Home / Romansa / Di Ranjang Cinta Lamaku / Bab 3. Duduklah, Celia

Share

Bab 3. Duduklah, Celia

Author: Dian Wahyu
last update publish date: 2026-09-23 17:32:35

Celia yang mendengarnya pun tidak membalas. Lagipula, itu masuk akal dan bisa menjadi jalan keluar dari kondisi mereka.

Sebenarnya ia bisa jika harus mencari duda kaya raya, namun ia tidak mungkin menggoda pria dengan kondisi seperti ini.

"Aku baru dapat kabar jika Rigel telah membuka anak perusahaan baru di Valeria. Seharusnya kita bisa menikmati hasilnya juga seandainya kau masih istrinya. Semuanya gara-gara kau yang tidak bisa hamil."

Perkataan ayahnya mungkin bukanlah sebuah teriakan, namun justru kalimat mematikan inilah yang membuatnya semakin berkecil hati.

Celia hanya bisa diam menerima kata-kata tajam itu. Semasa mereka masih kaya, ia hanya bisa menghamburkan uang orang tuanya. Kini, kondisi berbalik, ia seharusnya bisa meringankan beban mereka.

"Besok sudah masuk jatuh tempo. Jika kau tidak bisa membayar hutang itu, jangan salahkan kami menebusnya menggunakan dirimu," sambung pria itu seraya mengalihkan pandangan.

Celia melebarkan matanya. Ia benar-benar tidak percaya jika ayahnya akan menyerahkannya pada bos rentenir karena utang yang sudah jatuh tempo.

"Ayah tega sekali bicara seperti itu padaku," balas Celia dengan tatapan kecewa, bahkan marah juga tidak bisa.

"Kau lebih tega karena membiarkan kami menderita seperti ini, Celia. Seharusnya kau sadar!" tutur sang ibu dengan suara sedikit lantang sembari meninggalkan tempatnya semula.

Tak menjawab lagi, Celia lelah dan ia hanya ingin istirahat. Besok masih ada shift pagi untuknya.

Mungkin orang tuanya mengatakan hal ini hanya untuk mengancamnya agar mencari pekerjaan lain dengan hasil maksimal tanpa harus menjadi pelayan.

***

"Wanita seperti apa yang kau inginkan, Ethan? Kalau seperti ini terus, kau tidak akan pernah menikah."

Celotehan wanita usia lanjut di telepon membuat Ethan hanya menjawab datar.

"Nenek mau aku menikahi wanita yang berasal dari keluarga problematik? Perusahaan kita bisa ikut terseret jika aku menikah dengannya."

Mendengar jawaban cucunya, Gracia mendesah pelan.

Sebenarnya, Marie bukanlah wanita pertama yang ditolak oleh sang cucu, sudah banyak wanita yang ditolak dengan berbagai alasan.

Wanita tua itu tidak membahas lebih lanjut, ia justru senang karena cucunya lebih selektif dibandingkan dirinya. Namun ketika dipikirkan lagi tentang apa yang dilakukan Ethan, cucunya itu terlalu teliti hingga menyulitkannya.

"Sekarang aku tanya padamu, sebenarnya wanita seperti apa yang kau inginkan?"

Ethan tidak langsung menjawab. Gracia menunggu, sampai akhirnya pria itu berbicara lagi di telepon.

"Nenek tunggu saja, aku sudah ada rencana untuk membawanya pulang."

"Jadi, kau sudah punya calon istri sendiri? Kenapa tidak bilang?"

Ditanya seperti itu, Ethan tak menjawabnya lagi.

Pria itu tidak perlu persetujuan siapa pun untuk menikah. Neneknya hanya menuntutnya seperti itu karena ingin melihat cucunya punya anak di usianya yang sudah senja.

Sayangnya, Ethan tidak bisa diandalkan dalam membangun hubungan dengan wanita. Maka dari itu, perjodohan ini dilakukan untuk mendesaknya agar segera menikah. Gracia beralasan bahwa keluarga mereka membutuhkan penerus secepatnya.

"Akan kubawa, Nek. Tolong jangan tanyakan hal itu lagi," ujarnya.

"Ingat, Ethan. Nenekmu ini sudah tua. Bagaimana jika Nenek pergi sebelum melihat anakmu? Setidaknya biarkan Nenek melihat cucunya menikah, cepat kau bawa calonmu ke rumah."

Kalimat andalan untuk mendesak sang cucu pun keluar.

"Jangan bilang begitu. Nenek masih berumur panjang," balas Ethan, suaranya melembut sedikit.

Ketika panggilan itu tertutup, Ethan memandang halaman samping rumahnya dari jendela lantai kamar tengah malam ini.

Dirinya memiliki rencana, yang seharusnya bisa membuat neneknya segera merasa tenang. Memikirkan itu, ia kembali teringat dengan wajah wanita pelayan di restoran tadi.

Ia telah menelusuri tentang Celia, termasuk riwayat Keluarga Wyn Grup yang semula besar namun bangkrut karena penipuan saham.

Ia juga mendapatkan laporan bahwa wanita itu bercerai dengan suaminya dua tahun yang lalu. Untuk alasannya tak membuatnya merasa ingin tahu. Asalkan Celia tidak memiliki hubungan lagi dengan mantan suaminya, maka seharusnya hal tersebut bukan masalah.

"Ada utang yang sangat besar, Tuan. Jika keluarga wanita itu tidak segera membayar, bos rentenir ingin menjadikannya pelampiasan sebagai pelunasan."

Perkataan anak buahnya yang ia bayar untuk menelusuri kehidupan Celia membuat Ethan menggertakkan giginya.

Mendadak pria itu tidak tenang membayangkan jika Celia harus menjadi objek nafsu demi utang-utang keluarga.

"Besok sudah jatuh tempo, mungkin wanita itu akan dibawa oleh bos rentenir secara paksa jika tidak segera melunasinya."

Memikirkannya membuat Ethan memiliki kekesalan dalam hatinya.

Dirinya ingat bahwa dulunya Celia pantang menyerah mengejarnya, dan Ethan yakin bahwa wanita tersebut memiliki harga diri tinggi.

Dalam kondisi seperti itu, jelas Ethan tidak percaya bahwa Celia bisa bersikap pasrah. Saat masih kuliah saja selalu jual mahal dan memilih sesuatu dengan sangat teliti, mana mungkin wanita itu mau melayani seorang rentenir yang tua dan kolot?

Jika uang yang wanita itu butuhkan, maka dia bisa memberikan sebanyak yang dia mau.

***

Hari-hari Celia seperti biasa, bangun pagi dan berangkat bekerja telah menjadi rutinitasnya selama beberapa bulan terakhir.

Celia melupakan apa yang orang tuanya katakan semalam, sudah menjadi kebiasaannya juga mendapatkan kalimat yang kurang baik.

Waktu telah masuk jam makan siang, beberapa rekan Celia membagi tugas untuk istirahat bergantian, sampai akhirnya salah satu rekannya menepuk bahunya.

"Celia, ada pelanggan di ruang privat. Beliau bilang ingin dilayani olehmu."

Rena, rekan baik Celia yang biasanya membantunya itu nampak memberitahukan hal tersebut.

"Baiklah. Aku akan ke sana," balasnya.

Berjalan berlawanan arah, Celia dengan pakaian seragam pelayannya lantas memasuki ruangan privat yang dimaksud.

Dirinya harap ia tak mendapatkan pelanggan yang aneh-aneh seperti beberapa waktu yang lalu.

Ketika ia masuk, Celia menutup pintu pelan lalu membalikkan tubuhnya.

Namun saat ia menatap siapa pelanggan di depannya, nampak seorang pria berwajah familiar sedang menikmati makan siangnya dengan tenang.

Celia menegang sedikit. Ethan datang lagi ke sini. Pria itu yang memanggilnya?

Merasa jika mungkin ia salah ruangan, Celia hendak mengecek lagi ruangan ini dan pelanggan yang terdaftar di buku reservasi.

"Duduk, Celia. Aku mau bicara," ujar pria itu dengan sorot mata elangnya menatapnya lekat-lekat.

Continue to read this book for free
Scan code to download App
Comments (1)
goodnovel comment avatar
melati 🌸
mau bicara apa tuch ? mau ngajak nikah tah eth 🫣... sabar nek, cucu mu sedang usaha mengejar seorang jandaa yg bikin terpesonaa. jd nenek tenang drumah menanti kabar bahagiaa, ebusyet ortu kedjam sekalii cel.
VIEW ALL COMMENTS

Latest chapter

  • Di Ranjang Cinta Lamaku   Bab 9. Jangan Menghindar

    "Selamat atas pernikahan Anda, Tuan dan Nyonya Oldheron. Semoga selalu diberkati!"Ucapan selamat penuh harapan itu membuat Celia lantas menanggapinya dengan senyuman tipis.Pagi ini di kantor catatan sipil, Ethan benar-benar memberikan akta pernikahan padanya dan dalam hitungan menit saja status keduanya sudah berubah.Pria itu terlihat rapi dengan setelan kantornya seperti biasa, sementara Celia dengan gaun putih selutut pemberian Ethan hanya berada di sisinya tanpa banyak bersuara.Menyelesaikan langkah terakhir, mereka berdua keluar dari kantor ini dan berjalan beriringan."Publikasikan pernikahanku hari ini," ujarnya datar pada sang asisten yang lantas menghubungi pihak media terpercaya."Baik, Tuan Muda."Semudah itu, rasanya Celia masih tidak percaya dengan apa yang terjadi.Lelaki yang dirinya puja sebenarnya tidak berubah dari segi karakter.Ethan tetaplah orang yang dingin dan tanpa perasaan. Apa pun yang dilakukan pria ini tidak bisa Celia tebak, termasuk mendaftarkan perni

  • Di Ranjang Cinta Lamaku   Bab 8. Aku Mandul

    Setelah pembicaraan itu, kini Celia bersama Ethan tampak memasuki mobil dan menunggu asisten pria itu mengantar keduanya kembali.Memikirkan apa yang dikatakan Gracia membuat Celia menjadi tidak tenang sampai akhirnya ia membuka pembicaraan pada pria di sampingnya."Ada yang ingin kukatakan."Ethan masih biasa saja. Pria itu tetap datar tanpa ekspresi penasaran saat Celia membuka obrolan."Katakan," balas Ethan.Celia menarik napas dalam. Ada banyak hal yang wanita itu pikirkan. Wajah marah Rigel kala itu tiba-tiba menghampirinya dan jujur saja sebenarnya Celia tidak ingin memikirkannya.Perkataan dari nenek Ethan membuatnya takut.Namun Celia tetap berusaha untuk tenang. Ia tidak boleh terlihat rapuh di depan pria ini meskipun keadaannya benar-benar memilukan."Aku tidak bisa memiliki anak denganmu." Ethan tersenyum miring mendengarnya.Pria itu menghela napas dan kemudian membalas, "Kalau kau butuh uang lebih banyak, tak masalah jika kau melahirkan anakku."Celia melotot mendengar

  • Di Ranjang Cinta Lamaku   Bab 7. Demi Cicit

    "Tentang apa?"Terdengar jika Gracia tidak sabar mendengarnya, apalagi cucunya itu seperti sengaja membuatnya penasaran."Jangan bertanya soal keluarganya, Nek. Keluarganya sudah lama bangkrut," jelas Ethan kemudian."Bangkrut? Dia dari keluarga perusahaan mana?"Ethan tahu bahwa pertanyaan seperti ini akan tetap neneknya tanyakan. Namun, ia tidak ingin menjawabnya dan jujur saja sudah cukup baginya jika Celia hidup bersamanya."Sudah dulu, aku mau kerja.""Anak nakal, jawab dulu pertanyaan nenekmu!" tukas wanita tua itu dengan nada tegas serta memaksa.Namun Ethan segera mematikan sambungan karena tidak mau menjelaskan. Lagi pula, ia hanya ingin membuat Celia nyaman saat pergi dengannya nanti.***Baru selesai dengan rangkaian perawatan, Celia merenggangkan otot pinggangnya karena terlalu lama duduk.Satu-satunya hal yang amat menyenangkan baginya adalah pergi ke salon dan mempercantik diri. Sudah lama sekali ia tidak melakukannya dan jujur saja menikmati seluruh treatment ini.Dari

  • Di Ranjang Cinta Lamaku   Bab 6. Perkara Bayar Utang

    Bukti transfer masuk pagi ini, Celia menarik napas dalam dan kemudian ia berdiri seraya mengambil tasnya untuk bekerja sesuai kesehariannya.Baru keluar dari kamar, pemandangan orang tuanya yang masih bertengkar karena kedatangan rentenir semalam lantas membuat Celia menarik napas pelan."Pergilah ke kantor pinjaman itu, Celia. Hanya melayani Pak Bondy dua kali dan setelah itu utang keluarga kita lunas," ucap Julian pada putrinya tanpa belas kasih.Sebenarnya Celia marah mendengarnya.Sebisa mungkin wanita itu bersikap biasa dan berjalan melewati orang tuanya sembari berkata, "Ayah dan Ibu tak perlu khawatir, aku akan membayarnya pagi ini."Mendengar itu, Lidia hanya diam.Tak ada yang menanggapi perkataan Celia kali ini, bahkan Julian mengalihkan pandangnya karena mereka telah berkali-kali mengorbankan putri mereka.Membuka pintu apartemen itu, Celia menutupnya pelan dan wajahnya menatap ke depan.Ethan belum mengabarkan kapan mereka akan bertemu lagi, namun pria itu sudah memberikan

  • Di Ranjang Cinta Lamaku   Bab 5. Hanya Menikah, Bukan?

    Celia membeku, teringat apa yang dikatakan ayahnya kemarin. Ternyata memang benar jika dirinya akan dijadikan jaminan jika sampai utang itu belum lunas juga.Ia pikir hal itu hanyalah gertakan semata agar dirinya mau menghasilkan uang lebih banyak.Dua rentenir tersebut tertawa-tawa dan menatap Celia dari atas hingga bawah. Hal itu membuat Celia jijik seketika, lagi dan lagi dirinya hanya dipandang sebagai objek nafsu."Bos kalian gila, ya?"Celia marah. Ia seperti hanya dijadikan mainan yang bisa dilempar ke sana kemari demi uang, meski saat ini marah pada ayahnya pun percuma."Hanya itu tawarannya. Kalau tidak mau, makanya cepat bayar!"Celia menelan ludahnya. Ia hanya wanita miskin dan utang ayahnya terus berbunga, sementara gajinya masih bulan depan. Jika ia menyerahkan sisa uangnya, lantas sampai akhir bulan dirinya mau makan apa?Ketika memikirkan semua ini, Celia teringat apa yang terjadi siang tadi. Tawaran Ethan cukup menarik. Pria itu juga kaya raya dan jika ia mempertimbang

  • Di Ranjang Cinta Lamaku   Bab 4. Gara-gara Rentenir

    Celia menebak jika pria itu akan membahas kondisi keluarganya atau mungkin malah mengejeknya. Orang-orang yang berasal dari kampusnya dulu selalu bersikap seperti itu saat menemuinya."Maaf, saya harus kembali bekerja," balasnya sembari membalikkan tubuhnya dan ingin keluar.Merasa ditolak, pria itu pun berkata, "Aku bisa ajukan komplain agar kau dipecat dari pekerjaan ini jika menolak bicara denganku."Tidak bisa. Tak boleh terjadi.Celia butuh pekerjaan ini dan bayaran yang ia terima selama bekerja cukup untuk memenuhi biaya hidupnya. Ditambah dengan utang orang tuanya yang terus berbunga membuatnya harus menahan segala gejolak yang ada.Terpaksa menyetujuinya, Celia akhirnya duduk tepat di depan pria itu.Ethan masih melanjutkan makan siangnya tanpa hambatan, pria itu melihat ke arah Celia yang diam tak bicara apa pun."Ambil garpumu. Makanlah. Sekarang waktunya istirahat makan siang," ucapnya, dengan gestur tubuhnya menunjuk ke piring di sisi meja tempat Celia duduk. Pria itu meme

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status