Se connecterSemua orang tertegun dan terkejut karena langit bergetar dengan hebat,mata semua orang kini melihat ke arah langit dimana Tian Fan masih terbang melayang disana. Mata semua orang membulat saat mereka melihat adanya retakan di langit tepat dimana Tian Fan berada, Tian Fan membalikan badannya untuk m
Ranah Tian Fan naik dengan cepat, matanya membulat saat ia bisa merasakan dirinya kini telah naik ranah menjadi ranah penciptaan tertinggi, sama dengan Sang Raja Dewa, satu tangannya ia kibaskan dimana kini pedang roh dan pil pil miliknya ia keluarkan seluruhnya,dengan kekuatan jiwanya ia mengarahka
Di sisi lain. “Baiyin…Amok…Su…” “Teknik perubahan tingkat tiga!” Su muncul dari kehampaan. Segera tubuh slimenya itu berubah menjadi tentakel menancap di setiap meridian tubuhnya dengan tubuh utamanya menutupi dada Tian Fan. Setelahnya, Amok dan Baiyin kembali muncul dalam mode cahayanya. Kedu
Ia bisa merasakan saat saat terakhir gelombang serangan mengenai dirinya,Siluet naga Baiyin keluar dari tubuhnya, dan dengan menggunakan tubuh aslinya,Baiyin menjadi tameng dan melindungi Tian Fan dari efek gelombang serangan tersebut. Matanya nanar melihat Baiyin yang dalam mode naganya, terluka B
“ Dian Ning, ini… “ Tian Fan mengeluarkan sebuah kalung dan beberapa kotak dari cincin penyimpanannya. “Ini kalung yang diberikan ibu padaku “ Ujarnya yang langsung memasangkan kalung lambang keluarga Tian yang sedari awal menemaninya. “Ini, hadiah dariku,karena kau adalah wanitaku, “ ujarnya semb
Segera Tian Yuwen, Xiao Ling dan pasukan Longfeng keluar dari array dan menuju medan pertempuran, mereka melesat cepat ke arah Tian Fan dan Raja Dewa berada,dengan komando dari Tian Yuwen, mereka terbagi dua kelompok, Satu kelompok menuju Raja Dewa dan yang lainnya menuju tempat dimana Tian Fan bera
Bab 282. Tian Fan menatap dingin pada Azael dan keempat dewa yang bersamanya. Serupa dengan Tian Fan, Azael dan lima rekannya itu menatap Tian Fan penuh arti. Namun, sorot mata mereka sangat berbeda saat melihatnya. Seakan mereka menatap seseorang yang mereka kenal dengan baik, tapi di sisi lain m
Bab 284. Tian Fan, Tian Zhi, Tian Gi dan Tian Nara berdiri menghadap sebuah nisan batu besar, mereka menatap nisan yang di sekelilingnya di penuhi seribu macam bunga dengan seksama. Tampak oleh mereka, nisan batu berbentuk kotak dengan tinggi satu mi itu dihinggapi belasan burung api yang terbang
Pertemuan pertama mereka, perjalanan dan petualang mereka dan banyak hal lainnya termasuk pertarungan yang sebelumnya Amaryll ceritakan padanya dimana Xingguan, Baiyin dan Bai Dishi melawan keenam dewa terkuat. Pertarungan yang berjalan tidak seimbang dan hampir membuat Xingguan, Baiyin dan Bai Dis
Ia melirik ke arah ketiga elf, tampak ketiga elf cantik itu tidak terpengaruh oleh gelombang energi tersebut. Mereka berdiri di tempatnya dengan tenang seperti tidak ada apapun yang mengusik mereka. “Masih seperti dulu…kalian benar-benar tidak berubah sama sekali,” ucap sosok berjubah putih pertam







