Short
Tanpa Lamaran Ke-101

Tanpa Lamaran Ke-101

By:  EhsanCompleted
Language: Bahasa_indonesia
goodnovel4goodnovel
9Chapters
1views
Read
Add to library

Share:  

Report
Overview
Catalog
SCAN CODE TO READ ON APP

Aku dan seorang aktris papan atas, pernah membuat sebuah janji. Asalkan aku melamarnya secara heboh sebanyak 99 kali dengan siaran langsung di seluruh internet, dia akan mengumumkan hubungan kami secara resmi pada lamaran yang ke-100. Namun, saat aku melakukan lamaran yang ke-100, dia malah menemani seorang aktor pendatang baru untuk berlatih teknik berciuman di atas kapal pesiar pribadi sambil tersenyum manis. Aku pun menjadi bahan tertawaan sepenuhnya. Dengan penuh rasa bersalah, aktris itu mengirimkan pesan kepadaku. [Pada lamaranmu yang ke-101, aku pasti akan menerimamu.] Kali ini, dia berdandan secantik bidadari yang turun dari kayangan dan masuk ke dalam ruang siaran langsungku. Namun, tepat di hadapannya, aku membakar 100 surat lamaran yang pernah kutulis untuknya, termasuk surat diagnosis kanker lambungku yang kusembunyikan di sela-sela surat itu. "Nggak ada lamaran yang ke-101 lagi, Nona Amanda."

View More

Chapter 1

Bab 1

Amanda Wilawan menatap surat-surat yang perlahan-lahan hangus terbakar itu.

Dia bahkan mengabaikan bahaya dan menggunakan mantelnya untuk memadamkan kobaran api dengan sekuat tenaga.

Dengan mata yang memerah, di hadapan ribuan penonton siaran langsung, dia mendorongku hingga telentang di atas sofa yang dipenuhi kelopak mawar putih.

"Yoga Andrea, apa sebenarnya maksudmu? Kamu sedang mempermainkanku?"

Manajer segera mematikan siaran langsung dengan panik.

Sementara aku hanya terdiam.

Jarak antara Amanda dan diriku begitu dekat.

Saking dekatnya, aku bahkan bisa mencium sisa aroma parfum cologne milik Bobby Gerda yang tertinggal di tubuhnya.

Aku mendadak teringat saat kami baru lulus kuliah dan dia masih menjadi pemeran figuran di sebuah film. Saat itu, dia menggenggam tanganku dan berkata dengan sungguh-sungguh, "Yoga, setelah aku jadi aktris terbaik, aku akan menikah denganmu secara megah."

Namun, setelah dia benar-benar menjadi aktris papan atas, dia justru membuat sebuah janji bersamaku.

Dia memintaku melamarnya secara heboh di siaran langsung hingga 100 kali, baru setelah itu dia mau melepaskan reputasinya sebagai aktris besar dan mengumumkan hubungan asmara kami secara resmi.

Setiap aku bertingkah konyol seperti badut di siaran langsung, dia selalu membawa berbagai macam berondong tampan, muncul secara acak di hotel-hotel mewah di berbagai penjuru dunia, atau menghabiskan malam bersama di atas kapal pesiar. Bahkan, dia pernah menikah dan bercerai dalam sekejap di luar negeri hanya demi merasakan budaya pernikahan khusus di sana.

Sesuatu yang sangat kuimpikan, tampaknya selalu bisa didapatkan orang lain dengan begitu mudah.

Memikirkan hal ini, sudut mulutku membentuk seulas senyuman sinis yang mencemooh diriku sendiri.

"Amanda, nggak ada lamaran yang ke-101 di antara kita. Aku sudah capek, ayo kita benar-benar putus."

Amanda menatapku dengan nanar selama dua detik, seolah tidak percaya.

Sesaat kemudian, dia seolah memikirkan sesuatu lalu mencibir.

"Cuma gara-gara aku nggak muncul pada lamaran yang ke-100, kamu bakar semua surat cinta ini untuk balas dendam padaku?"

"Kamu membuatku malu di depan banyak orang. Sebagai tunangan, apa kamu pernah memikirkan perasaanku sedikit saja?"

Aku tidak mengerti, bukankah ini kebebasan dan pelepasan yang selama ini dia inginkan?

Namun, mengapa aku sama sekali tidak bisa merasakan perasaan lega darinya?

Dulu, jika mendengar dia berbicara seperti ini, aku pasti akan merendahkan diri untuk membujuknya dan memohon ampun.

Namun sekarang, hati yang sudah hancur berkeping-keping ini, mendadak mati rasa hingga aku malas membuka mulut.

Lagi pula, aku tidak ingin menyia-nyiakan sisa waktu hidupku yang tinggal sedikit ini untuknya lagi.

"Lamaran yang ke-100 sudah selesai. Hubunganmu dan hubunganku juga sudah berakhir."

Mendengar ucapanku, ekspresi Amanda mendadak terlihat lega. Sepertinya dia sangat yakin bahwa aku tidak akan tega meninggalkannya.

"Jangan kekanak-kanakan, Yoga. Hubungan selama tujuh tahun, apa kamu bisa melepaskannya begitu saja?"

"Tenang saja, saat lamaranmu yang ke-101 nanti, aku benar-benar akan menerimamu dan memberikan status yang layak untukmu."

Aku tidak menjawab. Aku melepas cincin yang pernah dia buat sendiri dengan tangannya untukku, lalu membuangnya ke dalam tempat sampah tepat di hadapannya.

Setelah itu, aku berbalik dan melangkah pergi.

Manajer bernama Deni berkata dengan ragu, "Amanda, apa kali ini dia serius?"

Amanda menatap punggungku yang perlahan menjauh, lalu berkata dengan penuh percaya diri, "Nggak sampai tiga hari, dia pasti akan nangis sambil mohon agar aku mau menikah dengannya."

Expand
Next Chapter
Download

Latest chapter

More Chapters

To Readers

Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.

No Comments
9 Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status