ANMELDENAku mencintai Salsa selama lima tahun dan dia pun menjadi tunanganku. Namun ketika kakekku berada di ambang kematian karena sakit, Salsa tidak mengulurkan bantuan. Semua itu karena anak angkat Keluarga Junarwa memberinya sebuah saran. Dia menyuruh Salsa memanfaatkan kesempatan ini untuk melunakkan sifatku, sekaligus membuatku menjadi lebih kuat. Kakek meninggal dalam keadaan tak berdaya. Memang seperti yang diinginkannya, sifatku memang tidak lagi keras. Aku menjadi lebih kuat dan tidak lagi mengganggunya. Tentu saja, aku juga tidak lagi mencintainya.
Mehr anzeigenAku memejamkan mata, lalu melompat.Saat terbangun, hal pertama yang kulihat adalah wajah Hyora yang sembap karena menangis. Dia menggenggam tanganku erat-erat. Begitu melihatku sadar, dia buru-buru memanggil dokter.Dengan susah payah, aku mengangkat tangan. "Jangan nangis lagi."Hyora langsung memelukku erat-erat. Baru setelah aku menepuk-nepuk punggungnya untuk menenangkannya, dia melepaskan pelukannya.Ayah dan Ibu berdiri di sisi lain, menatapku dengan penuh kekhawatiran dan rasa bersalah.Hyora berbisik di telingaku, "Salsa sudah menemukan bukti bahwa Barney bersekongkol dengan rentenir untuk mencelakaimu. Sekarang mereka semua sudah masuk penjara."Ibu mengusap air matanya, lalu memanggilku, "Scott."Namun setelah memanggilku, dia tidak melanjutkan perkataannya untuk waktu yang lama.Aku tertawa mengejek diri sendiri dan berkata, "Ibu mau aku maafin Barney ya? Kalau kalian mau memakai jasa telah melahirkanku untuk menekanku, aku bisa menyetujuinya."Hyora melotot ke arahku.Namu
Saat aku duduk di ranjang rumah sakit, Salsa akhirnya berbicara, "Scott, gimana keadaanmu?"Aku duduk di sana tanpa berkata apa-apa. Ternyata ... aku memang tidak pantas mendapatkan kehidupan yang bahagia. Semua yang terjadi bersama Hyora terasa seperti sebuah mimpi.Sekarang, mimpi itu telah berakhir. Aku juga harus kembali ke dalam kegelapan. Aku duduk di ranjang rumah sakit seolah tidak mendengar apa pun yang dia katakan. Salsa menunggu cukup lama, tetapi tetap tidak mendapatkan jawaban dariku.Perlahan dia berjalan mendekat dan duduk di tepi ranjang. Dengan ragu-ragu, dia mengulurkan tangan, seolah ingin memeriksa suhu dahiku."Jangan sentuh aku," kataku dengan suara serak. "Setiap kali kamu menyentuhku, aku ingin muntah."Salsa benar-benar menghentikan gerakannya. Lingkar matanya mulai memerah.Sejak kapan Salsa yang selalu tinggi hati dan tak tersentuh itu pernah menunjukkan ekspresi seperti ini di hadapanku?"Aku ... aku nggak tahu kalau kamu benar-benar ...."Aku menoleh dan me
Bagaimana mungkin dia pantas?Bagaimana mungkin dia berani?....Ketika rasa sakit menjalar di wajahku, barulah aku tersadar. Salsa berdiri di hadapanku. Rasa muak dan jengkel di matanya hampir meluap.Sementara Barney sedang kutarik kerah bajunya dan kutekan ke dinding. Rambutnya berantakan, pipinya bengkak kemerahan. Untuk sesaat, aku bahkan tidak bisa membedakan siapa sebenarnya yang terlihat seperti orang gila.Salsa menarik kembali tangannya dan berkata dengan dingin, "Scott, apa kamu sudah gila? Lihat dirimu sekarang. Apa masih ada sedikit saja sikap yang pantas sebagai anggota Keluarga Junarwa? Kamu benar-benar seperti orang dengan gangguan jiwa.""Salsa, nggak apa-apa." Barney tersenyum tipis, lalu meringis kesakitan. "Wajar kalau Scott benci sama aku.""Lepaskan Barney sekarang juga," ucap Salsa.Aku hanya terpaku dan tidak bergerak. Melihat reaksiku, Salsa semakin tidak sabar dan langsung maju untuk menarikku. Namun saat itu, sebuah sentuhan hangat mendarat di lenganku.Aku m
Hyora menertawakanku dengan penuh kemenangan untuk beberapa saat. Namun pada akhirnya dia tetap buru-buru mengenakan jaket dan turun ke bawah untuk membelikan obat sakit maag untukku.....Ketika bel pintu berbunyi nyaring dan tergesa-gesa, aku mengira Hyora lupa membawa ponselnya. Dia memang selalu ceroboh."Kamu keluar terlalu terburu-buru sampai lupa bawa ponsel, ya ...."Suaraku terhenti bersamaan dengan pintu yang kubuka. Orang yang berdiri di luar bukan Hyora. Melainkan Barney, yang berpakaian rapi bak seorang tuan muda bangsawan.Dia mengamatiku sambil membawa beberapa bungkus roti di tangannya. Aku bisa merasakan bahwa kedatangannya tidak membawa niat baik. Aku mengerutkan kening dan bertanya dengan dingin, "Kenapa kamu tahu aku tinggal di sini?"Barney menatapku seperti sedang melihat orang bodoh."Kamu nggak tahu? Gedung tempat kamu tinggal ini adalah properti milik Keluarga Indraguna. Alamatmu tentu saja diberitahukan oleh Salsa."Tanganku langsung mencengkeram gagang pintu


















Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.