author-banner
Onigiri
Onigiri
Author

Novels by Onigiri

Dekapan Panas Empat Suami Binatang Perkasa

Dekapan Panas Empat Suami Binatang Perkasa

Violet, pembuat game VR Beast Dominion, masuk ke dalam game sebagai tester untuk uji coba terakhir sebelum peluncuran. Namun sebuah error fatal terjadi—menu logout menghilang, dan sistem justru menandainya sebagai unit langka: Living Pheromone. Di dunia beastmen, aroma manusia murni mampu menenangkan para jantan yang kehilangan kendali. Keberadaan Violet segera memicu ketegangan antar wilayah, hingga dibentuklah Dewan Perlindungan. Terdiri dari 4 jantan terkuat dari berbagai spesies yang semuanya resmi menjadi suaminya demi menjaga perdamaian. Terjebak dalam dunia yang seharusnya hanya permainan, Violet harus bertahan hidup di tengah insting liar empat suaminya. Akankah Violet berhasil keluar dari dunia game, atau ada rahasia lain di balik terjebaknya di dunia itu?
Read
Chapter: Bab 197 — Bisikan dari Dalam
Violet berjalan di samping Zero meninggalkan taman istana. Perkataan Mona masih terngiang di telinganya.Violet baru teringat dengan sosok Mona saking diamnya ia selama ini.Mona hanya menjadi pemimpin klan naga biru seperti bayangan di bawah instruksi Zero. Tapi dia tidak akan bertindak tanpa alasan. Jika dia sampai turun tangan, itu berarti sesuatu yang sangat besar akan terjadi."Zero," panggil Violet. "Mona pasti melihat sesuatu dalam kekuatan forcENya."Zero tetap diam. Ia terus melangkah hingga meninggalkan istana."Mempercayai ramalan keluarga Faithly hanya berakhir tragis," Zero bergumam pelan, tatapannya lurus datar ke depan.Violet hanya bisa mengerutkan alis, heran sekaligus bingung.'Keluarga Faithly itu nama belakang Mona, keluarga turun-temurun memimpin klan naga biru. Kenapa dia beranggapan seperti itu?' batinnya.Namun seakan Zero paham maksud dari ekspresi Violet, dia buru-buru merangkul dan membuka sayapnya."Sudah," katanya dengan tegas. "Jangan dipikirkan. Dia hany
Last Updated: 2026-06-09
Chapter: Bab 196 — Pelaku Sebenarnya
Dylan masih terdiam mendengar ucapan Ignis. Matanya beralih dari bola kristal di tangan Ignis ke wajah Alan yang polos, lalu kembali ke Ignis."Apa kau yakin?" tanyanya memastikan.Ignis mendengus. "Untuk apa aku berbohong? Vio juga melihatnya sendiri."Dylan kembali terdiam, masih tak percaya. Dari belakang Ignis, muncul sosok bocah bersayap elang yang sebelumnya mendengar obrolan mereka."Raja, boleh kulihat bola itu?" tanya Vian.Mereka menoleh. Dylan sedikit lega, memang dia berniat menemui Vian sebelumnya.Ignis menyodorkan bola di tangannya pada Vian. "Periksa benda ini."Vian mengerjap. Ia mengambil bola itu, membolak-balikkannya, lalu mengeluarkan kaca pembesar yang selalu ia bawa dari sakunya. Matanya menyipit."Ada sesuatu di dalamnya.""Apa?" tanya Dylan penasaran.Vian menoleh dan menatap Ignis. "Sepertinya saya butuh tongkat Unory. Ratu menyimpannya, apa saya bisa pinjam sebentar?"Tanpa membuang waktu, Ignis mengangguk dan melesat pergi ke lantai dua.Tak lama kemudian,
Last Updated: 2026-06-02
Chapter: Bab 195 — Mata-mata?
Violet merasakan tatapan para tetua berubah. Bukan lagi curiga biasa. Kini ada kebencian di sana. Kebencian yang tumbuh subur dari tuduhan Sylvia yang terus disiram oleh amarah dan dendam.Beberapa dari mereka yang tadinya diam, kini mulai bergumam setuju dengan Gory. Beberapa yang lain hanya menunduk, tidak ingin terlibat, tapi tidak juga membela Violet."Kita harus menyelidiki ini lebih lanjut," kata Gory, suaranya masih tegas. "Raja tidak bisa mati begitu saja tanpa keadilan."Zero hendak melangkah maju, tapi Violet menarik tangannya."Zero," bisik Violet. "Ayo kita pergi. Tidak ada gunanya."Zero menatap Violet. Matanya masih menyala, tapi ia mengangguk.Mereka berbalik hendak melangkah keluar."Tunggu."Gory melangkah ke depan, menghadang jalan. Wajahnya tidak ramah. "Tuan Zero, maksudku tadi serius. Kita harus menyelidiki ini. Raja tidak bisa—""Kau menghadangku?" potong Zero. Suaranya rendah, tapi dinginnya menusuk tulang.Gory menelan ludah. Tangannya gemetar. Tapi ia tetap be
Last Updated: 2026-06-01
Chapter: Bab 194 — Pemakaman Raja
"Kenapa jadi membahas soal Zero?" desis Violet mulai jengkel dengan tuduhan Sylvia.Sylvia menggeram pelan, dia tertawa hambar."Lalu alasan apa lagi? kau pasti dendam padaku karena hal itu, kan?" Satu tangan Sylvia menunjuk pada Violet dan Zero. "Saat aku terluka di retakan dimensi, kau juga sama sekali tak mau menolongku!"Ruangan yang tadinya sunyi berubah menjadi riuh rendah. Para tetua mulai berbisik-bisik. Beberapa mengerutkan kening, beberapa menggeleng tidak percaya, tapi tidak sedikit pula yang mulai menatap Violet dengan curiga.Sedangkan Zero mulai kehabisan kesabaran berada di situasi ini. Padahal dia tak ingin ada keributan tak perlu di ritual pemakaman raja naga."Aku sudah memperingatkan sejak awal," kata Gory, tetua tertua dari klan naga hitam. Suaranya menggema di ruangan itu, memotong bisik-bisik yang mulai memanas."Manusia ini tidak bisa dipercaya. Dari saat pertama dia datang ke istana, aku sudah merasa ada yang tidak beres."Gory melangkah maju, lebih percaya diri
Last Updated: 2026-05-30
Chapter: Bab 193 — Pembunuh Ayahku
Namun lamunan Violet soal anak tiba-tiba buyar ketika terdengar pintu utama mansion terbuka dengan kencang.BrakSemua menoleh. Zero berdiri di ambang pintu dengan wajah datar seperti biasa, tapi suasana cukup tegang."Zero?" Violet berdiri menghampirinya. "Ada apa?"Zero menatap Violet, lalu menatap Becca dan Becky. Ia menggigit bibirnya."Raja Arven... meninggal."Ruangan itu tiba-tiba hening, semua tatapan tertuju pada Zero, terutama dua gadis kembar di samping Alan."Apa?" Violet tidak percaya. "Tapi aku baru saja mengobatinya kemarin. Dia seharusnya mulai pulih sekarang.""Aku juga tidak tahu kenapa," jawab Zero. "Para tabib juga tidak bisa menjelaskan. Satu jam yang lalu, jantungnya berhenti berdetak."Becca dan Becky berdiri bersamaan. Wajah mereka pucat. Becky menggenggam erat lengan Becca."Ayah..." bisik Becky. Air matanya langsung jatuh.Becca menggigit bawah bibirnya. Ia hanya menatap Zero dengan mata kosong."Ayah benar-benar meninggal?" tanyanya masih tak menyangka.Zero
Last Updated: 2026-05-26
Chapter: Bab 192 — Bagaimana Rasanya Punya Anak?
Dylan masih berdiri di balik dinding, menatap punggung Becca yang berjalan kembali ke mansion. Pikirannya berputar cepat. Ia ingin mengejar gadis itu, memastikan apa yang baru saja ia lihat.Tapi langkahnya baru saja hendak melangkah ketika dari pintu belakang mansion, sesosok Beastmen kecil muncul."Tuan Dylan."Dylan menoleh. Vian berdiri di ambang pintu dengan wajah lelah namun matanya berbinar. Di tangannya, ia memegang sebuah tongkat panjang yang terbungkus kain hitam."Aku sudah selesai," kata Vian. "Tongkat Unory sudah kuperbaiki. Sekarang bisa mengembalikan ingatan Tuan Leo."Dylan terdiam. Ia menatap ke arah Becca yang sudah tak terlihat, lalu ke arah Vian. Dua hal penting dalam waktu bersamaan. Ia menghela napas."Baiklah. Ayo kita temui Violet."Dylan berjalan ke dalam mansion, diikuti Vian dari belakang. Mereka menaiki tangga menuju lantai dua, melewati lorong panjang, sampai di depan kamar Leo.Violet baru saja selesai mengganti pakaian Leo. Bocah singa itu sekarang mengen
Last Updated: 2026-05-23
Terjerat Cinta Ayah Mertua

Terjerat Cinta Ayah Mertua

Meyra Valencia menikah dengan Evan Anderson karena keterpaksaan. Namun dia mencintainya dengan tulus, walau sikap Evan selalu dingin bahkan tidak pernah menyentuhnya. Meyra kesepian dan tetap membutuhkan nafkah batin. Hingga akhirnya dia mendapat kepuasan dari mainan dewasa. Meyra tak sadar semua itu diamati oleh Ayah Mertuanya, Glen Anderson, yang ternyata selalu berfantasi liar tentangnya. Dan ketika Meyra mengetahui perselingkuhan Evan, hatinya semakin hancur. Di saat terpuruk, Glen hadir menjadi tempatnya bersandar. Kini Meyra terperangkap dalam hubungan terlarang dengan Ayah Mertuanya. Dan sulit terlepas dari hasrat yang tidak seharusnya ada.
Read
Chapter: Bab 178 — Kita Keluarga
Meyra tak bisa menjawab. Ia menunduk lebih dalam, bahunya bergetar. Seketika air matanya jatuh."Kenapa kamu selalu seenaknya?" suaranya pecah. "Kenapa kamu selalu egois? Dari dulu kamu nggak pernah berubah."Glen tersenyum pahit. Namun dia memberanikan diri mengutarakan isi hatinya. Ini waktu yang tepat saat Meyra membahasnya."Maaf. Kalau bisa dibilang... aku memang masih egois. Aku mau kembali sama kamu, Meyra." Suara Glen lirih, tapi jelas. "Aku mau memperbaiki hubungan kita. Aku mau buka lembaran baru."Meyra mendongak, namun hanya terdiam. Matanya masih basah, menatap Glen dengan perasaan yang campur aduk. Ia tak bisa menjawab. Masih terlalu banyak luka dan rasa sakit yang belum sembuh.Tapi di saat hening itu, di saat Meyra sedang bergulat dengan perasaannya sendiri,"Mama..." terdengar suara kecil dari sofa.Mereka menoleh. Giovanni sudah bangun. Bocah itu duduk di sofa, mata masih setengah terpejam, rambutnya berantakan. Ia mengucek matanya, lalu menatap Glen.Matanya bergerak
Last Updated: 2026-03-26
Chapter: Bab 177 — Melindungi Kebahagiaanmu
Ambulans tiba beberapa menit kemudian. Para petugas medis bergerak cepat mengeluarkan Glen dari mobil yang hancur itu. Tubuhnya diangkat dengan hati-hati, dipindahkan ke tandu.Meyra mengikuti dari belakang. Tanpa sadar, kakinya hendak ikut naik ke ambulans."Maaf, Ibu keluarganya?" tanya petugas.Meyra terdiam sejenak. "Iya. Saya, saya kenal dia."Petugas mengangguk. "Baik. Kita bawa ke rumah sakit terdekat."Meyra membawa Giovanni masuk ke mobilnya dan segera mengikuti ambulan itu.Di rumah sakit, Glen langsung digiring ke IGD. Para dokter dan perawat bergerak cepat. Meyra berdiri di luar, menunggu."Pasien mengalami luka parah di bagian kepala dan dada," kata dokter yang keluar. "Ada pendarahan internal. Kami harus segera melakukan operasi."Meyra mengangguk cepat. "Ya, ya silakan.""Kami butuh persetujuan dari keluarga."Meyra terdiam. "Saya... saya kenal pasien. Tapi saya bukan keluarganya."Dokter mengernyit. "Kalau begitu, apa ada yang bisa dihubungi?"Meyra menggigit bibir. "D
Last Updated: 2026-03-26
Chapter: Bab 176 — Tertabrak
Pagi hari. Sinar matahari masuk melalui celah tirai, menyentuh wajah Giovanni yang mulai membuka mata.Bocah kecil itu mengerjap beberapa kali, lalu tersenyum sendiri. Hari ini ia akan pergi ke pesta ulang tahun temannya, anak dari Atheril. Ia sudah tidak sabar.Giovanni bangkit dari tempat tidur, melompat-lompat kecil menuju kamar mandi. Setelah selesai mencuci muka, ia berlari ke ruang makan."Mama!" serunya ceria.Meyra sudah duduk di meja makan, menyiapkan sarapan. Roti panggang, telur, susu, dan buah-buahan segar tertata rapi."Pagi, sayang," sapa Meyra, tersenyum.Tapi Giovanni langsung melihat sesuatu yang berbeda. Mata Mamanya yang agak bengkak, seperti habis menangis.Giovanni mengerjap. "Mama kenapa?"Meyra menggeleng cepat. "Nggak kenapa-kenapa, kok.""Mata Mama merah," tunjuk Giovanni."Kemarin kurang tidur aja." Meyra mengusap rambut Giovanni. "Ayo makan dulu. Nanti kita siap-siap."Giovanni masih menatap ibunya ragu, tapi akhirnya mengangguk. Ia duduk di kursinya, mulai
Last Updated: 2026-03-26
Chapter: Bab 175 — Tolong Pergilah
Meyra menatap layar dan segera menerima panggilan saat melihat nama Eri di layar."Halo?""Hai, Meyra!" suara ceria dari seberang terdengar khas. "Gimana kabarmu?"Meyra tersenyum tipis, berusaha terdengar normal. "Baik. Kamu sendiri?""Baik dong. Eh, besok aku mau ultah anakku. Kamu datang, ya? Bawa Giovanni."Meyra terkekeh pelan. "Pasti dong. Tenang aja.""Janji ya! Nggak boleh nolak!""Nggak akan," sahut Meyra. Mereka berbasa-basi sebentar. Meyra mendengar suara riang Atheril yang selalu berhasil membuatnya merasa sedikit lebih tenang.Atheril, atau sering disebut Eri, gadis albino dari keluarga Gray Evander yang menolongnya lima tahun lalu. Saat ia memutuskan pergi dan butuh tempat bersembunyi, ia tak tahu harus ke mana.Atheril memberinya dukungan penuh. Dia menyembunyikannya dan tempat tinggal setelah tahu apa yang sebenarnya terjadi. Karena keluarga Gray Evander itu, Glen tak pernah bisa menemukannya.Koneksi keluarga Gray Evander yang kuat membuat jejak Meyra lenyap seolah di
Last Updated: 2026-03-26
Chapter: Bab 174 — Kenapa Dia Datang?
Glen mempercepat langkahnya. Giovanni yang pertama melihatnya. Bocah itu langsung tersenyum lebar."Om Glen!" serunya, melambaikan tangan kecil.Meyra membeku. Ia menoleh, dan di sana, hanya beberapa langkah dari mereka, Glen berdiri.Meyra mundur selangkah. Matanya membelalak, wajahnya pucat.Glen mencoba tersenyum pada bocah kecil yang menghampirinya. "Halo, Gio."Giovanni menghambur mendekat, tak sadar dengan ketegangan yang menyelimuti ibunya. "Om, kamu ke sini juga?""Gio..." Meyra memanggil, suaranya bergetar. "Kamu kenal Om ini?"Giovanni mengangguk bangga. "Iya, Ma. Ini Om Glen. Dia om baik yang anter aku tadi."Meyra menelan ludah. Tangannya meraih bahu Giovanni, menarik bocah itu ke belakangnya.Glen melangkah maju. "Meyra."Meyra mundur lagi. Wajahnya tegang, matanya waspada."Jangan mendekat," ucapnya cepat. Suaranya lirih, tapi tegas.Glen berhenti. Ia menatap Meyra, mencoba membaca apa yang ada di matanya. Takut? Marah? Atau keduanya?"Meyra, aku...""Saya bilang jangan
Last Updated: 2026-03-26
Chapter: Bab 173 — Apa Aku Pantas?
Di tengah diamnya Glen, pintu aula terbuka lagi dan Giovanni menghampirinya.Glen mengernyit heran. Dan tiba-tiba bocah kecil itu menyodorkan sebuah permen susu."Paman kelihatan pucat, pasti kurang tidur kayak Mama," jelasnya dengan suara yang menggemaskan. "Makan itu sebelum tidur."Glen menatap permen di telapak tangannya. Suaranya sedikit gemetar."Terima kasih," katanya pelan. Pandangannya kemudian beralih pada poster di dekat pintu. "Itu benar mamamu?"Giovanni mengangguk bangga. "Iya! Mama Mey. Cantik, kan?"Glen tak bisa menjawab. Tangannya bergetar hebat. Ia berjongkok, menyamakan tinggi badannya dengan Gio, berusaha menatap bocah itu setara."Kalau gitu..." Glen menelan ludah, berusaha menahan segala yang ingin meledak di dadanya. "Di mana Papa kamu?"Gio terdiam. Wajahnya yang ceria sedikit berubah. Matanya menunduk."Aku nggak punya Papa. Dia udah pergi ke surga," jawab Gio dengan suara kecil.Glen terdiam. Dadanya terasa sesak. Kata-kata itu menusuk begitu dalam.'Ke surg
Last Updated: 2026-03-26
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status