Home / Romansa / Dekapan Panas Kakak Ipar / Bab 27. Perdebatan sengit

Share

Bab 27. Perdebatan sengit

Author: Dayatsa
last update publish date: 2026-06-18 17:30:12
"Kamu mengatakan jika kehadiran saya ini tak lebih dari seorang wanita penggoda? Apa mata kamu katarak, ha?" Kecam Alena kembali. Wajahnya sangat tenang, nada suaranya pun tak terlalu vulgar penuh emosi.

Ratu yang sejak tadi sudah berwajah masam, kini semakin merah padam diiringi deru napas berdebar. "Tapi memang pada kenyataannya kamu itu nggak lebih dari seorang model penggoda!"

Plak!

Alena melayangkan tamparan keras pada wajah Ratu, hingga membuat wanita dewasa itu menoleh cukup ters
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Dekapan Panas Kakak Ipar   Bab 217. Itu KARMA buat ibumu!

    "Kamu... Mau apa kamu datang kesini?" suara Mama Lusy bergetar. Menatap gadis muda di sebrangnya sama seperti dirinya menusukan ribuan pisau tajam menembus ulu hati. Rasanya perih, sesak, menghela napas saja terlalu sulit. Sementara Aina, wanita itu hanya mampu tertunduk di tempatnya. Ia menatap Mama Lusy dengan tatapan memohon. Sudut matanya sudah bergetar, tapi untuk saat ini sang Ayah memang sangat membutuhkan sebagian nyawanya. "Bu... Tolong biarkan saya mendonorkan darah saya kepada Pak Gino," lirih Liana. Mike juga mengerutkan dahi sejak tadi. Ia masih membaca situasi. Dan jika memang benar darah Aina adalah O, maka genetik yang wanita itu miliki sama persis dengan Papanya. Tapi, apa Mamanya sudah mengetahui semua itu? Kenapa Mama Lusy seakan marah besar melihat wajah pelayannya muncul. Padahal, niat Aina mulia. "Kenapa kamu sampai rela mengorbankan nyawamu demi suami saya? Memiliki hubungan apa kalian?"

  • Dekapan Panas Kakak Ipar   Bab 216. Butuh golongan darah O

    Alena hanya terdiam, termenung dalam kenyataan yang menghantam dadanya. Setelah kalimat 'Papa terkena serangan jantung' semenjak itulah dunianya hancur. Meskipun banyak kejanggalan yang terjadi, tapi bagi Alena, Papanya adalah sosok cinta pertamanya, sosok pria yang selalu melalu menjadi kebanggaannya. Tapi, bagaimana tiba-tiba Papa Gino terkena serangan jantung begitu saja. Ceklek! Aston tersentak di ambang pintu melihat istrinya duduk di tepi ranjang dengan linangan air mata. Ia lantas bergegas mendekat dengan tatapan penuh tanya. "Sayang... Kamu masih marah dengan saya?" Aston sudah duduk di samping Alena, meraih wajah cantik istrinya yang begitu sembab. "Kak...." lirih Alena menoleh. "Papa...." "Papa? Papa kenapa, sayang? Ada apa dengan Papa?" Aston masih berusaha tenang. "Papa malam ini di larikan k

  • Dekapan Panas Kakak Ipar   Bab 215. Papa sakit apa?

    Alena tersenyum penuh kemenangan. Ia sangka dengan mengulik masa lalu Aston yang tak berpengaruh apapun terhadap hidupnya akan membuat keretakan rumah tangganya. Padahal nyatanya, sebelum Liana datang membawa masalalunya bersama Aston, ia sudah lebih dulu merasakan kobaran api lebat dari masa lalu Aston dengan Rania. "Kenapa diam, Liana? Coba sebutkan mana lagi? Kamu dulu bukan kekasihnya Kak Aston. Hanya seorang wanita yang cintanya bertepuk sebelah tangan. Jangan seolah menjadi orang spesial di masalalu Kak Aston." Lagi-lagi Liana hanya diam dengan kalimat sarkasan Alena. Sebagai Istri sah, ia tak ingin harga dirinya di injak oleh siapa pun. Aston juga tak terima dengan semua kebohongan itu. Padahal dulu ia hanya bersikap acuh, dan tidak pernah sehangat dengan wanita manapun kecuali - Sera, wanita yang sudah Aston anggap adik. "Liana, jaga bicara kamu! Dulu kita hanya berteman biasa." Aston tiba-ti

  • Dekapan Panas Kakak Ipar   Bab 214. Hargai istri saya!

    Sesi pemotretan berakhir. Aston turun dari podium dengan tangan Alena yang masih melingkar di lengan kekarnya. Keduanya berjalan elegant penuh wibawa menuju tempat yang sudah di sediakan untuk tamu undangan. Liana? Dan masih terus mengikuti langkah Aston, wanita itu duduk di sebelah Aston yang di depannya meja besar melingkar. Alena sama sekali tidak keberatan karena ia percaya suaminya dapat dirinya andalkan. Setelah MC menyebutkan rangkaian demi rangkaian acara seminar, para tamu undangan di persilahkan untuk menikmati jamuan makan malam mereka. Setelah mengetahui jika Alena alergi dengan perisa vanilla, maka sebagai suami yang cekatan, ia sigap memilihkan makanan yang bisa di terima di pencernaan sang Istri. "Sayang... Jika kamu mau makan yang lainnya, bilang sama saya ya. Nanti saya ambilkan," kata Aston sembari mengupaskan kulit undang untuk istrinya. Alena tersenyum, tanganya mengusap tangan Aston penuh kelembutan. "M

  • Dekapan Panas Kakak Ipar   Bab 213. Panasnya acara seminar

    Mobil Aston mulai melaju. Alena duduk di depan mendampingi suaminya, sementara Liana duduk di jok belakang dengan gundah. Hampir bebera menit itu ia bagaikan patung manekin yang diam tanpa aktivitas. Sementara Alena di depan bebas bergelayut manja di lengan suaminya. Ckittt!!! Aston menekan rem secara mendadak, sebab mobil di depannya pun begitu. Secara reflek itu tubuh Alena hanya maju sedikit karena tertahan oleh sabuk pengaman. Tapi Liana, wanita itu sampai maju ke depan, membuat badannya menghantam lengan Aston yang menahan tubuh Istrinya. "Ah, ma-maaf... Saya tidak sengaja," ucap Liana setelah menyadari kesalahannya. Alena menoleh dengan tatapan kuat. Apalagi saat ini dirinya tengah mengalami datang bulan, jadi rasanya ingin emosi jika siapa saja mengganggu miliknya. "Liana, kamu pakailah sabuk pengaman!" ucap Aston sangat tegas. Alena masih menyalangkan tatapan tajam ke arah Liana. "Atau

  • Dekapan Panas Kakak Ipar   Bab 212. Di tunda dulu

    Alena mengangguk sambil menahan senyumnya. Membuat wajah Aston berubah lesu tak bersemangat. Padahal, hasratnya sore itu sudah menggebu. Tapi yang membuat Alena bisa lebih tenang, suaminya dapat mengerti. Aston berusaha bersikap dewasa, karena memang siklus haid wanita terjadi sebulan sekali. "Sayang... Kenapa kamu tidak bicara sejak tadi? Apa kamu masih menahan nyeri seperti tahun lalu? Apa perlu saya kompres air hangat, atau pijat?" wajah yang semula lesu, kini lebih bersemangat menjadi suami siaga. "Sekarang kamu tidak sendiri lagi. Kamu tanggung jawabku, sayang. Jadi... Jika kamu merasa tidak nyaman, katakan apa saja, termasuk siklus haidmu." Alena mengangguk sambil tersenyum lembut. Aston kembali mengambil handuk kimono tadi untuk di naikan ke badan sang Istri. "Ya sudah, Alena mau mandi di shower saja. Kak Aston berendam lah, pasti badan Kakak pasti capek 'kan?!" Aston mengangguk. Alena sudah berjalan memasuki pintu k

  • Dekapan Panas Kakak Ipar   Bab 4. Bagaimana aku bisa hamil?

    Setelah pemeriksaan tadi siang, sesuai edukasi Aston, Alena yang sudah rapi mengenakan dress elegan terkesan seksi, kini mulai bersolek tipis di depan kaca rias, memastikan make-up naturalnya dapat menarik gairah Tama nantinya. Sudut bibir Alena tertarik simpul. Lipstik pink nude itu merekah indah

  • Dekapan Panas Kakak Ipar   Bab 3. USG Transvaginal

    Aston tidak menjawab dengan kalimat panjang. Ia hanya memberikan tatapan tegas yang memberi isyarat bahwa perintah medisnya tidak untuk didebat. Pria itu melangkah menuju alat pemindai ultrasonografi (USG) di samping ranjang pasien dan mulai mengenakan sarung tangan latex medis."Saya perlu melakuk

  • Dekapan Panas Kakak Ipar   Bab 2. Periksa sekarang, Kak?

    Pagi harinya, suasana meja makan terasa canggung. Tepat setelah sarapan selesai, Tama bergegas pergi lebih dulu karena mendapat panggilan darurat dari IGD. Alena hanya mampu melambaikan tangan kecilnya. Ia masih bergeming beberapa detik di dekat pintu, sebelum berbalik dan tidak sengaja menabrak se

  • Dekapan Panas Kakak Ipar   Bab 1. Mas, sentuhlah aku!

    "Mas, aku menginginkan kamu malam ini. Tolong sentuh lah aku," mohon Alena dibalik kabut gairahnya.Mantan Model cantik berusia 25 tahun itu berjalan sensual menghampiri suaminya dengan balutan daster lingerie berbahan linen bewarna putih terawang.Sementara Tama, dokter bedah berusia 28 tahun itu,

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status