. “Pagi tadi saya memeriksanya. Sebagai dokter, kalau ada orang sakit di depan mata saya, tentu saya akan membantu.” Tristan mendengus pelan. “Aneh.” “Apa yang aneh?” Jevier menyipitkan matanya. “Barusan Sana bilang dia sehat-sehat saja.” “Itu karena dia tidak ingin kamu khawatir.” Jevier menatap lurus ke arah kakaknya. “Dia sendiri yang bila

  • Dekapan Hangat Tiga Pria   BAB 27

    “Tuan, kita sudah sampai.” Suara sopir membangunkan Tristan yang duduk di kursi belakang. Ia baru saja tiba di vila tempat kakeknya beristirahat. Sejak mendarat di bandara, ia langsung menuju ke sini—bahkan sempat terlelap sebentar di perjalanan. Ia membuka mata perlahan, lalu keluar dari mobi

    last update最終更新日 : 2026-03-21
  • Dekapan Hangat Tiga Pria   BAB 30

    “Apa yang mereka lakukan di dalam?” Kaelix bergumam lirih sambil menatap langit malam yang bertabur bintang. Ia duduk seorang diri di bangku taman vila, diterangi cahaya lampu kekuningan yang temaram. Di antara jemarinya, sebatang rokok menyala redup. Bara merah di ujungnya berkedip setiap kali i

    last update最終更新日 : 2026-03-21
  • Dekapan Hangat Tiga Pria   BAB 28

    “Sssh ….” Sasqia meringis pelan ketika Tristan mengoleskan salep pada lututnya yang mulai membiru. “Tahan sedikit. Sebentar lagi selesai,” ujar Tristan lembut. Ia berjongkok di hadapan Sasqia yang duduk di tepi ranjang. Gerakannya hati-hati, nyaris terlalu hati-hati untuk sekadar mengobati luka

    last update最終更新日 : 2026-03-21
  • Dekapan Hangat Tiga Pria   BAB 29

    Suara sendok beradu pelan dengan piring. Sasqia membeku. Kakek mengangkat alisnya tinggi. Kaelix tersenyum tipis—bukan karena terhibur, melainkan karena tertantang. Sementara Sasqia merasakan jantungnya berdetak tidak wajar. Tristan tetap tenang, seolah baru saja mengatakan sesuatu yang sepenu

    last update最終更新日 : 2026-03-21
続きを読む
無料で面白い小説を探して読んでみましょう
GoodNovel アプリで人気小説に無料で!お好きな本をダウンロードして、いつでもどこでも読みましょう!
アプリで無料で本を読む
コードをスキャンしてアプリで読む
DMCA.com Protection Status