Chapter: Bab 178 — Kita KeluargaMeyra tak bisa menjawab. Ia menunduk lebih dalam, bahunya bergetar. Seketika air matanya jatuh."Kenapa kamu selalu seenaknya?" suaranya pecah. "Kenapa kamu selalu egois? Dari dulu kamu nggak pernah berubah."Glen tersenyum pahit. Namun dia memberanikan diri mengutarakan isi hatinya. Ini waktu yang tepat saat Meyra membahasnya."Maaf. Kalau bisa dibilang... aku memang masih egois. Aku mau kembali sama kamu, Meyra." Suara Glen lirih, tapi jelas. "Aku mau memperbaiki hubungan kita. Aku mau buka lembaran baru."Meyra mendongak, namun hanya terdiam. Matanya masih basah, menatap Glen dengan perasaan yang campur aduk. Ia tak bisa menjawab. Masih terlalu banyak luka dan rasa sakit yang belum sembuh.Tapi di saat hening itu, di saat Meyra sedang bergulat dengan perasaannya sendiri,"Mama..." terdengar suara kecil dari sofa.Mereka menoleh. Giovanni sudah bangun. Bocah itu duduk di sofa, mata masih setengah terpejam, rambutnya berantakan. Ia mengucek matanya, lalu menatap Glen.Matanya bergerak
Last Updated: 2026-03-26
Chapter: Bab 177 — Melindungi KebahagiaanmuAmbulans tiba beberapa menit kemudian. Para petugas medis bergerak cepat mengeluarkan Glen dari mobil yang hancur itu. Tubuhnya diangkat dengan hati-hati, dipindahkan ke tandu.Meyra mengikuti dari belakang. Tanpa sadar, kakinya hendak ikut naik ke ambulans."Maaf, Ibu keluarganya?" tanya petugas.Meyra terdiam sejenak. "Iya. Saya, saya kenal dia."Petugas mengangguk. "Baik. Kita bawa ke rumah sakit terdekat."Meyra membawa Giovanni masuk ke mobilnya dan segera mengikuti ambulan itu.Di rumah sakit, Glen langsung digiring ke IGD. Para dokter dan perawat bergerak cepat. Meyra berdiri di luar, menunggu."Pasien mengalami luka parah di bagian kepala dan dada," kata dokter yang keluar. "Ada pendarahan internal. Kami harus segera melakukan operasi."Meyra mengangguk cepat. "Ya, ya silakan.""Kami butuh persetujuan dari keluarga."Meyra terdiam. "Saya... saya kenal pasien. Tapi saya bukan keluarganya."Dokter mengernyit. "Kalau begitu, apa ada yang bisa dihubungi?"Meyra menggigit bibir. "D
Last Updated: 2026-03-26
Chapter: Bab 176 — TertabrakPagi hari. Sinar matahari masuk melalui celah tirai, menyentuh wajah Giovanni yang mulai membuka mata.Bocah kecil itu mengerjap beberapa kali, lalu tersenyum sendiri. Hari ini ia akan pergi ke pesta ulang tahun temannya, anak dari Atheril. Ia sudah tidak sabar.Giovanni bangkit dari tempat tidur, melompat-lompat kecil menuju kamar mandi. Setelah selesai mencuci muka, ia berlari ke ruang makan."Mama!" serunya ceria.Meyra sudah duduk di meja makan, menyiapkan sarapan. Roti panggang, telur, susu, dan buah-buahan segar tertata rapi."Pagi, sayang," sapa Meyra, tersenyum.Tapi Giovanni langsung melihat sesuatu yang berbeda. Mata Mamanya yang agak bengkak, seperti habis menangis.Giovanni mengerjap. "Mama kenapa?"Meyra menggeleng cepat. "Nggak kenapa-kenapa, kok.""Mata Mama merah," tunjuk Giovanni."Kemarin kurang tidur aja." Meyra mengusap rambut Giovanni. "Ayo makan dulu. Nanti kita siap-siap."Giovanni masih menatap ibunya ragu, tapi akhirnya mengangguk. Ia duduk di kursinya, mulai
Last Updated: 2026-03-26
Chapter: Bab 175 — Tolong PergilahMeyra menatap layar dan segera menerima panggilan saat melihat nama Eri di layar."Halo?""Hai, Meyra!" suara ceria dari seberang terdengar khas. "Gimana kabarmu?"Meyra tersenyum tipis, berusaha terdengar normal. "Baik. Kamu sendiri?""Baik dong. Eh, besok aku mau ultah anakku. Kamu datang, ya? Bawa Giovanni."Meyra terkekeh pelan. "Pasti dong. Tenang aja.""Janji ya! Nggak boleh nolak!""Nggak akan," sahut Meyra. Mereka berbasa-basi sebentar. Meyra mendengar suara riang Atheril yang selalu berhasil membuatnya merasa sedikit lebih tenang.Atheril, atau sering disebut Eri, gadis albino dari keluarga Gray Evander yang menolongnya lima tahun lalu. Saat ia memutuskan pergi dan butuh tempat bersembunyi, ia tak tahu harus ke mana.Atheril memberinya dukungan penuh. Dia menyembunyikannya dan tempat tinggal setelah tahu apa yang sebenarnya terjadi. Karena keluarga Gray Evander itu, Glen tak pernah bisa menemukannya.Koneksi keluarga Gray Evander yang kuat membuat jejak Meyra lenyap seolah di
Last Updated: 2026-03-26
Chapter: Bab 174 — Kenapa Dia Datang?Glen mempercepat langkahnya. Giovanni yang pertama melihatnya. Bocah itu langsung tersenyum lebar."Om Glen!" serunya, melambaikan tangan kecil.Meyra membeku. Ia menoleh, dan di sana, hanya beberapa langkah dari mereka, Glen berdiri.Meyra mundur selangkah. Matanya membelalak, wajahnya pucat.Glen mencoba tersenyum pada bocah kecil yang menghampirinya. "Halo, Gio."Giovanni menghambur mendekat, tak sadar dengan ketegangan yang menyelimuti ibunya. "Om, kamu ke sini juga?""Gio..." Meyra memanggil, suaranya bergetar. "Kamu kenal Om ini?"Giovanni mengangguk bangga. "Iya, Ma. Ini Om Glen. Dia om baik yang anter aku tadi."Meyra menelan ludah. Tangannya meraih bahu Giovanni, menarik bocah itu ke belakangnya.Glen melangkah maju. "Meyra."Meyra mundur lagi. Wajahnya tegang, matanya waspada."Jangan mendekat," ucapnya cepat. Suaranya lirih, tapi tegas.Glen berhenti. Ia menatap Meyra, mencoba membaca apa yang ada di matanya. Takut? Marah? Atau keduanya?"Meyra, aku...""Saya bilang jangan
Last Updated: 2026-03-26
Chapter: Bab 173 — Apa Aku Pantas?Di tengah diamnya Glen, pintu aula terbuka lagi dan Giovanni menghampirinya.Glen mengernyit heran. Dan tiba-tiba bocah kecil itu menyodorkan sebuah permen susu."Paman kelihatan pucat, pasti kurang tidur kayak Mama," jelasnya dengan suara yang menggemaskan. "Makan itu sebelum tidur."Glen menatap permen di telapak tangannya. Suaranya sedikit gemetar."Terima kasih," katanya pelan. Pandangannya kemudian beralih pada poster di dekat pintu. "Itu benar mamamu?"Giovanni mengangguk bangga. "Iya! Mama Mey. Cantik, kan?"Glen tak bisa menjawab. Tangannya bergetar hebat. Ia berjongkok, menyamakan tinggi badannya dengan Gio, berusaha menatap bocah itu setara."Kalau gitu..." Glen menelan ludah, berusaha menahan segala yang ingin meledak di dadanya. "Di mana Papa kamu?"Gio terdiam. Wajahnya yang ceria sedikit berubah. Matanya menunduk."Aku nggak punya Papa. Dia udah pergi ke surga," jawab Gio dengan suara kecil.Glen terdiam. Dadanya terasa sesak. Kata-kata itu menusuk begitu dalam.'Ke surg
Last Updated: 2026-03-26
Chapter: Bab 58 — Taklukkan Aku!Sylvia melangkah keluar dari ruang dengan mata masih berkaca-kaca. Begitu melihat Violet, ia memberi tatapan tajam."Minggir!" desisnya, bahunya nyaris menyenggol Violet.Dylan langsung menarik Violet ke sampingnya. Wajahnya sedikit jengkel, hendak membalas. Tapi Sylvia sudah berlalu pergi."Biarkan saja, Dylan," ucap Violet pelan. Dia lebih fokus pada tujuannya saat ini, lalu mengetuk pintu ruangan di depannya."Yang Mulia, ini aku Violet.""Masuklah," sahut dari dalam.Violet membuka pintu, masuk ke ruang. Di dalam, Raja Arven duduk di kursi utama. Dan ternyata ada Zero juga di sana, menyilangkan tangan dengan datar. Ia tak menyapa, tak juga menatap ke arah Violet.Violet memilih mengabaikannya."Silakan duduk," ucap Arven mempersilahkan.Violet duduk di sofa sisi kiri raja. Dylan duduk di sampingnya, otomatis berhadapan dengan Zero di seberang meja.Zero membalas dengan tatapan serupa, tapi tak ada satu kata pun keluar. Seperti dua predator saling mengukur, hanya dengan tatapan.Vi
Last Updated: 2026-03-29
Chapter: Bab 57 — Dylan SombongDylan berjalan menuju pintu depan. Violet turun dari pangkuan, lalu membuka pintu.Di depan pintu, berdiri seorang Beastmen pria bertubuh tegap. Di sampingnya, seorang gadis muda dengan mata coklat dan senyum ramah.Pria itu membungkuk hormat. "Nona Violet, perkenalkan aku Naka, jendral klan Panther. Ini putriku, Nana."Gadis itu ikut membungkuk. "Senang bertemu, Nona."Violet mengerjap, sambil mengangguk kecil. "Ada yang bisa kubantu?"Naka tersenyum. "Kami datang untuk berterima kasih. Berkat obat yang Nona berikan, putriku sembuh total."Violet tersenyum senang mendengarnya."Syukurlah. Aku hanya sedikit membantu sebisanya."Naka membalas senyuman. "Apa Jendral Leo juga ada? Aku ingin sedikit berbincang dengannya, mungkin ada sedikit kesalahpahaman kami sejak lama."Violet terdiam. Matanya beralih ke Dylan yang berdiri di sampingnya, lalu kembali pada Naka dan Nana.'Bagaimana ini. Mereka ingin bertemu Leo...' pikirnya gelisah. 'Tapi Leo sedang disekap di klan Naga.'Violet terseny
Last Updated: 2026-03-29
Chapter: Bab 56 — Belum PuasKeesokan harinya, Violet terbangun. Matanya masih sayu, tubuhnya terasa hangat dan nyaman. Ia baru menyadari ada pria tampan yang memeluknya erat. Tubuh besar Dylan membungkusnya seperti selimut hidup.Violet langsung merona mengingat kejadian semalam. Malu, tapi ada juga rasa berseri yang tak bisa ia pungkiri. Saat tangannya bergerak, ia melihat ada tanda kepemilikan ketiga di pergelangan tangannya. Tanda yang ditinggalkan Dylan semalam.Violet perlahan melepaskan rangkulan Dylan, berbalik. Tubuhnya sedikit kaku setelah semalaman dalam posisi yang sama. Ia bangkit duduk, menutupi sebagian tubuhnya dengan selimut.Tapi sepasang tangan melingkar dari belakang, menarik Violet kembali ke dalam pelukan hangat."Permata. Mau ke mana?" bisik Dylan di telinganya, suaranya masih serak. Dia jadi memanggilnya permata karena ada anggota tubuh Violet yang suka ia mainkan.Violet tersentak. "Aku mau mandi. Tubuhku lengket."Dylan tersenyum."Kalau begitu ayo mandi bersama."Belum sempat Violet men
Last Updated: 2026-03-29
Chapter: Bab 55 — Malam Pertama Sungguhan?“Situasi?” tanya Dylan.Violet mengangguk dan memberi pengertian. “Dia terluka parah dan baru bangkit menjadi Phoenix, dia butuh dukungan. Bukan berarti aku melupakanmu."Dylan masih diam, tapi pandangannya mulai teduh."Kamu selalu ada untukku. Tidak mungkin aku tak peduli padamu," lanjut Violet. "Jangan murung lagi, ya."Dylan menghela napas, membalas dengan anggukan. "Aku mengerti."Violet tersenyum lembut, lalu memeluk tubuh besar pria itu. "Maaf kalau aku membuatmu merasa diabaikan."Dylan diam di tempat, tangannya membalas pelukan itu. Ada sesuatu di matanya yang melunak. "Kalau begitu, apa aku boleh tidur denganmu malam ini?"Violet mengerjap, melepaskan pelukan lalu menatapnya bingung."Jika kamu tidak mau, tidak apa-apa," cepat Dylan menambahkan, sambil mengusap helai rambut Violet. "Aku tid
Last Updated: 2026-03-28
Chapter: Bab 54 — Aku Juga SuamimuViolet ingat pria itu. Sepupu Raja Iori, yang kemarin menjaga pintu saat ia memeriksa kondisi raja. Pria yang matanya terlihat curiga saat Violet menemukan kristal kutukan di dada Iori.Harry berbalik, dan matanya langsung bertemu dengan Violet. Ia terkejut, lalu berusaha tenang."Nona Violet? Ada apa di sini?" tanyanya, suaranya dibuat santai.Violet tak menjawab pertanyaan itu. "Tuan Harry, kenapa Tuan keluar dari ruang kerja raja?"Harry mengernyit. "Aku hanya memeriksa keadaan raja. Beliau sudah tidur.""Jam segini?" Violet menyipit. "Tanpa penjaga? Tanpa izin?""Aku sepupu raja," balas Harry, nadanya mulai ketus. "Aku tak perlu izin untuk menjenguk keluarga sendiri."Irina muncul dari balik lorong."Nona Violet? Ada apa?" Ia melihat Harry, lalu alisnya berkerut. "Paman Harry? Kenapa ada di sini?"
Last Updated: 2026-03-28
Chapter: Bab 53 — Hanya RumorViolet melihat Raja Arven datang dan merasa lega.Sosok naga perak itu berdiri di antara kedua pasukan. Arven menatap putrinya yang berdiri di barisan depan."Ayah, ke mana saja selama ini?" tanya Sylvia, satu tangannya menunjuk pada Ignis. "Phoenix itu—""Aku sudah dengar," potong Arven. "Dylan Orion memberitahuku semuanya."Sylvia membelalak, terkejut. Begitu pun yang lain.Violet menunduk, menatap ke bawah. Di sana, di antara pepohonan dekat menara pengawas, Dylan berdiri memperhatikan.Violet tersenyum kecil, dalam hati bergumam. 'Syukurlah dia tak tersesat.'Bisikan Violet pada Dylan sebelumnya adalah untuk memintanya mencari Raja Arven yang sedang meditasi untuk segera datang.Sylvia masih bersikeras. "Memang apa yang Ayah dengar? Phoenix itu jelas-jelas—""Jangan tertipu rumor,
Last Updated: 2026-03-28