Share

Bab 184. Kepanasan

Penulis: Dayatsa
last update Tanggal publikasi: 2026-09-20 21:54:53

Danu langsung membalikan badan. Sementara Aston menarik wajahnya lalu segera bangkit. Ia melirik ke arah Danu yang masih membeku di ambang pintu. Dan Alena sendiri hanya tertunduk dengan wajah bersemu merah.

"Sudah belum?" pekik Danu. "Duh, bisa-bisa apes banget lihat orang ciuman."

"Tetap saja begitu sampai besuk!" celetuk Aston.

Danu mulai menurunkan kedua bahunya yang terangkat. Lalu perlahan memutarkan badan. Wajahnya menatap Aston penuh selidi
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • Dekapan Panas Kakak Ipar   Bab 272. Ke rumah sakit

    Aston meraih kedua tangan istrinya dengan mata berkaca. Mimpi buruk yang Istrinya katakan, mungkin semua itu kare perbuatan Leon sore tadi. Alena pun mengernyitkan dahi melihat perubahan ekspresi wajah suaminya. Ia bahkan menyeka sudut mata Aston yang kini luruh dengan air mata."Sayang, ada apa? Kamu menangis karena merasa bersalah padaku, sementara kamu selama ini sudah menjadi suami luar biasa," rintihnya. Aston pun langsung mendekap tubuh Alena dengan isakan tangis."Sayang... Kenapa kamu musti menutupi semuanya. Katakan pada saya, pasti pria brengsek itu 'kan yang sudah membuat kamu jadi seperti ini," ucap Aston begitu pelukan terlerai. "Sayang... Biar ku bunuh sekalian dia. Biar saya lenyapkan dia dari dunia ini."Alena terdiam. Bibirnya melekuk senyum dalam. "Kak....""Mana, sayang? Mana bagian tubuhmu yang dia sentuh? Biar saya bersihkan," sela Aston mengusap lengan Alena cukup lembut.Alena tahu suaminya tengah merasa berslah se

  • Dekapan Panas Kakak Ipar   Bab 271. Istrimu sangat menggoda

    Pria tadi keluar tanpa dosa. Sepatu mahal mengkilapkanya menapak jalanan aspal, lalu tersenyum penuh keremehan ke arah Aston. Pria tadi menyandarkan punggungnya pada body mobil, bersedekap dada, kembali tersenyum dengan penuh arti. "Brengsek! Bedebah!" Umpatan itu keluar begitu saja dari mulut Aston seraya ia membuka pintu mobilnya. Aston keluar, lalu segera beranjak mendekati pria tadi dengan tatapan bengis. "Katakan, apa mau kamu, brengsek!" lanjut Aston dengan deretan gigi yang sudah menggeretak. Terlihat anak buah pria tadi tampak mendekat dan membisiki sesuatu sambil menunjukan ponselnya. "Mr. Leon... Nona Alena baru saja mengungah rasa ketidaksabarannya untuk makan rujak. Dan mungkin, suaminya malam ini tengah berusaha memberikan rujak untuk Nona Alena." Leon hanya tersenyum tipis, lalu menyuruh anak buahnya pergi."Aston... Senang sekali malam-malam kebetulan bertemu kamu. Oh ya, apa kamu sudah tahu kejian sore tadi di toilet? Tubu

  • Dekapan Panas Kakak Ipar   Bab 270. Pingin rujak

    Bu Syanas menatap sang putra dengan raut wajah serius. Jika di bilang tanda-tanda, mungkin hampir mendekati. Tapi Bu Syanas tak ingin mengeklaim semuanya sendiri. Karena setiap orang memiliki hormon yang berbeda. Bisa jadi itu pembawaan dari tubuh Alena yang tengah dehidrasi, jadi ingin memakan buah yang banyak mengandung air. Dan keinginan itu bisa muncul kapan pun juga."Aston... Ibu nggak bisa mengatakan 'iya' juga 'tidak'. Ibu hanya tidak ingin istrimu lebih berharap. Atau begini saja, kamu tanyakan pelan-pelan masa haid Alena. Kamu sebagai suaminya harus lebih paham. Apalagi kamu kan Dokter kandungan. Hal begini seharusnya mudah saja bagi kamu," jelas Bu Syanas.Aston membuang napas. Entah mengapa, keluhan itu pun juga sering ia terima dari berbagai macam pasiennya. Tapi untuk sang istri sendiri, entah mengapa pikirannya mendadak buntu."Aston hampir melupakan semua itu, Bu. Mungkin saking paniknya. Ya sudah, Aston keluar buat cariin rujaknya. Nanti k

  • Dekapan Panas Kakak Ipar   Bab 269. Tembakan lagi

    Aston tersungkur dengan wajah lebam, penuh sayatan di wajahnya dengan bekas darah yang sudah mengering. Sementara kedua tangannya di ikat tali, menatap ke arah sang Istri dengan lelehan air mata."Kak Aston!!!" teriak Alena pecah.Leon tertawa iblis mengerikan. Dagunya mengarah turun pada wajah Aston, memerintahkan anak buahnya bersiap untuk membidik. Dan dengan sikap siap, anak buah Leon yang mengenakan pakaian serba hitam, memakai topeng, langsung menarik pelatuk pistol dan di todongkan tepat di kepala Aston.Aston berontak, wajahnya basah dengan air mata begitu darah. "Alena....""Kak... Alena akan selamatkan Kak Aston," ucap Alena yang masih berusaha berontak dalam rengkuhan tangan Leon. air matanya juga luruh, berusaha ingin melepaskan diri namun tak mampu.Kamar itu berubah mencekam. Angin berhembus penuh kesedihan. Rasa panas semakin membakar, kala anak buah Leon kembali wajah Aston begitu menendang punggung Aston dari belakang. Le

  • Dekapan Panas Kakak Ipar   Bab 268. Tembakan berkali-kali

    Menjelang petang, Aston langsung membawa Istrinya pulang ke rumah. Selama dalam perjalan Alena terus saja mengeratkan pelukannya pada lengan Aston, tak ingin sekalipun melepaskan tubuh suaminya walau sedetik. Aston terus melanjukan mobilnya, memberikan ruang kepada sang Istri untuk tetap tenang tanpa menganggunya dengan beberapa pertanyaan.Lambat laut, erangan napas ketakutan itu berubah menjadi dengkuran halus. Aston merunduk sekilas, Istrinya sudah terlelap dalam dekapan tangannya.Begitu tiba di rumah, Aston langsung saja menggendong tubuh sang Istri untuknya di ajak masuk ke dalam. Melihat ke datangan putranya, Bu Syanas cukup syok dengan keadaan sang menantu yang tampak pucat dan sisa tangisan yang memberkas pada sudut mata."Aston... Apa yang yang terjadi, sayang? Kenapa Alena?" Bu Syanas masih menghadang langkah putranya di ruang tengah depan kamar sang putra."Bu... Aston juga tidak tahu. Nanti Aston akan tanyakan pada Alena pelan-pelan.

  • Dekapan Panas Kakak Ipar   Bab 267. Kamar mandi yang senyap

    Puas dengan hidangan di depannya, Alena tiba-tiba bangkit sebab ingin buang air. Aston menoleh, ia juga ikut bangkit. "Ada apa, sayang?" "Kak, Alena mau buang air dulu. Bentar ya," ucap Alena menurunkan tangan suaminya dari lengannya. "Aku temani ya. Aku nggak yakin kamu tenang. Siapa tahu ada pria gila itu di sekitar sini," ucap Aston dengan wajah penuh waspada. Alena malah tersenyum kecil. "Kak Aston, Leon nggak bakalan ada disini. Udah ya. Bentar doang kok." Aston hanya dapat merekalah Istrinya berjalan menuju lorong Resto. Mungkin semua asumsi itu hanya ketakutannya kehilangan sang Istri. Aston memutuskan duduk kembali, sementara Alena terus berjalan hingga tiba di toilet. Toilet sore itu agak sepi. Alena segera masuk dan langsung menuntaskan panggilan alamnya. Begitu selsai, ia keluar menuju wastafel untuk sekedar mencuci tangan dan mengaca sejenak memastikan penampilan make-up nya. Alena

  • Dekapan Panas Kakak Ipar   Bab 4. Bagaimana aku bisa hamil?

    Setelah pemeriksaan tadi siang, sesuai edukasi Aston, Alena yang sudah rapi mengenakan dress elegan terkesan seksi, kini mulai bersolek tipis di depan kaca rias, memastikan make-up naturalnya dapat menarik gairah Tama nantinya. Sudut bibir Alena tertarik simpul. Lipstik pink nude itu merekah indah

  • Dekapan Panas Kakak Ipar   Bab 3. USG Transvaginal

    Aston tidak menjawab dengan kalimat panjang. Ia hanya memberikan tatapan tegas yang memberi isyarat bahwa perintah medisnya tidak untuk didebat. Pria itu melangkah menuju alat pemindai ultrasonografi (USG) di samping ranjang pasien dan mulai mengenakan sarung tangan latex medis."Saya perlu melakuk

  • Dekapan Panas Kakak Ipar   Bab 2. Periksa sekarang, Kak?

    Pagi harinya, suasana meja makan terasa canggung. Tepat setelah sarapan selesai, Tama bergegas pergi lebih dulu karena mendapat panggilan darurat dari IGD. Alena hanya mampu melambaikan tangan kecilnya. Ia masih bergeming beberapa detik di dekat pintu, sebelum berbalik dan tidak sengaja menabrak se

  • Dekapan Panas Kakak Ipar   Bab 5. Kak, tapi Alena Ipar Kakak!

    Semenjak kecaman pedas yang Alena terima dari suaminya, semenjak itu pula Tama semakin menunjukan sikap acuh bahkan terkesan tak peduli dengan semua hal yang menyangkut Istrinya. Bukan hanya sehari dua hari Alena mencoba mengetuk pintu hati sang Suami, namun lagi-lagi yang dirinya dapat sebuah penol

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status