LOGINSemua orang tertegun dan terkejut karena langit bergetar dengan hebat,mata semua orang kini melihat ke arah langit dimana Tian Fan masih terbang melayang disana. Mata semua orang membulat saat mereka melihat adanya retakan di langit tepat dimana Tian Fan berada, Tian Fan membalikan badannya untuk m
Ranah Tian Fan naik dengan cepat, matanya membulat saat ia bisa merasakan dirinya kini telah naik ranah menjadi ranah penciptaan tertinggi, sama dengan Sang Raja Dewa, satu tangannya ia kibaskan dimana kini pedang roh dan pil pil miliknya ia keluarkan seluruhnya,dengan kekuatan jiwanya ia mengarahka
Di sisi lain. “Baiyin…Amok…Su…” “Teknik perubahan tingkat tiga!” Su muncul dari kehampaan. Segera tubuh slimenya itu berubah menjadi tentakel menancap di setiap meridian tubuhnya dengan tubuh utamanya menutupi dada Tian Fan. Setelahnya, Amok dan Baiyin kembali muncul dalam mode cahayanya. Kedu
Ia bisa merasakan saat saat terakhir gelombang serangan mengenai dirinya,Siluet naga Baiyin keluar dari tubuhnya, dan dengan menggunakan tubuh aslinya,Baiyin menjadi tameng dan melindungi Tian Fan dari efek gelombang serangan tersebut. Matanya nanar melihat Baiyin yang dalam mode naganya, terluka B
“ Dian Ning, ini… “ Tian Fan mengeluarkan sebuah kalung dan beberapa kotak dari cincin penyimpanannya. “Ini kalung yang diberikan ibu padaku “ Ujarnya yang langsung memasangkan kalung lambang keluarga Tian yang sedari awal menemaninya. “Ini, hadiah dariku,karena kau adalah wanitaku, “ ujarnya semb
Segera Tian Yuwen, Xiao Ling dan pasukan Longfeng keluar dari array dan menuju medan pertempuran, mereka melesat cepat ke arah Tian Fan dan Raja Dewa berada,dengan komando dari Tian Yuwen, mereka terbagi dua kelompok, Satu kelompok menuju Raja Dewa dan yang lainnya menuju tempat dimana Tian Fan bera
Bab 58. Maksud lain Chapter- Pertarungan Trang… Slash… Blarr…. Tian Fan menebaskan pedangnya sebanyak dua kali dengan cepat dimana tindakannya tersebut membuat Chin Wei dan Ao Yan yang menjadi lawannya terpental dari posisinya. Chin Wei dan Ao Yan beruntung karena arah tebasan pedang Tian Fan
Dari sana, Tian Fan kemudian mengatakan apa yang ada di pikirannya dimana setelahnya mereka pun bersiap dengan menjalankannya. Ditempat pertarungan. “ Zu Mi, ternyata kau…. Apa maksudnya ini?” Tanya Chin Wei dengan emosi. Zu Mi menunjukan senyum sinisnya pada Chin Wei sambil berjalan mendekat ke
Cao Pi yang mendengar itu hanya diam sambil terus memakan makanannya tanpa sedikitpun terganggu oleh pernyataan adiknya itu. Baru setelah makanan di tangannya habis tak bersisa segera ia pun menanggapi perkataan Cao Ren tersebut “ Itu salahmu yang tiba tiba memasuki permasalahan ini, kau yang mengi
Tian Fan yang melihat itu langsung tersenyum kecut karena ia paham arti tatapan masternya itu. Kepergian Liu Bei segera disambut dengan suasana tegang yang diciptakan oleh Cao Pi, Cao Ren dan Sima Yi, kini ketiganya menatap Tian Fan dengan tatapan penuh arti. Mendapati hal itu segera Tian Fan angk







