Share

BAB 91 : Koneksi Ajaib

Penulis: reefisme
last update Terakhir Diperbarui: 2025-04-09 22:31:19
Pintu lift terbuka di lantai lima belas.

Karpet lembut meredam suara langkah Nielson saat ia melangkah menuju ruangan direktur ADG.

Setibanya di depan pintu berlapis kaca buram dengan ukiran nama Tim Beckett – Executive Director, Nielson berhenti sejenak.

Dengan cermat, ia merapikan dasinya, mengibaskan jas agar jatuh sempurna di bahunya, lalu menarik napas dalam-dalam dan membiarkan senyum percaya dirinya mengembang.

Sekretaris direktur berdiri dari balik mejanya dan membukakan pintu. "Tuan Beckett sudah menunggu."

“Terima kasih,” ucap Nielson dengan anggukan kecil, lalu melangkah masuk.

Ruangan itu luas, bergaya minimalis modern, dengan jendela tinggi yang menghadap pusat kota Denver.

Di balik meja besar dari kayu walnut, Tim Beckett duduk dengan wajah menegang.

Namun sebelum Nielson sempat melangkah lebih dekat, tangan Tim bergerak cepat.

Sebuah nameplate logam bertuliskan Executive Director – Tim Beckett melayang deras ke arahnya dan—

Bugh!

Langsung menghantam sisi wajah Nielson.

"
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci
Komen (2)
goodnovel comment avatar
Jie Roe
mau lah diajak makan malam ama bang ethan
goodnovel comment avatar
Dewy Nasprihana
Ethan I love you ...
LIHAT SEMUA KOMENTAR

Bab terbaru

  • Di Balik Kemudi Sang Pemegang Kendali   BAB 200 : Menghapus Senyum Itu Selamanya

    Namun satu detik berikutnya — dunia meledak dalam gerakan cepat.Ethan menghantam meja ke arah Lambert dan menendangnya hingga pria itu terhuyung.Di saat bersamaan, Axel melesat ke arah Derrick, menepis tangan pria itu yang baru saja menarik pistol dari balik jaketnya.Letusan pertama terdengar. Denting logam berpantulan.Ethan berguling ke belakang meja, meraih pistol kecil dari sarung tersembunyi di pergelangan kakinya.Axel sudah lebih dulu menarik senjata dari dalam sepatu boots taktisnya.Peluru menghujani ruangan.Percikan api dari tembakan memantul di dinding logam.Derrick bersembunyi di balik pilar beton sambil memaki, membalas tembakan dengan brutal.Lambert terkapar di lantai, berusaha meraih senjata, tapi Ethan menembak tepat ke arah senjata itu hingga terpental.Asap mulai menebal, aroma mesiu memenuhi udara.Ethan melompat dari balik meja, menembak dua penjaga yang baru saja menerobos p

  • Di Balik Kemudi Sang Pemegang Kendali   BAB 199 : Sesuai Rencana

    Mobil hitam itu melaju menembus gelapnya malam, membelah jalanan sepi di sepanjang tepian Sungai Mississippi. Lampu-lampu kota tampak menjauh di balik kaca belakang, sementara bayangan air berkilat lemah di sisi kiri.Catelyn duduk di kursi belakang, tubuhnya masih gemetar—bukan karena dingin, melainkan ketegangan yang belum juga surut. Tangannya menggenggam erat sabuk pengaman, matanya terus menatap ke depan dengan gelisah.“Kita... akan pergi ke mana?” tanyanya dengan suara bergetar.Sopir di depan tidak langsung menjawab. Hanya pandangan sekilas dari kaca spion, seolah menimbang apakah aman untuk berbicara.Akhirnya, pria di kursi penumpang depan menjawab dengan tenang namun kaku, “Tuan Wayne sudah menyiapkan tempat yang aman untuk Anda.”Catelyn mengangguk pelan. Ia mempercayai Ethan, namun hatinya tetap berdebar. Gelisah tanpa henti membayangkan kekasihnya masih di tempat berbahaya itu. Entah siapa orang-orang ber

  • Di Balik Kemudi Sang Pemegang Kendali   BAB 198 : Sekarang Gilirannya

    Axel menahan napas. Itu sinyal dari Rodney.Satu kata yang berarti segalanya: ‘Aman.’Sekilas, Ethan melirik Axel. Tatapan singkat, tapi penuh arti.Axel mengangguk samar.Ethan menghela napas pelan, berpura-pura menyerah. Ia mendekat satu langkah. Tangannya meraih pena di atas meja, dan mulai menunduk seolah hendak menandatangani.Lambert tersenyum miring, merasa menang. Derrick menegakkan badan, santai, yakin semuanya akan berakhir sesuai rencana.Namun satu detik berikutnya — dunia meledak dalam gerakan cepat.Ethan menghantam meja ke arah Lambert dan menendangnya hingga pria itu terhuyung. Di saat bersamaan, Axel melesat ke arah Derrick, menepis tangan pria itu yang baru saja menarik pistol dari balik jaketnya.Letusan pertama terdengar. Denting logam berpantulan.Ethan berguling ke belakang meja, meraih pistol kecil dari sarung tersembunyi di pergelangan kakinya. Axel sudah lebih dulu menarik senjata dari dalam sepatu boots taktisnya.Peluru menghujani ruangan.Percikan api dari t

  • Di Balik Kemudi Sang Pemegang Kendali   BAB 197 : Sinyal Hijau

    Lorong bawah tanah itu sunyi, hanya terdengar dengung samar dari pipa logam di langit-langit. Cahaya lampu neon berpendar redup, menimbulkan bayangan panjang di dinding beton yang lembap.Rodney berjongkok di balik tumpukan peti besi, matanya tajam mengawasi dari balik kegelapan.Ia mengikuti dua anak buah Derrick Marlow sejak tadi — pria berwajah keras, dengan senjata di punggung dan langkah berat.Kini keduanya berhenti di depan sebuah pintu logam besar di ujung lorong, lalu mengetuk dua kali dengan pola tertentu.Dari dalam, dua penjaga lain keluar, wajah lelah dan pakaian kusut, tanda mereka sudah berjaga lama.“Kalian datang telat sepuluh menit. Mengurangi jatah istirahat kami,” protes salah satu penjaga lama sambil menguap.“Sorry,” sahut pria yang baru datang. “Tadi kami mengurus sesuatu dulu.”Penjaga lama mendengkus, lalu mereka saling bertukar pandang, menyerahkan kartu akses, lalu dua penjaga lama itu berbalik pergi, berjalan melewati tempat Rodney bersembunyi.Rodney menah

  • Di Balik Kemudi Sang Pemegang Kendali   BAB 196 : Neraka Akan Dibuka Di Sini

    Rodney tahu dengan pasti, mereka sedang berbicara tentang Catelyn.Tanpa pikir panjang, ia mengikuti langkah keduanya dari jarak jauh.Menjaga gerak senyap, tubuhnya menempel pada bayangan dinding.Setiap kali mereka berhenti berbicara, Rodney pun berhenti; setiap kali mereka berbalik, ia sudah menghilang di balik pilar atau drum karat yang berjejer di sepanjang lorong.Pemindai di tangannya kini menunjukkan sesuatu.Satu titik panas lemah—sangat redup, di balik lapisan dinding logam sebelah timur.Rodney menatapnya fokus.“Satu tanda panas… lemah, tapi stabil. Itu pasti dia.”Ia melirik ke depan, memastikan kedua penjaga itu terus berjalan menuju arah yang sama.Lalu, tanpa suara, ia mulai bergerak membuntuti mereka, menapaki lorong lembap yang menurun ke bawah tanah.Suara air menetes di antara langkah sepatu mereka.Lorong itu makin sempit, udara makin dingin, dan Rodney tahu&mda

  • Di Balik Kemudi Sang Pemegang Kendali   BAB 195 : Mengikuti Rencana

    Suara itu terdengar seperti keluar dari segala arah sekaligus, memantul di antara dinding logam dan baja.Ethan mendengus. “Aku tidak datang untuk bermain-main. Tunjukkan dia.”“Sabar,” Suara itu menggoda. “Pertama, letakkan semua senjatamu. Termasuk senjata di bawah jaketmu. Begitu pula anak buahmu.”Axel menoleh cepat ke Ethan, tapi Ethan hanya mengangkat tangan, tenang namun tajam.“Lakukan.”Keduanya meletakkan senjata di lantai, satu per satu. Suara logam jatuh menggema keras di ruangan sepi itu.“Bagus. Sekarang, berjalanlah mengikuti pemandumu.”Dari balik bayangan muncul seorang pria berpakaian serba gelap, membawa senter. Ia tak berkata apa-apa, hanya memberi isyarat agar Ethan mengikutinya.Lorong yang mereka lewati sempit dan panjang. Bau lembap dan karat makin menusuk.Di ujung lorong, terdengar samar suara rintihan.Jantung Ethan berdegup keras. Ia mengenali suara itu.“Catelyn…”Ia berlari cepat ke depan—mendorong pintu baja besar dan menerobos masuk.Namun begitu cahaya

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status