Share

Bab 5 — Tipu Muslihat

Author: Onigiri
last update Last Updated: 2026-03-10 10:08:55

"Kamu mengenalku, ya. Kamu berasal dari mana?" celetuk Kael bertanya.

Violet tersadar dari lamunannya dan langsung menghindari tatapan licik Kael. Kepalanya sedikit menunduk.

"Aku, tidak ingat," jawabnya dengan suara pelan.

Violet memilih pura-pura bodoh di depan Kael. Ia menggerutu dalam hati.

"Kamu tidak ingat, tapi kamu tahu namaku?" Kael menyipitkan mata, sedikit curiga. "Padahal aku baru melihatmu di sini. Aneh, kan?"

Violet memalingkan wajah, berusaha menghindari tatapan tajam itu. "Entahlah. Aku tidak tahu kenapa bisa di sini. Tapi aku tahu orang-orang terkenal sepertimu."

"Oh, ya? Memangnya menurutmu aku siapa?" balas Kael, nada bicaranya ringan, tapi tatapannya terus mengamati setiap reaksi Violet.

"Pemimpin Klan Rubah."

Kael tersenyum lebar, matanya ikut menyipit puas. Ia mengulurkan tangan, berniat membantu Violet bangkit.

Tapi Violet menepis pelan. Ia bangkit sendiri, meski tubuhnya masih lemas dan kakinya gemetar hebat.

"Terima kasih sudah menolongku."

Kael hanya tertawa kecil, tampak tak menyangka dengan penolakan itu.

"Tidak ada perempuan yang berani menolakku seperti ini. Kau yang pertama."

Violet memutar bola matanya malas dalam hati. 'Cih. Itu kata-kata klise dalam komik yang sering kubaca. Tidak pantas untuk pria playboy sepertinya.'

"Kalau begitu, aku pergi dulu. Sekali lagi, terima kasih sudah menyelamatkan—"

Tapi Kael tidak membiarkannya pergi. Ia menahan lengan Violet, lalu mendekat dari belakang, mencium aroma rambut Violet yang basah.

"Apa kamu tidak sadar, aromamu itu sangat memikat?" bisik Kael pelan di telinga Violet. "Aroma manusia murni, sudah lama tidak ada di dunia ini. Kamu bisa dalam bahaya besar."

Violet tersentak hebat, merinding. Refleks, ia mendorong Kael menjauh dengan sekuat tenaga.

"Itu urusanku! Jangan macam-macam!"

Kael mendengus, sedikit kesal karena ditolak mentah-mentah. Tapi matanya menangkap sesuatu di pergelangan tangan Violet. Sebuah tanda gelang emas melingkar di sana, samar tapi cukup jelas di kulit putihnya.

'Itu... tanda kepemilikan?' Kael mengamatinya lebih dekat, alisnya terangkat. 'Dia sudah ditandai?'

Rahang Kael mengeras, urat di pelipisnya menegang. Tapi ia berusaha menahan emosi, tidak ingin kehilangan kendali di depan Violet. Pikirannya bekerja cepat mencari celah.

"Bagaimana kalau kamu bersembunyi di klanku saja?" tawarnya tiba-tiba, nada bicaranya berusaha tenang dan meyakinkan. "Aku janji akan melindungimu."

Violet terdiam sejenak, mempertimbangkan. Sampai akhirnya ia menjawab.

"Kalau begitu, aku boleh meminjam jubahmu? Aku kedinginan."

Kael terlihat ragu. Jubahnya adalah jubah favoritnya. Tapi melihat Violet yang begitu berantakan, basah kuyup, dan menggigil tak berdaya, jantungnya berdebar aneh.

Tanpa banyak bicara, Kael melepas jubahnya dan menyelimutkan ke tubuh Violet dengan hati-hati.

"Terima kasih," ucap Violet, menarik jubah itu erat-erat.

Kael menatap lekat, bibirnya tersenyum tipis dan kembali bertanya. "Siapa namamu?"

"Violet."

Tak lama, suara teriakan dari seberang sungai memecah keheningan. Beberapa Beastmen yang Violet lihat sebelumnya kini ada di hadapannya.

"Hei, Rubah! Kembalikan manusia itu! Dia temuan kami!" teriak salah satu serigala dengan suara lantang.

Violet tersentak. Refleks, ia bersembunyi di belakang Kael, memegangi jubahnya erat-erat sambil bersembunyi.

"Kau bilang akan melindungiku, kan?" bisiknya dengan tatapan ketakutan.

Kael tersenyum percaya diri. "Tentu saja, Cantik. Tunggu di sini. Akan segera kubereskan."

Dengan langkah tegap, Kael melangkah maju, berdiri di hadapan para Beastmen tanpa rasa takut.

"Beraninya kalian menantangku. Aku pemimpin Klan Rubah."

"Kakakku juga pemimpin Klan Serigala! Memangnya kenapa?" balas serigala tadi tak mau kalah. "Kau cuma sendiri, jumlah kami lebih banyak."

Kael tetap tenang, tidak sedikit pun terintimidasi. Ia bahkan tersenyum lebih lebar. "Meski sendiri, aku punya Violet di sampingku. Dia memilih untuk kulindungi."

Para Beastmen di seberang sana malah menertawakannya.

"Haha. Melindungi siapa maksudmu?"

Kael mengernyit heran dan akhirnya menoleh ke belakang. Ternyata, Violet yang ia bicarakan sudah tidak ada. Hanya jubahnya yang tergeletak di tanah.

Barulah Kael tersadar bahwa Violet sudah menipunya.

"Violet!" teriak Kael kesal.

Para Beastmen di seberang sungai semakin tertawa terbahak-bahak.

"Hahaha! Pemimpin Rubah yang katanya jenius, sering membuat alat ajaib, berhasil dikelabui manusia!"

Kael menggeram kesal, tangannya mengepal hingga buku-buku jarinya memutih. Matanya menyipit tajam menatap ke arah hilangnya Violet.

'Kalau tahu begini, lebih baik kubuat dia pingsan sejak awal,' pikirnya frustrasi.

Di kejauhan, Violet berlari sekencang-kencangnya tanpa arah. Napasnya tersengal, tapi ia terus memaksakan diri.

Aroma tubuh Violet mulai bercampur karena aroma rubah dari jubah di tubuhnya. Aroma khas rubah itu menyelimuti, menyamarkan dan menutupi aroma asli Living Pheromone-nya.

Para Beastmen yang mengejar dari belakang mulai kebingungan. Mereka berhenti di sebuah persimpangan, mengendus-endus udara dengan hidung sensitif mereka.

'Coba saja kalian cari aku,' gumam Violet dalam hati.

Violet tersenyum puas melihat mereka yang mencarinya malah kebingungan.

Continue to read this book for free
Scan code to download App

Latest chapter

  • Dekapan Panas Empat Suami Binatang Perkasa   Bab 10 — Bermuka Dua

    Pesta masih berlangsung. Tapi Violet memilih untuk pergi lebih dulu dari aula karena lelah. Yang tersisa hanya orang-orang dari empat klan besar yang masih menikmati pesta.Suasana masih cukup kondusif di antara para Beastmen itu.Violet pergi menuju satu ruangan yang pernah ia gunakan untuk berganti pakaian di istana Raja Targos. Namun, ia heran dengan ketiga suaminya tadi yang pergi.'Mereka ke mana, ya? Sampai sekarang belum kembali,' pikirnya penasaran.Di lorong, Violet bertemu salah satu pelayan dan langsung bertanya."Hei, em..." Sejenak, Violet agak ragu mengatakannya. "Apa kamu lihat suamiku?"Pelayan itu membungkuk sopan."Suami-suami Nona Violet sedang di ruang kerja Raja. Ada di lantai dua," jawabnya, lalu menawarkan. "Mau saya antar?"Violet tersenyum tipis dan menggeleng. "Tidak perlu. Aku tahu tempatnya."Pelayan itu berlalu, sambil menunduk untuk yang terakhir kali sebelum pergi.Violet pun melanjutkan langkah, menuju anak tangga di depan sana. Baru mencapai pertengaha

  • Dekapan Panas Empat Suami Binatang Perkasa   Bab 9 — Pernikahan Empat Suami Binatang

    "Tentu saja hari ini. Tidak ada alasan untuk menunda," ucap Raja Targos dengan santai. Ia berdiri lalu memerintah pada para pelayannya. "Ayo, semua persiapkan secepatnya. Kita pergi ke kuil Dewa Binatang!"Violet menepuk jidatnya, frustrasi setengah mati.'Aku benar-benar akan menikah dengan empat Beastmen hari ini juga? Astaga, bagaimana bisa hidupku berubah secepat ini?' batinnya masih tak percaya.Para pelayan dan prajurit Klan Gajah bergerak cepat, mempersiapkan prosesi pernikahan.**Kuil itu megah, dikelilingi pepohonan raksasa dengan bunga-bunga bercahaya. Di dalamnya, patung Dewa Binatang menjulang tinggi dari batu giok putih.Violet berdiri di depan patung itu, gaun putih sederhana bersulam emas membalut tubuhnya. Rambutnya dihiasi mutiara dan bunga-bunga kecil.'Astaga, aku belum pernah menikah,' gumam Violet dalam hati, gugup. 'Kenapa sekalinya menikah malah dengan empat pria sekaligus?'Di hadapannya, empat Beastmen berdiri tegap, rapi dengan pakaian formal. Violet merasa

  • Dekapan Panas Empat Suami Binatang Perkasa   Bab 8 — Pernikahan Atau Perang

    "Benar, Nona Violet. Dengan menjadi suamimu, mereka bisa leluasa melindungimu dari ancaman." Targos menegaskan.Begitu Targos mengumumkan keputusan itu, aula yang tadinya hening seketika bergemuruh. Para Beastmen dari berbagai klan mulai ribut.Seekor Beastmen Harimau dengan loreng tebal di wajahnya berdiri."Kenapa harus dari empat klan itu saja? Manusia dengan Living Pheromone langka seharusnya milik yang terkuat!"Yang lain ikut berseru setuju. "Benar! Kami juga berhak. Kita harus bertarung mendapatkannya! Hanya satu yang terkuat yang pantas!"Dari kerumunan, Kael yang sejak tadi hanya diam ikut menghasut. Wajah rubahnya tampak menyeringai licik."Mereka pikir mereka siapa? Hanya karena mereka klan besar, mereka bisa seenaknya mengambil manusia murni? Ini tidak adil!"Suasana semakin memanas. Beberapa Beastmen mulai mengeluarkan cakar mereka, siap bertarung.Para pemimpin keempat klan yang terpilih dengan berani menerima tantangan. Namun, sebelum itu terjadi, Targos segera menghent

  • Dekapan Panas Empat Suami Binatang Perkasa   Bab 7 — Empat Suami

    'Apa aku akan mati?' pikir Violet penuh kepasrahan yang tak rela. Tubuhnya terjun bebas ke bawah.Dari bawah, Leo melompat tinggi. Tangannya yang kekar meraih tubuh Violet tepat sebelum ia menyentuh tanah.Violet memejamkan mata rapat-rapat, tubuhnya gemetar ketakutan. Saat ia membuka mata, di depannya adalah pria pertama yang ia lihat di dunia ini."Bunga, kamu tidak apa-apa?" suara Leo berat namun penuh kecemasan. "Apakah elang itu melukaimu?"Violet terdiam. Bayangan saat Leo menidurinya secara paksa terlintas dalam kepalanya."Lepaskan aku!"Refleks, Violet mendorong Leo. Ia turun secara paksa dari pangkuan Leo, hampir jatuh karena kakinya lemas."Bunga—" Leo hendak meraih Violet, tapi Violet langsung menyela dengan suara lantang."Jangan mendekat!"Leo terdiam, terkejut dengan reaksi Violet. Matanya menangkap sesuatu di lengan Violet—tetesan darah dan anak panah kecil masih menancap di sana.'Itu, panah dari klan Singa,' pikirnya."Bunga, kamu terluka. Sepertinya anak buahku tida

  • Dekapan Panas Empat Suami Binatang Perkasa   Bab 6 — Diperebutkan

    "Kamu pikir aku akan percaya dengan rubah licik sepertimu? Kamu dirancang tak punya empati atau kepedulian pada orang lain, Kael Veyron," gumam Violet dalam hati sambil terus berlari.Ingatan Violet sebagai tester game bekerja cepat. Peta Beastmen Dominion terlintas jelas di benaknya. Sungai yang baru saja ia lewati adalah sungai Mant.'Kalau dari sini, aku bisa keluar dari wilayah Benua Shartia,' pikirnya pantang menyerah.Ada satu tempat yang ingin Violet datangi, yakni Pulau Edrin. Pulau yang tak pernah terjadi kekacauan antar klan dan hanya ada ketenangan. Dan yang paling terkenal dengan sikap netralnya adalah Klan Gajah.Violet bergegas melanjutkan perjalanan, meski tubuhnya sudah lelah. Klan Gajah terkenal dengan sikap netralnya, berbeda dengan klan lain yang selalu berseteru satu sama lain. Tempat yang paling aman untuk bersembunyi, setidaknya untuk sementara.Tiba-tiba, langkah Violet terhenti. Suara auman singa bergema di kejauhan, dalam dan menggetarkan tanah. Violet langsun

  • Dekapan Panas Empat Suami Binatang Perkasa   Bab 5 — Tipu Muslihat

    "Kamu mengenalku, ya. Kamu berasal dari mana?" celetuk Kael bertanya.Violet tersadar dari lamunannya dan langsung menghindari tatapan licik Kael. Kepalanya sedikit menunduk."Aku, tidak ingat," jawabnya dengan suara pelan.Violet memilih pura-pura bodoh di depan Kael. Ia menggerutu dalam hati."Kamu tidak ingat, tapi kamu tahu namaku?" Kael menyipitkan mata, sedikit curiga. "Padahal aku baru melihatmu di sini. Aneh, kan?"Violet memalingkan wajah, berusaha menghindari tatapan tajam itu. "Entahlah. Aku tidak tahu kenapa bisa di sini. Tapi aku tahu orang-orang terkenal sepertimu.""Oh, ya? Memangnya menurutmu aku siapa?" balas Kael, nada bicaranya ringan, tapi tatapannya terus mengamati setiap reaksi Violet."Pemimpin Klan Rubah."Kael tersenyum lebar, matanya ikut menyipit puas. Ia mengulurkan tangan, berniat membantu Violet bangkit.Tapi Violet menepis pelan. Ia bangkit sendiri, meski tubuhnya masih lemas dan kakinya gemetar hebat."Terima kasih sudah menolongku."Kael hanya tertawa

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status