Share

Bab 664 : Runtuhnya

Author: BabyCaca
last update publish date: 2026-07-29 10:32:52

Suara retakan es hitam di pintu baja itu menjadi melodi kematian yang mengerikan.

Di luar sana, suara dentingan pedang mulai meredup, digantikan oleh teriakan kesakitan prajurit Ocean yang jatuh satu per satu. Pangeran Valerion, yang tubuhnya sudah penuh luka sayatan, masih berdiri tegak di depan pintu, meski kakinya gemetar hebat. Di sampingnya, Jenderal Zepriyn tampak terengah-engah dengan pedang yang sudah tumpul. Mereka telah menjadi dinding hidup, namun dinding itu kini perlahan mulai ha
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Di Kehidupan ke-56, Aku Menaklukkan Sang Raja Varka   Bab 672 : Hening

    "Semuanya sudah berakhir, Kaelan?" Suara parau Roselina memecah keheningan pekat di ruang bawah tanah yang luluh lantak itu. Gadis itu masih terduduk di lantai batu yang dingin, menatap tubuh tak bernyawa Tabib Caspian dengan pandangan kosong. Kaelan tidak langsung menjawab. Sang Tiran Lautan melangkah perlahan melewati genangan darah dan sisa-sisa kristal Jantung Samudera yang telah menjadi debu kelabu. Sesampainya di depan Roselina, Kaelan menjatuhkan dirinya berlutut. Tanpa ragu, Kaelan menarik tubuh rapuh gadis itu ke dalam pelukannya. Sangat erat. "Sudah usai, Roselina. Semuanya benar-benar usai," bisik Kaelan, membenamkan wajahnya di perpotongan leher Roselina. Selama ini, Roselina memang satu-satunya manusia yang bisa menyentuhnya tanpa hancur menjadi debu es berkat energi pusaka di tubuhnya. Namun pelukan kali ini terasa sepenuhnya berbeda. Tidak ada lagi bayang-bayang kematian yang mengintai. Tidak ada lagi beban kutukan yang memaksa Kaelan menjaga jarak secara emosiona

  • Di Kehidupan ke-56, Aku Menaklukkan Sang Raja Varka   Bab 671 : Akhir dari Caspian

    "Vaelia...?" Mata Caspian membelalak lebar. Pupilnya yang keruh bergetar tak terkendali. Napas Iblis Tua itu tercekat di tenggorokan seolah paru-parunya baru saja diisi dengan pecahan kaca. "Omong kosong apa yang sedang kau bicarakan, Raja Keparat?!" jerit Caspian dengan suara serak yang pecah. Tangannya yang gemetar berusaha menggapai jubah Kaelan, namun sang Tiran menepisnya dengan kasar. Kaelan menatap pria tua di bawah kakinya dengan pandangan yang sedingin dasar palung samudera. Tidak ada lagi sihir es yang menguar dari tubuhnya, namun aura membunuh dari insting Varka murni yang memancar dari Kaelan jauh lebih mencekik. "Kau pikir aku tidak melacak asal-usul surat kelahiran palsu yang ditemukan Vaelia?" Kaelan berjongkok, suaranya rendah dan mematikan. "Kau menggunakan keahlian *The Scary* untuk mencuci otak bayi perempuanmu sendiri. Kau memanipulasi ingatannya, menanamkan doktrin bahwa dia adalah anak haram ayahku yang terbuang. Kau memberinya kebencian palsu agar dia tumbu

  • Di Kehidupan ke-56, Aku Menaklukkan Sang Raja Varka   Bab 670 : Lahirnya Iblis

    "Pukul terus... hancurkan tulangku, Yang Mulia... wujudkan sifat asli monster di dalam darahmu itu..." Suara tawa Caspian terdengar sumbang, bergetar di sela-sela gigi aslinya yang telah rontok. Pria tua itu terkapar tak berdaya di lantai batu yang dingin, wajahnya hancur tak berbentuk akibat hantaman brutal tangan kosong sang Tiran. *BUGH!* Tanpa sedikit pun keraguan, Kaelan kembali mendaratkan satu pukulan mentah ke wajah Iblis Tua itu. Darah hitam muncrat, memercik ke baju zirah Kaelan. Napas sang Raja Varka memburu, matanya memancarkan kemurkaan absolut seorang predator yang sedang menyiksa mangsanya. "Kau pikir ocehanmu bisa menunda kematianmu, Caspian?" geram Kaelan dingin, mencengkeram leher jubah pria itu dan mengangkatnya hingga kaki Caspian menggantung di udara. Caspian terbatuk hebat. Darah mengalir deras dari pelipisnya. Namun, alih-alih memohon ampun, mata keriput pria itu justru menyala liar, dipenuhi dendam kesumat yang telah berkarat selama ratusan tahun. "Kau t

  • Di Kehidupan ke-56, Aku Menaklukkan Sang Raja Varka   Bab 669 : Pembodohan

    "Kristal nyawa?" Suara Kaelan bergema pelan di dalam ruang bawah tanah yang luluh lantak itu. Alih-alih melepaskan cengkeramannya, sang Raja justru mempererat cengkeramannya pada kerah jubah Caspian, menarik wajah pria tua yang hancur itu mendekat hingga hidung mereka nyaris bersentuhan. ‘Aku tidak tau lagi harus mengancam nya sebagai apa. Tapi kau yang sudah gila karena wanita mu tidak akan bisa berpikir dengan baik Kaelan,’ Pria itu tersenyum wajah mereka saling menantang dalam suasana yang semakin menegang satu sama lain seolah tidak akan ada akhir dari pertempuran hari ini. Mata safir Kaelan yang kini memancarkan insting binatang buas menatap lurus ke dalam mata Caspian yang diliputi kepanikan. "Kau pikir... ancaman murahan seperti itu bisa menghentikan insting seorang Varka murni, Caspian?" bisik Kaelan tajam. Tangan Kaelan yang lain bergerak sangat cepat, mengunci lengan Caspian yang memegang kristal hitam tersebut. Dengan satu sentakan brutal... *KRAK!* "AAARRRGGHH!"

  • Di Kehidupan ke-56, Aku Menaklukkan Sang Raja Varka   Bab 668 : Kartu As

    "Tarik kembali memorimu yang menjijikkan ini, Roselina! Hentikan sihir gila ini!" Jeritan histeris Tabib Caspian membelah keheningan ruang bawah tanah. Pria tua itu berguling di lantai batu, mencengkeram kepalanya sendiri seolah ingin merobek tengkoraknya. Darah segar menetes dari hidung, telinga, dan sela-sela matanya akibat tak sanggup menahan beban dari lima puluh lima memori kematian memilukan milik Roselina. "Kau yang memintanya masuk ke dalam jiwaku, Tabib," bisik Roselina dengan napas tersengal, namun senyum sinis tak lepas dari bibir pucatnya. "Telan semuanya sampai kau hancur." Tepat di detik itu, sisa-sisa kristal Jantung Samudera di lantai meredup sepenuhnya, berubah menjadi debu kelabu. Tanda *Criss Blossom* di punggung Roselina berhenti memancarkan cahaya, menandakan ikatan pusaka itu telah putus secara mutlak. *PRAAANG!* Suara retakan terdengar bukan dari lantai, melainkan dari dalam dada Kaelan. Sang Tiran Lautan membelalakkan matanya. Jalur racun hitam yang sela

  • Di Kehidupan ke-56, Aku Menaklukkan Sang Raja Varka   Bab 667 : Sebuah kebangkitan

    "Apa... apa yang sebenarnya kau lakukan pada kekuatan ini, Gadis Jalang?!" Suara tawa kemenangan Tabib Caspian mendadak berubah menjadi jeritan panik yang tertahan. Pria tua berjubah hitam itu tersentak mundur, namun telapak tangannya seolah menempel paksa di atas tanda *Criss Blossom* pada punggung Roselina. Di lantai batu yang dingin, Kaelan mengangkat kepalanya dengan susah payah. Napasnya masih memburu, namun mata safirnya membelalak tajam melihat apa yang terjadi di depan altar. Kabut hitam beracun yang semula diserap Caspian dengan rakus kini berubah wujud. Energi itu tidak lagi mengalir lancar ke dalam tongkatnya, melainkan berbalik menyerang. Cahaya pekat kemerahan merambat naik ke lengan keriput Caspian bagai sulur berduri yang hidup, membakar kulitnya dari dalam. "L-lepaskan! Lepaskan tanganku!" raung Caspian dengan urat leher menonjol, meronta hebat mencoba menarik tubuhnya menjauh. Namun, tarikan energi itu terlalu absolut. Tongkat sihir kayu hitam di tangan Caspian

  • Di Kehidupan ke-56, Aku Menaklukkan Sang Raja Varka   BAB 2 : KMSRV

    Langkah kaki Zephyrin salah satu jendral kepercayaan kerajaan menggema di koridor kristal istana Ocean. Suaranya dingin dan teratur, menyerupai detak lonceng kematian.Zepriyn adalah jendral muda yang mengawali karir nya pada masa raja ras Varka yang baru selama lebih 500 tahun ini yaitu Kaelan Var

  • Di Kehidupan ke-56, Aku Menaklukkan Sang Raja Varka   BAB 1 : Kehidupan ke-57: Pelukan Maut

    "Nona? Nona Roselina?" Suara ombak menghantam rungu. Roselina melirik ke belakang. Celia, pelayannya, sedang bersimpuh sambil terisak. Pemandangan yang sama. Tangisan yang sama. Kenapa lagi? Kenapa aku harus mengulang kehidupan sialan ini untuk ke-57 kalinya? “Turun, Manusia! Jangan membuat ka

  • Di Kehidupan ke-56, Aku Menaklukkan Sang Raja Varka   Bab 178 : KMSRV

    Angin di Kamp Militer Utara terasa seperti pisau es yang menguliti wajah. Roselina berdiri di belakang Kaelan, kakinya nyaris mati rasa. Sudah lima jam ia mengikuti sang Tiran menginspeksi barisan pasukan dan persenjataan tanpa istirahat sedetik pun. Kaelan melirik dari sudut matanya. Ia berhar

  • Di Kehidupan ke-56, Aku Menaklukkan Sang Raja Varka   Bab 175 : KMSRV

    "Kau gila," desis Lira pelan. "Kudengar Vaelia nyaris memenggal budakmu semalam. Dan kau sama sekali belum bisa membaca isi gulungan yang kau curi itu?" "Segel sihirnya merespons darahku, Lira," bisik Roselina, matanya menatap tajam ke arah wanita setengah Varka itu. "Tapi manaku tidak cukup kuat

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status