Chapter: 115. KepanikanSemua orang menoleh ke arah Evelyn yang kini telah memasang wajah penuh amarah. "Kevin, aku kira ketika kamu memilih Sira sebagai penggantiku maka kamu tidak akan pernah melihatku. Aku tidak tahu bahwa bahkan setelah menikah dengan Sira pun, kamu masih berbicara seolah-olah mengharapkan aku kembali." Kevin tertegun di tempatnya sejenak. Namun, dia kemudian tersenyum miring dan membalas, "Bukan aku yang mengharapkan mu kembali, itu adalah sikapmu sendiri yang menyebabkan semua ini terjadi." "Kalau bukan karena masalah pertunangan kita berdua, lalu kenapa kamu melakukan hal buruk sampai sejauh ini?" Evelyn merasa muak dan membalas penuh jijik, "Dasar tidak tahu malu! Setelah menikah dengan Sira pun, kamu masih berpikir bahwa aku mengejar mu!" "Benar-benar sangat narsis!" Kevin memelototi Evelyn dengan ganas. Namun, belum sempat dia mengucapkan satu kata pun, Ernest lebih dulu bicara. "Ya ampun ...." Ernest memandang ke arah Kevin dan memasang wajah penuh iba. "Sejak Evel
Last Updated: 2026-04-12
Chapter: 114. Mari Kita Akhiri Di siniEvelyn akhirnya punya kesempatan untuk melepaskan tangan yang dipegang Revano sebelumnya. Pandangan orang-orang yang tak jauh dari mereka pun kini mulai berani secara terang-terangan menguping. Apalagi saat mereka melihat sosok akrab dalam balutan jas putih yang dikenakan oleh pria tinggi di sebelah Evelyn. Senja sudah terbenam sejak lama. Namun, cahaya lampu malam yang bersinar terang itu justru menciptakan bayangan serasi dari dua orang yang statusnya tidak lagi sama. Saat Ernest dan Evelyn berdiri bersama seperti itu, orang-orang mulai melihat mereka seperti pasangan pada umumnya. "Tuan Ernest?" Revano terlihat linglung saat melihat Ernest yang berdiri di depannya dengan sikap yang dingin dan jauh. "Saya rasa kami tidak mengantarkan undangan khusus untuk Anda," kata Revano dengan lantang. Meskipun Revano memiliki kesan baik pada Ernest sebagai sesama pebisnis, tapi lain cerita jika dia ikut campur dalam urusan keluarganya. Revano tidak menyukai kedekatannya dengan Er
Last Updated: 2026-04-08
Chapter: 113. Hal Buruk yang Dia Berikan"Lebih penting dari itu." Sira tidak menyangka kata-katanya dibalas seperti itu oleh Revano. Dia tahu bahwa Revano sosok yang netral di antara dia dan Evelyn. Namun, dia tidak menyangka Revano tetap membubarkan pesta yang dia impikan ini hanya karena sesuatu yang diberikan oleh Evelyn. "Baiklah kalau begitu. Aku akan mengalah kali ini, walaupun ini tidak seperti yang aku bayangkan," kata Sira masih berusaha untuk tidak membiarkan pesta ini selesai begitu saja. Sira melirik Evelyn penuh kebencian, 'Bagaimana bisa orang sepertinya membuat pestaku selesai dengan cepat?!' "Kak, apakah kamu tidak bisa menundanya untuk nanti?" Kali ini Kevin ikut bicara. Sifatnya yang suka menjadi pahlawan di mata wanita itu membara, dia ingin dilihat sebagai pria yang penyayang dihadapan orang lain. "Sira sudah mengatur semua ini dari lama. Jika diselesaikan dengan cepat, apa yang akan dikatakan oleh orang nantinya. Ini juga termasuk menjaga reputasiku. Apakah Kak Revano akan tega melihatku dibica
Last Updated: 2026-03-01
Chapter: 112. Kalian ini kenapa, sih?!Napas Tiara tercekat di tenggorokannya. Dia seakan sudah menebak dengan tepat foto apa yang ada di sana. Tangan Evelyn dengan sabar menunggu tanpa tergesa-gesa. Namun, itu malah menjadi seperti ejekan di mata Tiara. Seakan mengatakan bahwa menolak hal itu tidak akan mengubah apapun. Tiara meraih tumpukan foto itu dengan ragu. Saat gambar yang tertera di foto itu terlihat olehnya, perasaan sesak oleh sebab ketakutan itu semakin mencekiknya. Tidak seperti Sira yang masih ragu untuk melihat barang itu, Revano segera memperhatikannya sejak benda itu jatuh ke tangannya. Setelah beberapa waktu yang terasa sangat lama, raut wajah Revano berubah menjadi buruk. Matanya yang penuh keterkejutan itu memandang ibunya dengan raut tidak percaya. Beberapa kali dia mencoba memastikan, sampai kebingungan itu berubah menjadi kemarahan. "Ibu, apa maksud semua ini?!" Ekspresinya tidak luput dari Jason yang mendapat kertas dari Evelyn. Dia belum membukanya karena merasa tidak beres dengan peri
Last Updated: 2026-02-26
Chapter: 111. Pengantin Narsis"Kalian sungguh ingin aku bicara di sini?" Pertanyaan Evelyn semakin membuat yang lain penasaran. Hal apa yang bisa membuatnya berkata demikian? Seolah pembicaraan yang hendak dia katakan itu suatu berita yang seharusnya tidak didengar orang banyak. Jason pun mulai meragukan pilihannya untuk menyuruhnya membuka pembicaraan di sini. Bahkan Tiara semakin gelisah saja, tapi tidak tahu bagaimana cara mencegah Evelyn. "Kakak, apakah itu tentangku?" Sira mengalihkan fokus semua orang ke arahnya. Wajahnya yang manis dan polos telah dinodai air mata yang sempat turun sebelumnya, menambah kesan rasa kasihan yang membuat orang tidak tega mengabaikannya. Evelyn memandangi Sira yang tampil menyedihkan di depannya dan tersenyum biasa, seolah-olah apa yang dia lakukan tidak akan pernah mempengaruhinya. "Sebagian besar memang tentangmu," ujar Evelyn mengejutkan Sira. Sira pikir Evelyn akan menyangkal. Dia tidak menyangka bahwa itu memang tentangnya. Raut wajahnya pun dia ubah sede
Last Updated: 2026-02-26
Chapter: 110. Apa Maksudmu?Evelyn mengerutkan keningnya dengan begitu buruk, "Omong kosong apa itu!" Evelyn memang pernah memakai Kevin sebagai orang narsis hanya untuk melampiaskan kekesalannya karena kesalahpahaman pria itu atas tindakannya. Namun, baru kali ini dia benar-benar menyadari bahwa dia memang orang narsis! Melihat ekspresi Evelyn, justru Kevin malah merasa tebakannya benar lalu berkata sombong, "Jangan mengelak Evelyn. Siapa yang tidak tahu betapa kamu dulu selalu menginginkanku. Dari tindakanmu sekarang pun, kamu lebih seperti orang yang ingin pesta ini usai agar kamu bisa melampiaskan kemarahanmu." "Aku tidak menyangka kamu begitu narsis. Seolah-olah semua halini terjadi karena kamu saja," sinis Evelyn. Nada suaranya bahkan terdengar jijik. "Jika bukan karena itu, lalu bagaimana kamu menjelaskan tentang kelakuanmu ini?! Sangat tidak tahu malu!" balas Kevin masih dengan tebakannya yang menyimpang. Evelyn merasa muak, "Terserah kamu mau mengatakan apa. Yang jelas ini bukan--" "Kakak,
Last Updated: 2026-02-25
Chapter: 008 || Rekam Jejak"Meskipun mereka hanya melihat dari jauh, keterlibatan mereka dengan keluarga yang aku jatuhkan dulu pasti sempat membuat mereka menderita." "Tapi tetap saja—" Devan seperti kehilangan kata-kata. Sebelum Sarah bersembunyi, dia memang menjatuhkan rahasia sebuah keluarga besar di masa lalu. Apalagi ditambah dengan banyaknya musuh keluarga itu, membuat skandal itu menjadi besar dan bisa membuatnya leluasa untuk pergi. Keluarga Durant hanyalah salah satu dari beberapa keluarga yang menderita kerugian waktu itu. Namun, yang tidak Devan mengerti, kenapa Sarah mau membantu salah satu keluarga yang dulu pernah menjatuhkan hidupnya juga? Bahkan jika mereka hanya diam tanpa mencoba menjatuhkannya, mereka tetaplah tutup mata dengan apa yang terjadi. "Mereka sekarang sudah menjadi keluarga yang besar, sangat besar sampai mungkin kau akan sulit menembusnya," kata Devan setelah terdiam sejak tadi. Devan merasa keterlibatan Sarah dengan keluarga itu tidaklah sederhana, jadi dia membuat p
Last Updated: 2026-04-10
Chapter: 007 || Kau Gila?!Dion mengerutkan kening mendengar jawaban ibunya, “Ibu yakin aku bisa bersekolah seperti biasa?”Sarah bisa merasakan ketidaknyamanan dari nada suara Dion. Memiliki anak yang bisa berbagi perasaan khawatir seperti ini sungguh melegakan, tapi juga mengkhawatirkan. Tidak seharusnya anak sekecil itu berbicara penuh kekhawatiran seperti orang dewasa.Sarah duduk di sofa ruang tamu untuk melepas, lalu berkata, “Ibu sudah mengatakannya sebelumnya, kan?”“Pekerjaan ibu memang beresiko tinggi. Jadi, permintaan ibu pada klien sebelumnya itu bisa diterima. Keluarga mereka juga terkenal memegang kata-katanya, jadi kamu tidak perlu khawatir.”“Bukan itu yang kumaksud.”Dion menundukkan kepala, “Justru karena pekerjaan ibu beresiko, apakah nantinya kita akan mengalami hal seperti sebelumnya?”Sarah memandangi Dion yang berdiri tidak jauh dari tempatnya duduk. Entah pahala apa yang dia miliki sebelumnya sampai bisa mendapatkan anak yang berbakti seperti ini. Dion sangat pengertian.Sarah menjadi me
Last Updated: 2026-03-17
Chapter: 006 || Terasa Familiar“Tolong maafkan kekasaran saya sebelumnya,” ujar Harris sambil membungkukkan badannya sedikit. Sikapnya itu bahkan mengejutkan sang asisten yang sudah lama bersamanya.“Saya seharusnya tidak bersikap picik seperti itu,” lanjutnya sambil menatap Sarah. “Jika berkenan, bolehkan saya mengetahui permintaan Anda lebih lanjut?”“Saya akan menyesuaikan isi kontraknya setelah ini sesuai kemampuan kami.”Sarah terdiam di tempatnya, agak terkejut karena Harris mau menurunkan egonya hanya untuk mempertahankannya. Padahal Sarah mengira Harris adalah orang yang sombong dan tidak mau mengalah. Namun, Sarah juga menyukai pendekatan yang seperti ini.Sarah bertingkah seolah mempertimbangkan tawaran itu, lalu menoleh ke arah Harris dengan senyum yang memperlihatkan kemenangannya tanpa terselebung. “Kalau begitu, kita bisa melanjutkannya.”Harris mengangguk dan mereka kembali duduk di tempat semula. Dalam hati Harris mengakui, Sarah memang pemenangnya di sini. Dia terlalu sibuk menikah Sarah sampai lu
Last Updated: 2026-03-17
Chapter: 005 || Pembahasan KontrakSarah duduk diam tanpa melirik sedikit pun ruang tamu yang akan menjadi saksi untuk mendapatkan kontraknya nanti. Dia lebih memilih untuk berpikir bagaimana cara untuk bisa mendapatkan kontrak dengan syarat tambahan yang nantinya akan dia ajukan.Melihat ibunya sebagai contoh, Dion juga diam di sampingnya. Hanya sesekali meminum minuman dan makanan yang tersaji di meja di depannya. Walaupun dia ingin sekali melihat sekeliling ruangan yang berada di lantai atas gedung tinggi.Ketika waktu terus mengalir tanpa tahu berapa lama, barulah Sarah mendengar suara langkah kaki yang mendekat. Dua orang memakai jas datang ke arahnya.Ketika Sarah mendongak, matanya yang hitam langsung bertemu pandang dengan mata biru terang yang memikat. Untuk sesaat, Sarah nyaris kehilangan ketenangannya.“Halo, apakah ini Nona Sarah?” tanya Harris sambil mengulurkan tangan sebagai sambutan.Sarah berdiri dan meraih tangan yang terasa dingin itu, “Ya, ini saya. Senang bertemu dengan Anda.”“Senang bertemu deng
Last Updated: 2026-03-17
Chapter: 004 || Menarik“Jadi … mereka memburuku hanya karena itu?”“Kenapa kau terlihat tidak percaya begitu?” tanya Devan saat melihat ekspresi Sarah yang berlebihan.“Bukankah wajar jika mereka mencarimu saat tahu kau hidup dan hanya bersembunyi?”“Ya … tapi tetap saja,” kata Sarah masih belum sepenuhnya menerima fakta itu.Setelah mendapatkan tempat tinggal sendiri, Sarah bisa beraktivitas seperti biasanya. Dia juga mendapat informasi terkait alasan dia dicari oleh para preman itu.Alasan pertama jelas karena ingin membunuhnya agar kemampuannya tidak bisa lagi digunakan, apalagi dipelajari orang lain. Namun, dia juga bisa selamat karena ada beberapa orang masih membutuhkan kemampuannya. Sebab itulah pelariannya waktu itu tidak terlalu ekstrim.“Lalu bagaimana setelah kau tahu jika semuanya seperti ini?” tanya Devan sambil melirik Dion yang membaca buku usang di dekat Sarah.Devan masih belum menerima Dion di sisi temannya itu. Apalagi hidup Sarah sudah sulit untuk sendiri, malah melibatkan anak kecil la
Last Updated: 2026-03-17
Chapter: 003 || Sepuluh Tahun?!Sarah mendekati Devan yang tersenyum lebar ke arahnya. Saat jarak di antara mereka menipis, Sarah mulai mengerutkan kening saat menatap wajah Devan yang menampakkan mata panda yang parah.“Apa yang terjadi denganmu?”Pertanyaan Sarah itu membuat Devan sedikit tersedak. “Memangnya aku kenapa?”Saat dia bertanya, tangannya juga meraba wajah serta mencium bau badannya sendiri. “Aku tidak bau, kok,” katanya dengan bangga, mengira Sarah tidak nyaman dengan bau badannya.Dia bahkan menyodorkan ketiaknya ke arah Sarah. “Nih, coba cium! Aku sudah mandi tadi. Kau pasti tidak–”“Sudahlah, terserah kau saja,” potong Sarah dengan kesal.Berbicara dengan Devan memang harus mendetail, tapi dia terlalu malas untuk melakukannya.Devan mencebik tidak senang, “Kita sudah lama tidak bertemu, tapi kelakuanmu masih sama menyebalkan seperti dulu.”Masih dengan wajah cemberut, matanya tanpa sadar melirik seorang anak kecil di samping Sarah yang menatapnya dalam diam. Mata Devan berkedip penasaran dan curi
Last Updated: 2026-03-17