Share

Bagian 7

Penulis: Iva puji J
last update Terakhir Diperbarui: 2025-07-11 12:00:22
Sudah satu bulan berlalu sejak pertemuan pertama mereka kala itu. Zevan terlihat semakin dekat dan nyaman berada di dekat Anindya. Ia jatuh cinta pada Anindya. Ia juga tak peduli pada status jandanya dan jarak umur diantara mereka. Baginya, Anindya lah yang bisa menggetarkan hatinya dan membuatnya membuka hati.

Hari ini tepat dimana Anindya akan membayar separo dari total hutang perbaikan motornya seperti yang dijanjikan. Semula Anindya akan mentransfer melalui rekening, namun Zevan menolak d
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • Dibuang suami, dikejar berondong manis    Bagian 45 End

    Matahari mulai menyembul di pagi itu. Semburat sinarnya yang keemasan mulai masuk ke celah-celah jendela di setiap kamar. Anindya sudah terbangun dari tidurnya. Ia membuka jendela kamar dan membiarkan sinar matahari hangat masuk ke dalamnya. Langit tampak begitu cerah pagi ini walau semalam hujan deras turun tak berhenti, menyisakan tetesan embun yang membuat balkon kamar dan jendela sedikit basah. "Sayang, ayo bangun!" Anindya menarik lengan Zevan mencoba membangunkan lelaki itu. "Katanya mau ajak Zio jalan-jalan pagi ini. Kan kebetulan hari minggu.""Jam berapa sekarang?" Tanya Zevan sambil menngucek matanya dan menggeliat sebentar. "Udah jam 5 tuh," jawab Anindya. "Buruan bangun, trus bersih-bersih lalu sholat. Aku mau mandiin Zio dulu pake air hangat.""Sepagi ini mandiin bocah?" Mata Zevan membelalak.Anindya menangangguk. "Lha emang kenapa? Lha dianya aja udah bangun dari jam 4 subuh tadi sayang."Zevan langsung bergerak dan beranjak dari tempat tidurnya. Ia mendekati ranjang

  • Dibuang suami, dikejar berondong manis    Bagian 44

    "Apa kamu curiga kalo sebenarnya yang mandul itu mantan kamu?" Tanya Zevan ketika mereka sudah pulang dari berbelanja dan sekarang berada di dalam kamar. Anindya terdiam tak langsung menjawab pertanyaan dari Zevan. Ia menatap lekat lelaki yang duduk di sampingnya. "Entahlah, aku juga nggak bisa memastikan soal itu, karena memang dari dulu dia nggak mau ikut periksa ke dokter," jawab Anindya akhirnya. "Hanya saja saat ini aku hamil...." "Dan kamu baru sadar bahwa sebenarnya kesalahan itu bukan ada padamu?" Potong Zevan cepat. Anindya menganggukkan kepalanya pelan. "Bolehkan bila dikatakan seperti itu? Nyatanya aku langsung hamil satu bulan setelah menikah denganmu." "Bisa jadi memang mantan suamimu yang mandul, tapi dia nggak mau ngaku aja," tukas Zevan manggut-manggut. "Eng....ada sesuatu yang mau aku tunjukkan sama kamu." Anindya mengambil ponsel yang berada di dalam tas. "Apa itu?" Zevan mulai penasaran. "Coba kamu lihat ini." Anindya menyodorkan ponsel dan memp

  • Dibuang suami, dikejar berondong manis    Bagian 43

    Sore itu Zevan mengajak Anindya berbelanja kebutuhan bayi dan juga persiapan lahiran nanti. Sebelum ia di wisuda minggu depan, sengaja Zevan mengajak istrinya berbelanja sekaligus refreshing. "Bagaimana kerjaan di kantor?" Tanya Anindya saat mereka jalan-jalan sambil bergandengan tangan di dalam Mall. "Hem....lumayan sih. Kata Kak Mahen, aku cepat belajarnya," jawab Zevan sambil tersenyum. "Pokoknya demi kamu, demi calon anak kita, aku akan berusaha semaksimal mungkin." Anindya tersenyum sekaligus manggut-manggut. "Iya...iya percaya deh." "Aku juga maunya kamu di rumah aja sih, ngurus anak-anak kita dan aku. Kasihan juga kalo nantinya kita punya banyak anak, terus ditinggal orang tuanya kerja. Di rumah cuma sama baby sitter aja," ujar Zevan. "Kamu maunya aku jadi ibu rumah tangga begitu?" Tanya Anindya. "Sebenernya sih iya, tapi kan sekarang kamu jadi pemimpin di perusahaan punya Mama juga. Kamu diberi tanggungjawab besar untuk mengelola dan membesarkan perusahaan itu. J

  • Dibuang suami, dikejar berondong manis    Bagian 42

    Selama berbulan-bulan, Anindya masih menyimpan video rekaman itu. Semula ia tak peduli karena tak ingin ikut campur dalam hidup Adrian lagi. Jika benar bayi laki-laki yang dilahirkan oleh Viona beberapa bulan lalu bukan anak dari Adrian, melainkan hasil hubungan gelap Viona dengan lelaki lain, maka kesuburan Adrian perlu dipertanyakan. Selama lima tahun pernikahan bersama dengan Adrian, dia selalu dipojokkan dan disalahkan karena tidak kunjung hamil, padahal dokter sudah menyatakan bahwa rahimnya baik-baik saja tak ada masalah. Justru, disaat seperti itu Adrian selalu menolak jika Anindya mengajaknya periksa ke dokter kandungan dengan berbagai macam alasan hingga membuat Anindya jengah. Hari ini ia dipertemukan kembali dengan pemuda yang beberapa bulan lalu tak sengaja bertemu di sebuah resto di Mall. Pemuda yang ia duga sebagai selingkuhan Viona. Lelaki ini datang ke kantornya dengan maksud berkonsultasi dan meminta gambar desain untuk rumah yang rencananya akan ia bangun. Ia da

  • Dibuang suami, dikejar berondong manis    Bagian 41

    "Nggak mungkin. Ini nggak mungkin. Bagaimana bisa dia hamil? Dia kan mandul." Bu Sarita terlihat senewen setelah mengetahui jika Anindya baru saja periksa kehamilan. Ia merasa semuanya aneh dan tak masuk akal. Bagaimana bisa wanita yang sudah pernah menjadi menantu di rumahnya selama 5 tahun, yang tak pernah menunjukkan tanda-tanda kehamilan, begitu bercerai dan menjadi istri pria lain, tiba-tiba saja hamil. Ini sungguh diluar nalarnya. "Paling mereka lagi bersandiwara sengaja mau manasin kita. Mereka pasti malu karena ternyata mantan istrimu itu betulan mandul dan tak bisa memiliki keturunan. Iya, pasti seperti itu," terka Bu Sarita masih berlanjut. Adrian hanya menghela napas panjang seraya mengusap wajahnya dengan kedua telapak tangan. Terlihat dari wajahnya seperti tak percaya jika Anindya benar-benar bisa hamil. Dulu ia hampir putus asa karena Anindya tak kunjung, lalu sekarang baru juga mereka sebulan menikah, Anindya langsung hamil. "Adrian! Adrian! Heh, diajakin ngomong

  • Dibuang suami, dikejar berondong manis    Bagian 40

    Dengan tangan gemetar, Anindya menerima hasil tes dari dokter kandungan. Setelah disarankan oleh dokter umum untuk pindah poli dan meminta untuk melakukan pemeriksaan kembali, Anindya kini dibuat ternganga oleh hasil tes yang baru saja dilakukannya tersebut. "Jadi, ini artinya saya beneran hamil dok?" Tanya Anindya setengah tak percaya setelah dokter memberitahunya soal hasil tes kehamilah yang dilakukannya. Dokter kandungan itu mengangguk sambil tersenyum lebar. "Iya betul. Anda hamil Bu Anindya. Selamat ya." "Tapi dok, sepertinya nggak mungkin saya hamil," ujar Anindya masih tak percaya dengan kertas hasil pemeriksaan itu. "Kenapa Bu? Apakah yang menyebabkan Anda tidak percaya dengan hasil testnya? Apakah sebelumnya ada masalah dengan alat reproduksi atau rahim Anda?" Selidik dokter kandungan itu. "Saya kurang yakin dok," ucap Anindya seraya melirik Zevan yang duduk di sampingnya juga ke arah Nyonya Martha yang hanya diam mendengarkan keterangan dokter kandungan. "Dulu

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status