Home / Romansa / Dendam Putri Yang Terbuang / 5. Sebuah perjanjian

Share

5. Sebuah perjanjian

Author: Story_pufia
last update Last Updated: 2025-12-06 08:44:59

Menurut rumor, Duke Alexander Aslan Kim itu tidak tertarik dengan wanita karena telah menolak banyak perempuan yang dijodohkan dengannya. Sifatnya yang angkuh dan dingin selalu membuat banyak orang segan mendekatinya duluan. Tapi tidak menutup fakta jika itulah pesona dirinya..

“Saya berikan waktu 5 menit untuk berpikir. Silakan pikirkan baik-baik tawaran saya, Nona. Menikah dengan saya atau bayar denda.”

Bulu kuduk Elowyn langsung merinding mendengar ucapan pria di hadapannya ini. Ia tak menyangka jika calon bosnya akan segila ini. Menikah bukan hal yang bisa dijadikan permainan. Lagipula, mereka baru bertemu dua kali. Ini benar-benar diluar dugaan.

Bagaimana mungkin pria itu dengan mudah menyuruhnya menjadi istrinya? Ini terdengar sangat konyol meski sebelumnya mereka telah melewati malam panas bersama. Bukankah ia sudah berjanji akan melunasi sisa bayarannya jika sudah punya uang?

“3 menit 10 detik.”

“Tu-tunggu dulu!” ucap Elowyn terbata. “Kenapa saya harus menikah denganmu? Saya melamar jadi sekretaris Tuan, bukan calon istri!”

“Siapa bilang kamu boleh memilih?” tanya balik Duke. Ekspresi datarnya membuat suasana semakin mencekam. “Saya bosnya disini, terserah saya mau menerima kamu sebagai pegawai saya atau istri saya.”

“Tidak bisa begitu dong!” Tanpa sadar Elowyn meninggikan suara.

“Ma-maksud saya, kenapa Tuan ingin saya jadi istri Tuan? Kita kan belum cukup dekat untuk ke jenjang itu.” Ia pun menundukkan kepala, tidak berani menatap mata tajam pria di depannya ini.

“Saya kira hubungan kita lebih dari kata dekat setelah malam itu. Jadi apa kamu tidak tertarik dengan tawaranku?”

Duke menelisik mata Elowyn, gadis itu terlihat sangat gugup. Ia dapat melihatnya dari maniknya yang bergerak gelisah. Lagian, ini salahnya karena datang sendiri padanya disaat ia sedang dituntun mencari calon istri oleh keluarganya.

“Sisa 30 detik lagi,” ucap Duke dengan ekspektasi yang sama. Datar dan dingin.

“Tuan, saya janji akan melunasi sisa bayarannya nanti. Tapi tidak dengan menikah—”

“10 detik,” potong Duke membuat Elowyn kelabakan.

“Tuan maksa saya!” Elowyn terlihat kesal. Kepalanya sudah pusing memikirkan masalah hidupnya sendiri dan sekarang tiba-tiba ada orang yang kebelet nikah dan memaksanya menjadi istrinya. Rasanya ia ingin memakan orang ini.

Duke sendiri juga kagum sekaligus terheran-heran karena ada perempuan yang tidak takut padanya. Bahkan dia terang-terangan membentaknya. Semakin dipikirkan, Duke semakin penasaran.

“Kok jadi lebih galakan kamu? Disini saya yang dirugikan karena keperjakaan saya sudah diambil. Kalau menolak jadi istri saya, dengan senang hati saya akan mengajukan tuntutan dua kali lipat dari bayaran yang kamu janjikan.”

Elowyn terkesiap, matanya membulat dengan mulut tertutup rapat. Ia kemudian meletakan berkas-berkas yang dibawanya dan menarik kursi di hadapan Duke. Sebisa mungkin untuk tetap tenang. “Baiklah. Kalau begitu berikan satu alasan kenapa Tuan ingin sekali saya menjadi istri Tuan.”

Duke tersenyum miring. Ini yang dia cari, seorang gadis pemberani yang memiliki pemikiran cerdas. “Pertama, karena kau sudah merenggut keperjakaan saya. Kedua, saya butuh seorang istri untuk mempertahankan posisi saya sebagai pewaris, dan kau butuh uang bukan?”

“Jadi maksud Tuan?”

“Saya tahu kamu cukup cerdas untuk mencerna kata-kata saya, Nona Adison.” Senyum devil Duke berhasil membuat sisi gelap dalam diri Elowyn keluar. Gadis itu tersenyum tipis sambil menopang dagunya dengan satu tangan.

“Pernikahan kontrak ya?” ucap Elowyn, “jadi apa yang akan saya dapat jika menerima tawaran Tuan?”

Duke menarik kursi yang diduduki Elowyn lalu berlutut di hadapannya. Ia meraih tangan Elowyn kemudian menciumnya. “Saya bisa memberikan apapun yang kamu inginkan.”

“Sungguh?” tanya Elowyn memastikan.

Duke mengangguk. “Saya akan menjadikanmu bebanku. Jadi maukah kau menikah denganku?”

~••~

Menjadi istri calon pewaris konglomerat nomor satu bukanlah impian hidup Elowyn. Apalagi secepat ini setelah pertunangannya dengan kekasihnya putus. Tujuan Elowyn datang ke perusahaan ini juga bukan untuk melamar menjadi seorang istri. Tapi kenapa hal yang tidak pernah ia pikirkan sebelumnya justru yang dia dapatkan sekarang?

Teringat percakapannya dengan calon bosnya beberapa saat yang lalu, Elowyn tak menyangka ia akan membuat kesepakatan gila seperti ini.

Beberapa saat yang lalu.

“Saya akan menerima tawaran Tuan jika Tuan bersedia membantu saya,” kata Elowyn kepada Duke.

Duke menyunggingkan senyumnya, akhirnya gadis itu menyerah juga. “Katakan apa yang bisa saya bantu?” tanyanya sambil mengangkat dagu Elowyn dan bergerak semakin dekat.

“Pertama, Tuan harus menganggap hutang saya lunas. Kedua, saya ingin menemukan orang tua saya,” jawab Elowyn membuat kening Duke berkerut.

Duke melepaskan dagu Elowyn kemudian duduk di atas meja menghadap gadis itu. “Apa orang tuamu menghilang?”

Elowyn menggeleng. “Tidak tahu. Saya tumbuh dan dibesarkan oleh orang tua angkat. Saya juga baru tahu kalau ternyata saya hanya anak yang mereka pungut saat saat masih kecil. Oleh karena itu saya ingin mencari orang tua kandung saya,” jelasnya.

Duke nampak berpikir sejenak sebelum akhirnya menyetujuinya. “Baiklah, bukan hal sulit bagi saya.”

“Benarkah? Tuan sungguh bisa menemukan mereka?” tanya Elowyn penuh harap.

“Meski sedikit tidak mudah karena kau tidak tahu bagaimana rupa mereka, tapi saya berjanji akan berusaha menemukan orang tuamu.”

Elowyn mengusap wajahnya kasar setelah keluar dari gedung perusahaan tersebut. Ia mulai frustasi, di telungkupkannya wajahnya diantara kedua lututnya. Namun, detik berikutnya ia menggeleng dengan tegas mengingat berapa banyak nominal yang harus ia keluarkan jika menolak tawaran Duke.

“Tidak-tidak! Dari mana aku bisa dapat uang sebanyak itu dalam waktu singkat untuk melunasi bayaran Tuan Duke?” monolognya sendiri.

“Menjadi istrinya adalah pilihan yang paling tepat. Lagipula dia kan sudah berjanji akan membantuku menemukan keluarga asliku. Setelah perjanjian itu selesai, aku bisa bertemu keluargaku dan pergi jauh dari hidup Duke. Ha ha ha! Tidak salah, aku memang jenius!”

~••~

Sesuai perjanjian yang dibuat dua hari yang lalu, hari ini Elowyn akan melangsungkan pernikahannya dengan Duke. Tidak ada yang tahu rencana ini kecuali sahabatnya Elie dan pengawal pribadi Duke.

“Aku tidak menyangka kau akan menjadi Nyonya Aslan Kim sebentar lagi,” ucap Elie heboh.

“Kau iri?” tanya Elowyn.

“Tentu saja! Siapa yang tidak iri jika kau menikahi pewaris keluarga Kim. Coba katakan padaku, bagaimana caramu merayu Tuan Duke sampai dia mengajakmu menikah tiba-tiba?” cerocos Elie sambil menggoyang-goyangkan tangan Elowyn.

“Sudah kukatakan aku tidak merayunya, El. Kau pikir aku perempuan macam apa?” kesal Elowyn. Sejak subuh hingga mereka tiba di depan kantor pencatatan sipil, Elie terus mengoceh tentang Duke. Tidak tahukah dia jika sahabatnya ini tidak punya pilihan selain menerimanya?

“He he, maafkan aku. Calon pengantin jangan marah-marah di hari baik. Sana pergi, itu calon suamimu sudah datang.”

Elowyn menoleh melihat seorang pria dengan pakaian rapi keluar dari mobil. Sejenak keduanya sama-sama terpaku dengan penampilan mereka.

“Kau sudah menunggu lama calon istriku?” tanya Duke sambil meraih tangan Elowyn.

“Ayo cepat!” Elowyn menarik tangan Duke.

Duke tersenyum tipis. “Sepertinya calon istriku sudah tidak sabaran ya?” katanya menggoda.

Elowyn hanya memalingkan wajahnya yang merona sampai mereka masuk ke dalam kantor tersebut. Satu jam kemudian, mereka keluar dengan membawa akta nikah di masing-masing tangan mereka. Tanpa Elowyn sadari jika ini adalah awal dari kisahnya yang sesungguhnya.

“Selamat sudah menjadi istriku, Elowyn Aslan Kim.”

Continue to read this book for free
Scan code to download App

Latest chapter

  • Dendam Putri Yang Terbuang    52. Skandal

    “Sial! Kenapa ini semua terjadi? Siapa yang sudah menayangkan semua itu,” gerutu Liona emosi, sembari menuruti panggung dengan menutupi wajahnya dari serbuan kamera. Baru saja gadis cantik nan manis itu menikmati hasil kerja kerasnya, dan merasa berada di atas awan karena projek pertamanya sukses besar. Karena kesuksesan itu, banyak tawaran iklan yang berdatangan serta projek-projek lainnya. Baru saja ia memegang trofi pertamanya dengan bangga. Namun, pijakkannya langsung dipatahkan hanya dalam waktu kurang dari tiga puluh menit. Orang-orang yang tadinya menatap kagum dan iri padanya, seketika tatapan mereka berubah menjadi hina. Bisik-bisikan para penonton dan tuntunan pertanyaan dari wartawan, menyerbu bagai sekumpulan lebah yang mengincar targetnya. “Liona, apa benar tentang tayangan tadi?” “Apa kau mengetahui tayangan itu sebelumnya? Atau itu memang sengaja untuk menaikan pamor saja?” “Liona, benarkan yang di foto dan video itu adalah kamu?” “Liona, tolong jelaskan yang s

  • Dendam Putri Yang Terbuang    51. Penghargaan dan kehancuran

    Api membakar ujung rokok seorang pria yang tengah berdiri di balkon kamarnya, sembari menatap hamparan lampu di taman rumahnya. Pikirannya semewarut saat ini. Ia menegak alkohol dalam gelas yang sengaja disiapkan untuk menemani batang nikotin agar semakin sempurna. Teringat ucapan seorang detektif berapa saat yang lalu.Dua jam sebelumnya.“Jadi, itu yang membuat penyelidikan ini memakan waktu begitu lama,” jawab detektif itu jujur. “Data adopsi yang saya temukan seperti dipalsukan. Nama, tanggal lahir, bahkan asal usulnya juga diganti.”“Kenapa ada orang melakukan sejauh itu?” Viona bergetar.Detektif itu menarik napas pelan, seolah sedang menimbang kata-katanya. “Kemungkinan putri kalian tidak mengingat jati dirinya sendiri, alias hilang ingatan. Karena anak berusia lima tahun, paling tidak dia bisa mengingat namanya sendiri dan orang tuanya. Tapi kalau tidak, berarti ada gangguan dengan ingatannya.”“Itu artinya data dari rumah sakit sebelum dibawa ke panti asuhan disembunyikan?”

  • Dendam Putri Yang Terbuang    50. Red carpet

    Lampu kamera menyala di setiap sudut sepanjang jalan. Karpet merah membentang panjang di depan gedung megah Star Group. Malam ini, adalah acara red carpet yang ditunggu-tunggu oleh para bintang. Kilatan flash kamera tak berhenti menjepret para tokoh utama yang melewati karpet tersebut. Sementara di belakang panggung berdiri seorang wanita cantik dengan gaun putih sederhana tapi terlihat anggun. Wanita itu memegang segelas jus anggur. Sudut bibirnya terangkat sedikit mengintip dari celah pintu, menyaksikan hasil kerja kerasnya selama ini terbayar hari ini. “Elowyn, kau mengintip siapa?” Gadis itu menoleh, melihat temannya yang tak mempesona berjalan ke arahnya sambil membawa kamera yang mengandung di lehernya. “Kau kenapa kesini? Harusnya membatu artismu bersiap-siap, sana,” ujar Elowyn setengah meledek. Gadis yang menghampirinya menghela napas panjang. Ia merebut minuman di tangan Elowyn. “Malas, ah. Setelah hari ini, aku mau resign saja,” jawab Elie. “Kau ini! Bukankah

  • Dendam Putri Yang Terbuang    49. Pesan mendalam Tuan Zain

    “Bagaimana kabar Kakek?” tanya Elowyn. Saat ini ia berada di rumah rawat Tuan Zain. Tentu saja sebelum pergi ke tempat ini, ia sempat adu mulut dulu dengan Duke yang memintanya untuk istirahat lagi. Padahal menurut di empu tubuh, ia sudah baik-baik saja dan bahkan kembali fit seperti sebelumnya. Suasana ruang rawat Tuan Zain sangat tenang. Pria tua itu sudah tidak memakai bantuan alat pernapasan lagi, bahkan dia terlihat bersemangat seperti bukan berusia 75 tahun. “Aku sudah baik-baik saja. Apalagi kamu menjengukku. Tubuhku langsung pulih seperti dulu,” jawab pria itu, berpose menunjukan otot tangannya. Elowyn tersenyum sendu. Segera ia memeluk tubuh ringkih tersebut. “Kakek jangan sakit lagi, ya. Aku sangat khawatir tahu saat dengar Kakek drop.” Tuan Zain terkekeh pelan seraya menepuk-nepuk punggung cucu menantunya. “Kakek ini sudah tua, jadi wajar saja jika Drop. Maaf ya.” “Wajar apanya?” sahut Elowyn ngegas. “Dokter bilang jantung Kakek sempat berhenti.” “Itu karena Kakek

  • Dendam Putri Yang Terbuang    48. Wanita bodoh

    “Kakek sudah sadar. Sekarang sedang dalam masa pemulihan,” jawab Duke, membuat Elowyn tersenyum lega. “Aku … aku mau menemui Kakek. Duke, aku mau menemui Kakek. Tolong bawa aku ke Kakek,” ucap Elowyn dengan mata berkaca-kaca.“Tidak bisa sekarang, Elowyn. Kau juga baru bangun. Jadi istirahat saja dulu,” ujar pria itu dengan lembut.“Tapi aku ingin bertemu Kakek. Aku sampai disini karena ingin bertemu Kakek. Duke, tolong ….” Elowyn tak pernah mendapatkan kasih sayang keluarga selain dari neneknya. Setelah sang nenek meninggal, hidupnya terasa sepi dan penuh kelam. Namun, sejak Duke membawanya masuk ke dalam hidupnya dan bertemu Tuan Zain, perasaan yang dulu pernah hilang kembali lagi. Bagi Elowyn, Tuan Zain bukan sekedar Kakek mertua saja, melainkan keluarga terdekatnya yang sesungguhnya. Bahkan ayah dan ibunya pun tidak bisa menempati ruang seperti itu di hatinya. “Duke, aku hanya ingin bertemu Kakek,” mohon Elowyn, menarik ujung baju Duke.“Tidak Elowyn.” “Tuan benar, Nyonya. Sek

  • Dendam Putri Yang Terbuang    47. Terseret lebih dalam

    “Mommy, Mommy! Aku mau naik kuda itu!” rengek seorang anak perempuan kecil sambil menunjuk seekor kuda putih di dalam kandang.“Tidak boleh, Sayang. Kamu masih terlalu kecil,” jawab sang mommy lembut, berjongkok agar sejajar dengan tinggi putrinya.Bibir mungil anak itu mengerucut. Pipi chubby-nya mengembang lucu, lalu kakinya menghentak ke tanah karena kesal. “Aku mau naik. Ada Kakak sama Daddy. Mereka pasti mau menemani aku.”“Tidak, Sayang. Berkuda itu terlalu bahaya untuk anak usia lima tahun,” ucap sang mommy sabar.“Ada apa, Mom?”Seorang pria dewasa menghampiri mereka, ditemani seorang anak laki-laki remaja yang berlari mengejar langkahnya. “Dia ingin naik kuda, tapi kan masih terlalu kecil,” jelas sang mommy. “Aku melarangnya, tapi malah jadi ngambek seperti ini.” Pria itu tertawa kecil, lalu mengangkat putrinya tinggi-tinggi. “Anak Daddy mau naik kuda, ya?”Si kecil langsung mengangguk cepat dengan mata bulatnya yang berbinar.“Baiklah,” ujar sang Daddy akhirnya. “Daddy tem

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status