Home / Romansa / Di Ranjang Majikanku / 51. Siksaan Terus Berlanjut

Share

51. Siksaan Terus Berlanjut

Author: Keke Chris
last update Petsa ng paglalathala: 2025-10-30 09:25:58

Binar tersentak saat suara langkah itu terdengar mendekat. Lantai dingin di gudang itu membuat telapak kakinya kebas. Tangannya masih terikat di belakang kursi logam, wajahnya lebam di beberapa tempat, dan napasnya memburu.

Bau darah kering dan debu tercium menyengat, membuatnya sedikit sesak.

Celia menuruni tangga dengan langkah ringan, seolah tengah menuju pesta. Di belakangnya, Kevin menyusul, membawa sebotol air mineral dan sekantong kecil garam.

“Bangun, manis,” bisik Celia, menepuk pi
Patuloy na basahin ang aklat na ito nang libre
I-scan ang code upang i-download ang App
Locked Chapter
Mga Comments (1)
goodnovel comment avatar
Aku Abim
aduh Bhaga,,,kamu memang laki² sejati.semoga Binar segera kamu temukan dlm keadaan hidup.
Tignan lahat ng Komento

Pinakabagong kabanata

  • Di Ranjang Majikanku   316. Akhirnya Berhasil

    “Kalau Ibu mau cepat, saya tidak bisa janji.” Suara di seberang telepon terdengar sedikit meremehkan.Binar berusaha sabar dan menegakkan punggung di kursi meja kerjanya. Laptop terbuka di depannya, beserta kertas-kertas kerja juga catatan kecil yang masih berantakan.“Jadi paling cepat butuh berapa lama, Pak?”“Paling cepat seminggu untuk pengiriman pertama.”“Oke. Itu masih bisa saya terima”Pria di seberang telepon terdengar ragu. “Tapi jarak kami jauh dari Jakarta, Bu. Ongkos kirimnya bagaimana?”“Tidak masalah selama kualitas barangnya sesuai.”Binar menekan pulpen ke meja, mencatat angka yang disebutkan.“Jujur saja, Bu,” lanjut pria itu, “kami biasanya tidak ambil order mendadak begini.”“Saya juga biasanya tidak pindah vendor mendadak begini. Namun, rekomendasi Bu Ratri terhadap usaha Anda benar-benar saya pertimbangkan.”Hening sebentar.Binar memejamkan mata sesaat, menahan lelah yang mulai menarik tengkuknya.“Saya cuma butuh kesempatan buat buktiin kalau kerja sama ini bis

  • Di Ranjang Majikanku   315. Lepaskan Lelahmu Padaku

    Beberapa hari sejak vendor lamanya mundur, Binar mulai merasa waktu berjalan lebih cepat daripada tumpukan pekerjaannya.Pagi hari dipakai mengurus Ardan. Siang menemui kelompok binaannya. Sore menghubungi calon vendor satu per satu. Sedangkan malam, dia akan duduk berjam-jam di depan laptop sambil membandingkan harga, kualitas bahan, dan ongkos pengiriman yang semuanya disusun agar begitu Vendor didapatkan dia mencapai kesepakatan kerja sama.Ada vendor yang murah tapi kualitasnya buruk. Ada yang kualitasnya bagus tapi minimum order terlalu besar. Ada yang menjanjikan bisa kirim cepat, tapi setelah di cek ulasannya ternyata sering bermasalah. Namun yang dia dapatkan lagi-lagi vendor dengan penolakan tegas untuk usaha kecil Binar.Malam itu jam menunjukkan hampir setengah sebelas ketika dia masih duduk di meja kerja dengan rambut berantakan dan mata lelah menatap layar laptop.Ardan sudah tidur sejak dua jam lalu. Rumah sudah sepi. Namun, daftar vendor di laptopnya belum juga berkuran

  • Di Ranjang Majikanku   314. Aku Akan Mengurusnya Sendiri

    “Maaf, Bu Binar. Kami tidak bisa melanjutkan kerja sama kita.” Suara pria di seberang telepon terdengar rendah. Berbeda dari biasanya.Binar langsung menegakkan duduknya. “Maksud Bapak?”Suasana jadi hening sejenak. “Ada kendala internal.” Akhirnya kalimat itu yang Binar dengar.“Tiga minggu lalu semuanya aman. Apakah saya membuat kesalahan?” Binar coba bernegosiasi.“Saya tahu semua baik-baik saja selama ini. Kerja sama kita juga menguntungkan buat saya.”“Lalu kenapa sekarang mendadak berubah?”Hening sesaat. Embusan napas panjang yang terdengar seperti menahan beban. Binar bisa merasakan pria itu canggung dan merasa tak nyaman melanjutkan pembicaraan ini.“Kami perlu evaluasi ulang kerja sama kita, Bu.” suaranya kini terdengar tegas.Jari Binar mengencang di ponselnya. “Ini soal harga? Kita bisa bicarakan baik-baik bila kendalanya adalah harga.”“Bukan, Bu Binar.”“Produksi?”“Bukan juga.”“Lalu apa?”Pria itu menarik napas berat.“Maaf, Bu. Terima kasih atas kerja sama yang sudah

  • Di Ranjang Majikanku   313. Berharap Lebih

    Binar menoleh sambil melirik tajam. Menatap Bhaga dengan muka cemberut. Bibir bawahnya maju sedikit, seperti Ardan saat tidak diberi camilan sebelum makan malam. Matanya menyipit, bukan marah, lebih seperti kekesalan yang ditahan. Dia mencebik."Iya,” jawabnya malas.Dia berbalik dan tangannya melipat di depan dada. ”Kenapa, sih, kamu nggak bisa lihat banget aku berharap sedikit saja?" Suaranya penuh kekesalan, tapi tidak sampai meledak. Dia maju kembali mendekat ke arah Bhaga, tangannya yang semula terlipat di dada sekarang bergerak, menunjuk ke dada Bhaga dengan jari telunjuk kanan. "Kamu selalu, selalu bilang 'nanti' atau 'aku lindungi kamu' atau 'jangan dulu'. Aku bukan anak kecil, Bhaga!" Bibirnya terus mencebik dan kini napasnya ngos-ngosan.Bhaga tidak menjawab. Dia merapatkan bibirnya menahan tawa sambil berdiri dengan tangan di saku celana, wajahnya serius tapi matanya—matanya bergerak cepat, mengamati wajah Binar, alis yang mengerut, pipi yang sedikit memerah karena kesal, b

  • Di Ranjang Majikanku   312. Resep Kue

    Setelah kejadian tempo hari, Binar sadar kalau dia harus belajar lebih giat. Salah bicara saja bisa merusak banyak hal dan itu pelajaran berharga untuknya.Sejak saat itu, dia terus membaca ulang catatan dan materi pelajaran yang belum benar-benar dia pahami. Bahkan saat di dapur, kala menunggu masakannya matang, dia belajar.Telepon itu masuk jam sepuluh pagi. Tepat setelah Binar menyelesaikan segalanya. Dan nama yang muncul di layar ponsel, membuat matanya terbelalak. Dia melongo, tapi detik berikutnya, dia gegas menjawab panggilan itu."Ha-halo, Bu.""Binar." Suara Nurma langsung ke intinya, tanpa basa-basi. "Resep kue yang Ardan minta waktu itu. Yang cokelat isinya keju. Kamu yang buat?"Binar berkedip, mengernyit, dan menjawab dengan cepat, "Iya, Bu.""Resepnya dari mana?""Modifikasi sendiri. Dari resep dasar yang saya pelajari waktu kelas—""Kirim ke saya."“Apa?!”“Sekarang!”Kalimat itu bukan permintaan yang lembut. Tapi bukan kalimat Nurma yang biasanya juga — yang biasanya

  • Di Ranjang Majikanku   311. Lepaskan Kesalmu Dengan Bergerak Di Atasku

    Malam itu suasana kamar masih terasa tegang meski permasalahan mereka telah selesai.Binar bertahan berdiri di depan cermin kamar mandi sejak tadi, berusaha menghindari Bhaga. Tapi pikirannya masih saja tak bisa tenang, hingga dia membersihkan wajahnya dengan kasar. Matanya masih redup karena menahan kesal dan rasa bersalah.Bhaga masuk dengan langkah pelan, tangannya langsung memeluk pinggang Binar dari belakang. “Kamu lama sekali, aku menunggu sampai tak sabar,” bisiknya di dekat telinga Binar dan menggigit kecil cupingnya.“Jangan disentuh dulu,” kata Binar dingin, mencoba melepaskan tangan Bhaga. “Kita baru berantem. Aku masih kesel … dan aku nggak mau lakuin ini sekarang.”Bhaga tak melepaskan pelukan. Dia malah semakin merapatkan tubuh, dada bidangnya menempel di punggung Binar. Dan bibirnya menyentuh tengkuk wanitanya dengan lembut, napas hangat langsung menyapu kulit Binar yang masih lembab.“Kamu boleh kesal … tapi aku tahu kamu juga butuh ini,” bisik Bhaga rendah dan menggod

  • Di Ranjang Majikanku   154. Aku Di Sini Bersamamu

    Binar tak bisa berhenti tersenyum. Hatinya sedang berbunga-bunga saat mengingat kembali percintaannya dengan Bhaga semalam. Pipinya memerah meski sedang sendirian di kamar.Setiap kali bayangan sentuhan Bhaga, bisikan sayang, dan keintiman yang mereka bagi muncul di benaknya, sebuah kebahagiaan yan

    last updateHuling Na-update : 2026-03-29
  • Di Ranjang Majikanku   243. Ulang Tahun Ardan

    Pesta ulang tahun Ardan yang ke-6 berlangsung meriah.Ruang tamu rumah utama disulap menjadi lautan biru. Balon-balon berbentuk dinosaurus bergelantungan di setiap sudut, ada yang berbentuk T-rex, ada yang brontosaurus panjang melingkar di tiang teras. Spanduk kecil bertuliskan "HAPPY BIRTHDAY ARDA

    last updateHuling Na-update : 2026-04-05
  • Di Ranjang Majikanku   244. Aku Butuh Pelepasan

    Binar menghela napas lega dengan senyum puas. Akhirnya acara selesai dengan baik, walaupun tak begitu lama, tapi Ardan terlihat begitu bahagia. Begitu juga dengan anak-anak yang lain. Dia bersyukur bisa memberikan kenangan baru untuk Ardan.Dia berbalik, setelah mengantar tamu terakhir untuk pulang

    last updateHuling Na-update : 2026-04-05
  • Di Ranjang Majikanku   246. Memendam Kecewa

    Makan malam selesai tak begitu lama setelah obrolan mereka berakhir. Djati benar-benar tak memberikan jeda Binar untuk menolak bahkan untuk berpikir pun tidak ada.Dia hanya terus melontarkan kalimat motivasi, dan Binar lebih terbuka pandangannya.Sopir Djati mengantar Binar pulang.Sepanjang perja

    last updateHuling Na-update : 2026-04-05
Higit pang Kabanata
Galugarin at basahin ang magagandang nobela
Libreng basahin ang magagandang nobela sa GoodNovel app. I-download ang mga librong gusto mo at basahin kahit saan at anumang oras.
Libreng basahin ang mga aklat sa app
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status