Share

Part 29A. Lokasi TKP

Author: TrianaR
last update Last Updated: 2025-08-22 12:30:51

Part 29

Beberapa Jam Kemudian di Lokasi TKP

Asap sisa kebakaran masih tercium samar. Puing-puing hangus berserakan, dan garis polisi membentang mengelilingi area. Kaivan berdiri diam, mengenakan jaket gelap dan masker tipis.

“Tuan, kami menemukan bekas percikan bahan bakar di sudut barat gudang,” lapor salah satu anak buahnya.

Ia mengangguk perlahan menanggapi laporan anak buahnya.

“Selidiki lebih dalam. Cek CCTV sekeliling area, cari saksi mata. Aku mau tahu siapa yang berani main api di wilayah kita,” ujarnya tegas, suaranya berat penuh tekanan.

Anak buahnya langsung mengangguk dan berlalu cepat.

Ia berjalan perlahan menyusuri sisa-sisa bangunan. Pikirannya berkecamuk.

Tak lama kemudian, salah satu anak buah lainnya datang tergesa. “Bos, ada seorang warga sekitar yang katanya lihat mobil mencurigakan semalam. Parkir agak jauh dari lokasi, tapi dia ingat sebagian plat nomornya.”

“Cari tahu sampai jela
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Dicampakkan Suami, Dinikahi Konglomerat   Part 39A. Ulang Tahun Pertama

    Part 39 Ulang tahun Alif yang pertama Pagi itu, matahari bersinar lembut menembus tirai jendela kamar Berlian. Ia terbangun lebih awal dari biasanya, meski semalam sempat susah tidur karena memikirkan acara hari ini. Tangannya otomatis meraih Alif yang masih terlelap di ranjang bayi di sisi tempat tidurnya. Berlian tersenyum, hatinya hangat. “Selamat ulang tahun yang pertama, sayangku …” bisiknya lembut sambil mencium kening Alif. Tak lama, Kaivan masuk ke kamar sambil membawa nampan sarapan. Ada roti panggang, segelas susu hangat untuk Berlian, dan bubur lembut untuk Alif. “Selamat pagi, dua malaikatku,” sapanya ceria. Berlian terkekeh kecil. “Pagi, Mas. Kenapa repot-repot bawa sarapan ke sini?” “Karena hari ini spesial,” jawab Kaivan, duduk di tepi ranjang. Ia lalu menatap Alif dengan penuh kasih sayang. “Selamat ulang tahun, jagoan ayah. Satu tahun sudah k

  • Dicampakkan Suami, Dinikahi Konglomerat   Part 38B. 100 Juta

    "Kata siapa kami tidak memberitahumu? Kami datang memintamu untuk jadi wali Berlian tapi Anda justru menolak dan mengusir kami!" tukas Kaivan tegas."Aah bulshit! Dasar orang kaya tak punya adab!" Eris hampir saja melayangkan tangannya hendak menghajar Kaivan."Tunggu! Kamu harus lihat ini dulu!" sela Kaivan lalu menunjukkan video saat Berlian meminta jadi wali tapi dia menolaknya. Posisi saat itu Eris sedang mabuk. Eris terdiam sejenak, dalam hati kecilnya merasa malu. Tapi karena sudah kepalang tanggung akhirnya dia mengancam."Oke! Beri aku uang sekarang! Kalau tidak, Berlian dan anaknya akan--""Berapa yang kau inginkan?""100 juta."Berlian kaget mendengar penuturan kakaknya. "Bang, jangan ngaco! Uang sebanyak itu buat apa?!""Ah berisik! Cepat berikan! Kalau gak--""Oke. Aku akan memberikannya tapi setelah ini jangan pernah kembali dan ganggu kami!" ucap Kaivan. Eris manggut-manggut me

  • Dicampakkan Suami, Dinikahi Konglomerat   Part 38B. Rusuh

    Jalanan perumahan elit tampak sepi, hanya lampu-lampu taman yang berderet di sisi kiri-kanan. Mobil yang dikemudikan Kaivan melaju tenang.Di kursi belakang, Ny. Inara duduk dengan Alif di pangkuannya. Berlian di sebelahnya, sesekali membantu membetulkan selimut kecil untuk anak itu.“Bunda pasti capek ikut kita seharian,” ucap Berlian pelan, mencoba mencairkan suasana.Ny. Inara tersenyum tipis. “Capek sedikit tidak apa-apa. Bunda senang melihat Alif lebih ceria.”Berlian mengangguk pelan. Kaivan yang fokus menyetir hanya melirik lewat kaca spion. Wajahnya tetap datar, namun sesekali tatapannya bergeser pada Berlian.Mobil berhenti di depan rumah besar milik Ny. Inara. “Bunda hati-hati. Kalau butuh sesuatu, telepon saya,” kata Kaivan sambil keluar untuk membukakan pintu.Ny. Inara turun, lalu menepuk bahu putranya. “Kamu juga hati-hati di jalan, Van. Jangan terlalu keras pada diri sendiri dan juga pada Berlia

  • Dicampakkan Suami, Dinikahi Konglomerat   Part 37B. Kehilangan

    Leo menoleh, matanya merah dan basah, “Tapi, Ma, Alif itu anakku. Berlian juga ... Aaargh! Aku sudah kehilangan semuanya! Bisnis, rumah, sekarang dia pun hilang …” Bu Rahayu tak sanggup berkata apa-apa. Ia hanya mengelus punggung anaknya. Ia tahu, luka ini tak akan sembuh dalam sehari. Dan ia pun sadar, mungkin anaknya sedang menjalani hukuman dari kesalahan masa lalunya. *** Beberapa hari berlalu ... Pagi itu, Leo terbangun lebih awal dari biasanya. Matanya masih sembab, namun ada tekad baru yang perlahan tumbuh di dadanya. Ia mengambil wudhu, lalu memutuskan untuk pergi ke masjid dekat kontrakan. Suara adzan subuh berkumandang, menyatu dengan dinginnya udara pagi. Di masjid, Leo ikut shalat berjamaah. Saat sujud terakhir, bulir bening di matanya jatuh ke sajadah. "Ya Allah, ampuni aku. Aku sudah terlalu jauh tersesat. Aku tak mau kehilangan-Mu lagi," bisiknya lirih. Selesai dz

  • Dicampakkan Suami, Dinikahi Konglomerat   Part 37A. Terbongkar

    Part 37Malam itu, kamar terasa hening hanya ditemani suara detak jam di dinding. Berlian duduk di tepi ranjang, menunduk, raut wajahnya masih terlihat shock dan sedih usai pertemuan dengan Leo tadi.Pintu kamar terbuka pelan. Kaivan masuk, menutup pintu, lalu berjalan mendekat. Ia duduk di samping Berlian, “Berlian …” panggilnya lirih.Berlian tak langsung menoleh, hanya mengangkat sedikit wajahnya. “Ya?” sahutnya nyaris berbisik.Kaivan menarik napas panjang, menatap kosong ke depan. “Aku ingin kau tahu tentang Alif. Waktu itu, aku sedang hancur karena Bayi kami meninggal tak lama setelah lahir. Dan setelah melahirkan Rania ia terus menanyai bayinya, saak kubilang bayinya meninggal dia tak percaya, depresi. Dan di saat yang bersamaan, Leo …” Kaivan menelan ludah, nada suaranya terdengar berat. "Leo mau membuang bayi yang baru saja lahir darimu. Aku tak tega. Jadi, aku memutuskan mengadopsinya. Aku membayar sejumla

  • Dicampakkan Suami, Dinikahi Konglomerat   Part 36B. Itulah Kenyataannya, Mas

    Hari-hari di kontrakan sempit itu terasa seperti dunia baru bagi Leo dan ibunya. Setiap pagi, Leo keluar tanpa tujuan jelas. Kadang ia mencoba mencari peluang pekerjaan atau menjual jasa, kadang hanya berjalan menyusuri jalanan kota. Siang itu, kakinya membawanya ke sebuah lapangan kecil di dekat pasar. Di tengah lapangan, ada panggung sederhana dengan pengeras suara, dan seorang ustadz sedang berceramah di hadapan sekelompok orang.Leo berdiri di pinggir jalan, hanya ingin mengistirahatkan kakinya, tapi satu kalimat sang ustadz membuatnya terpaku.“Beda istri, beda rezeki. Ada istri yang menjadi ladang keberkahan, membuat rumah tangga tenteram dan rezeki mengalir. Tapi ada pula yang justru menjadi ujian berat, menguras tenaga, harta, bahkan menjauhkan kita dari ketenangan hati.”Kata-kata itu menembus pikirannya seperti anak panah. Tanpa sadar, wajah Berlian terlintas di benaknya. Saat awal menikah dengannya, hidupnya tenang. Usahanya berkembang

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status