Share

Bab 71. Bukan satu-satunya

Penulis: Ralonya
last update Terakhir Diperbarui: 2025-12-21 22:21:14

Dina menghirup aroma Davin untuk terakhir kalinya. Detak jantung pria itu yang berdegup kencang di telinganya terasa seperti irama yang paling menyakitkan. Ia ingin menyerah, ingin menumpahkan segala ketakutannya di sana, tapi bayangan wajah Arka dan nasib orang tuanya mendadak muncul seperti hantaman realitas yang dingin.

​Dengan seluruh sisa kekuatan yang ia miliki, Dina mendorong dada Davin. Ia melepaskan diri dari dekapan itu seolah-olah pelukan Davin adalah jerat yang mematikan.

“Cukup, Mas. Jangan seperti ini,” suara Dina keluar dengan getaran yang berusaha ia tekan. Ia mundur dua langkah, menciptakan jarak.

​Davin terpaku, tangannya masih menggantung di udara, mencoba menggapai kekosongan yang ditinggalkan Dina.

“Dina, kamu kenapa, sih? Ada apa sebenarnya? Aku minta maaf kalau tadi aku keterlaluan, tapi tolong jangan seperti ini.”

Dina menghapus air mata di pipinya dengan kasar, seolah ingin menghapus jejak kelemahan yang tersisa. Saat ia kembali mendongak, binar matanya telah
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • Dibenci Suami, Dicintai Sahabatnya   Bab 89. Keyakinan

    ​Rina mengusap pipi Dina dengan penuh kasih, jarinya yang kasar karena pekerjaan dapur terasa hangat di kulit Dina. “Mama dan Papa juga minta maaf karena sempat menuduhmu yang bukan-bukan. Mama tahu kamu anak baik. Sesulit apa pun keadaanmu, kamu tidak akan mungkin melakukan hal memalukan seperti itu," ujar Rina dengan nada penuh keyakinan.​Setiap kata pujian dan keyakinan dari ibunya terasa seperti sembilu yang menyayat hati Dina. Ia ingin berteriak bahwa ia telah ‘berzina’ karena mencintai Davin, pria yang benar-benar memperlakukannya sebagai manusia, bukan barang dagangan seperti yang dilakukan suaminya sendiri. Namun, ia hanya bisa diam membisu di bawah tatapan Arka yang diam-diam sedang merayakan kemenangannya.Arka yang berdiri di samping Dina harus sekuat tenaga menahan hasratnya untuk tertawa terbahak-bahak. Di matanya, pemandangan ini adalah lelucon paling lucu di dunia. Betapa mudahnya sepasang orang tua ini ditipu oleh kebohongan Dina, anak baik yang mereka banggakan. “

  • Dibenci Suami, Dicintai Sahabatnya   Bab 88. Kesalahpahaman

    Bagi Dina, satu jam perjalanan itu terasa tanpa akhir. Saat mobil akhirnya berhenti, ia segera membuka pintu dan turun dengan terburu-buru. Ia butuh menghirup udara segar secepat mungkin, menjauh dari aroma parfum Arka yang selama di perjalanan terasa mencekik paru-parunya. Arka menyusul di belakangnya, wajahnya tertekuk masam, menyembunyikan amarah yang baru saja diredam paksa oleh ancaman Davin. Namun, ia tak punya pilihan selain mengikuti kemauan pria itu. Baginya keselamatan kursi direktur saat ini lebih penting. Beberapa ratus meter di ujung jalan, sebuah mobil hitam terparkir dalam diam. Di baliknya ada Davin yang matanya tak lepas dari sosok Dina hingga wanita itu menghilang di balik pintu kayu rumahnya. Begitu melangkah masuk, suasana canggung menyambut mereka. Rina langsung beranjak dan menyambar kedua lengan Dina dan menariknya menjauh dari Arka. “Kamu tidak mengkhianati suamimu, kan, Dina? Jawab Mama, Nak!” desak Rina. Suaranya gemetar, matanya yang sembab menatap lekat

  • Dibenci Suami, Dicintai Sahabatnya   Bab 87. Ini belum selesai

    Mobil mewah Davin berhenti tepat di depan gerbang kediaman Arka. Dina menggenggam sabuk pengamannya erat-erat, tubuhnya gemetar. Davin menoleh, meraih jemari Dina yang sedingin es.“Turunlah. Aku akan menemanimu menemuinya," bisik Davin dengan suara yang menenangkan.​Mereka melangkah masuk. Di ruang tamu, Arka sudah menunggu dengan seringai kemenangan yang memuakkan. Namun, senyum itu memudar saat ia melihat Davin masuk dengan tenang di belakang Dina.​"Kau berani menampakkan wajahmu di sini setelah menculik istriku?" desis Arka sinis.​Davin tidak terpancing. Ia justru melangkah maju, berdiri di samping Dina seolah menjadi perisai wanita itu. “Aku ke sini untuk mengantar Dina pulang sesuai permintaannya. Tapi sebelum itu, ada sesuatu yang harus kita luruskan, Arka."Arka mengangguk, terkesan tidak peduli dengan apa yang akan dikatakan oleh ​Davin.“Bagaimana tanggapan publik kalau ternyata kamulah yang membakar restoran istrimu sendiri? Lalu menjual istrimu hanya demi sebuah kontrak

  • Dibenci Suami, Dicintai Sahabatnya   Bab 86. Ancaman dan permohonan

    Arka menatap layar ponselnya yang menampilkan nomor ibu mertuanya. Sebuah seringai tipis muncul, ia tahu persis tombol mana yang harus ditekan untuk membuat Dina pulang padanya tanpa perlawanan. “Halo, Ma?” suara Arka mendadak berubah serak, penuh kepedihan. “Mungkin ini nyakitin mama dan papa, tapi Arka harus jujur sama kalian.”​Di seberang telepon, suara Rina terdengar panik. "Arka? Ada apa, Nak?"“Dina, Ma ... Dina pergi.” Arka menghela napas panjang yang terdengar berat. “Dina pergi kemana, Nak?”"Pergi sama Davin, Ma. Arka sudah coba cegah, tapi Davin gunain kekuasaannya buat maksa Dina ikut. Sekarang mereka tinggal bersama."​Arka memejamkan mata, mematangkan aktingnya. "Arka malu cerita ini semua, tapi Davin sudah lama terobsesi pada Dina. Arka takut Dina dicuci otaknya atau ... atau dipaksa melakukan hal yang tidak-tidak. Tolong Arka, Ma. Tolong bujuk Dina pulang sebelum semua orang tau dan merusak nama baik keluarga kita."“Tidak, Nak. Dina tidak mungkin begitu.” “Tapi m

  • Dibenci Suami, Dicintai Sahabatnya   Bab 85. Percaya padaku

    Begitu sambungan terputus, Dina menurunkan ponselnya dengan lemas. Satu ancaman belum usai, dan kini ia harus menelan kenyataan pahit tentang harapan orang tuanya akan kehadiran seorang cucu. Miris sekali hidupnya. Di saat orang tuanya menanti kehidupan baru, suaminya justru hampir menjualnya seperti barang bekas.​Tak ingin membuang waktu, Dina segera menghubungi kedua adiknya yang sedang merantau. Ia menanyakan kabar dengan suara yang dibuat seceria mungkin, menyembunyikan badai yang sedang menghantam jiwanya. Baru setelah memastikan bahwa keduanya baik-baik saja dan tidak ada gangguan apa pun di sekitar mereka, Dina bisa mengembuskan napas panjang.​Namun, kelegaan itu hanya bertahan sekejap. Ia tahu Arka bukan tipe pria yang menggertak tanpa rencana. Arka adalah ular yang menunggu saat yang tepat untuk mematuk.“Apa yang harus aku lakukan?” gumamnya lirih. ​Ia merosot dari ranjang, duduk bersimpuh di lantai yang dingin sambil memeluk kedua lututnya. Matanya nanar menatap layar po

  • Dibenci Suami, Dicintai Sahabatnya   Bab 84. Kembali diancam

    “Sialan! Bagaimana mungkin?”Serua Arka menggema, disusul suara dentuman keras saat lengannya menyapu kasar seluruh permukaan meja mahoganinya. Tumpukan berkas hingga plakat kristal melayang dan hancur berkeping-keping di atas lantai marmer. Ruangan itu kini menyerupai medan perang, mencerminkan isi kepalanya yang sedang kalut. ​Ia terengah, kedua telapak tangannya bertumpu pada pinggiran meja yang sudah kosong. Urat-urat di pelipisnya menegang, berdenyut seirama dengan amarah yang membakar dadanya. Ia tidak pernah membayangkan Davin—pria yang selalu ia anggap remeh—ternyata mampu membuat predator sekelas Moretti gemetar ketakutan dalam semalam.Matanya berkilat liar. Jika uang dan kekuasaan tidak bisa meruntuhkan Davin, maka ia akan menghancurkan pria itu melalui satu-satunya kelemahan yang tersisa, yaitu Dina.Ia meraih ponselnya dan mengetik pesan untuk Dina. [Pulang sekarang, atau aku pastikan orang tua dan kedua adikmu dalam masalah!]Begitu tombol kirim ditekan, Arka melempar

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status