Terikat Pada Sang Mafia

Terikat Pada Sang Mafia

last updateTerakhir Diperbarui : 2026-11-01
Oleh:  Romero UnBaru saja diperbarui
Bahasa: Bahasa_indonesia
goodnovel18goodnovel
Belum ada penilaian
7Bab
8Dibaca
Baca
Tambahkan

Share:  

Lapor
Ringkasan
Katalog
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi

Demi menjadi penjamin adiknya yang dituduh berkhianat, Leah harus menjadi istri kedua pemimpin klan Redvern, Dante Redvern. Bagaimana Leah bisa membersihkan nama adik dan keluarga, ketika semua kebebasan dan aksesnya diambil?

Lihat lebih banyak

Bab 1

Bab 1. Ponsel Tak Bertuan

“Leah! Kode merah dari Brux!” 

Netra Leah langsung membulat mendengar teriakan sopir pribadi sang pemimpin klan. Ia memilih berjaga di gerbang depan area pergudangan tua kota Bridge Wisk. 

3 tahun menjadi anggota klan Redvern, Leah mulai bosan mendengarkan rapat mingguan para petinggi itu. Tak disangka, malah terjadi keributan di dalam gudang.

Belum juga genap keterkejutan Leah, suara tembakan dari berbagai arah terdengar ramai tak putus. Memecah suasana tengah malam yang tadinya sunyi.

Segera, Leah membuka pintu gudang dengan posisi bersiap menembak.

“Boss! Marco sudah siap!” seru Leah yang bertugas mengamankan jalan keluar. 

Matanya menjelajah berbagai sudut untuk memastikan tidak ada peluru yang menyasar pemimpinnya. 

Melihat situasi semakin brutal, Leah segera melompat ke dalam mobil tepat setelah sang pemimpin berada di dalam. “Jalan!”

Tanpa berhenti, mobil tersebut melaju dengan kecepatan di atas rata-rata. Leah sendiri langsung terhubung dengan ketua tim intelijennya melalui laptop khusus.

“Seseorang sengaja memposting foto lokasi di media sosialnya,” ujar Leah menyuarakan pesan yang muncul di layar laptop. 

Tidak ada amarah yang meledak dari sang pemimpin ketika bertanya, “Siapa?”

“Kami masih mencarinya, Boss.” Leah menjawab cepat, sementara jemarinya menari lincah mengetik sesuatu. “Alexis bilang, titiknya ada di dekat sini.”

“Cari sekarang!” putus sang pemimpin. “Aku ingin tahu siapa yang berani berurusan dengan Dante Redvern.”

Leah menelan ludah, lalu melirik ke arah sopir. Ia menganggukkan kepalanya seraya berkata, “Dimengerti, Don Dante!”

Segera, pesan berisi perintah untuk mencari di sekitar lokasi titik di mana si pengunggah foto berada langsung diterima oleh anggota klan.

Mereka berhenti di sana untuk mengecek lokasi. Leah pun ikut turun untuk memeriksa. Walau seorang wanita, Leah adalah salah satu dari 5 tim inti yang mengawal sang Don dari dekat. 

“Berjaga di sekitar mobil!” perintah Leah kepada beberapa anggota. 

Dahi Leah mengernyit begitu melihat titik lokasi si pengunggah foto. Ia menekan alat penghubung di telinganya dan melapor, “Ini rumah kumuh, Lex. Kau yakin?”

“Masuk saja, Leah! Seharusnya Brux bersamamu.”

“Tidak! Dia harus menjaga Don,” tegas Leah. “Aku masuk!” 

Tanpa ragu, Leah melangkah melewati pintu kayu reyot yang sudah tinggal setengah. Dengan kakinya, ia menendang pintu rumah itu dan langsung melompat menjauh, menghindari serangan mendadak.

“Kosong!” Suara Leah sedikit meninggi. “Tidak mungkin mereka lari secepat itu, ‘kan?”

Suara dari dalam alat penghubung di telinga Leah kembali bicara, “Titiknya ada di dalam lemari, Leah. Hati-hati, kemungkinan ada peledak.”

Leah menutup mata, kemudian membuka lemari itu kuat-kuat. Ia bersiap untuk yang terburuk, tetapi yang ada di hadapannya hanya sebuah ponsel. 

“Aku menemukan ponsel, Alexis,” lapor Leah. “Tapi tidak ada siapa pun di sini. Apa diatur dari jarak jauh?”

“Masuk akal! Tapi, jangan menekan sembarangan, Leah. Kita tidak mau kau ikut hancur kalau ponsel itu meledak,” ujar sang ketua tim intelijen. “Aku akan segera ke sana.”

Leah tak menyentuh ponsel tersebut sesuai arahan sang atasan. Ia segera kembali ke mobil untuk melaporkan temuannya kepada Dante. 

“Kalau begitu, kita kembali!” perintah Dante santai. “Biar Alexis yang mengurus.”

Leah mengangguk. “Jalan, Marco!”

40 menit perjalanan, mereka tiba di depan gerbang utama kediaman Redvern. Mereka bergegas turun dan mengawal Dante Redvern sampai ke dalam mansionnya. 

“Leah, Brux! Urus masalah ini tanpa sepengetahuan para tetua!” perintah Dante tegas. “Aku malas berurusan dengan mereka.”

“Baik, Boss!”

Segera, mereka kembali ke lokasi untuk mencari tahu apa yang sudah ditemukan Alexis. 

“Berapa banyak yang gugur, Brux?” tanya Leah dengan tangan mengepal kuat-kuat. 

“Mikha bilang sekitar 10 rekan kita tewas, Leah,” Brux menjawab dengan geram. “Aku tidak akan melepaskan bajingan yang membocorkan lokasi pertemuan.”

Leah mengangguk setuju. Ia sudah tak sabar ingin mengetahui klan mana yang sudah berani menyerang Redvern. 

Tiba di rumah kumuh tadi, Leah bisa melihat ketua tim intelijen tengah mengecek ponsel yang ditinggalkan di dalam lemari. 

“Ada petunjuk, Lex?” tanya Leah seraya mendekat.

“Benar dugaanku. Mereka merekatkannya dengan peledak yang sensitif pada guncangan. Bagus kau tidak menyentuhnya, Leah.”

Yang disebut sebagai peledak itu sudah berhasil terlepas dari ponsel. Sayang, sepertinya peledak itu juga bertujuan merusak ponsel yang sekarang tidak bisa dinyalakan. 

Mereka harus menyambungkan ponsel itu dengan laptop khusus milik Alexis untuk mengecek apa yang ada di dalam ponsel tersebut. “Kuharap kita masih bisa melihat isinya.”

“Menurut kalian, klan mana yang menyerang tadi?” tanya Leah sementara menunggu Alexis mengutak-atik ponsel temuan.

“Bajingan-bajingan itu memakai jaket dengan lambang klan Whitmore. Jelas ini perkara proyek tambang emas yang Redvern menangkan. Mereka tidak terima.”

Leah mendengus geli. “Berani juga mereka terang-terangan menantang begini! Aku akan atur supaya mereka dapat kerugian lebih dari yang sekarang!”

Brux tergelak seraya menepuk pundak Leah. “Kalau soal itu, kau memang ahlinya, Leah! Don pasti suka dengan rencana—hey, apa yang kau buka, Lex? Kenapa ada foto Leah di laptopmu?”

Leah langsung menoleh ke arah laptop Alexis. Sekejap tengkuknya terasa dingin, seolah ada yang menempelkan bongkah es di sana. 

“Lex, apa yang—”

“Ini data yang ada di dalam ponsel, Leah. Ini ponsel adikmu!”

Tampilkan Lebih Banyak
Bab Selanjutnya
Unduh

Bab terbaru

Bab Lainnya

To Readers

Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.

Tidak ada komentar
7 Bab
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status