Share

Dibuang Keluarga, Diperistri CEO Berkuasa
Dibuang Keluarga, Diperistri CEO Berkuasa
Author: Daralist

Dituduh

Author: Daralist
last update Petsa ng paglalathala: 2025-10-01 10:12:53

“Sudah kubilang jangan memanjakannya. Lihat apa yang terjadi!”

Evelyn tertunduk mendengar suara ibunya yang menghina. Hatinya terlalu kalut hanya untuk membalas perkataan ibunya.

“Apa lagi yang bisa aku lakukan,” kata Jason seraya mengerutkan kening. “Karakternya terlihat ketika dia memegang kekuasaan.”

Jason menatap putrinya yang terdiam tak jauh dari tempatnya duduk. “Sungguh memalukan! Beginikah caramu berterima kasih pada kami?!”

“Ayah, percayalah padaku. Aku berani jamin itu bukan aku,” kata Evelyn membela diri.

Tepat ketika selesai bicara, sebuah vas terlempar, nyaris mengenai wajah Evelyn jika dia tidak mengelak ke kiri sebelumnya.

Suara Tiara menggelegar di ruangan luas itu. “Kamu berani menyangkal! Lihat apa yang kamu lakukan. Aku tidak menyangka melahirkan anak sial sepertimu!”

Evelyn tercekat. Bukan pertama kali dia mendapat makian seperti itu. Namun, sang ibu benar-benar mengoyak perasaannya ketika dia membutuhkan dukungan.

Dari cara ibunya bicara, jelas dia tidak mempercayai apapun pembelaan darinya.

“Sudah, berhenti bicara,” kata Jason mengingatkan. Dia bahkan tidak peduli Evelyn dimaki di depannya. Seolah dia bukanlah putrinya. Namun, pembelaan diri dari Evelyn membuatnya marah.

Jason melemparkan setumpuk laporan ke atas meja dengan kasar. Matanya yang semula keruh kembali menguatkan kemarahan.

“Dari semua hal bodoh yang kamu lakukan, kenapa kamu menyeret keluargamu sendiri ke dalam masalah gila seperti ini?!”

“Katakan padaku, apakah perlu untuk melakukan semua ini hanya agar kamu diperhatikan?!” kata Jason dengan marah seraya membanting tangan ke meja, menyalurkan rasa frustasinya.

Setiap ada masalah dengan Evelyn, mereka berpikir bahwa dia mencari perhatian. Dari kecil Evelyn diperhatikan, hanya saja semua itu terbagi ketika Sira datang sebagai adik angkatnya. Mereka hanya tidak sadar, terutama Jason, telah membuat Evelyn terabaikan.

Evelyn sedikit terisak dan menggeleng kuat ketika dia mencoba menjelaskan, “Ayah, mana mungkin aku berani. Aku tidak akan pernah melakukan itu meskipun kamu memberiku keberanian lebih.”

“Tidak berani?!” pekik Tiara tak senang. “Semua bukti jelas mengarah padamu. Ayahmu mempercayakan manajemen keuangan di tanganmu, tapi kamu korupsi dan membeli barang terlarang! Lihat laporan di depan dengan jelas!”

Tiara menunjuk laporan di atas meja.

Di sana tertera jelas bahwa ada banyak anggaran perusahaan yang kurang dan semuanya atas nama Evelyn. Ada bukti pembelian barang terlarang juga di sana.

“Kamu tidak perlu membela diri lagi. Kelakuanmu sudah diluar kendali, Eve,” kata Jason bersuara rendah.

“Ayah, kamu tidak percaya padaku?” tanya Evelyn pelan. Namun, yang dia dapatkan hanya tatapan dingin ayahnya.

“Kami memberimu pendidikan tinggi serta membebaskanmu menjalani hobi. Namun, kamu malah membuat malu keluarga ini,” kata Jason diiringi dengkusan kesal Tiara.

Jason melanjutkan, “Dari hasil laporan, jelas kamu yang membeli barang hina itu. Sudah dipastikan kamu juga seorang pengguna.”

Dunia Evelyn rasanya telah runtuh. Dia tidak menyangka ayahnya lebih percaya pada tuduhan itu daripada putrinya sendiri.

“Ayah, percayalah padaku. Aku tidak akan pernah melakukan itu dalam hidupku. Selama ini aku selalu menjaga diri.”

“Kamu tidak usah menyangkal lagi Evelyn,” ujar Tiara dengan amarah yang menggebu. “Kamu adalah putri keluarga Rowan. Siapa yang berani memanipulasi keuangan jika bukan dari campur tanganmu?!”

“Ibu, tolong percaya padaku–”

“Aku tidak pernah percaya padamu.”

Balasan dingin tanpa perasaan itu seperti tamparan keras pada Evelyn. Rasanya seolah sejak awal yang berdiri di hadapan bukanlah ibunya.

Evelyn terdiam. Dia memandang hampa pada dua orang yang dia panggil orang tua, tapi tidak pernah berada di pihaknya sejak awal.

“Aku juga mendapat kabar dari keluarga Durant,” kata Jason membuat Evelyn mendongak waspada.

“Tunanganmu membatalkan pertunangan kalian. Dia mengatakan bahwa dia tidak tahan dengan tingkahmu.”

Evelyn yang mendengar itu terkejut bukan main. “Ayah, bagaimana mungkin dibatalkan! Pertunangan kami sudah berjalan 3 tahun, sebentar lagi kami akan menikah.”

“Kubur mimpi pernikahanmu itu. Apa kamu tidak berpikir bahwa dirimu yang kotor bisa bersanding dengan Kevin Durant?!” kata Tiara dengan marah.

“Aku juga yang memberikan saran ini padanya. Aku bersalah karena telah menjodohkanmu dengan Kevin.”

“Ibu, bagaimana kamu bisa melakukan itu padaku!” teriak Evelyn sembari terisak-isak.

Kevin adalah obat disaat dia tidak memiliki tempat di rumah ini. Jika dia pergi, apalagi yang bisa dia lakukan.

Evelyn bisa memberikan apapun dan mengalah pada keluarganya, tapi tidak dengan Kevin.

“Tidak perlu membicarakan pertunangan Evelyn. Dengan masalah besar yang telah menyeret keluargamu hingga menanggung malu seperti ini, sebaiknya kamu tidak perlu tinggal di rumah ini lagi.”

Perkataan sang ayah bagaikan petir yang menyambar tepat mengenai kepala Evelyn.

Evelyn membeku tak bergerak di tempat. Matanya yang semula melawan kini benar-benar dipenuhi putus asa.

Evelyn tertawa canggung, “Ayah, kamu tidak bermaksud mengusirku, kan?”

“Ini demi nama keluarga Rowan agar tetap bersih, Evelyn. Kamu harus keluar dari rumah ini,” ujar Jason dengan suara yang tidak bisa dibantah.

Rasa dingin yang Evelyn rasakan dalam keluarga ini membuatnya menggigil. Seolah dia hanya orang luar yang jika terkena noda setitik, haruslah menanggung dosa itu sendiri.

“Tubuhmu sudah kotor, jangan pernah kembali lagi. Dasar anak tidak tahu terima kasih,” kata Tiara seraya mendengkus.

Patuloy na basahin ang aklat na ito nang libre
I-scan ang code upang i-download ang App

Pinakabagong kabanata

  • Dibuang Keluarga, Diperistri CEO Berkuasa   131. Mata yang Menilai

    Evelyn hanya menghela napas lelah. Dua hari terakhir benar-benar melelahkan. Sekarang pun dia tidak bisa mengistirahatkan dirinya dengan secangkir teh sejenak. Ketika Evelyn datang memenuhi panggilan Lidya, sang nyonya besar itu tengah duduk di dalam rumah kaca miliknya. Mata wanita itu terpejam saat dia duduk menunggu di depan meja besi putih dilengkapi dengan teko teh beserta buah-buahan. Di sampingnya berdiri seorang pelayan yang siap untuk menerima instruksi apapun. Termasuk mengganti teh dingin di meja. Evelyn diam-diam mengagumi sosok Lidya yang tenang seperti ini. “Selamat siang, Nyonya,” sapa Evelyn setelah sampai. Sikapnya tenang dan sopan. Tangan di depan perut dan pandangan menunduk tanpa melirik ke sana kemari. Perilakunya menunjukkan bahwa dia hanyalah seorang pelayan yang dibayar oleh Lidya. Tangan di depan perut dan pandangan menunduk tanpa melirik ke sana kemari. Pemandangan itulah yang dilihat oleh Lidya saat dia membuka matanya. Setelah merasa puas memperhatik

  • Dibuang Keluarga, Diperistri CEO Berkuasa   130. Perubahan Sikap

    Revano menghentikan langkahnya sesuai keinginan Sira. Namun, kerutan di kening dan juga tatapan tajam yang tidak ramah membuat Sira menahan napas. “Bukankah ayah sudah mengatakannya barusan? Apa kamu tidak mendengarnya?” Pertanyaan Revano cukup tajam. Sira tahu dia orang yang netral, bahkan ketika dulu dia bertengkar dengan Evelyn. Tidak disangka sikapnya saat ini lebih tajam dan menyakitkan. Mata Sira mulai berkaca-kaca, “Tapi bagaimana aku bisa hidup di bawah tatapan orang-orang dari keluarga Durant? Sudah pasti mereka tidak senang dengan–” “Sira, apakah kamu selalu bertingkah seperti ini bahkan setelah menikah?” potong Revano cepat. Dia mulai sakit kepala karena menghadapi tangisan yang tidak ada habisnya hari ini. “Kamu bukan anak kecil lagi. Setidaknya uruslah dirimu sendiri.” Setelah mengatakan itu, Revano jadi teringat Evelyn. Adiknya yang satu itu kini telah mandiri. Saking mandirinya, dia bahkan baik-baik saja meski tidak menyandang gelar sebagai putri sulung keluarga Ro

  • Dibuang Keluarga, Diperistri CEO Berkuasa   129. Seorang Nyonya yang Jatuh

    Perasaan orang-orang yang ada di ruang keluarga itu campur aduk setelah melihat kedatangan Jason. Terutama Tiara, dia bingung bagaimana berbicara dengan suaminya saat ini.Setelah kebenaran terungkap kemarin, sikap Jason menjadi dingin. Kemarahan dan murka di depan umum adalah emosi terakhir yang ditinggalkan oleh suaminya.Ketika mereka membubarkan pesta lebih awal, suaminya menjauh dan tidak pulang ke rumah sama sekali.Kini, Jason malah datang sambil mengatakan kalimat pertanyaan itu, membuat Tiara ketakutan.“Apa yang kamu maksud?!” balas Tiara defensif. Dia tidak mau mengakui bahwa dia memang sengaja mengusir Evelyn. “Anak itu keluar dari rumah ini karena kesalahannya. Tidak ada hubungannya dengan kami!”Jason tersenyum sinis, “Oh, bukan karena kamu ingin Sira menjadi anak perempuanku satu-satunya, sehingga kamu mengusir Evelyn?”Tiara tergagap tanpa berani menatap mata Jason, “A-aku, mana mungkin aku tega pada anakku sendiri! Kamu tahu berapa banyak masalah yang telah dibuat Eve

  • Dibuang Keluarga, Diperistri CEO Berkuasa   128. Tidak Terima Kenyataan

    Jason tidak terkejut. Setidaknya Evelyn masih mau menerima niat tulusnya meski dia harus menerima syarat yang dia ajukan.“Tentu saja,” balas Jason atas pernyataan Evelyn sebelumnya. “Ayah akan menerimanya asal kamu mau menerima niat baik ayah.”Evelyn tidak lagi terpengaruh oleh sikap Jason yang melunak. Dia masih ingat betul betapa dingin hati ayahnya untuknya.Bahkan meminta maaf ini pun, pasti dia pertimbangkan terlebih dahulu. Penyesalan dan rasa frustasi yang dialami oleh Jason sudah dipastikan hanya sedikit di hatinya.Evelyn tahu sebentar lagi saham yang dia berikan ini pasti akan kembali dipertimbangkan jika dia sudah menyadari bahwa dia benar-benar bukan keluarga Rowan lagi.Evelyn harus bersiap agar Jason tidak menuntut di masa depan baik sebagai ayah maupun sebagai direktur utama perusahaan Wanna Group keluarga Rowan.“Syarat yang saya ajukan tidaklah sulit. Namun, karena ini menyangkut ketulusan Anda, saya berniat menjadikan penyerahan saham ini ditulis di atas kertas put

  • Dibuang Keluarga, Diperistri CEO Berkuasa   127. Kompensasi Beserta Syaratnya

    Evelyn langsung mengerti apa yang dimaksud oleh Jason. Namun, yang tidak dia mengerti adalah kenapa dia melakukan hal itu? “Ayah telah salah sangka dalam waktu lama oleh ulah mereka. Seharusnya apapun yang terjadi, ayah tidak pilih kasih dan mengabaikanmu, Evelyn.”Kalimat itu keluar bersamaan dengan wajah penuh penyesalan. Sayangnya, Evelyn sudah tidak berharap lagi ketika dia diusir dari rumah. Dia telah mati saat nyaris melompat di jembatan waktu itu.Jadi Evelyn hanya menatap dingin dan membalas, “Benar sekali, Anda telah salah sangka dalam waktu lama. Seharusnya Anda juga tahu, bahwa waktu terlalu mahal hanya untuk diulang kembali.”“Anda tidak perlu repot untuk berpikir memperbaiki kesalahan Anda di masa lalu,” lanjut Evelyn tanpa rasa apapun.Jason tahu Evelyn sakit hati atas perlakuannya yang pilih kasih dalam waktu lama itu. Namun, dia benar-benar merasa bersalah dan ingin menebusnya kembali.“Jika kamu mau, ayah bisa mengusir mereka juga. Agar kamu bisa merasa nyaman saat

  • Dibuang Keluarga, Diperistri CEO Berkuasa   126. Ego yang Ditekan

    Napas Jason memburu. Dia tidak menyangka Evelyn tidak memberinya waktu sedikitpun. Seolah dari awal hingga akhir, wanita itu tidak mau bicara dengannya sama sekali. “Aku ke sini sebenarnya tidak ingin mengatakan hal seperti itu,” kata Jason pada akhirnya. Tangannya yang mencekal Evelyn pun ikut dia lepaskan. Takut membuat Evelyn punya alasan untuk kembali menjauh. “Duduklah dulu,” bujuk Jason. “Aku hanya akan membicarakan hal yang penting saja.” Sebagai laki-laki dan orang tua, Jason masih sulit untuk mengatakan maaf atau hal yang membuat dia menurunkan egonya. Padahal dia datang menemui Evelyn justru karena dua hal itu. Kenyataan pahit tentang kebenaran yang membuat luka cukup dalam padanya itu membuat dia merasa sangat bersalah pada Evelyn. Namun, apalagi yang bisa dia lakukan? Semuanya sudah berjalan sesuai takdir. Keluarga kecil bahagia yang dia bangunjustru ilusi yang dia buat sendiri. Evelyn pun demikian. Dua puluh tahun lebih menjadi anak dan dua belas tahun mencari perha

  • Dibuang Keluarga, Diperistri CEO Berkuasa   Keterlibatan

    “Jika kamu ingin menuntut lebih jauh dan ingin melihat dalang yang sebenarnya, kamu bisa menyewa seorang Hacker.”Evelyn yang tengah membaca berita viral di ponselnya berhenti sejenak. Namun, dia tetap menjawab positif meski dia tidak ingin melakukannya.“Tidak perlu terlalu jauh,” jawab Evelyn den

  • Dibuang Keluarga, Diperistri CEO Berkuasa   Kecurangan

    “Mana? Coba sini kulihat!”Sira merebut ponsel temannya dan memandangi berita dengan nama Evelyn terpampang sebagai judul besar. Foto berita itu juga menampilkan Evelyn yang tersenyum cerah setelah mendapat kemenangan dengan piala di tangannya.“Itu benar kakakmu, kan?” Tanya teman Sira dengan sedi

  • Dibuang Keluarga, Diperistri CEO Berkuasa   Menang

    “Baiklah, ini adalah babak terakhir untuk peserta. Para juri saat ini sedang berdiskusi untuk memilih siapa pemenangnya!”Suara pembawa acara terdengar di seluruh penjuru ruangan. Evelyn mengatur napas dengan tenang. Perasaan gugup dan harapan kecil dia iringi dengan doa.Evelyn telah melewati bebe

  • Dibuang Keluarga, Diperistri CEO Berkuasa   Utang

    “Evelyn, turun dari sana!”Teriakan panik ditelan malam sunyi. Hingga Evelyn pun tanpa sengaja mengabaikannya. Dia baru tersadar saat sebuah tangan menariknya kasar dari tempat jembatan di mana dia duduk di pagar pembatas.Sebuah pelukan disertai tangisan membuat tubuh Evelyn yang dingin kembali me

Higit pang Kabanata
Galugarin at basahin ang magagandang nobela
Libreng basahin ang magagandang nobela sa GoodNovel app. I-download ang mga librong gusto mo at basahin kahit saan at anumang oras.
Libreng basahin ang mga aklat sa app
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status