Share

Revenge 02

Author: Callme_Kiira
last update Last Updated: 2025-11-20 17:30:50

Tanpa menunggu lama, sekretaris Rei segera melaksanakan tugasnya. Dalam waktu kurang dari 24 jam, berita mengenai CEO besar deLuna Company yang membuka sayembara pencarian calon suami menjadi berita heboh. Postingan di website perusahaan dibagikan jutaan kali, dengan berbagai komentar di bawahnya.

[Ini gila!!! Oh nona Lilith, walaupun aku harus bertekuk lutut di bawah kakimu, aku akan datang! Tunggu aku!]

[Ratu Lilith, ada-ada saja gebrakannya.]

[Siapa? Siapa? Siapa? Itu aku! Aku akan mengikuti sayembara ini hanya untuk bisa mencium bau feromon nona Lilith secara langsung!!!!]

[Para mesum sudah keluar. Tidak tahu malu.]

[Realistis saja. Itu bukan aku. Aku bukan submisif, parahnya lagi aku adalah resesif.]

[Wanita ini begitu tidak tahu malu dan arogan.]

[Ini bukan tentang dominan atau submisif. Ini tentang kemampuan bertahan atas serangan feromon dari dominan kelas S. Dan aku…. Ingin mencobanya.. *emoji air liu*]

[Minggir kalian semua para mesum!!! Aku yang akan menjadi pasangan Lilith Lana deLuna! Aku akan menguasai deLuna Company, dan menguasai dunia!!!!!]

[Yang Mulia Ratu!!! Aku siap menjadi Rajamu!!!]

[Auuuuu dia sangattttt arrrogggaawnnnn….. awwwww aku suka wanita dominan yang sangat arogan serta sombong seperti ini.]

Lilith tertawa kecil membaca setiap komentar di bawah postingan sayembara terheboh abad ini. Para otak udang ini, mereka pikir mereka bisa menikmati detik-detik saat ia mengeluarkan feromonnya? Yang ada mereka semua akan lari terbirit-birit, tercekik karena tidak sanggup dengan dominasi yang ia berikan.

Selain pamannya, CEO terdahulu deLuna Company, tidak ada yang bisa berdiri tegak setelah menerima serangan feromon yang ia keluarkan, dan orang-orang tidak bernama ini dengan percaya diri ingin mencoba?

Coba saja.

“Presiden, para petinggi mengemukakan ketidaksetujuan atas sayembara yang anda lakukan.” Sekretaris Rei berdiri di depannya, kacamata pria yang lebih tua sedikit miring karena bekerja lebih keras menghadapi setiap tingkah Lilith yang tidak ada habisnya.

“Biarkan saja mereka. Biarkan terus menggonggong sampai puas. Setidaknya mereka lebih berguna saat menggonggong.” Suasana hati Lilith sedang baik, ia masih membaca komentar yang menurutnya cukup menghibur. Ia butuh hiburan, setiap detik ujung pisau yang tajam selalu terarah padanya. Ia ingin bersantai walau sebentar.

“Lalu, AtoZ Holding mengirimkan balasan.” Lilith mengangkat kepalanya cepat, doe eyes menatap lurus kepada sekretaris Rei. “Apa yang mereka katakan?”

“Mereka menolak kerja sama.” Senyuman di wajah sang CEO menghilang, ia menutup tablet yang ia pegang. “Langsung menolak kerja sama tanpa mendengar dahulu apa yang kita tawarkan kepada mereka? Hebat sekali. Mereka bahkan menolak untuk bertemu.” Senyuman mengejek tersungging di sudut bibir Lilith.

AtoZ Holding adalah perusahaan yang berada di negara A. Dulu perusahaan itu hanyalah perusahaan kecil yang tidak begitu dilirik, bahkan namanyapun tidak begitu terkenal. Kemudian lima tahun terakhir menjadi perusahaan yang menguasai negara A. Rumor mengatakan AtoZ Holding dibangun dari puing-puing sisa perusahaan yang pernah jatuh dan bangkrut beberapa tahun yang lalu. Dan pemilik serta pendiri AtoZ Holding sangat hati-hati dalam memilih rekan bisnis.

Lilith ingin bertemu dengan si pemilik ini, tetapi dia benar-benar tertutup. Tidak suka muncul di media, tidak pernah terlihat di jamuan atau pertemuan perusahaan. Mungkin dia adalah seorang paranoid yang takut membuka jalur bisnis. Tetapi biarlah, Lilith tidak peduli. Jika AtoZ Holding tidak ingin bertemu, maka mereka yang rugi. deLuna Company juga sedang berada di puncak, mereka sangat stabil dan masih bisa bekerja sama dengan perusahaan lain.

“Presiden.” Sekretaris Rei memanggil.

“Hmm.”

“Tentang sayembara itu.” Ucapan sang sekretaris terdengar tergantung di udara. Lilith paham maksud pria yang sudah bersamanya sejak ia masih sebagai nona muda hanya dari matanya.

“Ah benar, sayembara. Katakan.”

“Jadwal yang telah ditentukan, dua hari lagi.” Berarti dua hari lagi orang-orang akan memenuhi deLuna Company, mungkin yang benar-benar niat untuk mengikuti tidak begitu banyak, hanya saja ia juga tidak bisa mengabaikan orang-orang yang datang hanya karena penasaran.

Lilith mengetuk jarinya di atas meja, hari ini kukunya berwarna hijau. “Aku mengatakan itu karena ingin membuat ‘keluarga tercinta’ ku marah, tetapi sekarang sepertinya aku benar-benar harus memikirkan sayembara ini.”

“Aku tidak berpikir ini hal yang salah. Kita bisa menggunakannya sebagai promosi perusahaan.” Lilith seketika mendapatkan ide.

“Aku senang kau adalah orang yang pintar.” Lilith memuji sang sekretaris. “Liburkan semua karyawan saat sayembara dan ganti dengan kegiatan bazar, promosi serta stand-stand produk perusahaan kita. Jika perlu adakan acara hiburan. Kita harus memastikan orang-orang ini tidak pergi dengan tangan kosong.

Sekretaris Rei mengangguk paham. “Baik, presiden.”

“Nah, satu hal lagi.” Gerakan sekretaris Rei yang ingin keluar terhenti.

“Sekretaris Rei, apa kau dominan?”

Kening pria berkacamata itu terangkat. “Iya.”

“Apa tingkatmu?”

“Aku dominan tingkat B, presiden.” Ia sudah bekerja cukup lama dengan presiden Lilith, tetapi ini pertama kali sang wanita menanyakan feromon, yang mengejutkan ternyata sang presiden selama ini tidak tahu.

Lilith mengangguk puas dari balik meja. “Kau akan menjadi seleksi pertama untuk sayembara. Cari karyawan dengan feromon dominan tingkat A, dan jadikan dia sebagai seleksi kedua. Aku tidak ingin membuang waktu menghibur orang-orang.” Walaupun ia yakin tidak akan ada yang bisa bertahan dengan feromon dominan tingkat S yang ia miliki, setidaknya beberapa dari mereka akan bertahan menghadapi dominan tingkat B dan A. Tidak ada salahnya menyaring peserta terlebih dahulu.

Meskipun seseorang mampu bertahan dari serangan feromon darinya, belum tentu feromon orang tersebut cocok untuknya. Tingkat kecocokan yang tinggi cukup susah ditemukan, apalagi seseorang yang bisa menjadi terapi bagi kelainan yang ia idap. Baik dominan ataupun submisif.

Cih, mereka pikir bisa menyingkirkannya dengan mudah. Tidak semudah itu.

Setelah mendiskusikan hal lainnya, sekretaris Rei pergi melaksanakan perintah sang presiden. Lilith memandangi wajahnya pada kaca yang selalu ada di atas meja kerjanya. Bukan untuk mengagumi wajahnya, namun untuk menyadarkannya jika dirinya sendirian dalam peperangan ini, membuatnya tetap percaya diri dan berdiri tegak di hadapan mata-mata kelaparan. Sekali saja ia lengah, tusukan akan langsung menembus jantungnya. Aroma lily menguar dari kelenjar feromonnya, kuat, tegas, dengan sedikit rasa manis di ujung.

Orang-orang memanggilnya ratu tanpa mahkota, tetapi mereka tidak pernah tahu apa yang dihadapi ratu ini setiap hari.

........

Continue to read this book for free
Scan code to download App

Latest chapter

  • Dendam & Obsesi    Revenge 17

    Dua aroma pekat mulai menyebar hingga menarik perhatian para tamu yang lain. Feromon dominan kelas S bisa sangat menyiksa bagi orang lain dan mengeluarkannya secara frontal di depan umum seperti sekarang sama saja dengan memancing keributan, vulgar serta arogan. Sambil menutupi hidung juga tengkuk masing-masing, para tamu yang mulai tumbang dengan feromon itu pergi menjauh, bahkan Kyna juga tidak sanggup dan memilih untuk meninggalkan Lilith beserta Antoni.Tidak seperti menghadapi sang kakek yang seorang dominan kelas A, berhadapan dengan Antoni seperti seekor hewan yang sedang mempertahankan wilayah, seperti serigala yang saling menunjukkan cakar serta taring, satu gerakan, mereka akan menggigit sampai mati.Aroma feromon Antoni seperti menusuk di dalam hidung serta paru-parunya, membuat nafasnya sesak, apalagi pria itu tidak segan-segan mengeluarkan feromon yang ditargetkan untuknya dalam jumlah besar, memaksanya untuk tunduk. Hanya saja sang wanita sudah tidak mau kalah, aroma li

  • Dendam & Obsesi    Revenge 16

    “Selamat malam, nona Lilith.”“Ya. Tuan Antoni.” Lilith menjawab sapaan dari Antoni yang merupakan CEO dari sebuah perusahaan yang bergerak dibidang pertambangan. Dia adalah seorang pria muda yang memiliki ambisi besar, akan tetapi hal yang membuat Lilith tidak menyukai Antoni adalah mereka sama-sama dominan kelas S. Tidak jarang pria itu memprovokasinya, berusaha untuk menundukkan Lilith dan menjadi yang paling dominan diantara mereka.“Kau juga di sini. Aku mendengar dari burung yang lewat jika deLuna Company tidak mendapatkan undangan dalam jamuan ini.” Pria itu tersenyum, namun setiap kata serta polanya sudah terbaca oleh Lilith, pria itu mencoba menguji kesabarannya.“Berarti burung yang kau dengarkan bodoh.” Jawabnya langsung. “Aku malah terkejut melihatmu di sini. Siapa sangka AtoZ Holding ingin membangun koneksi dengan Wild company.”“Hahaha. Aku juga tidak percaya mendapatkan undangan dari AtoZ Holding. Siapa yang tidak ingin bekerjasama dengan perusahaan itu? Sekarang AtoZ H

  • Dendam & Obsesi    Revenge 15

    Rengkuhan tangan Czar di pinggangnya terasa panas. Jujur saja Lilith ingin menyingkirkan tangan itu dari tubuhnya, namun ia juga tidak ingin menjadi pihak yang kalah di antara mereka berdua. Sang dominan sudah menerima tantangan Czar, ia tidak ingin menyerah sekarang.“Cara apa? Aku tidak tahu jika ada cara lain saat menandai pasangan dengan feromon.” Lilith menegaskan kata pasangan. Jari-jarinya yang panjang bergerak, membelai wajah Czar yang kaku, ujung kuku panjang berwarna merah muda menekan dagu sang pria pelan, tanpa berniat menyakiti apalagi memberi luka.Lengkungan tipis tercipta di sudut bibir Czar. “Nona Lilith benar tidak tahu?” Ia mendekatkan wajahnya pada telinga Lilith. “Ingin aku tunjukkan caranya?” Tanpa sadar remasan Lilith pada kemeja Czar mengerat.“Kau ingin menunjukkannya kepadaku?” “Ya, jika kau menginginkannya.” Udara panas dari nafas Czar yang menyentuh daun telinganya membuat sang wanita bergetar pelan. Bukan hanya telinganya yang terasa panas, namun juga leh

  • Dendam & Obsesi    Revenge 14

    Esoknya, Lilith kembali bekerja seperti biasa. Sekretaris Rei sudah menunggu di depan perusahaan seperti hari-hari sebelumnya, dan sang presiden akan berjalan dengan dagu yang terangkat. Satu-satunya hal yang berbeda dari sang wanita adalah ketika aroma lily yang biasanya terasa menekan dan mengintimidasi sekarang menjadi lebih lembut, dibalut dalam wine yang manis. Hampir mereka yang sensitif dengan feromon akan merasakan perbedaan sang CEO, termasuk sekretaris Rei yang memilih diam.“Presiden, sebuah rumor beredar jika AtoZ Holding sedang mencari rekan untuk melebarkan bisnis mereka di sini.” Alis mata Lilith terangkat.“Jika mereka sedang mencari rekan bisnis, lalu kenapa mereka menolak tawaran dari kita? Ah tidak, kita bahkan belum menawarkan apapun dan mereka langsung menolak tanpa ragu.” Lilith menggeram marah. Seolah deLuna Company tidak sebanding dengan mereka. Padahal saat ini deLuna Company termasuk perusahaan berpengaruh di negara J.Sang wanita ingin mengabaikan, namun di

  • Dendam & Obsesi    Revenge 13

    Lilith meremas lengan yang melingkar pada tubuhnya. Kulit leher yang berkeringat bergesekan dengan gerakan lembut, membawa Lilith terhanyut dalam aroma wine yang terasa memabukkan. Itu bukan nafsu, atau bentuk dominasi, wine milik Czar terasa lebih murni, menjanjikan ketenangan pada lilynya yang terbakar.Lilith yang tidak pernah bergantung kepada orang lain, seperti menemukan pegangan baru dalam hidupnya, ketika ia memiliki sesuatu atau seseorang, bahwa ia tidak sendirian walaupun egonya memaksa untuk mendorong Czar menjauh.“Ka-kau, apa yang kau lakukan?” Suaranya lirih, sentuhan antara kulit di lehernya terasa panas.“Feromonmu tidak stabil. Aku mencoba untuk menenangkannya.” Czar menahan tangan Lilith di dadanya. Meremas tangan wanita itu. “Apa yang kau takutkan? Aku hanya membantumu, tidak perlu menolak dengan keras.” Sang wanita melihat mata abu-abu Czar dari sudut matanya. Apa yang ia takutkan? Ia tidak pernah dikendalikan, selama ini dirinya yang memegang kendali. Pemikiran se

  • Dendam & Obsesi    Revenge 12

    Walaupun pria yang menjadi suaminya itu tidak menunjukkan perubahan pada raut wajah, tetapi feromon beraroma wine yang menguar menyelimuti Lilith terasa begitu hangat, seketika menenangkan gejolak tak beraturan dari serangan kakeknya sendiri. Lilith diam, matanya bertemu dengan mata elang, masih menyimpan misteri yang sulit dipecahkan.“Tidakkah dengan aku yang bertahan lebih dari lima menit di sini sudah menunjukkan bentuk menghargaimu sebagai tetua keluarga ini?” Lilith menjawab, memberikan tatapan menantang kepada sang kakek yang terkejut dengan jawaban Lilith yang terlihat tidak terpengaruh dengan serangan feromon yang ia berikan. Karena ia yakin serangan feromon yang ia berikan telah ditargetkan dengan sempurna. Dengan keadaan Lilith yang sekarang, serangan darinya akan menjatuhkan sang wanita.Lilith beralih kepada seluruh orang di ruangan itu, menatap mereka satu persatu dengan tatapan penuh dominasi yang sering ia perlihatkan. Dari mereka semua di ruangan itu, tetap dirinyalah

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status